
Pramugari mendorong troli berisi makanan dan minuman yang akan mereka hidangkan kepada penumpang pesawat kelas bisnis tersebut. Semua kursi kelas bisnis terisi oleh penumpang yang ingin merasakan kenyamanan tingkat tinggi saat harus melaksanakan penerbangan selama kurang lebih lima belas jam tersebut.
"Deli sayang bangun. Kamu mau susu coklat panas nggak?" ujar Vina membangunkan anak perempuannya yang terlihat masih tidur dalam kondisi nyenyak itu.
"hem Bun, Deli masih ngatuk." jawab Deli masih enggan membuka matanya untuk melihat dunia
"Nggak mau susu coklat panas?" tanya Vina dengan membawa bawa hidangan susu coklat panas kesukaan Deli.
"Kayaknya nggaklah Bun. Nanti ajalah, tunggu dingin dulu baru aku akan minum susu coklat panasnya" ujar Deli menjawab rayuan Vina dengan menggunakan susu coklat panas sebagai bahan pertimbangan bagi Deli untuk memilih bangun dari tidurnya yang terlihat sangat nyenyak itu.
Rencana Vina menggunakan susu coklat panas sebagai alasan sama sekali tidak mempan. Deli masih tetap dengan keteguhan hatinya untuk tidak bangun dari tidur nyenyaknya itu. Dia tetap dengan pilihan pertamanya yaitu tidur sampai rasa kantuknya hilang.
"Oh ya udah, nanti kalau Bunda minum susu coklat panasnya jangan marah ya" ujar Vina masih berusaha mencoba peruntungannya dengan mengatakan akan meminum susu coklat panas Deli kalau Deli masih tidak ingin bangun dari tidur pulasnya itu.
"Nggak akan marah Bunda. Deli bisa minta lagi dengan mbak pramugarinya" jawab Deli yang memang enggan untuk membuka matanya sehingga dia memberikan jawaban jawaban yang tidak masuk akal kepada Vina.
Vina akhirnya memilih untuk menyerah membangunkan Deli dari tidurnya itu. Vina memilih membiarkan Deli menikmati tidurnya. Dia sekarang yakin kalau Deli benar benar mengantuk sehingga apapun alasan yang dipakai oleh Vina tidak akan bisa membangunkan Deli dari tidur nyenyaknya itu.
Vina memotong roti kayu manisnya sedikit, dia mencoba roti yang dikatakan oleh pramugari sebagai roti yang paling bestseller di maskapai mereka itu. Vina menggigit roti tersebut. Dia mengunyah seperti seorang yang ahli dalam makanan saat menikmati rasa masakan yang sedang dinikmatinya itu. Makanan yang benar benar enak sekali saat dinikmati di atas pesawat dengan ketinggian yang sangat tinggi itu.
"Wow ini benar benar enak. Sangat enak sekali. Tidak salah kalau makanan ini menjadi makanan yang best seller di pesawat ini" ujar Vina yang kembali mengambil sepotong roti kayu manisnya itu.
__ADS_1
Vina menikmati menu roti yang diberikan sambil menonton film yang dipilihnya sendiri. Vina menikmati penerbangan mereka kali ini dengan caranya sendiri. Biasanya kalau Vina terbang, dia akan memilih langsung tidur saat pesawat lepas landas dan akan bangun saat pesawat landing. Biasanya Vina akan melakukan rutinitas seperti itu, tetapi sekarang tidak, Vina berusaha menikmati penerbangan kelas bisnis yang disajikan oleh maskapai. Vina ingin merasakan benar bagaimana rasa sebenarnya saat naik pesawat kelas bisnis dari salah satu maskapai ternama di dunia dengan pelayanan yang luar biasa mewahnya itu.
"Ini benar benar penerbangan yang paling mengasikkan" ujar Vina
"Beda memang ya kalau naik pesawat mengambil kelas bisnis dengan kelas biasa saja. Ternyata memang enak naik kelas bisnis" lanjut Vina yang memang baru kali ini melakukan penerbangan dengan naik pesawat komersil kelas bisnis.
Vina memang selalu melakukan penerbangan dengan pelayanan yang lebih prima lagi dari pada penerbangan kelas bisnis, yaitu dengan naik pesawat privat jat. Tetapi sekarang bagi Vina adalah saat dirinya naik pesawat komersil.
"Besok besok kalau terbang dengan pesawat komersil, aku akan naik penerbangan bisnis lagi lah" ujar Vina yang mendapatkan candu untuk naik pesawat penerbangan komersil dengan memilih tiket penerbangan kelas bisnis.
Satu jam kemudian, Deli akhirnya bangun dari tidurnya yang nikmat itu. Dia melihat Vina yang sibuk dan serius menatap layar televisi kecil yang ada di depannya. Vina sedang menonton film kesukaannya yang tadi di carinya di dalam film film yang di simpan dalam memory yang ada di dalam televisi kecil itu.
"Haha haha haha, jadi kamu lapar sayang?" ujar Vina melihat ke arah Deli yang sudah dalam posisi duduk manis di kursinya kembali.
"Apa masih ada kue dan juga susu coklat yang Bunda tawarkan tadi ke aku?" lanjut Rinjani yang teringat dengan dua menu makanan yang tadi ditawarkan oleh Rinjani kepada dirinya, saat Deli dalam keadaan mengantuk berat.
"Tadi tapi nggak mau sayang?" ujar Vina mencoba menggoda Deli dan berharap Deli menjawab dengan gaya khas dari seorang Deli.
"Mana ada Deli ngomong nggak mau Bun. Deli cuma ngomong nanti saja Bunda, Deli mengantuk"
"Bunda ini ada ada aja" kata Deli sambil memberengut dan memajukan bibirnya sepanjang lima centimeter.
__ADS_1
Vina yang melihat Deli cemberut itu pengen tertawa sebenarnya, tetapi dia takut Deli mengambek dan tidak mau mengatakan hal apapun, sehingga Vina memutuskan untuk tidak tertawa, dia berusaha setengah mati untuk menahan supaya suara tertawanya tidak keluar.
"Ini sayang"
Vina memberikan kue dan juga minuman yang memang diminta oleh Vina untuk Deli. Deli mengambil makanan dan minuman yang diberikan oleh Vina kepada dirinya. Deli menikmati kue dan juga susu coklat panas yang sekarang berubah nama menjadi susu coklat dingin.
Sedangkan Vina kembali menatap layar televisi kecil yang sedang menampilkan adegan seorang anak anak yang sedang memeluk ibunya dengan erat setelah pertengkaran yang terjadi di atara mereka berdua. Sedangkan Deli menikmati kue yang diberikan oleh Vina dan juga meminum secangkir susu coklat panas yang sekarang sudah berubah menjadi susu coklat dingin.
"Bunda, masih lama lagi Bun?" ujar Deli yang sudah mulai bosan dengan penerbangan yang sangat lama itu.
"Nggak sayang tinggal setengah jam lagi. Kenapa?"
Vina melihat ke arah anak gadisnya itu yang sekarang sudah duduk meringkuk di kursinya. Deli terlihat sudah sangat bosan dengan penerbangan yang sudah sangat lama ini.
"Syukurlah Bunda, Deli udah sangat bosan sekali Bun. Deli pengen istirahat dengan benar lagi" kata Deli mejelaskan kepada Vina kenapa dirinya berkali kali menanyakan apakah masih lama lagi mereka akan mendarat di bandara negara I.
"Kalau bisa penerbangan ke negara I ini hanya satu jam saja, tidak berjam jam kayak gini. Malahan sampe lima belas jam, setengah hari lebih itu Bun" ujar Deli menyuarakan protesnya yang sama sekali tidak akan berguna karena jarak negara I ke negara U sangatlah jauh dan sudah berbeda benua.
"Mana bisa begitu sayang, emangnya kita terbang dalam satu negara yang sama, atau antar provinsi" ujar Vina menjawab keinginan dari Deli.
"Bener juga ya Bun.Gimana mau terbangnya satu jam aja, emang penerbangan antar pulau" ujar Deli mengiyakan apa yang sudah dikatakan oleh Vina kepada dirinya.
__ADS_1
Vina dan Deli kemudian serius menatap layar televisi mereka masing masing. mereka menonton film yang menurut mereka adalah film yang mereka sangat suka, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka mereka akan tetap menonton film tersebut. Vina dan Deli sama sama kembali harus menikmati penerbangan yang tersisa hanya tiga puluh menit lagi.