Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
77 - Tolong Jelaskan Juga Padanya.


__ADS_3

Mobil yang membawa Archie sampai ke kawasan perusahaan Hexan Corp yang tampak begitu megah, Archie sudah beberapa kali datang kesini, jadi dia cukup sudah mengenal perusahaan ini, mobil itu berhenti di gerbang utama perusahaan dengan bagunan yang seluruhnya tertutup oleh kaca itu.


Deratan jajaran karyawan sudah membentuk barisan untuk menyambut Archie, ini alasannya kenapa dari tadi pagi dia sudah menggunakan pakaian formalnya, Gerald yang keluar duluan dari mobil itu dengan gayanya yang juga serius, dia membukakan pintu untuk Archie, Archie keluar menapakkan kakinya dengan mantap, wajahya yang tadinya terlihat muram langsung di tinggalkannya, begitu dia keluar dari pintu mobil itu dia segera terlihat serius dan dingin, dia kembali membenarkan jasnya, menatap lurus ke depan dengan pandangan yang penuh percaya diri, tampak tenang walaupun di sambut begitu banyak karyawan Hexan Corp.


Saat dia melangkah masuk, semua orang serentak memberikan pernghormatan pada Archie, namun seperti sudah terlalu biasa di perlakukan seperti itu, Archie tampak tenang dan pergi berlalu saja dari sana.


Gerald langsung berjalan di depan Archie, mengarahkannya menuju lift khusus, Archie berhenti di depan lift khusus itu, pintunya tampak samar memantulkan penampilannya yang sempurna, tak lama pintu lift itu terbuka. Gerald dengan profesional mempersilakan Archie untuk masuk duluan, baru setelah itu dia yang masuk, dan segera menekan lantai paling atas, tempat ruangan Angga.


"Apa saja jadwalku hari ini?" ujar Archie sedikit dingin, mencoba mengesampingkan perasaannya yang sebenarnya masih sangat tidak nyaman.


"Tuan Angga sudah mengumumkan posisimu pada rapat direksi tadi pagi, karena kau harus menemui keluargamu, jadi Tuan Angga hanya mengumumkannya saja, mungkin mulai besok kau sudah harus memimpin rapat, setelah ini kau harus bertemu dengannya dan sepertinya beliau ingin mempertemukanmu dengan rekan bisnis kita yang baru," jelas Gerald lebih terdengar santai, karena tahu mereka hanya berdua sekarang.


"Baiklah," kata Archie.


"Kau ingin makan? bukannya kau belum makan siang?" ujar Gerald perhatian, sebagai asisten Archie dia memang harus memperhatikan kesehatannya.


"Menurutmu aku masih punya waktu untuk itu? " lirik Archie tajam pada Gerald.


Gerald yang melihat tatapan itu sedikit menggut-manggut, "Ya, dilihat dari jadwalmu, memang tidak bisa, mungkin bisa dicoba untuk makan malam," ujar Gerald memasukkan ‘makan malam’ ke dalam jadwal Archie yang begitu padat.

__ADS_1


Archie masih diam, serius dan hanya menatap ke arah depan, tak lama lift itu terbuka, Archie keluar dan segera menuju ke ruangan pamannya, asisten Angga yang juga merangkap menjadi pelayan khusus Raja langsung menyambut Archie.


"Selamat datang Tuan Muda Archie, Tuan Angga sudah menunggu Anda di dalam," ujar Asisten Lin membukakan pintu untuk Archie.


"Terima Kasih," ujar Archie, Archie segera masuk, melihat Asisten Lin yang tidak masuk ke dalam, Gerald pun tahu di mana tempatnya, Asisten Lin dan Gerald segera berdiri dengan sikap sempurna mereka di depan pintu ruangan Angga, seolah menjaga ruangan itu jangan sampai ada yang masuk ke dalam.


Archie melangkahkan kakinya ke ruangan kerja Angga yang luas, terdiri begitu banyak sofa-sofa yang tampak mewah, di depannya Archie bisa melihat meja besar dan lebar terbut dari kayu jati yang kokoh, Angga sedang duduk dengan serius memandangi pekerjaannya.


Archie berhenti beberapa meter di depan meja Angga, menunjukkan sikap sempurnanya saat berdiri, Angga yang mengetahui kedatangan Archie langsung melihat ke arahnya, dia meninggalkan sejenak pekerjaannya, menatap Archie yang sudah tampak begitu siap.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Angga yang melihat Archie berwajah dingin.


"Baiklah, aku sudah mengumumkan bahwa kau akan menjadi CEO perusahan ini, mulai besok kau sudah mulai bisa bekerja, aku akan datang ke sini hanya untuk melihat perkembangan perusahaan ini, aku harap kau sudah siap," ujar Angga sambil berdiri dan mulai berjalan mendekati Archie. Dia memandang Archie dengan tatapannya yang dingin, mengamati dan menganalisa wajah Archie untuk mencari jika saja ada secercah keraguan di sana, namun tak ada sama sekali.


"Aku siap," ujar Archie dengan tegas.


Angga diam sebentar, memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya, masih terus mengamati wajah keponakannya, sudut bibirnya sedikit terangkat.


"Aku yakin kau sudah siap," ujar Angga menepuk pundak Archie lembut, seolah seorang ayah yang kaku memberikan mandat pada putranya, Archie hanya melihat tangan pamannya yang menepuk pundaknya, sedikit menarik kedua sudut bibirnya namun hanya sesaat, tak ingin terlalu terlihat tak berwibawa.

__ADS_1


"Terima kasih," ujar Angga menatap Archie kali ini lebih lembut, baik nada bicaranya maupun sorot matanya, "Aku dengar kau tidak merespon Suri saat dia ingin bertemu denganmu," ujar Angga lagi, sorot mata Archie sedikit memuram namun segera ditepisnya, kembali menatap mata Angga dengan tegas.


"Sama-sama Paman," ujar Archie tanpa nada, datar.


"Sejak pertama aku melihat Suri saat dia baru dilahirkan, aku dan ibunya sudah berjanji akan membiarkannya memilih siapapun pria yang ingin dia nikahi nantinya, tapi aku juga berjanji untuk melindunginya dari apa pun, aku bukan tidak menyukaimu, namun hubungan kalian berdua bisa menyakitinya nantinya, karena itu aku harus bertindak tegas untuk kali ini, aku harap kau mengerti hal itu, " ujar Angga, kali ini merasa harus benar-benar menjelaskan duduk masalahnya kenapa mereka tak bisa bersatu.


"Aku sudah mengetahui hal itu, tapi bolehkah aku minta sesuatu," ujar Archie melirik pamannya yang tampak mengamati meja kerjanya saat menjelaskan hal tadi. Membuang pandangannya karena tak bisa menatap Archie, tahu rasanya harus kehilangan cinta.


"Apa?" tanya Angga yang merasa sedikit penasaran.


"Di sini, yang jatuh cinta bukan aku saja, kami saling mencintai, jadi aku rasa bukan aku saja yang harus tahu alasannya, Suri pun harus tahu kenapa kami tidak bisa bersama, jadi saya minta paman untuk menjelaskannya pula pada Suri agar dia bisa mengetahui yang sebenarnya, mungkin dia akan mengerti,p" ujar Archie dengan tatapan tajam, suara tegas, matanya menatap awas setiap pergerakan Angga, bahkan bisa menangkap sikap terkejut pamannya saat dia mengatakan hal itu.


Angga terdiam sebentar, melemparkan pandangannya ke tempat lain, seolah berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Archie, cukup terkejut melihat keberanian Archie dalam mengutarakan pemikirannya, dia tersenyum tipis.


"Kami akan menjelaskan padanya, secepatnya," ujar Angga sedikit tersenyum, menyukai gaya Archie yang sekarang.


Archie melempar tatapannya, menutupi sorot matanya yang kembali menyuram, tangannya mengepal, ya, setidaknya jika mereka saling tahu kenapa mereka tidak bisa bersama, akan lebih mudah nantinya untuk menerima ini semua.


"Baiklah, sekarang aku ingin kau bertemu dengan seorang rekan bisnis, masih muda seperti dirimu, dia investor yang sangat kita harapkan, semoga kau dan dia bisa bekerja sama dengan baik," ujar Angga melirik ke arah Archie.

__ADS_1


"Baik Paman," kata Archie kembali dengan tegas.


__ADS_2