Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Pantai Malam Hari


__ADS_3

Vina kembali tersenyum. Dia tau kalau sebenarnya semua kejadian bukan kesalahan dari Danu saja. Tapi untuk bertemu dengan Danu hatinya belumlah siap. Dia akan berpikir ulang untuk kembali bertemu dengan cinta pertamanya itu.


"Bang, gimana kalau kita jalan kaki saja menuju hotel?" tanya Sari dengan wajah berbinar binar. Sari melihat Vina masih saja terdiam. Makanya, dia menawarkan hal itu.


Untung saja semua sahabat sahabat Vina mengerti dengan kondisi Vina saat ini. Mereka semua setuju untuk kembali ke hotel dengan menyusuri sepanjang pantai yang indah itu.


Mereka berlima kemudian berjalan di tepi pantai menuju hotel, sudah banyak dari tadi taksi berhenti di dekat mereka dan menawarkan harga yang sangat miring. Tetapi mereka selalu menolak dengan alasan yang beraneka ragam. Kadang alasan itu hanya berakhir membuat mereka tertawa saat sopir taksi pergi.


Padahal mereka saat ini sebenarnya hanya ingin menikmati senja di tepi pantai yang terlihat sangat bagus. Apalagi Vina dia butuh udara segar membuang semua keributan yang mengakibatkan dia menjadi malu di kafe tadi akibat ulah dari Ranti. Manusia yang tidak pernah membiarkan Vina merasa aman dan nyaman saat bertemu dengan dia.


Mereka kemudian duduk di bangku bangku yang disediakan penjual kerupuk kuah dan tumis pensi. Sari membeli empat gelas pensi untuk mereka nikmati sambil menatap matahari tenggelam.


"Vin." panggil Sari.


Tapi Vina tetap diam saja tanpa memberikan respon apapun.


"Vina" ujar Sari mencoba keberuntungannya sekali lagi.


Tetapi hasilnya tetap sama. Vina sama sekali tidak merespon. Vina masih berada di dalam lamunannya untuk saat ini.


"Vin. Kamu oke?" tanya Maya sambil memegang lengan Vina.


Vina yang tersadar karena sentuhan tangan Maya di tangannya membuat Vina mengangguk.


"Apa kamu oke?" tanya Maya sekali lagi.


Vina mengangguk.


"I'm oke." ujar Vina sambil mengambil sebuah pensi dari dalam gelas.


"Vin" ujar Sari memanggil dengan serius.


Vina manatap Sari. Dia paham kalau sahabatnya itu akan membicarakan sesuatu.

__ADS_1


"Kami berharap jangan pikirkan hal tadi lagi." ujar Sari.


Vina tersenyum kepada Sari. Dia memegang lengan Sari.


"Nggak terlalu dipikirin. Tetapi nggak mungkin juga nggak dipikirin." ujar Vina.


"Tapi jangan bikin kamu kayak gini juga Vina. Tu makhluk ajaib bernama Ranti akan sangat senang melihat kamu seperti ini. Tujuannya untuk menyakiti kamu akan berhasil." ujar Sari.


"Sekarang yang paling penting, kamu harus terlihat bahagia di depan siapapun. Jangan jadikan masalah sepele itu menjadi penghalang kamu ke depan." lanjut Sari.


"Atau, kita kembali aja besok ke negara U langsung. Di sana kamu tidak terlihat seperti ini. Kamu di sana sudah kembali aman damai. Fokus untuk hidup kamu." kata Sari menggebu gebu.


Vina terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Sari. Dia mengolah di kepala cantiknya itu apa yang dikatakan oleh sahabatnya yang sangat perduli kepada nasibnya. Vina lama terdiam, keempat sahabatnya membiarkan saja Vina larut dalam pemikirannya sendiri. Mereka cuma berharap setelah berpikir seperti itu Vina akan kembali ceria seperti sebelum bertemu nenek lampir yang tadi mengganggu acara mereka dengan mulut pedasnya.


Setelah yakin dengan apa yang dipikirkannya Vina kembali tersenyum.


"Hay, maaf ya. Tadi gue sempat terbawa emosi dan pikiran buruk. Sekarang gue janji nggak akan memikirkan hal itu lagi." ujar Vina yang telah berhasil mengembalikan dirinya keposisi semula.


"Bener yakin?" tanya Maya.


Mereka kemudian mengobrol ringan di tepi pantai itu. Matahari sudah berganti dengan bulan. Semua lampu sudah dihidupkan oleh penjual. Para muda mudi mulai ramai berdatangan ke tepi pantai. Apalagi sekarang sedang ada life music dari pengamen yang sedang naik daun dengan lagunya yang wow keren dan menyejukkan telinga.


Vina dan Sari berlari menuju live musik itu. Vina mengeluarkan ponsel miliknya. Dia menyiarkan siaran langsung. Vina dan Saei bernyanyi mengikuti lirik yang dinyanyikan oleh penyanyi itu.


"Sari jangan marah marah, Nanti Sari jadi cepat Tua." ujar Vina bernyanyi.


"Vina baik orangnya. Yang penting Vina setia." lanjut Vina dengan suaranya yang ternyata sangat merdu untuk di bawa menyanyi.


Maya yang melihat Vina dan Sari asik mendengarkan nyanyian, juga ikut nimbrung. Iwan dan Ivan akhirnya mengalah dengan ikut berdiri juga di belakang ke tiga wanita yang asik mendengarkan lagu sambil mengikuti lirik yang dinyanyikan penyanyi itu.


Beberapa laki laki yang melihat ada tiga wanita cantik sedang ikut bernyanyi berusaha mendekati Vina dan kedua sahabatnya itu. Ivan yang melihat langsung menjadi geram.


"Permisi Mas. Mereka adalah kekasih dan adik saya." ujar Ivan.

__ADS_1


"Oh maaf. Saya kira mereka tidak bawa pengawal." ujar pria itu sambil berlalu dari hadapan mereka.


"Hahahahaha. Cemburu sayang?" tanya Maya sambil merangkul pinggang Ivan.


"Masih juga nanyak." jawab Ivan.


Mereka kembali menikmati lagu lagu yang dinyanyikan oleh pengamen tersebut.


"Vin, kata mereka pengamenkan ya, tapi tengok tu youtube mereka berapa banyak viewersnya." ujar Sari.


"Nggak banyak lagi Sar. Luar biasa banyak. Denger bunyinya mereka berpenghasilan ratusan juga dari youtube." balas Vina.


"Vin udah malam. Kita balik hotel lagi gimana?" ujar Iwan yang melihat hari sudah pukul sebelas.


Vina melihat jam tangannya, ternyata memang sudah larut malam.


"Bener Bang, mana kami belum chekin hotel lagi." ujar Vina yang ingat mereka sama sekali belum chekin.


"Tenang kalau masalah itu kan udah booking jadi aman." jawab Ivan yang memang tadi langsung melakukan booking kamar untuk Vina dan kedua sahabatnya.


"Kita lanjut jalan kaki atau gimana?" tanya Iwan menatap keempat sahabatnya itu.


"Naik taksi Bang. Ogah jalan lagi. Capek." jawab Sari yang memang sudah sangat letih untuk hari ini.


Sari sudah membayangkan akan tidur di kasur empuk hotel. Mana beberapa hari nginap di rumah Vina kasurnya kurang empuk. Sehingga membuat badan Sari menjadi pegel pegel.


Iwan kemudian memesan taksi online. Dia sebenarnya juga sangat capek dan lelah hari ini. Begitu banyak drama dan aktivitas yang harus dilaluinya.


Menunggu beberapa saat, akhirnya taksi online yang dipesan oleh Iwan datang juga. Mereka semua masuk ke dalam taksi online.


"Ke hotek HS Pak?" tanya sopir taksi online.


"Iya Pak." jawab Iwan yang duduk di kursi depan sebelah sopir.

__ADS_1


Sopir melajukan mobilnya menuju hotel HS seperti yang diminta Iwan melakui aplikasi. Sopir melajukan mobil dalam kecepatan sedang. Kota J saat malam hari akan ramai oleh muda mudi serta seniman jalanan. Sebenarnya menikmati kota J lebih enak memang di malam hari. Apapun ada tersaji di sana.


Tak berapa lama mobil sudah berhenti di lobby hotel HS. Mereka semua turun dari dalam taksi online. Ivan dan Vina melakukan chek in untuk kamar Vina. Setelah mendapat kunci kamar yang ternyata kamar mereka bersebelahan Vina dan yang lain langsung masuk ke dalam lift dan menuju kamar masing masing. Mereka akan langsung beristirahat. Mereka semua benar benar lelah.


__ADS_2