
Danu dan Iwan berjalan beriringan masuk ke dalam ruangan kerja Frans yang telah diketahui oleh Danu di mana ruangan kerja Frens tersebut berada. Hal ini disebabkan karena Danu sudah yang ke berapa kalinya pergi menemui Frans di ruangannya itu.
" Dan ini semua ruangan para pengacara yang terkenal itu?" Kata Iwan bertanya kepada Danu, sambil menatap kagum ke arah setiap ruangan yang memiliki dinding kaca tersebut.
Walaupun semua dindingnya terbuat dari kaca tetapi setiap pengunjung yang berada di luar tidak akan bisa melihat Siapa yang berada di dalam ruangan ruangan tersebut. Seperti itulah para pengacara di tempat ini merahasiakan kliennya masing-masing. Mereka semua betul-betul menjaga privasi setiap klien yang tidak mau privasi mereka diketahui publik.
" apa mereka nggak bersaing ya dan untuk mendapatkan klien? Atau klien sendiri yang memilih siapa pengacara yang mau mereka pakai?" Lanjut Iwan mengemukakan pertanyaan berikutnya.
" Setahu gue para pelayan lah Yang Memilih siapa yang mereka inginkan untuk menjadi pengacara mereka." Kata Danu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Iwan.
" tapi gue sebenarnya juga nggak tahu, Bagaimana kalau lo tanyakan aja nanti ke Frans"
Danu memberikan usulannya kepada Iwan untuk langsung saja bertanya kepada Frans bagaimana cara klien mereka untuk mendapatkan pengacara di tempat ini. Apakah ditunjuk pengacaranya atau dipilih oleh klien sendiri.
" ogah ngapain emang gue mau ada urusan dengan pengacara" jawab Iwan dengan nada sedikit kesal atas saran yang diberikan oleh Danu kepada dirinya.
" kan kalau lo penasaran" jawab Danu yang tidak mau kalah dengan apa yang dikatakan oleh Iwan kepada dirinya.
Karena keributan kecil tersebut sepanjang jalan menuju ruangan Frans mereka berdua Akhirnya sampai juga di depan pintu ruangan Frans.
Danu kemudian mengetuk pintu ruangan tersebut. Walaupun Frans adalah sahabat mereka tetapi mereka berdua tetap harus menjaga sopan santun saat bertamu ke ruangan Frans.
" masuk" jawab Frans dari luar saat mendengar pintu ruangan miliknya diketuk dari luar oleh seseorang.
Sudah tahu siapa yang akan masuk itu langsung saja pindah duduk ke sofa yang ada di depan meja kerjanya. Frans memang selalu melakukan kerjasama atau obrolan di sofa apabila, Frans sangat mengenal kliennya tersebut.
__ADS_1
Danu kemudian membuka pintu ruangan Frans. Dia dan Iwan kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut.
" bawa pengawal lo?" Kata Frans saat melihat Danu yang datang tidak sendirian melainkan berdua dengan Iwan.
" ya. Katanya dia mau belajar cari pengacara. Sehingga saat waktunya tiba, dia sudah tahu pengacara mana yang mau dipakainya untuk menghadapi kasus tersebut" kata Danu menjawab pertanyaan dari Frans dengan jawaban fosil yang akan membuat Iwan sedikit marah kepada dirinya.
"Hem. Cukup Lo aja yang bermasalah dalam perkawinan ya bro. Gue nggak mau bermasalah dan perkawinan gue. Capek" ujar Iwan yang tidak mau dan sama sekali tidak memiliki rencana untuk mengakhiri perkawinannya suatu saat nanti di pengadilan agama.
" gue mah kalau bisa pernikahan gue seperti pernikahan Frans. Selalu langgeng serta pengertian terhadap suami maupun terhadap istri" kata Iwan yang tidak ingin kejadian seperti Danu terjadi dalam pernikahannya saat dia sudah menemukan wanita yang paling tepat untuk mendampinginya dalam sisa hidupnya ke depan.
" gue doakan yang terbaik untuk lo" kata Frans yang sebenarnya ingin menghentikan pertengkaran tidak berguna antara Danu dan Iwan.
Danu dan Iwan sangat mengerti kenapa Frans menghentikan percakapan mereka semua dengan mendoakan kebaikan untuk Iwan. Danu dan Iwan kemudian memilih untuk menghentikan percakapan tidak berguna mereka berdua tersebut.
" jadi Frans, Ada perlu apa elu menghubungi gue untuk cepat kembali dari negara U?"
" Nggak cuma mau ngomong kalau persidangan lo akan dilakukan tiga hari dari sekarang. Makanya gue minta lo untuk pulang cepat dari negara U. Kita harus membahas apa saja yang harus kita persiapkan saat kita harus mengikuti persidangan itu" kata Frans memberitahukan kepada Danu, Kenapa Danu harus cepat kembali pulang ke negara mereka.
" Wow 3 hari lagi cepat juga ya prosesnya" kata Danu yang sedikit kaget saat mendengar dia akan melakukan persidangan perceraian dengan Ranti dalam waktu 3 hari ke depan.
" Bro waktunya yang 3 hari ke depan. Lamanya kita belum tahu" jawab Frans saat melihat danau yang sudah kegirangan karena mendengar 3 hari ke depan dia akan sidang perceraian pernikahannya dengan ranti.
" Maksud lo gimana Frans?" Ujar danau yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Frans sebentar ini kepada dirinya.
" Maksud gue itu, persidangan memang akan dilakukan dalam waktu 3 hari ke depan. Tetapi lamanya persidangan tidak secepat yang lo bayangkan" jawab Frans yang pada akhirnya harus menerangkan juga kepada Danu bagaimana proses sidang perceraian yang harus dihadapi oleh danu ke depan.
__ADS_1
" jadi besok itu bukan langsung diputuskan gue cerai dengan Ranti?" Kata Danu bertanya dengan tampang polosnya.
Iwan yang mendengar pertanyaan bodoh dari Danu hanya bisa tersenyum saja. Sedangkan Frans geleng-geleng kepala mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Danu kepada dirinya.
" Makanya nonton film atau sinetron ini nggak yang lu tonton berita bisnis berita bisnis kalau nggak desain terbaru desain terbaru" kata Iwan sambil memukul pelan pundak Danu.
Iwan sama sekali tidak menyangka kalau Danu akan mengeluarkan pertanyaan bodoh tersebut kepada Frans.
" beneran dalam bayangan gue, sidang terus cerai itu doang" kata Danu yang memang ternyata tidak mengetahui bagaimana proses perceraian sebenarnya terjadi.
" Ya nggak gitu juga dan. Lo sama Ranti nanti akan diberi waktu mediasi. Nah dalam waktu mediasi ini, lo dan Ranti akan diminta oleh orang pengadilan atau Hakim untuk mengingat kembali masa-masa romantis kalian" kata Frans yang belum selesai melanjutkan apa yang akan dikatakannya tetapi tiba-tiba
" hal romantis? Mana ada Danu sama Ranti romantis" sambar Iwan dengan sangat cepat sebelum Frans menyelesaikan kalimatnya.
Danu yang mendengar Iwan menyambar ucapan yang belum diselesaikan oleh Frans, langsung saja memukul pundak Iwan. Hewan yang pundaknya dipukul oleh Danu, menatap protes ke arah Danu saat itu juga.
"Apa protes? Jelas Frans belum selesai ngomong udah main sambar aja" kata Danu menjawab langsung protes yang diajukan oleh Iwan kepada dirinya.
"ya lah. Cuma Frans itu ngadi ngadi, mana ada loe pernah romantis dengan Ranti. Makanya gue protes" jawab Iwan yang nggak mau disalahkan oleh Danu atas sambarannya atas perkataan yang diajukan oleh Frans kepada Danu sebentar ini.
Saat Danu dan Iwan sibuk dengan keributan nggak mutu tersebut, ponsel Frans tiba tiba berbunyi. Frans melihat ke ponselnya. Ternyata yang menghubunginya adalah Istrinya sendiri.
Frans kemudian beranjak mengangkat panggilan telpon itu. Dia terlihat berbicara serius dengan istrinya. Setelah berbicara selama sepuluh menit, Frans kemudian kembali menuju arah Danu dan Iwan.
"Kita makan siang di rumah gue. Istri gue udah masak banyak" ujar Frans sambil mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
__ADS_1
Danu dan Iwan saling memandang. Mereka sama sekali tidak bisa membantah apa yang sudah dikatakan oleh Frans. Mau tak mau mereka tetap harus pergi menuju rumah Iwan untuk makan siang.
Ketiga pemuda tampan itu kemudian berjalan keluar meninggalkan ruang kerja Frans. Mereka akan makan siang di rumah Frans sesuai dengan ajakan pemilik rumah tersebut.