
"Aku sudah bilang aku pangeran! Kau …. " kata Archie terputus karena Ceyasa memutuskan panggilan itu, membuat mata Archie membesar, berani-benarinya gadis aneh itu memutuskan panggilannya.
Ceyasa memasukkan ponselnya ke dalam tasnya, Jared yang melihat tingkah laku Ceyasa itu hanya bisa mengerutkan dahinya heran, namun tak terlalu heran, sepertinya sifatnya mirip dengan adiknya, karena itu dia jadi sedikit tersenyum melihatnya.
"Oh, maaf, tapi aku harus pergi sekarang," kata Ceyasa.
"Ya, baiklah, aku juga akan pergi sebentar lagi, " ujar Jared.
"Baiklah, selamat tinggal, kirim salam pada ibumu jika dia sudah sadar ya," ujar Ceyasa dengan senyum sungkan, dia lalu berbalik secepatnya, takut benar-benar ada penjaga yang mencarinya, Jared juga segera menuju ke arah administrasi, membayar untuk semua penanganan bibinya, dia baru saja memasukkan pin kartu atmnya saat dia ingat sesuatu.
"Bisakah tunggu sebentar, aku akan kembali, " kata Jared berkata pada petugas administrasinya.
"Baik Tuan," kata petugas itu.
Jared segera berjalan, lalu dia sedikit berlari mencari ke arah Ceyasa, dan untungnya dia menemukan wanita itu masih ada di depan pintu keluar seperti mencari sesuatu.
"Ceyasa!" panggil Jared yang membuat Ceyasa melihat ke arah belakang, melihat Jared yang berlari kecil ke arahnya, Ceyasa mengerutkan dahinya, ada apa?
"Ya?" tanya Ceyasa.
"Ini kartu namaku, bisakah kau memberikan ponselmu, bibiku pasti ingin berbicara dengan orang yang sudah menolongnya," ujar Jared dengan senyum yang sangat menawan.
__ADS_1
"Oh, ok," kata Ceyasa mengambil pena yang ada disakunya, lalu menuliskan nomor teleponnya di kartu nama Jared, dan menyerahkannya.
"Terima kasih, semoga kita bisa berjumpa lagi, "kata Jared
"Ya sama-sama," kata Ceyasa.
Jared segera meninggalkan Ceyasa, Ceyasa kembali mengamati, katanya ada di parkiran, dimana? Pikir Ceyasa menatap sekeliling, dan baru menemukan mobil yang dijaga oleh 2 orang penjaga, Ceyasa segera berjalan malas ke arahnya.
Archie yang menunggu Ceyasa di dalam mobil itu melihat ke arah pintu keluar, menunggu detik demi detik berharap wanita itu keluar secepatnya, dia memutuskan untuk ikut menjemput wanita yang sudah sangat merepotkannya ini, dia sudah tak tahan untuk bertanya,apa hubungannya dengan Rain dan apa yang dia lakukan bersama dengan pria itu?
Archie terus mengamati pintu keluar rumah sakit kecil itu, dia lalu menemukan sosok Ceyasa, melihat Ceyasa yang masih menggunakan baju kerjanya itu, wajah Archie yang dari tadi tegang sekarang mulai menenang, dia melihat Ceyasa yang melihat ke kanan dan ke kiri seperti mencari, dasar wanita aneh, masa mobil sebesar ini tak bisa dilihatnya, melihat hal itu Archie jadi gemas, ingin langsung menyeret wanita itu masuk ke dalam mobilnya, jadi dia membuka pintu mobilnya.
"Pangeran jangan! ingat statusmu," ujar Gerald yang duduk di hadapannya melarang.
Mendengarkan itu Archie mengurungkan niatnya, apa yang dikatakan oleh Gerald ada benarnya, jika tiba-tiba dia keluar, bisa-bisa seluruh negara ini gempar karenanya.
"Tuan Jared?" kata Gerald tiba-tiba membuat Archie kaget memandang Gerald. Gerald memberikan gestur menunjuk ke arah Ceyasa, Archie segera melihatnya, matanya kembali membesar, wajahnya tampak tak senang, bagaimana Ceyasa sekarang bisa mengenal Jared, bahkan mereka tampak berbincang? Sebenarnya siapa Ceyasa ini? kenapa dia bisa kenal dengan Jared dan Rain.
Archie mengertakkan giginya, melihat Jared dan Ceyasa berbincang sesaat, lalu Jared pergi dan tak lama Ceyasa baru menyadari keberadaan mereka, Archie segera mengambil sikapnya, wajahnya langsung terlihat ketat kembali.
"Gerald, biarkan dia duduk di depanku, " ujar Archie dengan nada dingin.
__ADS_1
"Baik," kata Gerald yang langsung membuka pintu karena Ceyasa juga sudah sampai di depan pintu mereka. Gerald langsung keluar.
"Hai Gerald, " kata Ceyasa dengan senyuman manis nan ceria khasnya, walaupun sekarang wajahnya terlihat kepanasan dan lelah.
"Halo, Nona Ceyasa," kata Gerald menyapa Ceyasa, setelah menyapa, Gerald memberikan wajah yang sedikit mengkerut, sebenarnya ingin memberikan kode agar Ceyasa tahu di dalam bosnya sedang tak bagus moodnya, membuat Ceyasa sedikit kaget, bingung kenapa Gerald seperti orang yang ingin buang air besar seperti itu. Gerald langsung menyingkir mempersilakan Ceyasa masuk, dan Ceyasa langsung duduk di kursi yang sudah di tunjuk Gerald, saat dia melihat ke arah depan, mata Ceyasa membesar, melihat Archie duduk dengan wajah dingin menatapnya lurus.
Ceyasa sedikit terpaku melihat Archie di depannya, dia pikir ini akan sama seperti kemarin, di dalamnya hanya ada Gerald dan dia akan berbicara dengan Archie via tablet, tapi sekarang pria ini ada di depannya, dengan wajah angkuh, dingin dan tak bersahabat, seolah Ceyasa sudah berbuat salah dengannya, tapi bukan Ceyasa kalau dia takut walaupun Archie sudah melihatnya dengan seperti itu. para penjaga langsung masu, begitu juga Gerald, dan mereka segera berjalan.
"Ada apa dengan wajahmu, ketat sekali seperti balon," ujar Ceyasa yang tak peduli bagaimana Archie menatapnya, Ceyasa membuka tasnya.
"Kenapa lama sekali?" kata Archie dengan suara datar, dingin, tak bernada, bahkan dia tidak mengubah posisinya sama sekali.
"Mencari mobilmu diantara semua mobil itu susah tahu, kenapa tak menjemputku saja kalau kau sudah ingin buru-buru," kata Ceyasa yang benar-benar tak peduli siapa yang sekarang ada di depannya, Gerald yang melihat itu hanya bisa diam saja, wanita ini terlalu sekali berbicara begitu dengan Archie yang dari tadi pagi sudah kesal, dia belum pernah melihat kalau Archie benar-benar marah, melukai dirinya saja dia tidak keberatan apa lagi melukai orang lain, pikir Gerald yang tahu sifat asli temannya ini, berapa banyak orang yang dulu remuk dibuatnya dulu di swiss.
"Bagaimana kau bisa kenal dengan Jared?" tanya Archie dengan suara sangat serius, dia memandang lebih tajam pada Ceyasa, mendengar itu Ceyasa langsung kaget, sekarang dia ingin bertanya, bagaimana Archie kenal dengan Jared? pikir Ceyasa.
"Kau kenal dengan pria tadi, Jared maksduku," ujar Ceyasa
"Tuan Archie dan Tuan Jared adalah kenalan sejak kecil, Paman mereka saling bersahabat," Gerald memberikan penjelasan, karna tahu Archie tak akan menjelaskan hal itu.
"Benarkah? ini sebuah kota, tapi tetap saja terasa sempit ya, apa kalian sesama orang kaya semua saling mengenal ya? pantas saja yang kaya selalu kaya, yang miskin tetap miskin," ujar Ceyasa asal saja, Archie yang mendengar itu menjadi geram, kenapa wanita ini malah seolah tak acuh dengan dengan hal ini.
__ADS_1
"Bisakah kau bersikap dengan serius, aku bertanya padamu, dari mana kau bertemu dengan Jared?" kata Archie yang sudah meninggalkan sikap wibawanya, terlalu kesal melihat tingkah Ceyasa.