Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
27 - Menukar nyawanya demi nyawa yang lain.


__ADS_3

Jofan menatap ibunya yang memegangi dadanya, hal itu cukup membuat dia bisa menahan dan menurunkan emosinya, dia lalu menuruti ibunya, berjalan menuju ke ruang kerja ayahnya, ibunya mengikutinya dari belakang.


Jofan duduk dengan gelisah bersebelahan dengan ibunya yang duduk di sofa tunggal di dekatnya, dia lalu menatap ibunya yang melihat foto-foto yang ada di dokumen itu, wajahnya yang tampak penuh kerutan namun tetap terlihat cantik seksama memperhatikan semuanya.


"Dari mana kau mendapatkan dokumen ini?" tanya ibunya dengan suara lembut untuk meredam amarah Jofan, ibunya tahu jika Jofan duduk dengan begitu gelisah dia pasti menahan emosi yang amat sangat, dia sangat kenal bagaimana anaknya  ini.


"Dari Jendral Indra, bisakah sekarang Ibu menjelaskan hal ini?" kata Jofan mencoba menahan emosinya agar tidak keluar dari kata-katanya.


"Beberapa hari setelah penobatanmu, aku menemuinya, gadis yang sangat sopan dan berpendidikan, aku tahu kenapa kau bisa begitu menyukainya, caranya memperlakukan seseorang begitu mempesona, jika tidak karena penampilannya, dia pasti sangat sempurna," kata ibunya, dari matanya dia tampak menerawang jauh terbang ke 23 tahun yang lalu.


Mendengar kata-kata ibunya Jofan terdiam, di pikirannya muncul bayangan Sania yang sangat dia rindukan. Gadis manis dengan senyum hangat dengan ceria mengantarkannya secangkir kopi setiap paginya di depan kampus, caranya memandang, kelembutan dan senyuman manis yang tak akan pernah Jofan lupakan, cintanya yang pertama.


"Ayahmu yang paling tidak menyukainya, kami tahu beberapa kali kau pergi menemuinya bahkan setelah dilantik menjadi presiden, kau sering menginap di tempatnya dan pulang dini hari, untungnya dia tinggal di daerah markas militer hingga hal ini bisa di atasi dan tidak sampai keluar ke wartawan dan masyarakat, ayah dan ibu memintanya untuk menjauh darimu pergi dari hidupmu, tapi dia mengatakan dia sudah berjanji padamu, jadi dia tidak ingin mengingkarinya, benar-benar gadis yang sangat setia dan keras kepala, sama seperti dirimu," kata ibunya tersenyum melihat ke arah Jofan, namun Jofan tidak melihat ke arah ibunya, dia hanya mendengarkan ibunya, Jofan mengertakan giginya menahan rindu dan amarah.


"Lalu apa yang kalian lakukan?" kata Jofan melirik ibunya.


"Ibu meminta ayahmu sabar dan membiarkan Ibu untuk membujuknya pergi, namun dia bersikeras dan tetap ingin di sana, walau pun kami memberi imbalan begitu besar padanya, dia tetap teguh menunggumu di sana, dia tak takut apapun, bahkan ketika ayahmu marah dan mencaci makinya, dia hanya diam menerima semuanya, dia tetap ingin bertahan menunggumu, 10 tahun bukan?" tanya ibunya.


"Ya, aku yang memintanya, jadi karena itu ayah melakukan hal itu?" kata Jofan tak habis pikir.


"Setelah Ibu gagal, Ibu tidak bisa melarang ayahmu untuk melakukan rencannya, malam itu, malam yang sangat gelap, hujan sangat deras, ayahmu memerintahkan Jendral Indra untuk meminta Sania keluar, Jendral Indra beralasan bahwa kau ingin menemuinya, dengan sangat senang dia berjalan keluar dan segera pergi ke tempat yang diminta ayahmu, setelah di sana, dia di bekap dan di bawa keluar dari markas militer," ibu Jofan berhenti sebentar, menarik napasnya panjang, mengingat dosa yang telah dia buat. "Mereka membuang semua barang-barangnya dan membuat seolah-olah dia pergi meninggalkanmu, kami pikir dengan sifatmu itu kau hanya akan patah hati beberapa bulan lalu kembali mencari wanita-wanita lain, kami tidak berpikir kau begitu mencintainya hingga menunggunya selama ini," kata ibu Jofan dengan mata yang berkaca-kaca, Jofan yang mendengar itu sedikit kaget, membayangkan bagaimana wanita yang sangat dia cintai itu pergi untuk menemuinya namun yang ada malah dia disekap dan saat itu Jofan bahkan tak ada untuk bisa membantunya.

__ADS_1


Jofan merasa sangat miris, dia selalu berusaha untuk membantu Bella saat Bella diculik, disekap, dibawa pergi, dia selalu ada untuk mencarinya, berusaha begitu keras.


Namun ketika wanita yang dicintainya sendiri diculik, dia bahkan tak mengetahuinya dan berpikir wanita itu pergi meninggalkannya begitu saja, kenapa dia tidak berusaha keras untuk mencarinya? Jofan sungguh menyesalinya. Hal ini membuatnya tak bisa menahan air mata yang mulai membasahi matanya.


"Lalu dimana dia sekarang?" kata Jofan dengan suara serak dan berat, kesusahan menarik napas, serasa ada sesuatu yang menghunus jantungnya.


"Ayahmu membawanya dan menahannya di sel bawah tanah di area militer bagian selatan di bawah kekuasaan Jendral Adrian, awalnya ayahmu hanya ingin menahannya beberapa bulan sampai kau tidak lagi mencarinya, tapi kami salah, kau terus mencarinya hingga di suatu titik, ayahmu ingin melenyapkannya," kata Ibu Jofan, Jofan yang mendengar itu langsung menatap ibunya dalam, wajahnya berubah menjadi begitu syok.


"Jadi apakah … ?" tanya Jofan tak berani melanjutkannya.


"Tidak, Ayahmu tidak bisa membunuhnya," kata ibunya menatap nanar pada Jofan, napas Jofan yang tadinya tertahan bisa kembali dihembuskannya.


"Kenapa?" tanya Jofan, dia tahu sifat ayahnya, dia bukan orang yang gampang untuk merubah keinginannya, sekali dia memikirkan sesuatu, dia akan melakukannya dengan baik.


Napas Jofan kembali tertahan, dia masih mencerna kata-kata ibunya yang seperti meledakkan otaknya, otaknya langsung tidak bisa berpikir, terasa kosong namun berat, seperti sambaran petir yang membuatnya kaku seketika.


"Dia mengandung anakku?" kata Jofan tidak percaya, di wajahnya terpancar ketidakpercayaan namun juga kebahagiaan yang sangat terlihat, bahkan dia bisa tersenyum sekarang, dia punya anak dari wanita yang dicintainya itu, sebuah mimpi yang jadi kenyataan.


"Iya, dia mengandung anak mu, karena itu saat kau mengatakan pada keluarga Aurora bahwa kau infertil, kami tahu kau berbohong, kau tidak mandul karena kau sudah memiliki anak," kata Ibu Jofan senang melihat anaknya yang tampak sangat senang.


"Jadi di mana mereka sekarang? katakan padaku Bu," kata Jofan bersemangat mengatakannya.

__ADS_1


____________________________________


Catatan Penulis ya,


Halo kakak2, terima kasih sudah membacanya Shameless Prince, jangan lupa Like dan komen ya kak... seneng soalnya ama komen2 kakak... saya ga sabar balasnya, soalnya setiap hari dapat masukan-masukan dari kakak semua,


Selain itu saya ingin mempromosikan karya-karya indah yang lain yang sangat cocok dijadikan bacaan-bacaan santai menemani hari baik senang maupun gundah, pasti mengugah hari kita semua.


Marrige Order oleh Vivian .


Love not based on bibit, bebet, bobot, but Lilahita'ala oleh Oot Nasarudin.


Mine oleh Mimi Oeunnie.


Reinkarnasi si cantik Ruby oleh Diar Rochma.


Fell in love with my arogan fiance oleh Lina.


Mengagumimu oleh Khanza.


Sebenarnya Cinta oleh Winter.

__ADS_1


selain itu mereka punya banyak lagi loh novel yang lain ... di coba ya.


__ADS_2