
Keesokan harinya Vina yang duluan sampe di kantor merasa tidak tau apa yang akan dilakukannya saat bertemu dengan Danu. Vina masih malu dengan kejadian semalam. Kejadian dimana dia main peluk Danu saja, malahan yang lebih memalukan lagi Vina tidak mau melepaskan Danu dari pelukannya sampai dia berhasil naik ke mobil Danu.
"Huft, apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengan Danu." Vina meletakkan kepalanya di atas meja kerja.
Ifan yang baru datang merasa heran dengan tingkah tidak jelas Vina. Dia baru sekali ini melihat Vina yang pagi pagi sudah meletakkan kepalanya di atas meja.
"Vin kenapa?" tanya Ifan kepada Vina.
"Nggak ada bang. Lagi stress aja melihat pekerjaan yang belum selesai ini." ucap Vina sambil melihatkan sketsa yang sedikit lagi itu selesai kepada Ifan.
"Sini gue tolongin. Loe tolong buatkan minum seperti biasaya." ucap Ifan sambil mau duduk dikersi Vina.
"Gue berdiri dulu bang. Nggak mungkin kita duduk berdua di kursi kecil ini" kata Vina sambil berdiri dari kursinya.
Ifan kemudian duduk di kursi Vina. Dia mulai mengerjakan pekerjaan Vina yang sedikit lagi itu akan selesai. Vina yang melihat Ifan sudah mengerjakan pekerjaannya langsung membuatkan minuman yang biasa diminum Ifan di pagi hari.
"Bang." kata Vina sambil menarok minuman Ifan di meja kerja Ifan.
"Sini Vin tengok, udah sesuai belum dengan sketsa yang loe buat di kertas." ucap Ifan yang telah selesai membuat gambar sketsa di aplikasi.
Vina mengamati gambar yang diselesaikan oleh Ifan dengan seksama. "Sempurna bang" ucap Vina sambil mengacungkan kedua jempolnya kepada Ifan.
"Siapa dulu, Ifan" jawab Ifan dengan gaya pongahnya.
"Ye lah" ucap Vina sambil kembali duduk di kursi kerjanya. Ifan kemudian duduk di kursi kerjanya sendiri.
Iwan kemudian datang sambil senyum senyum aneh menatap Vina. Ifan menjadi bingung dengan tingkah Iwan.
"Kenapa bang?"
"Karena mati lampu ya sayang. Karena mati lampu ya sayang. Aku jadi peluk kamu ya sayang" Iwan menyanyikan lagu apa yang diingatnya.
Vani yang paham maksud Iwan langsung menundukkan kepalanya karena malu. Iwan kemudian mendekati Ifan.
"Karena mati lampu ya sayang, akhirnya aku meluk kamu ya sayang" Iwan kembali bernyanyi saat melihat Danu masuk kedalam ruangan.
Danu dan Vani sama sama salah tingkah di depan kedua orang itu. Vani tidak menyangka kalau Iwan akan tau kejadian tadi malam.
✉️ Vani
Siapa yang cerita ke Pak Iwan, Pak?
✉️ Danu
Satpam palingan. Satpam kayaknya harus di gas.
Danu kembali keluar dari ruangannya menuju tempat satpam yang sedang menikmati sarapan paginya.
"Eh Pak Danu" ucap satpam dengan santainya menyapa Danu.
__ADS_1
"Pak, apa yang kamu ceritakan dengan semua karywan?" ucap Danu kepada satpam.
"Nggak ada cerita apa apa pak. Lagian saya juga tidak.tau ada kejadian apa antara Pak Danu dengan Buk Vina. Saya taunya anda berdua lembur kerja" jawab Satpam.
Danu menatap mata satpam mencari kebohongan di dalamnya. Ternyata usaha Danu sia sia saja, satpam berkata dengan jujurnya, tanpa ada kebohongan sedikitpun.
"Atau memang ada yang terjadi ya pak?" bisik satpam di telinga Danu.
"Sembarangan saja kamu. Makanya saya turun ke sini, saya kira kamu mengarang cerita tentang kejadian semalam" ucap Danu dengan lega.
"Mana berani saya pak. Anda menager kepercayaan presdir. Bisa dipecat saya kalau saya bikin gosip tentang bapak" ucap satpam dengan sungguh sungguh.
Danu kemudian kembali keruangannya.
✉️ Danu
Bukan satpam Vin.
✉️ Vina
Terus pak Iwan tau dari siapa ya? Atau dia ada di sini saat kejadian?
✉️ Danu
Nggak mungkinlah. Tapi biar saya cari tau. Kamu tenang saja, pura pura saja tidak ada kejadian mati lampu ya sayang. 🤣🤣🤣
✉️ Vina
Danu kemudian keluar dari ruangannya. Dia duduk di sofa ruangan itu sambil memangku laptopnya. Iwan dan Ifan merasa aneh dengan tingkah Danu.
"Bos, kenapa kerja di luar?" ucap Ifan.
"Aku kangen kamu ya mati lampu" Nyanyi Iwan.
"Iwan." kata Danu dengan nada dingin dan marah.
Iwan yang sadar kalau Danu dalam mode bos langsung saja diam. Dia tidak lagi mengolok ngolok Danu dan Vina. "Mampus gue. Pasti bakalan di teror gua." ucap Iwan pelan.
"Teror kenapa bang?" kata Ifan dengan kepo.
✉️ Iwan
Nanti gue cerita.
✉️ Ifan
Oke. Utang loe ya bang.
✉️ Iwan
__ADS_1
👌
Mereka kembali bekerja dengan nyaman. Iwan tidak lagi melagu menyindir Vani dan Danu lagi. Mereka kembali sibuk dengan pekerjaan masing masing.
"Wan. Sini" kata Danu saat jam pulang kantor datang.
Vina dan Ifan sudah pulang dari tadi. Mereka berdua ada pekerjaan untuk meeting di luar kantor.
"Loe tau dari mana cerita yang loe laguin itu?"
"Oooo. Jadi gini, gue kemaren sempat ke kantor saat lampu baru padam. Gue mau ngambil ponsel gue yang satu lagi tertinggal dalam laci. Eeee saat gue mau masuk terdemgar terian Vina yang takut lampu mati."
"Terus?" kata Danu tidak sabar.
"Terus gue ngintp lewat jendela yang terbuka itu" tunjuk Iwan ke arah jendela yang terbuka.
"Apa yang loe lihat?" jawab Danu.
"Beneran pengen tau? Nggak akan malu?" kata Iwan.
"Nggak gue nggak akan malu. Apalagi malu sama elo. Mubazir aja" jawab Danu dengan santainya.
"Jadi pas gue ngintip itu pemandangan yang menyejukkan terjadi. Vina langsung meluk elu, eeee elu pura pura nggak mau, padahal loe mau banget. Gue nengok sekitaran lima belas menit. Terlihat loe berdua nggak mau melepaskan pelukan. Makanya gue berpikir nggak usah aja ngambil ponsel. Gue takut ganggu loe berdua." kata Iwan sambil tersenyum mengejek Danu.
"Kok satpam nggak ngomong ke kami, kalau loe datang ke sini?" tanya Danu yang curiga dengan cerita Iwan.
"Gue yang nyuruh supaya nggak ngomong ke elo berdua kalau gue ke sini. Nanti loe berdua jadi malu ke gue. Gie emang niat untuk ngelagu pagi harinya" jawab Iwan dengan satainya.
"Pantesan tadi gue nanyak sama satpam. Jawab satpam nggak ada dia cerita ke elu. Kiranya loe nonton siaran langsung. Berkah kali hidup loe." kata Danu sambil tersenyum.
"Berkah dari hongkong. Nyesel gue."
"Nyesel kenapa?"
"Nyesel udah dingin dingin eee sampe sini ponsel dak dapet malahan kesucian mata gue loe renggut" jawab Iwan.
"Mana ada. Loe aja udah nengok Ranti pelukan sama laki laki lain. Mana ada suci tu mata." jawab Danu.
"Lupa gue bray" jawab Iwan.
"Pulang Wan. Gue capek"
"Bilang aja karena nggak ada yang akan loe peluk atau yang akan meluk loe" jawab Iwan sambil langsung lari dari hadapan Danu.
Danu yang sadar sudah diejek Iwan langsung mengejar Iwan. Sayangnya Danu tidak berhasil mengejar Iwan yang sudah kabur dengan motornya.
"Awas loe ya wan. Tunggu tanggal mainnya" ucap Danu.
Danu kemudian masuk kedalam mobilnya dan meluncur untuk pulang ke rumah.
__ADS_1