
Maya mengemudikan mobil yang dibawanya itu dengan santai dari kota P menuju kota B. Maya benar benar menikmati perjalanan dengan membuka kaca jendela mobilnya setengah. Maya mengikuti lirik lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi yang sedang viral di youtube. Maya sama sekali tidak ada memotong mobil. Maya benar benar menikmati semua perjalanannya
"Biarin ajalah mereka mau ke kab. Pes. Gue ke kota B aja." ujar Maya sambil melajukan mobilnya.
"Biar aja mereka pusing mencari gue di sana. Emang gue pikirin. Seenaknya aja dia tidak membalas pesan chat dari gue. Emang gue apanya. Dasar pria sama aja." ujar Maya memaki Ivan.
Sampai di daerah dingin yang terkenal dengan tempat pemandian yang terkenal itu. Maya memberhentikan mobilnya di sebuah warung penjual mie rebus yang sudah sangat familiar rasanya di kalangan anak muda yang selalu lewat dari kota P menuju kota B.
"Gue coba mie rebus viral itu dululah. Katanya enak. Dari pada nanti gue penasaran dengan rasanya. Mumpung di sini mending gue coba, dari pada menjadi penyesalan tak berujung." ujar Maya sambil memarkir mobilnya di parkiran warung yang disediakan. Parkiran yang cukup luas untuk warung di pinggir jalan.
Maya kemudian turun dari mobil. Maya melihat parkiran yang luas itu telah oenuh sesak oleh mobil dan motor yang parkir. Sampai sampai ada yang parkir memakai sedikit badan jalan. Maya melihat ke arah warung, Maya melihat warung yang sangat ramai pengunjungnya. Mereka terlihat berebut untuk menikmati mie rebus yang viral tersebut.
"Wow ramenya. kalah pula restoran. Bener bener jadi penasaran gue sama rasa mie itu. Mana enak dibandingkan yang gue biasa buat." ujar Maya sambil melangkahkan kakinya untuk menuju warung penjual mie rebus.
Maya masuk ke dalam warung dan memilih duduk di sebuah kursi yang menghadap ke jalan raya. Maya kemudian memesan satu mie rebus dan secangkir capucino hangat kepada pelayan yang menghampiri dirinya. Sambil menunggu kedatangan mie rebus, Maya memakan gorengan yang tersedia. Maya juga melihat mobil yang lalu lalang di depannya. Mobil mobil yang menuju ibu kota negara.
"Melihat mobil bus besar itu ingat kejadian waktu itu. Kejadian yang membuat pria itu menjadi super marah ke gue." ujar Maya saat melihat salah satu bus menuju ibu kota. Bus yang sekarang sedang digandrungi oleh masyarakat.
Maya menunggu pesanannya cukup lama karena pengunjung yang begitu rame. Maya melihat beberapa pengunjung yang telah memakan mienya dengan begitu lahap. Maya sudah bisa merasakan rasa mie yang nikmat itu di kerongkongannya.
__ADS_1
"Waduh gue menghayal ketinggian." ujar Maya mencubit tangannya.
Maya kembali menatap jalan raya. Dalam hatinya ada keinginan Maya untuk mengaktifkan kembali ponselnya. Tetapi Maya enggan untuk melakukan. Walaupun Maya tahu tidak akan ada yang menghubunginya ke nomor baru itu selain Dian.
Akhirnya setelah menunggu selama setengah jam. Pesanan Maya diantarkan oleh pelayanan. Maya melihat asap yang mengepul dari mie dan wangi harum yang telah menyeruak dari mie rebus.
Maya tidak menambah bumbu apa apa lagi ke dalam mangkok mienya itu. Maya mulai menikmati mie rebus miliknya. Dia menyeruput sedikit kuah mie rebus itu. Maya merasakan rasa yang begitu enak dari kuah mie.
"Pantesan rame. Enak begini." ujar Maya mulai memakan mie rebus miliknya.
Maya makan dengan lahap mie rebus tersebut. Maya juga menambahkan tahu goreng ke dalam mie rebus miliknya. Dalan waktu setengah jam kurang, mie rebus yang viral itu telah berpindah ke dalam perut Maya.
Maya melajukan mobil dalam kecepatan sedang. Dia melihat mobil berhenti cukup banyak di tepi jalan. Maya menjadi penasaran dengan apa yang dilihatnya.
"Ada apa lagi ini." ujar Maya yang ikut ikutan memberhentikan mobilnya di depan warung warung yang ada di sana.
Maya berjalan mengikuti arus para pengunjung yang berjalan mengarah ke sebuah tempat. Maya fokus melihat lurus, ternyata di depan Maya ada sebuah pemandangan yang luar biasa indah.
"Wow air terjun." ujar Maya bersorak gembira.
__ADS_1
Maya berjalan dengan cepat menuju air terjun. Maya menaiki jenjang menuju tempat itu. Maya melihat para wisatawan lokal dan asing yang berada di sana. Beberapa ada yang berada di kolam air terjun. Maya kemudian duduk di sebuah bangku yang ada di taman. Dia menatap air terjun itu dengan begitu bahagia. Tempias air terjun menerpa wajahnya. Maya membiarkan saja tempias air mengenai wajah cantiknya.
Maya berada di sana sekitar setengah jam. Setelah puas berada di taman air terjun itu, Maya kembali menuju mobilnya. Dia kemudian melajukan mobilnya menuju kota B.
Maya melajukan mobil dalam kecepatan pelan. Maya menikmati pemandangan yang dihadirkan oleh alam semesta. Maya kembali memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Maya melihat ada beberapa kolam berenang yang pengunjungnya cukup ramai. Maya memperhatikan dari dalam mobil keadaan di kolam renang yang disedikan oleh masyarakat untuk para pengunjung menikmati air yang sejuk itu.
Setelah puas melihat keadaan yang ada di kolam renang, Maya kemudian kembali melajukan mobilnya menuju kota B. Maya mulai melewati jalan menanjak yang cukup familiar di jalan penghubung itu. Jalan yang ternekal dengan nama silayiang. Maya melajukan mobil dengan sangat hati hati. Maya tidak ingin melakukan kesalahan fatal saat dia berkendara.
Sampai di jalan yang sudah datar, Maya juga melihat ada warung sate yang terkenal di kota hujan itu. Warung sate yang sudah masuk dalam acara televisi nasional. Maya masuk ke dalam area warung sate. Maya memarkir mobilnya di sana. Maya kemudian turun dari dalam mobil. Maya masuk ke dalam warung sate.
Maya kemudian duduk di salah satu kursi yang masih kosong. Tidak beberapa lama pelayan datang membawakan sate yang penyajiannya tidak sama dengan warung sate lainnya. Di warung sate terkenal ini, ketupat, daging sate dan kuah satu di hidangkan dalam satu piring serta ada tambahan khusus satu piring lagi daging sate.
"Hah ini kerupuk kulit besarnya lagi" ujar Maya saat melihat kerupuk kulit dengan ukuran besar besar.
Maya kemudian membuka satu bungkus kerupuk kulit. Dia kemudian memakan kerupuk kulit itu sekalian dengan kuah sate yang panas dan terlihat luar biasa nikmat itu. Maya menghabiskan semua sate yang dihidangkan oleh pelayan.
Setelah selesai memakan sate yang viral tersebut. Maya kemudian melajukan mobil menuju kota B. Kota yang akan dijadikan oleh Maya sebagai kota menenangkan perasaannya.
Maya berkendara dengan kecepatan sedang. Ini adalah kali pertama Maya berkunjung ke kota B. Maya berharap kunjungannya kali ini membuahkan hasil yang maksimal. Maya benar benar ingin menenangkan perasaannya. Perasaan yang terganggu karena sebuah kata yang bernama Cinta. Kata keramat yang membuat dia menjadi seperti manusia galau dan memilih untuk melakukan healing ke kota B.
__ADS_1