Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Eee Terciduk Lagi


__ADS_3

Danu yang melihat Ranti bergandengan tangan dengan seorang pria membuat hatinya manjadi luar biasa panas. Danu ingin melabrak Ranti di tengah keramaian. Tapi Danu masih berpikir, kalau dia melakukan hal memalukan itu, maka semua orang akan tau keretakan rumah tangganya. Danu akhirnya mengeluarkan ponselnya, dia merekam semua kejadian tersebut dengan hati yang penuh dengan api. Iwan yang melihat semua kejadian juga merasakan amarah yang luar biasa. Ingin rasanya Iwan menampol kepala istri temannya itu dan ingin menonjok muka selingkuhan istri temannya. Tapi apalah daya Iwan, Danu saja masih bersikap wajar.


"Dan, balik yuk. Gerah gue di sini" kata Iwan sambil mengibaskan tangan di depan mukanya.


"Santuy bro. Gue aja biasa, masak loe yang panas."


"Beneran loe biasa aja?" tatap tajam mata Iwan mencari kejujuran di mata Danu.


Danu melepas kontak matanya dengan Iwan. Danu tidak ingin Iwan menemukan kebohongan di matanya.


"Udahlah Dan, kalau loe udah nggak sanggup, ayuk kita pindah tempat aja"


Akhirnya Danu dan Iwan pindah ke tempat yang lain. Sebelum pindah tempat Iwan sempat melipir ke tempat istri Danu duduk.


"Ranti?" kata Iwan pura pura terkejut melihat Ranti ada di situ.


Ranti yang melihat ada Iwan di sana lalu memerhatikan sekitarnya. Ranti melihat ke semua arah. Iwan tau siapa yang dicari Ranti.


"Gue sendirian. Loe dengan siapa?"


"Oh dengan kolega bisnis loe" lanjut Iwan sambil menatap tajam ke arah selingkuhan Ranti.


"Oh ini. Perkenalkan kak Iwan. Ini Dendi temanku" kata Ranti dengan wajah gugupnya.


"Iwan" kata Iwan kepada Dendi.


"Dendi" jawab Dendi


"Oh Dendi pemilik perusahaan Z kan ya? Oh kalian pasangan yang sangat cocok, sama sama pengusaha muda. Kalian sepasang kekasih?" tanya Iwan sambil menatap Dendi.


"Tebakan anda betul Iwan. Kami sepasang kekasih. Ideal bukan, sama sama pengusaha muda" kata Dendi menyombongkan dirinya.


"Tadi Ranti ngomong kalian teman?" kata Iwan sambil menatap Ranti.


"Oh teman tapi mesra maksud Ranti kali ya. Kalian berdua betul betul sangat cocok. Pasnya ya gini direktur dengan direktur. Bukan direktur dengan manager" kata Iwan.


Ranti yang tau Iwan menyindir dirinya, langsung menatap memohon kepada Iwan. Iwan pun tersenyum kepada Ranti.


"Oke gue jalan dulu. Ada teman gue yang nunggu di mobil. Teman sama sama galau"


Iwan kemudian kembali ke mobil. Danu yang tau Iwan kemana langsung menatap tajam Iwan meminta penjelasan.


"Wan?"

__ADS_1


" Direktur perusahaan Z, Dan. Malahan kata tu cowok mereka pasangan yang tepat. Direktur dengan direktur. Bukan direktur dengan manager. Hahahahahahah" Iwan tertawa setelah berhasil menyindir Danu.


"Somplak loe bray" kata Danu yang sadar dirinya disindir habis oleh Iwan.


"Jalan kemana neh?" kata Iwan sambil melajukan mobilnya meninggalkan sepasang kekasih yang lagi mabuk asmara itu.


Tiba tiba notifikasi pesan Iwan berbunyi. Iwan menepikan mobilnya terlebih dahulu.


✉️ 08126600112233


Kan Iwan, ini Ranti. Tolong jangan cerita dengan Kak Danu ya. Pleace.


✉️ Iwan


Bukan urusan gue. Happy fun.


Iwan memerlihatkan isi pesan Ranti kepada Danu. Danu kemudian geleng geleng tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ranti.


"Kenapa dia ngirim pesan kayak gini ke gue ya Dan? Apa maksudnya?"


"Gue juga nggak tau Wan, apa maksudnya."


Iwan mulai merasa bahwa Danu mulai tidak nyaman dengan pembicaraan tentang Ranti.


"Kita kemana lagi neh. Muter muter nggak jelas malez. Atau kita ke kontrakan Ifan aja Dan. Kita ajak juga tu anak muter muter nggak jelas"


Iwan kemudian memutar arah mobilnya kembali. Iwan langsung menuju kontrakan Ifan yang dekat dengan kantor mereka.


Sesampai di depan kontrakan Ifan, Iwan menghubungi Ifan.


"Hallo Fan, loe di kontrakan kan sekarang?"


"Iya bang. Gue lagi gabut nggak jelas mau ngapain." jawab Ifan dengan nada malas.


" Hah pas itu. Loe temanin gue Fan. Mau?"


"Nemanin ngapain bang. Kalau nemanin duduk kosong gue malez. Mending gue tidur" jawab Ifan dengan nada males.


"Loe turun aja Fan. Gue udah di depan kontrakan loe neh."


" Ye loe nggak nunggu persetujuan gue dulu bang. Mana tau gue sedang ada kegiatan." kata Ifan.


"Jomblo ngenes kayak loe mana ada kerjaan malam malam. Loe turun cepetan, gue udah lumutan ini." kata Iwan mulai esmosi.

__ADS_1


Ifan kemudian turun untuk menemui Iwan. Sesampainya di bawah Ifan tidak melihat motor Iwan. Ifan hanya melihat mobil managernya yaitu Danu. Ifan melangkahkan kakinya menuju mobil Danu.


Ifan mengetuk kaca jendela mobil Danu. Iwan menurunkan kacanya.


"Naik loe" perintah Iwan kepada Ifan.


Ifan langsung naik di depan. Betapa terkejutnya Ifan saat menoleh ke belakang ada bosnya.


"Eh ado bos. Malam bos. Lagi galau bos?"


"Bukan lagi galau lagi Fan. Lagi setereh siap nonton film rintihan hati suami." kata Iwan memplesetkan judul sinetron salah satu televisi swasta ternama.


"Hahahahahaha. Ending nya gimana bos. Nyesek atau cakar cakaran"


" Nyesek bro." jawab Iwan.


"Nyesel gue jemput loe Fan" kata Danu. Dia menyesal udah menyetujui Iwan untuk menjemput Ifan. Dia makin dibulky dua karyawannya.


"Jadi gimane ceritanya bang kok bisa ada film yermehek mehek langsung gitu?"


Iwan kemudian menceritakan semua kejadian plus ditambah dengan segala macam micin yang bisa dimasukkan.


"Rugi gue bang nggak nengok siaran langsungnya." kata Ifan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nah itu yang bikin noh manager kita yang tampan ini menjadi galau yang tak ketulungan. Loe bayangin aja, teman tidur loe mesra mesraaan di depan mata loe. Betapa sakitnya hati ini" ucap Iwan sambil memegang dadanya.


"Sialan loe berdua ya. Awas loe berdua, akhir pekan gue kasih kerjaan yang menumpuk biar nggak bisa libur sekalian" teriak Danu.


"Eee bos manager jangan semena mena dengan karyawan ye. Urusan pribadi tidak bisa disangkut pautkan dengan urusan kantor. Dipisah. Emang pak manager sama dengan ibu ibu yang lagi PMS?" lanjut Ifan dengan muka yang tambah membuat kesal Danu.


Danu yang mendengar jawaban Ifan yang asal keluar itu langsung mati gaya. Danu tidak tau lagi bagaimana cara menghindari bully kedua karyawan kantor nya dan sekaligus temannya itu. Danu lebih memilih pasrah aja.


Mereka bertiga lalu raun tidak tentu arah. Tiba tiba Ifan ngomong sesuatu yang buat Danu makin panas dingin.


" Pak. Ini kan udah malem banget neh. Tidak perjalanan para wanita lagi. Gimana kalau kita ke rumah bapak aja. Mastiin tu bini pulang apa kagak" kata Ifan memberikan sebuah ide yang dia kira cemerlang padahal blangsak.


" Gue setuju Dan. Gimana menurut elo?" Iwan menatap Danu.


" Ya udah langsung aja ke rumah"


Mereka kemudian langsung meluncur ke rumah Danu.


**********************************************

__ADS_1


Apakah istri Danu ada di rumah mereka


Atau istri danu berada di tempat lain


__ADS_2