Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Kafe Maya


__ADS_3

"Nona Vina, apa bisa mobil parkir di dalam, masalahnya sepertinya kafe sedang ramai pengunjung" ujar Manager yang sepertinya sulit untuk memasukkan mobil ke dalam parkiran kafe. Kafe pagi itu memang terlihat sangat ramai pengunjung. Beberapa mobil pengunjung sudah harus parkir di jalan karena tidak kebagian lahan parkir lagi di parkiran kafe.


Vina melihat parkiran yang cukup ramai sekali, Vina juga ragu apakah mobil masih bisa muat atau tidak lagi di parkiran kafe.


"Parkir luar aja dulu Pak. Nanti akan saya minta tolong karyawan untuk membawa mobil masuk ke dalam" ujar Vina menyarankan kepada Manager untuk memarkir mobil di luar saja terlebih dahulu.


Nanti Vina akan meminta bantuan kepada salah satu karyawan untuk memasukkan mobil ke dalam parkiran saat ada pengunjung yang keluar dari kafe.


"Bunda, kafe nya rame banget bunda. Semalam rasanya tidak serame ini kali" ujar Deli yang menatap pengunjung kafe yang begitu rame. Belum lagi pengunjung yang antri menunggu makanan yang akan dibawa pulang.


"Rezeki kamu sayang" ujar Vina sambil menggandeng tangan Deli untuk masuk ke dalam kafe.


"Bunda" ujar Deli yang tidak puas mendengar jawaban dari Vina.


"Semalam kita pulang cepat sayang. Kafe ramenya malam hari. Sedangkan kita kemaren sudah langsung melihat pertunjukan ngamen dan kembali ke mansion. Makanya kamu tidak melihat betapa ramenya kafe saat malam hari" ujar Vina menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Deli kepada dirinya tentang keadaan kafe semalam.


"Ayo Papi, Mami, Pak Manager kita turun" ujar Vina mengajak Papi dan yang lainnya untuk turun dari dalam mobil dan langsung berjalan menuju kafe.


Vina melihat seorang pelayan yang sedang membawa lap untuk membersihkan meja.


"Hay, tolong antarkan Papi dan Mami serta Bapak ini ke meja yang kosong ya. Terimakasih sebelumnya" ujar Vina yang meminta pelayan itu untuk mengantarkan Papi, mami dan pak manager menuju tempat yang kosong.


"Baik Nona Vina" jawab pelayan yang setuju untuk mengantarkan Papi, Mami serta Pak Manager menuju meja yang kosong barada di sudut kafe.


Papi, Mami dan Pak Manager mengikuti pelayan kafe. Papi dan yang lainnya juga sudah memesan menu apa yang akan mereka makan di kafe tersebut. Pilihan menu itu berdasarkan rekomendasi dari pelayan kafe yang mengantarkan mereka tadi ke tempat duduk tersebut.


"Kamu ikut dengan bunda aja ya" ujar Vina sambil melihat ke arah Deli yang berdiri di sebelah Vina.


"Oke" jawab Deli sambil melihat ke arah Vina.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam kafe. Vina melihat kesibukan yang sangat luar biasa di kafe hari ini. Semua koki memasak tidak berhenti berhenti. Mereka terus saja memasak.


"Kamu duduk di sini ya sayang. Bunda ke dalam sebentar. Mau menyiapkan pesanan Nenek dan Atuk" ujar Vina kepada Deli.

__ADS_1


Vina meminta Deli untuk duduk di kursi yang ada di dekat kasir. Vina kemudian menuju dapur. Dia melihat makanan yang dipesan oleh Papi dan Mami serta manager.


Vina yang sudah hafal apa yang harus dilakukan olehnya. Langsung saja mengolah semua bahan bahan itu menjadi makanan yang dipesan oleh Papi dan Mami.


Deli melihat ke arah Vina yang bekerja dengan sangat luwes. Vina sama sekali tidak terlihat kaku saat berada di dapur.


"Bunda masak yang enak ya. Deli juga mau" teriak Deli dari arah kasir.


Kasir yang berada di depan Deli kaget mendengar suara teriakan Deli yang menggelegar dari arah belakang.


"Siap sayang. Bunda akan masak masakan spesial untuk kamu sayang. Bunda pastikan rasanya pasti akan lezat" jawab Vina sambil menatap ke arah Deli sesaat dan mengangkat sendok goreng yang dipakai oleh Vina untuk membuat masakannya.


Sari yang baru datang dari perusahaan menuju Vina yang sedang bergelut di dapur dengan semua jenis masakan yang sedang dibuat oleh Vina.


"Hay Vin" ujar Sari menyapa Vina yang sedang menaruh makanan terakhir di atas piring.


"Hay, kapan loe balik dari negara E?" ujar Vina yang memang meminta Sari untuk pergi ke negara E mengurus beberapa bisnis mereka di sana.


"Udah pulang tadi. Tu di sana ada Papi dan Mami Danu" ujar Vina menunjuk dimana Papi dan Mami Danu sedang duduk sambil mengobrol santai.


"Deli?" tanya Sari yang teringat dengan anak dari sepupunya itu.


"Tu, di kasir duduk" ujar Vina menyebutkan dimana keberadaan Deli sekarang ini.


"Ooo. Aku kira dia ikut pulang dengan Ayahnya" ujar Sari sambil menatap ke arah Deli yang memang sedang duduk di kasir.


"Mereka tinggal di mansion keluarga yang letaknya di pinggiran kota. Di kebun anggur" ujar Vina memberitahukan kepada Sari dimana semua anggota keluarga dari Danu tinggal selama berada di negara U.


"Jadi mereka punya mansion di sini?" ujar Sari pura pura tidak tahu dan terkejut saat mendengar kalau keluarga Danu memiliki mansion di negara U.


"Ada. Tu di pinggiran kota. Gue juga baru tahu" ujar Vina.


Vina sudah selesai menata makanan untuk Papi dan Mami. Vina sudah meminta seorang pelayan untuk mengantarkan makanan ke tempat Papi dan Mami duduk.

__ADS_1


"Ayuk ke tempat Deli" ujar Vina mengajak Sari untuk ke tempat Deli duduk menunggu Vina dari tadi.


"Sayang, perkenalkan ini sahabat terbaik bunda. Namanya tante Sari." ujar Vina memperkenalkan Sari kepda Deli.


Deli menatap Sari dengan sangat lekat. Deli menangkap kalau orang yang di depannya ini adalah anak dari kakek gantengnya yang berada di negara I.


"Hay tante Sari. Aku Deli anak dari Danu dan Bunda kue" ujar Deli dengan sangat ramah berkenalan dengan Sari.


Sari tersenyum hangat kepada anaknya itu. Dia tidak menyangka kalau anak Danu akan secerdas dan sebijak itu berkenalan dengan dirinya.


"Nona Vina, bisa tolong sebentar?" ujar Rina berteriak dari arah dapur.


Sepertinya Rina terbentur untuk menyiapkan satu makanan yang kadang kadang hanya bisa di masak oleh Maya kalau tidak Vina.


"Bentar Rina" ujar Vina menjawab dari arah kursi tempat dia dan Sari serta Deli duduk bertiga.


"Gue titip Deli dulu ya Sar." ujar Vina kepada Sari.


"Kamu dengan tante Sari dulu ya Deli. Bunda mau bantu tante Rina di dapur sebentar" ujar Vina meminta Deli untuk mengobrol dengan Sari sebentar karena dia mau membantu Rina di dapur.


"Oke Bunda" jawab Deli dengan nada bahagia karena dia diberikan kesempatan untuk berbincang bincang dan mengobrol ringan dengan Sari.


Vina berjalan menuju dapur tempat Rina memanggil Vina tadi. Sedangkan Deli sekarang duduk berdua dengan Sari di tempat mereka duduk bertiga.


"hay tante. Aku tahu siapa tante sebenarnya" ujar Deli sambil tersenyum hangat kepada Sari.


Sari yang mendengar apa yang dikatakan oleh Deli menjadi ternganga. Sari menatap Deli dengan sangat lekat.


"maksud kamu apa Deli?" tanya Sari yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Deli kepada dirinya.


"apa perlu Deli jelaskan kepada Tante Sari?" tanya Deli dan menatap lekat ke manik mata Sari.


Sari mengangguk. Sari memang butuh diberitahu apa maksud dari perkataan Deli tadi. Sari sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Deli tadi.

__ADS_1


__ADS_2