Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
327 - Bagaimana jika dia anak mantan Presiden?


__ADS_3

"Bagaimana jika dia adalah anak mantan presiden, apakah itu cukup untuk menjadikan dia pantas untuk Archie?" suara berat itu terdengar berwibawa, membuat seluruh ruangan itu langsung melihat ke arah asal suara, Jofan datang dengan langkah dan pembawaannya yang akan membuat semua orang menghormatinya, Aurora berjalan di sampingnya, dia berhenti di dekat Ibunda Ratu Ayana yang menatapnya dengan wajah terkejut.


Nadia yang mendengarnya juga sedikit mengerutkan dahinya, apa maksudnya itu tadi. Archie berdiri melihat kedatangan Jofan, dia memberikan hormatnya.


 


"Tuan Presiden, kenapa kau ada di sini?"  suara renta Ibunda Ratu Ayana sedikit melembut melihat Jofan, bagaimana pun dia sebelumnya begitu dekat dengan Jofan.


"Ibunda Ratu, bagaimana keadaaanmu? Aku ke sini untuk mewakili putriku, aku tahu ini tak pantas dimana keluarga wanita yang mendatangi keluarga pria, namun sepertinya sebelum semua itu terjadi, aku ingin meluruskan sesuatu tentang anakku, Ceyasa," kata Jofan pada Ibunda Ratu Ayana


Ibunda Ratu Ayana mengerutkan dahi, Ceyasa anak Jofan? Bagaimana bisa? bukannya Jofan dari dulu tidak punya anak, dan dia juga pernah mendengar bahwa Jofan tidak bisa mempunyai anak, karena itu dia mengurus si kembar.


William dan Nadia juga kaget, Ceyasa anak Jofan? William mengerutkan dahi, bagaimana bisa Jofan akan menjadi mertua kakaknya.


"Apa maksudmu? " tanya Ibunda Ratu Ayana yang cukup kaget.


"Ceyasa adalah anakku dan Iva, Iva mengandung anakku saat dia pergi meninggalkanku, Ceyasa adalah anak kandungku, apakah Ibunda Ratu Ayana butuh bukti DNAnya?" tanya Jofan menatap mata renta itu, sedikit mengatur intonasi suaranya karena Jofan tahu dengan siapa dia sedang bicara sekarang.


 


"Iva?" Suara Ibunda Ratu Ayana terdengar bergetar, dia ingat sosok wanita itu, sosok wanita yang sudah mempertaruhkan nyawanya untuk menolongnya.


"Benar Iva," kata Jofan dengan tatapan serius, Archie dan yang lainnya hanya terdiam, bahkan William dan Nadia pun hanya menutup mulutnya.


"Bagaimana bisa dia adalah Anak Iva? Lalu bagaimana dengannya? dimana dia sekarang?" tanya Ibunda Ratu Ayana, dia ingin sekali lagi bisa bertemu dengan Sania, setidaknya ingin mengetahui keadaan wanita yang sudah menolong dirinya itu.


"Iva sudah meninggal," kata Jofan dengan wajah tersirat kesedihan, mata Ibunda Ratu Ayana terlihat sedih, dia membuang wajahnya menatap ke arah yang lain, dia menutup matanya mendengar kabar itu, sosok wanita tegar itu terlintas di benaknya, bayangan Ceyasa pun muncul pula di dalam gelap saat dia menutup matanya itu, "Jadi, Yang Mulia Ibunda Ratu, aku hanya ingin memastikan, apakah anakku cukup pantas untuk menikahi cucumu?" suara Jofan mengembalikan Ibunda Ratu Ayana pada kenyataan.


 

__ADS_1


Archie memandang wajah Jofan, selama ini dia merasa pria ini selalu menghalang-halangi langkahnya, hari ini dia tahu bagaimana Jofan malah mendukung hubungan mereka, lalu apa hubungan nenekanya dengan ibu Ceyasa? Archie menatap neneknya yang perlahan membuka matanya, dari matanya terlihat butir kesedihan, ada apa ini? pikir Archie yang tak tahu apa-apa.


 


"Kalau memang Ceyasa adalah Anak Iva, artinya dia adalah dia punya ibu yang sangat hebat, Baiklah, Aku setuju, Aku akan merestuinya," suara lirih Ibunda Ratu Ayana terdengar, semua orang kaget namun langsung berubah menjadi raut wajah bahagia, Archie saja tidak percaya, bagaimana bisa neneknya luluh begitu cepat, padahal sepertinya dari awal dia tidak menyukai Ceyasa sama sekali.


 


"Nenek, terima kasih," kata Archie memberikan hormat sempurnanya pada Ibunda Ratu Ayana dengan senyuman sumringah.


 


"Bangkitlah, Ibu Ceyasa adalah gadis yang pernah menolong hidup nenek, karena itu bantu nenek untuk membalaskan kebaikannya, jagalah Ceyasa dengan sangat baik, mengetahui siapa dia sesunguhnya, itu sudah melegakan nenek, maafkan nenek selama ini begitu keras, karena nenek hanya ingin yang terbaik untukmu," kata Ibunda Ratu Ayana menatap Archie dengan mata berkaca-kaca.


"Aku mengerti, Nek," kata Archie dengan senyum manisnya.


 


 


"Siapa gadis itu?" tanya Ibunda Ratu Ayana yang dari tadi ingin menanyakan kenapa ada keberdaan wanita asing di sana?


"Oh, dia Nadia, dia bersamaku," kata William segera memegang tangan Nadia, membuat si empunya langsung tersenyum sumringah, ah, percis seperti di film-film romantis, pikirnya, namun William langsung melotot, tidak boleh menunjukkan wajah 'kesemsem' seperti itu di depan neneknya.


"Ah, ternyata semua sudah berubah, aku pun harus berubah, semua bebas memilih dengan siapa dia akan bersama, " kata Ibunda Ratu Ayana tersenyum, merasa dia sudah terlalu tua untuk mengurusi percintaan anak zaman sekarang, "Kalau begitu izinkan aku untuk kembali ke ruanganku, permisi, Tuan Presiden," Ibunda Ratu Ayana memberikan sedikit penghormatan yang langsung di balas oleh  Jofan dan Aurora, dayangnya segera membawa Ibunda Ratu Ayana kembali ke kamarnya.


 


Nadia sama sekali tidak menyangka, ternyata sahabatnya itu adalah anak dari mantan presiden, untung saja dia tidak pernah terlalu keterlaluan pada Ceyasa, kalau tidak, pasti ayah Ceyasa yang terlihat cukup menakutkan itu akan membuat perhitungan dengannya.

__ADS_1


 


Suasana diam sejenak menunggu Ibunda Ratu Ayana pergi dari sana, setelah memastikan Ibunda Ratu Ayana, Jofan langsung melihat Archie dengan tatapan yang kembali tajam.


 


"Kau! ikut aku!" suara Jofan terdengar begitu kesal.


 


Archie menelan ludahnya, dia sudah tahu apa yang ingin ayah mertuanya itu katakan, pasti berhubungan dengan Ceyasa, namun Archie tidak ingin terlihat takut, dia harus menghadapinya, bagaimana pun dia sebentar lagi akan menjadi ayah, bagaimana dia bisa melindungi Ceyasa dan anaknya jika dia masih takut dengan Jofan? karena itu dia hanya mengikuti Jofan yang sudah lebih dahulu berjalan keluar dari istananya, bahkan Aurora hanya bisa melihat ke arah Archie, wajahnya cemas, Archie hanya memberikan senyuman kaku sejenak, Aurora tak bisa ikut, ini adalah urusan para pria.


 


"Sayang," kata Nakesha menarik jas suaminya, seperti menyuruh Daihan untuk melindungi Archie, bagaimanapun mereka adalah ayah dan Ibu Archie, apa yang Archie buat pada Ceyasa adalah tanggung jawab mereka juga.


"Ya," kata Daihan mengerti, dia lalu mengikuti langkah Archie.


Aurora dan Nakesha hanya saling memandang, Nakesha mendekati Aurora yang wajahnya masih cemas.


"Kita akan jadi nenek," kata Nekesha pada Aurora, Aurora membesarkan matanya, ternyata apa yang baru dia dengar samar-samar tadi benar, Ceyasa hamil, dia langsung merasa senang, keduanya tampak merayakan kabar bahagia itu.


"Benarkah?" tanya Aurora lagi.


"Ya!! ah aku senang sekali, semoga anaknya perempuan," kata Nakesha sumringah, lupa bahwa ada para pria yang sepertinya akan melakukan gencatan senjata di sana.


"Apapun dia, yang penting dia sehat, aku senang sekali, aku akan jadi nenek," kata Aurora yang juga larut dalam suasana yang di buat oleh Nakesha.


 

__ADS_1


 


__ADS_2