Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Menonton


__ADS_3

Danu, Vina dan Deli kemudian berjalan menuju mobil mereka yang berada di parkiran.


"Ayah, kalau Tante Maya belum pulang ke rumah Bunda Kue, boleh nggak kalau Deli yang menemani Bunda untuk beberapa hari ini tidur di rumah Bunda kue?" tanya Deli sambil menatap ke arah Ayahnya untuk mendapatkan izin dari Danu supaya diizinkan untuk tidur di rumah Bunda kuenya itu.


"Kalau Ayah katakan nggak boleh gimana sayang?" tanya Danu kepada Deli.


Deli terlihat berpikir sesaat. Dia kemudian tersenyum penuh arti.


"Aku akan katakan ke nenek. Kan Ayah besok udah nggak di sini lagi" ujar Deli sambil tersenyum kepada Danu.


"Kamu memang terlalu banyak ide sayang. Saking banyaknya sampai sampai membuat Ayah nggak bisa menebak kemana arah pemikiran kamu" ujar Deli kepada Danu.


"Haha haha. Ayah kan udah tau siapa aku. Jadi, percuma aja Ayah ngelarang ngelarang aku" ujar Deli sambil tersenyum melihat ke Ayahnya itu.


"Haha haha haha. Gimana lagi sayang. Ayah hanya suka menggoda kamu saja sayang" ujar Danu sambil tersenyum menatap ke arah Deli.


Vina hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan dua orang itu. Kelakuan yang benar benar absurd yang pernah Vina lihat. Ayah dan anak sama sama keras kepala. Sama sama tidak mau mengalah apapun yang terjadi.


"Kalian sama aja berdua. Capek nengoknya" ujar Vina sambil menatap Ayah dan anak itu.


"Ayah, kita pulang ke mansion hari ini?" tanya Deli yang melihat jam sudah pukul delapan malam.


"Iya sayang, Ayah besok mau pulang ke negara I bagaimanapun juga kita tetap harus kembali ke mansion" ujar Danu menjawab pertanyaan dari Deli.


"Yah gitu banget ya yah. Emang harus ya pulang besok?" tanya Deli sambil melihat ke arah Danu.


"Harus sayang. Om Frans bisa marah nanti kalau Ayah tidak pulang cepat" ujar Danu memberikan pengertian kepada anaknya itu.


"Oke. Tapi aku akan main dengan Bunda kue" ujar Deli menekankan kembali pernyataannya.


"Iya iya. Kamu main sama Bunda kue" ujar Danu sambil menatap ke arah Deli.


"Yes" ujar Deli dengan sangat semangat.


"Tapi kamu tanya dulu, Bunda kue mau nggak main sama kamu" ujar Danu kepada Deli sambil menatap anaknya itu.

__ADS_1


"Itu yang nggak tau, apa Bunda kue mau nggak main dengan aku. Takutnya Bunda kue sibuk, jadi nggak mau main sama aku" ujar Deli lagi sambil menatap ke arah Vina.


"Tanyalah sama Bunda kue" lanjut Danu memberikan usul kepada Deli untuk bertanya kepada Bunda kuenya itu.


Deli mengangguk.


"Bunda kue, apa Deli boleh main dengan Bunda kue selama Deli ada di sini?" ujar Deli bertanya kepada Bunda kuenya itu dan sangat berharap Bunda kue menjawab dengan kata boleh.


"Loh tapi selama tante Maya masih di rumah sakit? Kok sekarang berubah selama kamu di negara ini" ujar Danu heran dengan pertanyaan dari anaknya itu.


"Kan nggak apa apa Ayah. Mana tau boleh" ujar Deli sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Boleh sayang. Kamu boleh main dengan Bunda kue selama kamu berada di negara ini. Jangan khawatirkan masalah itu. Kalau nenek nyuruh kamu untuk tidur di mansion, maka Bunda kue juga akan tidur di situ" ujar Vina berusaha menjaga agar suasana hati Deli tetap bersahabat seperti biasanya.


"Bunda kue janji?" tanya Deli sambil menatap Vina dengan tatapan berbinar binar kesenangan karena Vina mau menemani dirinya selama dia di sini.


"Janji" ujar Vina kepada Deli.


"Deli bahagia Bunda. Sangat bahagia sekali" kata Deli sambil bersorak karena Vina mau bermain dengan dirinya selama itu.


"Jadi, kamu bahagia sayang kalau bisa main dengan Bunda kue?" tanya Danu kepada Deli.


"Bahagia sekali Ayah. Sangat bahagia. Kalau bisa Deli main tiap hari dengan Bunda kue tanpa harus terpisah karena Bunda kue harus bekerja" ujar Deli sambil menatap ke arah Danu dan Vina bergantian.


"oh ya sayang, kalau kamu bekerja apa Deli tidak akan mengganggu kamu nantinya?" ujar Danu yang takut kalau Deli akan mengganggu Vina saat bekerja nanti.


"Nggak sayang. Aku bawa aja. Jangan dipusingkan hal itu. Kamu fokus aja dengan urusan kamu di sana. Deli biar jadi urusan aku" ujar Vina.


Tak terasa mereka telah sampai di tempat para mahasiswa yang sedang mengamen itu.


"Sayang jangan berhenti di sini. Kita ke kafe dulu, nanti dari kafe kita naik motor ke sini" ujar Vina menghentikan Danu yang akan memarkir mobilnya di pinggir jalan itu.


"Oh oke."


Danu kembali melajukan mobilnya menuju kafe. Danu kemudian memarkir mobilnya di tempat parkir yang masih kosong. Mereka bertiga kemudian turun dari dalam mobil.

__ADS_1


"Tunggu di sini bentar ya, Aku minjam motor dulu ke karyawan yang ada di dalam" ujar Vina sambil berjalan menuju kafe.


Vina meminjam sebuah motor kepada karyawannya. Setelah itu Vina kembali menuju tempat parkir.


"Ayuk jalan" ujar Vina kepada Danu dan Deli.


"Bunda tau motornya yang mana?" tanya Deli kepada Vina yang dengan percaya dirinya akan langsung main pergi saja.


"Nggak sayang. Bunda kue lupa tanya yang mana motornya" ujar Vina sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Dasar Bunda kue" ujar Deli sambil tersenyum kepada Vina.


"Maafin Bunda kue sayang" jawab Vina kepada Deli.


Vina kembali ke dalam kafe. Dia menemui pemilik motor dan langsung membawa pemilik motor menuju tempat parkir motor.


"Motornya yang mana?" tanya Vina kepada karyawan tersebut.


Karyawan mengambilkan motor miliknya. Vina, Danu dan Deli kaget karena jarak motor hanya tiga motor dari tempat mereka berdiri.


"Nampak kali nggak motor kita." ujar Deli menahan tawanya.


Mereka bertiga kemudian naik ke atas motor. Deli duduk di bagian tengah.


"Ayah enak ternyata naik motor. Kita nggak singgah sebentar aja di tempat itu Ayah. Kasih uang sama mereka, terus kita langsung aja pergi lagi." ujar Deli yang terlalu senang saat naik motor.


"Kamu ini perdana naik motor sayang?" tanya Vina kepada Deli.


"Iya Bunda, ini perdana. Selama ini nggak pernah naik motor. Selalu pakai mobil" ujar Deli dengan nada terlalu senang karena bisa naik motor di negara U.


Mereka akhirnya sampai di tempat yang dituju. Danu memarkir motor di pinggir jalan. Mereka bertiga kemudian berjalan menuju para mahasiswa yang sedang melakukan pertunjukan itu.


"Haha haha. Mari kita goyang goyang Bunda" ujar Deli mengajak Vina untuk bergoyang.


"Malas sayang." ujar Vina yang malu dilihat orang ramai itu.

__ADS_1


Mereka kemudian menikmati dua lagu yang dibawakan oleh kelompok mahasiswa itu. Setelah selesai, mereka kemudian naik kembali ke atas motor. Mereka akan berkeliling keliling menikmati indahnya negara U dengan berkendara menaiki motor


__ADS_2