Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
111 - Kau Saja Yang Bersama Dengannya!


__ADS_3

Archie masih tak bisa begitu konsentrasi dengan pekerjaannya, dia masih merasakan pusing di kepalanya, namun bagaimana pun dia tak bisa mengeluh sama sekali, kadang dia menatap layar laptopnya, namun bukan melakukan pekerjaannya, matanya menatap kosong.


"Selamat pagi Tuan," ujar Gerald yang harus memanggil Archie Tuan di perusahaan dan pangeran jika di area kerajaan.


Archie mengangkat sedikit kepalanya, menatap ke arah Gerald yang cukup tampak semangat hari ini, Gerald yang melihat wajah Archie yang cukup masam pagi-pagi begini langsung menghilangkan senyum sumringahnya.


"Kau kenapa lagi?" ujar Gerald yang langsung memposisikan diri menjadi teman Archie.


"Biasa, apa saja jadwalku hari ini?" ujar Archie tak ingin menjelaskan bahwa dia baru saja menyerahkan wanita yang sangat berarti dalam hidupnya pada pria lain.


"Ah, tak bisakah kau mencari wanita lain? Kenapa harus keluargamu sendiri yang kau cintai, sudah dari awal aku katakan, hal ini akan membunuhmu pada akhirnya," ujar Gerlad yang tidak mau lagi terpancing, merasa sahabatnya ini harus ditegaskan. Archie kembali memandang Gerald yang tampak duduk di depannya dengan santai, meninggalkan sejenak kesenjangan status di antara mereka.


"Jika aku bisa memilih dengan siapa aku jatuh cinta tentu aku tidak akan jutuh cinta dengannya, " ujar Archie lagi kesal dengan kata-kata Gerald, dia tak bisa memilih untuk jatuh cinta dengan siapa, dan lagi, siapa yang tak tertarik dengan wanita seperti Suri.


"Sudah aku katakan, jika kau ingin masalah ini selesai, kau seharusnya mengikuti saranku dulu," kata Gerald dengan senyum sedikit sinis, tak peduli dengan tatapan kesal Archie.


"Saran apa? memangnya kau pernah punya saran yang bagus?" ujar Archie sambil kembali menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi, menutup matanya sejenak untuk mengurangi kepenatannya.


"Tentang kau harusnya memanfaatkan gadis itu, walau tak secantik dan seanggun Suri, yakinlah dengan sedikit perubahan, gadis itu akan bisa mengecoh semua orang di kerajaan, kau tinggal memberikan dia sedikit ilmu, dan, wush! Dia akan berubah jadi putri, dan aku yakin masalahmu dengan Suri akan berakhir, ya dia akan patah hati, menangis 1-2 minggu, setelah itu dia mulai bangkit dan akan menemukan pangeran selain dirimu," ujar Gerald begitu enteng.


"Kau ini, berbicara seolah itu sangat mudah dilakukan," kata Archie lagi


"Tentu, itu sangat mudah, kau tinggal memintanya, tidak sulit, lagi pula kau akan merasa senang, diantara dua orang wanita, bener loh, Ceyasa itu hanya tinggal dipoles sedikit, kau akan terkesima padanya, sejujurnya, dia itu wanita yang sangat menarik" ujar Gerald dengan sangat semangat, dia bahkan menggerakkan tangannya saaat menagatakan kata ‘poles’.

__ADS_1


"Haha, kalau kau tertarik padanya, kau saja yang mendekatinya,"  ujar Archie sedikit merasa sahabatnya ini konyol, namun dia gara-gara ini jadi dia ingat tentang Ceyasa.


"Seandainya dia bukan mantan istri palsumu, aku akan mendekatinya," ujar Gerald.


"Apakah ada kabar tentang dirinya? Bagaimana dengan penjagaannya?" tanya Archie tiba-tiba merasa harus bertanya tentang ini.


"Sepertinya semua baik-baik saja, beberapa hari ini mereka tidak melaporkan apapun, sepertinya memang keadaanya sudah seperti biasanya," ujar Gerald lagi.


"Dia tidak pernah lagi berhubungan dengan Rain?" tanya Archie.


"Sejauh ini tidak ada laporan tentang hal itu, mungkin memang benar dia hanya mengantarkan barang ke tempat Rain," ujar Gerald.


"Soal penjagaannya? Apakah mereka masih ada?" tanya Archie lagi masih cukup penasaran.


"Terakhir kali mereka mengatakan bahwa penjagaannya sudah tidak ada, mungkin sekarang memang dia sudah sangat aman, apakah kita tetap harus melanjutkannya? Kita hanya terlalu khawatir," kata Gerald lagi.


"Yah, mungkin saja dia juga tertarik oleh Ceyasa, bukannya sudah aku bilang, wanita seperti dia itu sebenarnya sangat menarik, wajahnya itu  lumayan, walaupun tingginya kurang, namun ada hal lain yang menjadi poin plus untuknya," kata Gerald lagi menatap ke arah atas, seolah sedang membayangkan bagaimana sosok Ceyasa.


"Poin plus?" tanya Archie sambil terus merasa sahabatnya sedikit lucu.


"Dia wanita yang hebat, bisa kah kau banyangkan hidup sendiri dari kecil bersama paman dan bibi yang sangat kejam, dan sekarang dia hidup sendiri, tidak memilih rumah yang kau berikan, bahkan menurut laporan rekening, selama ini dia hanya menggunakan uangmu tidak lebih dari 3 juta, dan lagi walaupun pekerjaan itu kita yang memberikan, dia bekerja sangat keras, aku pernah datang dan sekedar melihatnya, dia sedang mengangkat banyak barang, padahal kalau di pikir-pikir, Ceyasa bisa saja mengakui bahwa dia istri seorang pangeran dan dengan mudah dia akan mendapatkan semua hal ini, siapa sih wanita yang tidak ingin menjadi istrimu? kemungkinan hanya dia," kata Gerald menjabarkan pemikirannya tentang Ceyasa.


Archie yang awalnya masih senyum-senyum karena tingkah Gerald perlahan terdiam, mendengar semua hal tentang Ceyasa, tiba-tiba dalam pikirannya timbul tentang ingatan bagaimana senyuman Ceyasa, riang gayanya saat bermain dengan anak-anak desa, dan juga yang ternyata paling berbekas adalah wajah kesal Ceyasa yang entah kenapa malah terasa imut,  Archie ternyata cukup merindukan wanita itu, hanya saja dia tidak ingin mengakuinya. Membayangkan Ceyasa membuat Archie tersenyum manis, Gerald melihat itu langsung senang, akhirnya wajah Sahabat sekaligus bosnya ini membaik.

__ADS_1


Tiba-tiba telepon yang ada di meja Archie berbunyi.


"Biar aku saja," kata Gerald, bagaimana pun statusnya tetap adalah asisten Archie. Archie tak mengiyakan, namun juga tak melarang, Gerald langsung menyambar telepon itu.


"Halo?"  tanya Gerald, Gerald terlihat diam sebentar,"baik, terima kasih," ujar Gerald lagi, Archie hanya melihat ke arah sahabatnya itu.


"Ada apa?" kata Archie lagi.


"Yap, semua orang sudah menunggumu di ruang rapat, ayo kita ke sana Tuan Archie," ujar Gerald lagi.


"Baiklah," ujar Archie berdiri dan mengambil jas yang tergantung di dekat meja kerjanya, dia segera memakainya dan mereka segera keluar dari ruangan Archie, saat dia keluar dari ruangan itu, dia sedikit terkejut melihat seseorang yang baru saja datang dan seperti ingin masuk ke dalam  ruangan yang ada di seberang ruangan Archie.


Rain sedikit tersenyum, memasukkan kedua tangannya menatap Archie yang tampak terkejut dengan kedatangannya, sebuah senyuman yang penuh percaya diri bahkan dagu Rain tampak diangkatnya sedikit.


"Selamat pagi Archie, sedang sibuk?" tanya Rain sedikit menyapa Archie sebenarnya cukup ramah, Archie memandang pria itu dengan datar, senyuman sekedar mengembang sedikit.


"Ya, sepertinya Anda begitu santai Tuan Rain," ujar Archie dengan nada tak bersahabat.


"Ya, lumayan, perusahaan ku semua berkembang dengan sangat baik, dan aku hanya ingin melihat ruangan yang disediakan untukku, tak menyangka, aku di beri ruangan yang bersandingan dengan CEO perusahaan Hexan Corp. aku sangat tersentuh," ujar Rain dengan gaya yang cukup memancing kekesalan Archie, siapa yang memberikannya ruangan di depan ruangan Archie, dia melirik ke arah Gerald, Gerald langsung memberikan wajah tak tahu menahu.


"Maaf aku tidak punya waktu untuk menemani Anda, saya permisi dulu," ujar Archie menahan kesalnya, segera meninggalkan Rain yang dari tadi tersenyum ramah berubah menjadi senyuman sinis, terlalu sering ditatap seperti itu, Rain beranggapan semua pria yang menatapnya seperti itu hanya karena mereka iri.


"Siapa yang memberinya izin untuk ada di lantai ini?" tanya Archie, setahunya seluruh perusahaan ini ada di bawah kuasanya sekarang, semua izin harus darinya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, karena setahuku, ruangannya disiapkan di lantai bawah, tiba-tiba dia sudah ada di lantai ini, tapi menurut data, persetujuan langsung di tanda tangani oleh Tuan Angga," ujar Gerald melihat tabletnya, menyerahkannya pada Archie yang langsung melihat dengan jelas tanda tangan pamannya ada di sana, Archie langsung berwajah masam, pagi ini dia sudah dibuat kesal lagi dengan kehadiran Rain.


"Jauhkan dia dariku, aku tidak ingin ada hubungan apa pun dengannya kecuali tentang pekerjaan,"  ujar Archie menyerahkan kembali tablet ke Gerald dan mulai berjalan dengan lebih cepat menuju ke arah ruang rapatnya.


__ADS_2