Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Hari Pertama Di Kantor


__ADS_3

"Bisa berangkat sekarang Nona?" tanya Sari yang sudah kembali kedalam mode asistennya.


"Oke" jawab Vina.


Vina mengambil tas kerjanya. Setelah itu dirnya berangkat ke kantor dengan disupiri oleh Pak Hans.


"Apa agenda saya hari ini Sari?" tanya Vina yang masih belum tau apa saja agendanya hari ini


"Kita akan rapat dengan para manager Nona. Acara perkenalan diri Nona kepada semua manager yang ada. Setelah itu kita ada meeting dengan salah satu perusahaan di kafe exsotis jam satu siang." ujar Sari memberitahukan semua agenda Vina.


"Oh ya Nona maaf sebelumnya. Saya belum memiliki nomor ponsel Nona." kata Sari yang memang tidak pernah melihat Vina memakai ponselnya.


"Nah itu dia Sari. Bisa nanti sebelum kita berangkat meeting ke kafe, kita singgah dahulu membeli ponsel untuk saya?" tanya Vina yang memang enggan memakai ponselnya yang lama.


"Baik Nona. Kalau perlu sekarang saja kita beli." ujar Sari lagi


"Tidak usah Sari nanti saja. Saya tidak mau datang terlambat." ujar Vina yang tidak mau datang terlambat di hari pertama dia kerja.


"Bai Nona" jawab Sari.


Mobil yang dikemudikan Pak Hans meluncur menuju perusahaan CT Grup. Jarak dari rumah ke perusahaan tidaklah terlampau jauh. Hanya memakan waktu setengah jam perjalanan saja.


Mobil berbelok masuk ke parkiran perusahaan. Vina menatap perusahaan yang luar biasa besar itu. Dia tidak menyangka akan menjadi wakil direktur di perusahaan sebesar ini.


"Ayo Nona kita turun." ujar Sari kepada Vina yang terlihat sedang menatap kagum ke gedung perusahaan.


"Oke." jawab Vina.


"Bismillah" ujar Vina.


Vina mengucapkan doa di dalam hatinya. Dia berniat untuk bekerja keras dan tidak akan membuat malu direkturnya yang sudah merekomendasikan dirinya untuk pindah ke negara U dan langsung menjadi wakil direktur di perusahaan itu.


'Semabgat Vina' ujar Vina dengan pelan yang hanya bisa di dengar oleh Vina.


Vina berjalan menuju kantor perusahaan. Dia memasang wajah datarnya tanpa ekspresi. Sari menatap kagum kepada bos barunya itu bos yang benar benar memiliki semangat juang untuk bekerja.


Vina dan Sari masuk ke dalam kantor. Vina melihat karyawannya sudah ada yang datang, tetapi mereka baru saja datang langsung bergosip tidak langsung duduk di meja mereka masing masing untuk menyiapkan apa yang harus mereka kerjakan. Vina hanya menatap dan mencatat hal itu di kepalanya.


Vina dan Sari kemudian masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Sari mengantarkan Vina ke lantai lima perusahaan dimana di sana terdapat tiga ruangan satu ruangan direktur, satu untuk ruangan wakil direktur dan satu lagi yang paling besar untuk ruangan meeting dengan para manager.


"Nona ini adalah ruangan Anda. Di sebelah itu ruangan direktur, yang seluruhnya kaca itu ruangan meeting." ujar Sari memperkenalkan semua ruangan yang ada di lantai lima.


"Terus ruangan kamu Sari? Dimana?" tanya Vina yang tidak melihat ada ruangan lain.


"Saya dan Tuan Budi ruangannya di depan situ Nona." tunjuk Sari kepada meja yang ada di depan ruangan Vina dan di depan ruangan direktur.

__ADS_1


"Tuan Budi siapa?" tanya Vina lagi.


"Asisten Direktur Nona. Tapi sekarang karena direktur ada kerjaan di luar negeri Tuan Budi mengikuti beliau ke sana." ujar Sari yang sebenarnya tidak tau keberadaan direktur mereka.


"Oke baiklah Sari. Kita mulai bekerja. Jam berapa meeting dengan para manager?" tanya Vina kembali.


"Jam sembilan Nona." jawab Sari.


"Oke. Saya akan baca dahulu dokumen untuk kerjasama dengan perusahaan A persiapan untuk meeting nanti siang." kata Vina yang langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.


Vina tidak sempat menikmati dan memperhatikan ruang kerja miliknya yang baru. Vina langsung mulai membaca semua dokumen yang ada di atas meja kerjanya. Vina membaca dengan teliti setiap dokumen itu.


Sari yang melihat Vina mulai bekerja juga langsung memulai pekerjaannya walaupun jam kerja belum masuk. Sari malu dengan bos barunya itu yang baru datang langsung bekerja tanpa sempat melihat lihat ruangannya terlebih dahulu.


"Nona Vina memang sangat patut dicontoh. Bener kata Tuan Besar." ujar Sari.


Vina mulai membaca dokumen untuk meeting nanti siang. Vina tidak ingin berangkat meeting tanpa ada membawa apa apa. Makanya dia fokus membaca semua dokumen kerjasama dengan perusahaan A.


Tepat pukul sembilan pagi, Sari masuk kembali ke dalam ruangan Vina. Tapi saat Sari akan membuka pintu ruangan Vina sudah terlebih dahulu membuka dari dalam.


"Ayuk Sar sudah jam sembilan." ujar Vina


Vina berjalan lebih dahulu dari pada Sari menuju ruangan meeting dia tidak mau terlambat untuk sampai di ruangan meeting.


Sari dibuat geram oleh ulah para Manager.


"Nona saya permisi sebentar. Ada dokumen yang tertinggal di meja saya." ujar Sari.


Vina mengangguk. Sari langsung menuju meja kerjanya dia langsung menghubungi direktur perusahaan.


"Hallo Tuan. Nona Vina sudah di ruangan meeting. Tapi tak satupun manager berada di sana." ujar Sari memberitahukan keadaan pagi ini kepada direktur.


"Oke Vina terimakasih infonya. Saya akan menghubungi mereka satu persatu. Kamu tetap dampingi Vina." ujar direktur tersebut.


Sari kembali keruangan meeting dengan membawa sebuah dokumen yang memang sengaja ditinggalkannya tadi. Sari sudah bisa membaca kejadian ini pasti akan terjadi.


Vina dan Sari sudah duduk di kursi mereka masing masing. Perlahan lahan satu persatu para manager tersebut datang. Mereka datang dengan pongahnya. Wajah angkuh mereka pasang, Vina hanya tersenyum melihat tingkah ke kanak kanakan mereka.


Setelah semua manager dan perwakilan satu staf mereka masuk ke dalam ruangan meeting Sari mulai membuka meeting pagi itu.


"Selamat pagi semua manager dan perwakilan staff bagian. Terimakasih atas kedatangan Anda semua yang tepat waktu dan sudah mau menghargai undangan dari direktur kita." ujar Sari menatap satu persatu wajah wajah manager dan staff tersebut.


"Sesuai dengan bunyi surat yang disampaikan oleh Direktur, hari ini adalah meeting perdana dengan wakil direktur kita yang baru yaitu Nona Vina. Di dalam surat dan pemberitahuan dari direktur, semua keputusan untuk keperluan perusahaan berada di tangan Nona Vina. Baik tentang alur keuangan, kerjasama sampai dengan penecatan semua diserahkan kepada Nona Vina." ujar Sari mengingatkan kembali isi dari surat yang dikirimkan oleh Direktur mereka.


"Baik semoga anda semua ingat dengan isi surat yang dikirimkan oleh direktur kita kemaren." ujar Sari mengingatkan semua managernya.

__ADS_1


"Ibu wakil direktur silahkan menyampaikan kata kata sambutannya." ujar Sari mempersilahkan Vina untuk menyampaikan kata kata sambutan.


Vina berdiri dari kursinya. Dia menatap satu persatu wajah para manager dan staff, Vina memberikan mereka tatapan tajam nan mematikan. Para Manager dan Staf terkejut dengan cara menatap Vina. Mereka tidak menyangka kalau wakil direktur mereka yang baru memiliki tatapan tajam seperti itu.


"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah diundang untuk datang tepat waktu. Saya tidak menyangka kedatangan Anda lebih dahulu dari saya. Saya benar benar mengucaokan terimakasih." ujar Vina menyindir dengan keras semua orang yang berada di dalam ruangan meeting.


Sari tersenyum dengan cara Vina menyampaikan amarahnya. Vina memilih intuk menyindir dari pada meledak ledak seperti kebiasaan orang orang yang memiliki jabatan.


"Baiklah saya ditunjuk langsung oleh CEO pemilik perusahaan CT Grub untuk menjadi wakil direktur perusahaan ini. Saya akan mengambil alih semua tanggung jawab dan juga akan memutuskan semuanya, hal itu sesuai dengan surat direktur kepada Sari tempo hari." kata Vina memperkuat pernyataan Sari tadi.


"Hari ini saya nyatakan bagi yang tidak bisa mengikuti aturan perusahaan silahkan angkat kaki dari perusahaan. Perusahaan Ct Grub tidak memerlukan seseorang yang langsung mencap buruk orang yang baru datang." ujar Vina dengan nada dinginnya. Membuat semua yang berada diruangan meeting menjadi mengkeret karena nada bicara Vina.


"Kalau ada yang keberatan dengan kedatangan saya, silahkan angkat kaki dari perusahaan. Saya yang akan langsung menghubungi CEO dan Direktur." ujar Vina.


Semua manager dan staff menundukkan kepalanya. Mereka tidak menyangka ternyata wakil direktur yang baru ini memegang prinsip dalam bekerja. Mereka menyangka kalau wakil direktur diangkat karena ada kedekatan personal dengan CEO. Ternyata mereka salah besar.


"Jadi saya minta kerjasama Anda semua, semoga semua urusan kita kedepannya menjadi lancar dan tanpa gangguan apapun. Terimakasih atas kehadiran anda semua. Meeting hari ini sampai di sini." ujar Vina menutup meeting.


Vina dan Sari keluar terlebih dahulu. Mereka kembali menuju ruangan Vina.


"Ngeri sedap ternyata wakil direktur yang baru. Pantesan CEO meminta dia untuk datang kesini. Gue yakin perusahaan akan maju pesat di tangan dia" ujar Manager bagian perencanaan.


Semua manager dan staf kembali ke ruangan mereka masing masing. Mereka akan melanjutkan kerjaan yang tertunda karena ada merting pagi tadi.


Vina kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi. Dia kembali membaca dokumen kerjasama dengan perusahaan A. Vina sama sekali tidak menemukan kejanggalan dalam proposal itu.


"Oke selesai. Lebih baik gue cepat jalan ke pertemuan itu. Mana gue harus beli ponsel terlebih dahulu." ujar Vina membereskan barang barangnya.


"Sari, kita jalan sekarang ya. Saya mau membeli ponsel terlebih dahulu." ujar Vina mengajak Sari untuk berangkat menuju kafe exsotik tempat akan diadakan meeting dengan perusahaan A.


"Oke Nona. Saya akan meminta Pak Hans untuk menyiapkan mobil." jawab Sari yang langsung menyiapkan semua barang barangnya dan menghubungi Pak Hans untuk menyiapkan mobil.


Vina dan Sari kemudian turun menuju lobby kantor. Mereka akan berangkat untuk meeting. Pak Hans sudah menunggu mereka di dalam mobil.


"Kemana terlebih dahulu Nona Sari?" tanya Pak Hans.


"Kita ke mall kota terlebih dahulu Pak Hans. Nona Vina mau membeli ponsel" ujar Sari menyebutkan tujuan mereka.


Pak Hans melajukan mobilnya menuju mall yang diminta Sari. Tak lama mereka sampai di depan mall. Vina dan Sari turun untuk langsung menuju tempat penjual ponsel dengan logo bauh apel digigit itu.


Vina membeli satu buah ponsel keluaran terbaru. Dia juga membelikan satu untuk Maya. Vina tidak mau Maya merasa disisihkan makanya dia membeli dua buah ponsel baru.


"Sudah Sari, ayuk berangkat." ujar Vina.


Mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil. Pak Hans langsung melajukan mobilnya menuju kafe exsotik seperti yang disampaikan oleh Sari.

__ADS_1


__ADS_2