
"kamu tahu nggak sayang. kamu itu dikelilingi oleh orang orang baik yang rela berbuat apapun untuk kamu" kata Maya saat dirinya memeluk Deli yang sangat jarang berpisah negara dengan ayah nya itu.
Maya terus saja memeluk Deli. Vina yang melihat Deli sangat menikmati sarapan yang dibuat oleh Maya membuat hati Vina bersorak. gembira.
"Seperti yang dikatakan Bunda tadi. kami semua siap mati untuk kamu. jadi kamu jangan pernah bersedih lagi." lanjut Maya memberikan pesan kepada. Deli kalau terpuruk lama lama, maka orang tersebut akan dikucilkan oleh lingkungan tempat tinggal mereka maupun lingkungan sekolah.
"Punya nggak punya Bunda, kamu akan tetap menjadi tuan putri terbaik yang kami punya" kata Maya melanjutkan memberi motivasi kepada Deli. Maya masih terus memeluk Deli. Dia sama sekali tidak berniat untuk melepaskan pelukannya itu
"jadi Mami Maya sayang banget sama Deli?" tanya Deli sambil menatap mata Maya yang berwarna hitam gelap itu
"Ya mami Maya sangat sayang dan begitu peduli dengan anak cantik Vina ini."
"Tapi sudah tante katakan sama kamu sayang. Tante siap mati untuk kamu. Tante akan berada di garis terdepan untuk melakukan apa yang kamu minta dan menghadapi orang orang yang berbuat jahat sama kamu" kata Maya melanjutkan memberikan pengertian kepada Deli
Deli menyimak semua yang dikatakan oleh Mami Maya itu. Deli sama sekali tidak melawan dengan apa yang dikatakan oleh Maya. Semua yang dikatakan oleh Mami Maya adalah kebenaran dan sudah bisa dibuktikan.
" ya udah kita selesaikan dulu tangis tangisan ini, serta sedih-sedihan ini, lebih baik kita pergi sarapan karena mami Maya udah membuat nasi goreng kampung favorit kamu cantik" ujar Maya sambil melepaskan pelukannya dari Deli.
"Bunda juga setuju dengan apa yang dikatakan Mami Maya. Lebih baik kita pergi makan terlebih dahulu, setelah itu baru kita main tangis tangisan lagi" kata Vina yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh kepada Deli dan juga dirinya.
__ADS_1
" setuju Bunda Mami tapi apa masakan Mami seenak masakan Bunda?" kata Deli yang memang belum pernah mencoba masakan yang dibuat oleh Maya.
selama berada di negara U, Deli hanya memakan masakan yang dibuat oleh Nenek dan juga dibuat oleh Vina. Deli sama sekali belum pernah mencoba masakan yang dibuat oleh Maya
" sayang kamu tidak boleh meragukan rasa masakan yang dibuat oleh pemilik cafe yang terkenal di negara ini." kata Vina yang tidak ingin membuat Deli meremehkan rasa masakan yang dibuat oleh Maya untuk sarapan mereka pagi hari ini, sebelum mereka melakukan semua aktivitas yang harus mereka lakukan seharian penuh
" kan Deli Cuma bertanya Bun. Deli kan nggak pernah mencoba masakan dari mami Maya." kata Deli membela dirinya karena sudah langsung menanyakan bagaimana masakan Maya Apakah seenak masakan Vina atau seenak masakan neneknya
" Bunda recommended kan kepada kamu masakan yang dibuat oleh Mami Maya"
" masakan yang dibuat oleh Mami Maya sudah sangat terkenal, jadi kamu Jangan pernah meremehkan rasa masakan yang dibuat oleh Mami Maya saat ini. Bunda bisa yakinkan kamu kalau masakan itu luar biasa lezat" kata Vina memberikan pengarahan atau mengajarkan kepada Deli Apa yang dilakukannya tadi itu adalah salah. Deli sama sekali tidak boleh meragukan apa yang telah dibuatkan oleh orang untuk mereka makan bersama-sama
" Wow Apakah itu benar Bun?" tanya Deli dengan semangat karena mendengar kalau masakan Maya sangatlah lezat seperti masakan Vina.
" kalau begitu apalagi yang harus kita tunggu. Ayo mari kita ke meja makan untuk menikmati sarapan yang telah dibuat oleh Mami Maya"
Deli menggandeng tangan Vina di sebelah kanan dan tangan Maya di sebelah kiri. sedangkan Deli berada di tengah-tengah antara Vina dan Maya. Lili sangat bahagia karena dia sekarang memiliki dua orang ibu serta satu orang tante yang pasti akan membela dirinya selama mereka tinggal di negara U.
Bik Imah yang melihat kedekatan antara Nona Deli dengan kedua Nona mereka, membuat bi Imah merasa sangat bahagia saat melihat ketiga wanita itu berjalan dengan penuh kebahagiaan dan sekali diiringi oleh tawa kecil
__ADS_1
Vina Maya dan Deli kemudian duduk di meja makan yang telah disediakan. di atas meja makan itu terlihat nasi goreng kampung yang sangat menggugah selera, belum lagi tambahan telur mata sapi yang dibuat masak kuningnya, setelah itu adanya goreng ayam di atas meja makan yang membuat perut setiap orang yang melihat akan menjadi sangat lapar sekali
" Bagaimana Sayang apakah kamu suka dengan masakan yang telah Mami buat?" kata Maya bertanya kepada Deli Apakah Deli menyukai masakan yang telah dibuat oleh Maya sebelum mereka merasakan hasil olahan makanan tersebut.
" mami ini aneh, kan makanannya belum kita Cobain, di mana tahunya itu enak atau tidak" kata Deli sambil melihat ke arah Maya yang duduk tepat berada di depan Deli.
" ya sayang manilainya mulai dari bentuknya dong. setelah itu baru ke isinya Dan rasanya. Mami kan cuman bertanya kepada kamu menurut kamu apakah masakan yang mami buat ini enak atau tidak."
" walaupun sama sekali belum Deli dan Bunda nikmati, tetapi ini sengaja bunda lakukan untuk menghitung apakah nasi goreng ini akan sangat enak saat tampilannya sudah sangat bagus tersebu." kata Maya sambil melihat ke arah Deli yang sekarang sedang menatap ke arah nasi goreng dan juga menu pendukung lainnya.
"Ada yang udah nggak sabaran sama sekali ini"
"Ya udah mari kita makan"
Vina mengambilkan menu sarapan untuk Deli. Setelah itu barulah Vina mengambil menu sarapan untuk dirinya sendiri. Setelah Vina baru terakhir Maya untuk mengambil. menu sarapan yang sekarang berada di depan mereka.
Setelah piring masing masing terisi dengan berbagai banyak makan, mereka mulai menyuap makanan itu ke dalam mulut mereka masing masing. Mereka bertiga benar benar menikmati nasi goreng buatan Mami Maya.
"jadi bagaimana penilaiannya dari segi rasa?" tanya Maya kepada Deli yang telah selesai menghabiskan nasi yang luar biasa banyak itu.
__ADS_1
"Enak sangat enak. Deli sangat suka" jawab Deli sambil melihat ke arah Vina dan Maya.
"Intinya perfect to" lanjut Deli yang sangat memuji rasa masakan yang dibuat oleh Maya