Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Mall


__ADS_3

Vina dan Maya yang di tinggal Sari pergi dengan Juan, mereka berdua juga berkemas kemas untuk pergi keluar berdua.


"Kemana kita May?" tanya Vina yang tidak tau mereka akan pergi kemana.


"Mall aja gimana Vin?" tanya Maya yang juga nggak ada ide mau pergi kemana.


"Gue setuju" ujar Vina.


Vina kemudian memesan taksi online untuk mereka pergi. Vina memesan taksi menuju mall pusat. Mall terbesar yang ada di ibu kota.


Vina dan Maya kemudian mengambil tas kecil mereka masing masing. Mereka kemudian keluar dari apartemen Ivan dan menuju lobby apartemen. Mereka akan menunggu taksi online di sana saja.


"Nggak ada kabar dari Ivan May? " Tanya Vina membuka obrolan ringan dengan Maya sambil menunggu taksi mereka sampai.


"Belum Vin. Loe kayak nggak tau mantan kawan setim loe aja kalau udah kerja kayak gimana nya." ujar Maya yang memang sudah sangat paham dengan bagaimana cara bekerja Ivan selama ini.


"Kayaknya mereka sibuk sekali setelah sekian hari liburan May. Loe harus sabar aja." ujar Vina menyemangati Maya.


"Iya Vin. Lagian yang kemaren salah gue juga pake kabur segala." ujar Maya yang mengulangi kembali penyesalannya.


"Udah nggak perlu nyesel. Besok besok jangan ulangi lagi." ujar Vina berpesan kepada Maya.


"Siap bos nggak akan ulangi lagi" jawab Vina.


Ponsel Vina kemudian berdering, Vina melihat nama taksi online yang muncul di layar ponsel miliknya. Vina kemudian mengangkat panggilan itu.


"Hallo Nona Vina. Saya sudah berada di depan pintu masuk lobby" ujar sopir taksi online.


"Baik Pak. Kami akan keluar" Jawab Vina.


Vina kemudian keluar dari dalam gedung apartemen. Dia melihat sebuah mobil yang sesuai dengan yang diinfokan oleh sopir taksi sudah berada di lobby apartemen. Vina dan Maya kemudian masuk ke dalam mobil.


"Mall pusat Nona?" ujar sopir taksi memastikan kembali tempat yang akan mereka tuju.


"Benar Pak. " jawab Vina menjawab pertanyaan sopir taksi.


Mobil mulai bergerak menuju tempat sesuai dengan yang ditunjukkan aplikasi. Sopir berkendara dengan kecepatan sesuai dengan yang diinstruksikan oleh aplikasi.


"Kamu sudah kasih tau Ivan kalau kita akan ke mall?" tanya Vina kepada Maya.


"Sudah. Tadi aku sudah mengirim psan chat kepada Ivan" Jawab Maya yang memang sudah memberitahukan kepada Ivan kalau dia dan Vina akan pergi ke mall berdua.


Sopir mobil berbelok masuk ke dalam area mall pusat. Sopir kemudian berhenti tidur di tempat biasa menurunkan penumpang.


"Lewat aplikasi Pak." ujar Vina yang memang sudah melakukan pembayaran lewat aplikasi.

__ADS_1


"Terimakasih Nona." Jawab sopir taksi.


Vina dan Maya kemudian masuk ke dalam mall. Mereka akan berkeliling mall, mereka berniat untuk cuci mata saja tanpa membeli apapun itu.


"Ada yang mau loe beli Vin?"


"Nggak ada May. Ntah nanti pas saat kita keliling ada yang gue mau. Kalau untuk sekarang belum ada. Elo giman?" ujar Vina balik bertanya kepada Maya.


"Gue juga nggak ada yang mau gue beli. Lebih tepatnya belum ada gambaran. Sama kayak elo." jawab Maya.


"Ya udah keliling keliling aja dulu yang jelas" ujar Vina memutuskan apa yang akan mereka lakukan di mall pusat itu.


Mereka kemudian berjalan jalan di mall. Mereka masuk ke dalam beberapa counter counter penjual pakaian. Vina dan Maya benar benar hanya cuci mata saja.


"Laper Vin, makan yuk" Ujar Maya yang memang sudah merasakan lapar di perutnya.


"Oke. Mau makan dimana?" ujar Vina yang tidak tau mereka akan makan dimana.


"Foodcourt aja. Ngapain masuk restoran. Nggak asik."


Maya memberikan ide kemana mereka akan makan. Mereka berdua kemudian berjalan menuju Foodcourt seperti yang diminta oleh Maya.


"Di negara U kita nggak pernah nengok Foodcourt kayak gini Maya. Jadi, mari kita puas puasin makannya."


Mereka kemudian mengambil semua menu makanan yang mereka inginkan. Menu makanan disajikan secara prasmanan di Foodcourt itu. Setiap pengunjung bebas mau menunjuk makan apa, nanti pelayan akan mengambilkan menu yang di mau. Setelah mengambil menu yang disukai pengunjung tinggal bayar di kasir dan sudah bisa menikmati makanan mereka masing masing.


Vina dan Maya kemudian membayar semua makanan yang telah mereka ambil. Setelah selesai. Melakukan pembayaran mereka kemudian memilih duduk di bagian paling depan Foodcourt, jadi. Mereka bisa melihat siapa saja yang lewat.


"Segina banyak makanan hanya kena dia lima, coba di restoran wow menjerit dompet gue ngeluarin duit." ujar Maya


"Hahahahaha. saku saku langsung menangis ya May pas mau bayar." Vina setuju dengan apa yang dikatakan oleh Maya.


Mereka berdua kemudian makan sambil bercerita berbagai hal. Vina dan Maya sekali sekali terlihat tertawa setelah mengatakan sesuatu.


Vina tiba tiba terdiam, dia melihat seseorang yang paling dihindari oleh dirinya selama ini. Maya menatap ke arah Vina.


"Ada apa?" tanya Maya.


"tengok lurus ke belakang loe. Loe akan tau siapa yang gue lihat barusan." ujar Vina sambil menata letak rambutnya kembali.


Maya kemudian menatap ke arah yang diminta oleh Vina. Maya pun kaget melihat apa yang dimaksud oleh Vina.


"Kok ada dia coba?" ujar Maya saat tau siapa yang tadi membuat Vina kaget.


"Nggak jelas juga. Lagian nggak ada tulisannya Danu dilarang masuk mall" ujar Vina lagi.

__ADS_1


Vina telah bisa menguasai dirinya kembali. Jadi, dia bersikap biasa saja saat menyebut nama Danu.


"Apa kita pulang aja?" Maya memberikan penawaran kepada Vina.


"Ngapain.sini ajalah. Nggak perlu pake acara pergi." kata Vina yang enggan kabur dari realita yang ada di depan matanya.


"Yakin?" tanya Maya memastikan keadaan Vina.


"Yakin. Gue nggak apa apa." jawab Vina.


Mereka kemudian melanjutkan menghabiskan makanan yang telah dibeli di Foodcourt. Setelah selesai makan Vina dan Maya kemudian pergi menuju tempat lainnya.


Danu yang sedang mengobrol dengan kokega bisnisnya, mencium wangi parfum yang sangat dikenalnya. Danu melihar ke arah dua wanita. Danu hendak mengejar, karena dia sangat yakin, kalau dia sangat kenal dengan dua wanita yang baru lewat di sampingnya. Tetapi Danu tidak mungkin meninggalkan rekan bisnisnya itu sendirian. Jadi, dia membatalkan niatnya. Dia berencana nanti saja mengejar kedua wanita itu.


Danu mulai tidak tenang duduk di kursinya. Rasanya dia ingin langsung berlari mengejar kedua wanita itu.


"Riko, gue tinggal dulu ya. Gue harus kembali ke perusahaan." ujar Danu yang akhirnya tidak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak mengejar Vina dan Maya.


"Oke sip. Gue juga mau balik ke perusahaan. Terimakasih atas kerjasamanya." Ujar Riko.


Danu kemudian langsung berjalan menuju ke tempat Vina dan Maya berbelok. Danu mencari di setiap sudut mall pusat itu. Tetapi Danu sama sekali tidak menemukan Vina da Maya.


Danu yang sibuk mencari Vina dan Maya lupa dengan satu tempat yang sering didatangi wanita kalau ke mall. Apalagi kalau bukan tempat orang menjual pakaian dalam. Maya dan Vina sedang berada di sana memilih milih pakaian dalam mereka masing masing.


Setelah puas memilih dan menemukan pakaian dalam yang cocok Vina dan Maya melakukan pembayaran ke kassa.


"Kemana lagi Vin?" ujar Maya saat mereka sudah berada di luar counter penjual pakaian dalam wanita.


"Pulang yok May. Capek gue." ujar Vina mengajak Maya untuk kembali pulang menuju apartemen Ivan.


"Sip" Maya setuju dengan Vina.


Mereka berdua kemudian pergi meninggalkan mall pusat untuk kembali menuju apartemen Ivan. Vina dan Maya masuk ke dalam taksi online yang banyak berada di mall pusat.


Danu yang baru saja keluar dari mall, hanya dapat melihat Vina sekilas saja.


"Vina" ujar Danu.


Tapi apa daya Danu, taksi online yang membawa Vina sudah langsung pergi meninggalkan Mall pusat.


"Sial. Ternyata memang Vina" ujar Danu.


"Dia nginap dimana ya?" kata Danu berbicara sendirian.


Orang yang dicari carinya selama ini sudah berada di tempat yang sama dengan dirinya. Tetapi sayangnya Danu tidak bisa menemukannya. Nasib berkata lain dengan Danu saat ini.

__ADS_1


__ADS_2