
Danu yang sadar sudah keterlaluan berbicara kepada Vina langsung saja keluar dari ruangannya. Danu melihat kesana kemari mencari sosok Vina yang sudah tidak nampak lagi.
"Cari siapa Pak?" tanya Ifan.
"Vina nampak Fan?"
"Udah pulang Pak. Sepertinya dia sangat marah besar saat keluar dari ruangan Bapak tadi." kata Ifan dengan santainya.
"Maksud kamu Fan?"
"Vina langsung membereskan semua barang barangnya saat keluar dari ruangan loe tadi. Mulut loe comel kayak mulut perempuan. Siapa juga yang tahan dengan mulut kayak gitu" kata Iwan.
"Dia kemana wak?"
"Katanya tadi pulang" kata Iwan acuh
Danu kembali keruangannya untuk mengambil kunci mobil. Dia harus menyelesaikan semua kesalah pahaman ini terlebih dahulu dengan Vina. Dia tidak mau Vina kembali dingin kepadanya. Dia harus mendapatkan Vina lagi. Danu berjalan dengan sangat tergesa keluar dari ruangannya.
"Kemana loe?" teriak Iwan yang melihat Danu begitu tergesa gesa.
"Mau mengejar cinta gue. Gue takut keduluan Juan" teriak Danu dari arah pintu.
"Semangat" teriak Iwan dan Ifan berbarengan.
"Bang. Kita ikutin yok. Mumpung nonton drakor gratisan, jarang jarangnya loh bang. Live" kata Ifan sambil membereskan barang barangnya.
"Bener juga loe. Ayuk." kata Iwan.
"Motor loe aja Fan kan baru, jadi Danu nggak tau kalau kita ikutin" kata Iwan.
"Sip."
Mereka berdua langsung mengikuti Danu yang sudah menghilang. Untung saja saat Iwan dan Ifan sampaj di parkiran motor, mobil Danu baru keluar dari oarkiran bawah kantor. Iwan yang membawa motor langsung tancap gas mengikuti Danu.
Sedangkan Ifan sudah merekam semua aksi Danu yang akan dia jadikan bukti kepada Vina. Betapa besarnya cinta Danu kepada Vina. Ifan merekam dengan sangat jelas. Dia tidak mau merusak moment moment itu.
Danu tiba tiba berhenti di sebuah toko bunga. Ifan kemudian masuk kedalam dengan menyamar seperti seorang pembeli. Ifan terus saja merekam kegiatan Danu. Danu ternyata membeli buket bunga yang begitu indah.
Setelah mendapatkan buket bunga yang diinginkannya, Danu kembali melajukan mobilnya. Kali ini Danu berhenti di sebuah toko yang khusus menjual segala jenis coklat. Danu akan membelikan Vina coklat terbaik yang dijual di toko tersebut. Semua kegiatan Danu tidak terlepas dari rekaman Ifan. Ifan merekam semua yang terjadi.
__ADS_1
Setelah mendapatkan buket coklat yang diinginkannya Danu kemudian melajukan mobilnya menuju kontrakan Vina. Dia harus membahas semua ini dengan Vina sekarang juga. Danu tidak ingin masalah ini menjadi berlarut larut. Danu sadar dengan semua kesalahannya.
Danu akhirnya sampai juga di kontrakan Vina. Dia langsung saja turun tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya.
"Assalamualikum" kata Danu dari luar.
Vina dan Maya yang sedang membungkus jajanan pasar pesanan tetangga langsung berhenti bekerja. Mereka saling pandang pandangan dan mengangkat bahu tanda tidak tau siapa yang datang.
"Biar gue aja yang buka Vin" kata Maya.
"Aku aja May." kata Vina kemudian pergi membuka pintu rumahnya.
Vina kemudian membuka pintu kontrakan, betapa terkejutnya Vina melihat siapa yang berdiri di depan pintu kontrakannya sambil memegang buket bunga di depan mukanya.
"Anda?" kata Vina tidak percaya siapa yang dikihatnya di depan pintu.
Vina kemudian berusaha menutup pintu itu kembaki. Dia tidak ingin melihat Danu berada di rumahnya.
"Vin tunggu" kata Danu berusaha menahan pintu tersebut.
"Untuk apa anda ke sini? Masih kurang semua hinaan yang anda berikan kepada saya saat di kantor?"
"Minta maaf? Setelah semua kata kata hina yang anda keluarkan dari mulut anda? Gampang sekali anda ngomong" teriak Vina di depan wajah Danu.
Danu membiarkan Vina yang marah marah melepaskan semua emosi yang ditahannya di kantor.
"Kenapa anda diam? Atau Anda ingin menghina saya lagi. Silahkan Tuan Danu terhormat saya tidak marah. Saya rela anda hina hina" kata Vina.
"Vin, maafkan saya Vin"
"Maaf? Gampang tuan. Memberi maaf itu pekerjaan murah tuan. Tapi apa tuan tau rasanya di maki maki?"
"Nggak Tuan. Tuan tidak tau rasanya di maki maki oleh orang yang kita cintai. Sakit Tuan sangat sakit" kata Vani sambil menitikan air matanya.
"Van" panggil Danu lembut.
"Aku sungguh minta maaf. Kamu kira aku senang mengeluarkan kata kata seperti itu pada kamu?" kata Danu.
Danu kemudian mengajak Vina untuk duduk di ruang tamu rumah Vina. Vina mengikut saja apa yang dilakukan Danu terhadapnya. Iwan dan Ifan yang melihat kondisi sudah terkendali langsung menghubungi Maya. Maya yang sedang berada di dalam rumah langsung saja keluar tanpa permisi kepada sepasang anak manusia yang masih belum berani mengungkapkan perasaan yang ada di dalam dirinya. Maya kemudian menemani Iwan dan Ifan duduk di warung tempat Maya berjualan.
__ADS_1
"Vin, maafkan aku ya. Aku sebenarnya sangat cemburu melihat kamu berduaan dengan Juan. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan aku lagi Vin. Makanya aku mengeluarkan kata kata seperti tadi." kata Danu sambil menggenggam tangan Vina.
"Aku berharap saat kamu marah marah tadi, kamu mengeluarkan semua isi hatimu kepada aku. Tapi ternyata tidak. Kamu malahan pergi dari kantor" ucap Danu selanjutnya.
"Tau kamu Dan. Kenapa aku pergi, hatiku sangat sangit menerima cacian dari kamu. Aku sangat sayang sama kamu Danu. Tapi ternyata kamu berkata seperti itu kepada ku. Aku nggak tahan makanya aku pergi" kata Vina
"Vin, apakah kamu mau menjadi kekasih ku Vin?" kata Danu sambil jongkok di hadapan Vina.
Danu memberikan buket bunga yang tadi di belinya. Vina mengambil buket bunga itu. Vina kemudian menganggukkan kepalanya.
"Makasi sayang" kata Danu.
Danu kemudian merengkuh Vina ke dalam pelukannya. Vina memeluk Danu dengan erat.
"Besok besok jangan maki maki aku lagi ya. Kalau nggak suka ngomong baek baek. Aku pasti akan mendengar semuanya. Tapi kalau seperti tadi maka aku juga akan marah. Akhirnya ujungnya main kabur kaburan" kata Vina sambil tetap memeluk Danu.
Danu melepaskan pelukannya dari Vina. Dia kemudian memberikan buket coklat yang tadi juga di belinya.
"Sayang ini" kata Danu.
"Wowm Aku suka itu. Makasi sayang" kata Vina dengan mata berbinar binar mendapatkan buket coklat mahal dari Danu.
"Sayang," kata Danu memanggil Vina.
"Ada apa sayang, sepertinya serius."
"Apakah kamu betul betul mencintai aku?" kata Danu menatap tajam Vina.
"Sayang, kamu sudah tau jawabannya. Jadi tolong jangan paksa aku untuk mengatakannya." kata Vina.
Danu kemudian mencium tangan Vina.
"Selalu ada untuk aku ya sayang. Apapun yang terjadi ke depannya. Kamu tetap harus percaya dengan apa yang aku katakan" ucap Danu.
"Iya sayang. Aku akan selalu mengingat semuanya" kata Vina.
Tiba tiba Iwan, Ifan dan Maya masuk ke dalam rumah.
"Jadi berhubung udah jadian. Tolong kasih kami makan Vin. Dari tadi kami ngekorin Danu. Mulai dari beli huket bunga sampai buket coklat. Kalau nggak percaya ne buktinya" kata Ifan sambil memberikan bukti rekamannya tadi.
Vina dan Danu langsung melihat video Ifan. Mereka bersua langsung geleng geleng tidak percaya dengan yang dilakukan Ifan.
__ADS_1
"Baiklah aku akan masak mie ayam" kata Vina.
Vina dan Maya kemudian masuk ke dapur dan menyiapkan semua bahan masakan yang diperlukan. Vina dan Maya asik berdua di sana. Mereka akan bikin mie ayam untuk semua orang.