
Vina, Maya dan Deli melanjutkan sarapan yang sedikit tertunda karena Maya bertanya kepada Deli untuk memberikan tanggapan dari Deli tentang rasa sarapan yang telah dibuat oleh Maya dari sesudah subuh tadi. Harapan Maya, Deli menyukai masakannya terkabul sudah. Deli mengatakan kalau makanan yang dibuat oleh Maya adalah sangat enak, alias perfect to. Maya sangat senang dengan hal itu. Dia jadi sangat bersemangat mengolah dan memasak makanan untuk Deli ke depannya. Tapi kalau tadi Deli mengatakan masakan Maya tidak enak, maka Maya sudah memutuskan untuk tidak lagi membuat makanan jenis atau untuk waktu kapanpun selagi ada Deli di rumah mereka. Ternyata oh ternyata hal itu tidak terjadi.
Tepat setelah satu jam, akhirnya mereka bertiga selesai sarapan. Sarapan yang sangat lama karena mereka bertiga pakai acara mengobrol terlebih dahulu.
"Oh ya May, loe pergi dengan siapa ke bandara?" tanya Vina kepada Maya yang terlihat sudah rapi tersebut.
"Ngapain tante Maya ke bandara?" tanya Deli yang tidak mengetahui alasan apa yang membuat Maya harus ke bandara pada hari ini.
"Sayang, Om Ivan akan pulang ke negara I. Makanya Mami Maya harus mengantarkan om Ivan ke bandara" ujar Vina menerangkan kepada Deli kenapa Maya pergi ke Bandara pada hari ini.
"Om Ivan mau ke negara I hari ini?" tanya Deli memastikan kembali apa yang di dengarnya dari yang di jawab oleh Vina tadi.
"Iya sayang. Om Ivan akan kembali ke negara I hari ini, kenapa?"
"Deli mau ikut Mami Maya mengantar Om Ivan kembali ke negara I?"
Tanya Maya yang melihat dari mata Deli dia ingin mengantarkan oomnya itu ke Bandara.
"apa boleh?" ujar Deli dengan mata yang berbinar saat mendengar Maya mengajak dirinya untuk pergi ke bandara mengantarkan Ivan.
Maya yang melihat mata Deli yang berbinar bahagia, membiarkan saja halitu. Dia yakin kalau pikiran Vina tidak akan kemana mana. Vina hanya akan menganggap kalau Deli senang di bawa raun ke bandara menemani Maya. Apalagi kalau ada Deli maka Maya tidak akan sendirian saat pulang nanti.
"Tanya Bunda dulu, apa Deli boleh ikut dengan Mami ke bandara. Kalau sama Bunda dibolehkan, maka Mami akan dengan senang hati membawa kamu ke bandara ikut dengan Mami" jawab Maya yang tidak ingin memberikan harapan kepada Deli sebelum Deli mendapatkan izin dari Vina.
__ADS_1
Maya sangat paham kalau saat ini Deli adalah menjadi tanggung jawab dari Vina, selama Deli tinggal di rumah mereka. Makanya Maya tidak mau melangkahi Vina dalam mengambil keputusan apakah membawa Deli ke bandara atau tidak sama sekali.
Deli menatap ke arah Vina. Vina juga menatap ke arah Deli. Vina sudah mendengar apa yang dikatakan oleh Maya sebentar ini. Apa yang dikatakan oleh Maya adalah benar. Deli memang harus memminta izin kepada dirinya sebelum Deli pergi dengan siapapun, mau dengan Maya, Sari atau Bik Ima sekalipun. Deli sekarang ini adalah tanggung jawabnya.
"Bunda, Deli boleh ya pergi dengan Mami Maya ke bandara nganterin Om Ivan" ujar Deli meminta izin kepada Vina untuk diperbolehkan mengikuti Maya ke bandara.
"Kalau nggak boleh gimana?" tanya Vina yang bermaksud mengerjai Deli anak gadisnya itu.
"kalau nggak boleh, ya ikut Bunda aja ke kantor" jawab Deli dengan tulus tanpa ada nada kesal atau marah sedikitpun dari jawaban yang diberikan oleh dirinya kepada Vina.
Vina tersenyum bahagia, Deli benar benar anak penurut kepada orang tua. Rugilah orang tua yang telah membuang dan menyianyiakan dirinya hanya untuk kesenangan semata.
"Oke sayang, kamu boleh ikut dengan Mami Maya ke bandara. Bunda setuju" uajr Vina yang pada akhirnya mengizinkan Deli untuk pergi dengan Maya ke Bandara mengantar Ivan yang akan kembali ke negara I.
Vina ingin mengikat Deli dengan cara yang halus. Tidak terkesan memaksa atau bagaimanapun itu.
"Apa Bunda?" ujar Deli yang sudah penasaran dengan syarat yang akan diajukan oleh Vina.
Deli sangat ingin cepat mengetahui syaratnya supaya Deli juga bisa cepat bertemu dengan Om Ivan dan Tante Sarinya itu. Deli sudah kangen sekali dengan mereka berdua. Deli ingin bercerita dengan mereka bagaimana Vina dan Maya menerima dirinya dan menyayangi dirinya.
"kamu nggak boleh rewel dan banyak ulang serta banyak minta sama Mami Maya. Ada dengar sayang Bunda yang sangat pintar" ujar Vina memberikan pesan dan wejangan kepada Deli untuk bersikap menjadi anak yang baik selagi dia tidak bersama dengan Vina.
"aman itu bunda, Deli janji, Deli pasti akan jadi anak baik. Nggak akan rewel atau banyak ulah dengan Mami Maya" jawab Deli.
__ADS_1
Vina mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Deli. Vina sangat tahu bagaimana Deli sebenarnya. Deli sama sekali tidak akan menyusahkan siapapun, karena Deli memang dasarnya adalah anak yang baik dan tidak banyak ulah. Makanya Vina dengan mudah membiarkan Deli pergi dengan Maya ke Bandara.
"Sayang, kamu pergi ambil tas ke kamar ya." kata Vina meminta Deli untuk pergi mengambil tas kecilnya ke dalam kamar.
"Emang untuk apa bawa tas Bunda?" tanya Deli yang tidak paham kenapa Vina meminta dirinya untuk membawa tas kecil miliknya itu pergi saat bersama dengan Maya nanti.
"Kamu selesai dari bandara nanti akan ikut dengan Mami Maya ke kafe sayang. Kita akan bertemu di kafe"
"Jadi tas itu di dalamnya sudah ada pakaian ganti untuk kamu. Jadi, nanti kamu bisa mandi di kafe" kata Vina menjelaskan kepada Deli kenapa dirinya meminta Deli untuk membawa tas kecil yang memang sudah dipersiapkan oleh Vina.
"Ow Bunda udah mempersiapkan pakaian ganti untuk Deli?" tanya Deli memastikan kembali apa yang telah di dengarnya dari Vina sebentar ini.
"Iya sayang udah bunda siapkan semuanya. Kamu tinggal mandi dan memakai pakaiannya lagi" kata Vina mengulang jawaban yang telah diberikannya kepada Deli tadi.
"Deli sayang sama Bunda" ujar Deli sambil memeluk erat Vina dari depan.
"Bunda juga sangat sangat sangat sangat sangat sayang sama Deli" jawab Vina dan membalas pelukan yang diberikan oleh Deli kepada dirinya.
Maya yang melihat ibu dan anak itu sangat akur, sungguh berbahagia melihatnya. Vina sudah berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia mendapatkan kembali Danu kekasihnya dan mendapatkan Deli sebagai anak. Anak perempuan yang sangat cantik dan luar biasa penurut serta pintar.
"Sayang, sana ambil cepat tas kamu. Nanti Om Ivan lama lagi menunggu Mami Maya. Jelas mereka akan pisah lama. Tentu waktu yang sedikit ini akan sangat berharga bagi mereka." ujar Vina meminta Deli untuk mengambil tasnya ke kamar dan langsung menyindir Maya yang tidak ada melakukan hal apapun.
"Lah gue diam aja kok bisa kena ya. Apa salah gue coba" ujar Maya yang nggak menyangka dirinya juga akan kena apa yang dikatakan oleh Vina melalui Deli.
__ADS_1
"haha haha haha, ngaku aja deh loe emang gitukan. Pesawat jam dua loe pergi dari subuh" kata Vina yang tadi melihat postingan Ivan yang mengatakan dia akan berangkat terbang kembali ke negara I jam dua siang dengan pesawat pribadi milik perusahaan CT Grub.