Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Makan Siang di Rumah Frans


__ADS_3

"Kita makan siang di rumah gue. Istri gue udah masak banyak" ujar Frans sambil mengambil ponsel dan kunci mobilnya dari atas meja kerja milik Frans.


Danu dan Iwan saling memandang. Mereka sama sekali tidak bisa membantah apa yang sudah dikatakan oleh Frans. Mau tak mau mereka tetap harus pergi menuju rumah Iwan untuk makan siang.


Ketiga pemuda tampan itu kemudian berjalan keluar meninggalkan ruang kerja Frans. Mereka akan makan siang di rumah Frans sesuai dengan ajakan pemilik rumah tersebut.


" Emang Istri lo tahu kalau kita sekarang sedang berkumpul bertiga?" tanya Iwan kepada Frans sambil menatap ke arah salah satu sahabatnya itu, yang sekarang telah menjadi seorang pengacara yang sangat sukses dan luar biasa terkenal.


" gue kan selalu ngomong ke istri gue, gue mau ketemu dengan siapa, mau berurusan dengan siapa" jawab Frans ya memang sepakat dengan istrinya, kalau mereka berdua akan selalu terbuka antara satu dengan yang lainnya untuk mengatakan apa yang sedang mereka lakukan dan bertemu dengan siapa, hal itu dilakukan supaya tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah yang akan mengakibatkan rumah tangga mereka akan menjadi hancur dan rusak.


" Jadi lu terus ngomong gitu kalau lu pergi dengan siapa, terus lo mau ke mana. emang gak capek Kalau lo harus laporan terus?" ujar Iwan melanjutkan pertanyaannya.


Iwan seperti seseorang yang ingin belajar dari Frans. Bagaimana membina rumah tangga yang baik dan benar. Iwan tidak mungkin belajar dari Danu, karena Iwan tahu bagaimana rumah tangga danu yang akhirnya sekarang berada di pengadilan agama untuk proses perceraian.


" luas terlihat seperti orang yang sedang belajar membina rumah tangga aja Wan" kata Danu menarik kesimpulan dari apa yang ditanyakan oleh Iwan kepada Frans.


" sekali-sekali ya nggak apa-apa, emang salah kalau gue bertanya hal seperti itu kepada Frans? kalau gue bertanya ke elo itu baru salah" kata Iwan sambil menahan senyumnya setelah mengatakan hal itu kepada Danu.


" yah gue lagi yang kena" ujar Danau sambil melihat ke arah Iwan.

__ADS_1


rasanya bisa tersenyum melihat kelakuan dua sahabatnya itu. Frans sangat tahu Bagaimana sebenarnya persahabatan antara Danu dan Iwan. walaupun mereka berdua seperti kucing dan anjing saat bertemu, tetapi mereka akan saling membantu saat seseorang salah satu dari mereka sedang mendapatkan masalah. seperti saat sekarang ini, Iwan akan bersedia membantu dan menemani Danu, saat Danu harus mengurus masalah perceraiannya dengan Ranti istrinya.


" kalian berdua Memang lah ya, dari dulu kalau udah berdua nggak pernah Ya nggak ribut. selalu aja ribut" kata Frans sambil berjalan keluar dari lift mendahului Danu dan Iwan.


"haha haha haha. Kamu kan tahu sendiri Frans, Bagaimana kami berdua" jawab Danu sesaat setelah frans mengatakan kalau danu dan iwan tidak juga berubah sejak dahulu.


" gue sih tahu, orang lain kan tidak tahu. mau kalian berdua dikatakan sebagai musuh oleh orang lain?" kata fresh memberikan alasannya kepada Danu dan Iwan


"Frans, Frans. hari gini masih mikirin perasaan orang lain, masih mikirin anggapan orang lain? udah nggak zamannya lagi Frans" jawab Iwan yang memang dulunya sangat mementingkan apa yang dikatakan oleh orang lain, Tetapi semenjak suatu kejadian yang membuat Iwan trauma mendahulukan kepentingan orang lain, semenjak itulah Iwan menjadi tidak peduli dengan anggapan atau perkataan orang lain terhadap dirinya.


Frans dan Danu kemudian lebih memilih untuk diam, mereka berdua tidak ingin membuka luka lama Iwan kembali. mereka berdua sangat tahu bagaimana susahnya Iwan untuk Bangkit dari keterpurukannya itu


mereka bertiga kemudian berjalan menuju tempat di mana mobil Frans di parkir. mereka bertiga memang akan pulang dengan memakai mobil milik Frans saja. mereka tidak mau membuang-buang dan menambah karbondioksida dan juga pencemaran udara.


" Emang lu tahu rumah Gue?" tanya Frans kepada Iwan sambil menatap ke arah sahabatnya yang terlalu baik menawarkan diri untuk mengemudikan mobil menuju rumahnya sendiri.


" enggak. kan ada lo yang akan memberikan petunjuk dan arah ke mana saja mobil harus gue komodikan" jawab Iwan yang tetap ingin mengemudikan mobil milik Frans.


" Biarin aja lah dia bawa mobil Frans. Sepertinya dia sudah tidak sabar ingin menikmati makan siang yang disediakan oleh istri kamu" kata Danu yang sangat mengenal bagaimana Iwan kalau sudah menginginkan sesuatu tidak akan bisa dibatalkan atau diundur.

__ADS_1


" ya udah silakan lo bawa mobil gue" akhirnya Frans mengalah dan membiarkan Iwan membawa mobil miliknya menuju tempat tinggal Frans.


Iwan kemudian duduk di atas kursi bagian pengemudi. sedangkan Frans duduk tepat di sebelah Iwan. Danu berada di kursi bagian belakang penumpang. Iwan kemudian melajukan mobil milik Frans menuju rumah kediaman Franz yang berjarak sekitar tiga puluh menit.


"Oj ya Frans, sekarang kegiatan Istri lo apa?" tanya Iwan yang sama sekali tidak mengetahui Apa pekerjaan dari istri seorang Frans.


" nggak ada kerja apa-apa. hanya mendesain pakaian apabila diminta oleh kolega atau teman-temannya" jawab Frans.


Frans memang tidak mengizinkan istrinya untuk bekerja mencari nafkah di luar rumah. Bagi Frans ,istrinya juga hanya untuk mendidik anaknya. sedangkan urusan mencari nafkah, adalah urusan Frans.


" jadi dia hanya di rumah saja menerima orderan kalau ada teman atau sahabatnya meminta untuk mendesain pakaian gitu?" banyak hewan meyakinkan pendekatannya atas apa yang dikatakan oleh Frans sebentar ini


" Iya dia akan mendesain pakaian kalau ada sahabat atau temannya meminta tolong. Kalau tidak ada maka dia hanya akan berada di rumah saja, hanya akan mengurus anak semata wayang kami" jawab France meyakinkan apa yang didengar oleh Iwan sebentar ini


" Wow keren. gue mau lah jadi istri lo. harus capek kerja di luar, harus ngurus rumah dan anak. cukup mengurus anak saja, maka uang akan diberikan sangat lebih dari cukup oleh suami" kata Iwan yang membayangkan sangat asyik menjadi istri Franz sahabatnya itu.


" nggak juga asik, istri gue udah bosen di rumah. dia minta gue untuk mengisikan dia kembali bekerja kalau anak gue sudah masuk usia sekolah dasar" kata friend memberitahukan kepada Ivan dan dan kalau istrinya sudah tidak betah lagi di rumah dan sudah ingin melakukan kegiatan di luar rumah kembali seperti semula.


" jenuh dia kali itu Frans. Makanya dia minta isi ke kamu untuk diperbolehkan kembali bekerja" kata Danu menjawab dari belakang

__ADS_1


" bisa jadi. makanya gue memberikan dia izin untuk kembali bekerja, saat anak gue sudah sekolah dasar" jawab fransen ternyata sudah mengizinkan istrinya untuk kembali bekerja seperti semula.


" Itu baru keren" kata Iwan yang setuju dengan apa yang dilakukan oleh Frans terhadap istrinya


__ADS_2