
"Sayang, kok kamu dan Ayah bisa sampai ke sini? Ada apa?" tanya Vina yang penasaran kenapa Deli dan Danu bisa sampai ke negara U, apalagi tidak hanya mereka berdua saja yang datang tetapi juga Papi dan Mami ikut ke negara U.
"Ceritanya panjang sangat Bunda kue, besoklah Deli ceritakan ke Bunda kue ya. Hari ini yang jelas kita bertiga sudah bertemu." ujar Deli sambil tersenyum ke arah Vina.
Vina juga membalas senyuman yang diberikan oleh Deli kepada dirinya. Vina juga sangat bahagia dapat bertemu langsung dengan Deli. Selama ini mereka hanya bertemu lewat panggilan video call saja, sehingga Vina tidak bisa melihat Deli dengan sangat nyata seperti sekarang ini. Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Danu, malahan kebahagiaan Danu sangat berlebih dari pada kebahagiaan yang diperoleh oleh Vina dan Deli.
"Intinya saja sayang, Bunda kue sangat penasaran sekali, kenapa kamu bisa sampai di sini. Kalau Ayah besok besok saja kamu ceritanya. Tapi jawab pertanyaan Bunda, kamu lama di sini atau sebentar?" tanya Vina kepada Deli.
Vina sangat ingin Deli menjawab dengan kata lama bukan sebentar. Vina sangat ingin bermain dengan Deli di negara U sebelum Deli kembali kenegara I.
"Lama Bunda kue, belum tahu sampai kapannya. Jadi, kita berdua bisa main lama lama. Kalau Ayah besok pulang karena ada urusan yang akan membuat kita berdua menjadi bahagia Bunda kue" ujar Deli yang hampir saja keceplosan berbicara.
Untung saja Deli tadi melihat ke arah Ayahnya. Danu memberikan kode supaya Deli tidak mengatakan hal apa apa kepada Vina. Danu ingin ini menjadi kejutan bagi Vina, setelah selesai semua urusan dan Danu membawa selembar kertas yang bisa diberikannya kepada Vina. Surat yang akan membuat mereka berdua bisa memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
"Jadi, kamu pulang besok?" tanya Vina dengan nada sedih.
Danu yang melihat nada sedih yang terdengar dari cara Vina berbicara tadi membuat hatinya menjadi sangat sedih. Danu ingin mengundur kepulangannya minimal dua hari, tetapi apalah daya, urusan di negara I harus cepat diselesaikan untuk kebaikan dirinya, Vina dan Deli.
"Maaf sayang nggak bisa. Tapi aku janji dalam waktu cepat aku akan kembali ke sini, kalau urusan aku tidak selesai dalam seminggu, aku akan tetap datang ke sini untuk menemui kamu dan bocah kecil yang bawel ini" ujar Danu memberikan janji yang akan pasti dipenuhinya kepada Vina dan Deli.
"Janji?" tanya Vina yang tidak mau hanya diberi janji janji kosong saja oleh Danu, seperti yang terjadi beberapa tahun yang lewat.
"Nggak akan, aku pasti datang. Sekarang hari Sabtu berarti sabtu depan aku akan datang lagi ke sini. Kalau nggak percaya, kamu boleh teror aku dari hari kamis berdua dengan Deli. Aku tidak akan marah kalau kamu dan Deli menghubungi aku dan mengingatkan untuk pulang hari sabtu" ujar Danu memastikan kepada Vina kalau dia pasti akan datang di hari sabtu depan.
__ADS_1
"Sip, kalau bohong aku kabur lagi, tapi kali ini tidak sendirian, melainkan berdua dengan Deli" ujar Vina mengeluarkan ancaman yang paling ditakuti oleh Danu.
"Kamu aja yang ilang aku udah seteres sayang, apalagi berdua dengan Deli. Bisa mati berdiri aku saat tahu kalian berdua menghilang" ujar Danu menjawab ancaman yang dikatakan oleh Vina kepada dirinya.
Danu sama sekali tidak menyangka Vina akan memberikan ancaman seperti itu kepada Danu. Tetapi itulah Vina, dia akan melakukan segala cara agar orang yang dicintainya mencari dan menepati janji kepada Vina. Seperti yang dilakukan oleh Danu sekarang ini. Dia mencari Vina dengan kemampuannya sendiri tanpa menggunakan Ivan ataupun Iwan. Padahal apa salahnya Danu mengancam Ivan dan Iwan untuk bersedia memberi tahukan di mana Vina tinggal sekarang.
"Jadi, kenapa kamu datang sayang?" tanya Vina kembali bertanya kepada Deli.
"Karena Atuk kangen dengan pabrik anggur dan juga mansion milik atuk yang ada di negara ini Bunda kue sayang aku yang penasarannya sangat level dewa" ujar Deli menjawab kenapa dia dan keluarga yang lain bisa datang ke negara U.
'Tuhan maafkan Deli karena sudah membohongi Bunda kue. Ini Deli lakukan karena terpaksa. Deli nggak mau merusak rencana Ayah, maafkan Deli ya Tuhan' ujar Deli memohon ampunan kepada Tuhan dalam hatinya karena sudah berani membohongi bunda kue yang paling disayangi oleh Deli.
"Jadi, kamu ada mansion dan usaha di sini sayang?" tanya Vina kepada Danu.
Deli menatap dengan tatapan kasihan kepada Ayahnya itu. Vina melihat bagaimana cara Deli menatap kearah Danu. Vina sangat yakin Deli menyimpan cerita dalam hatinya. Vina akan bertanya besok kepada Deli. Dari tatapan Deli kepada Danu, Danu tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Deli saat ini.
"Daerah mana?" tanya Vina kepada Danu dan menatap sekilas kearah Deli.
"Daerah AS sayang." ujar Danu menjawab kepada Vina yang menanyakan di daerah mana mansion mereka berada.
"Wow lumayan jauh juga dari sini berarti, lewat pantai dulu setelah itu baru daerah tempat menanam anggur. Aku tahu di sana sangat banyak ladang anggurnya" ujar Vina menjawab kepada Danu kalau dia sangat tahu daerah itu.
"Kamu udah pernah ke sana?" tanya Danu kepada Vina.
__ADS_1
Danu menatap ke arah Vina. Danu sangat cemas kalau Vina ke sana sendirian. Daerah itu sangat jauh dari pusat kota.
"Pernah, hari itu kami melihat sebuah tempat yang akan kami bangun rumah peristirahatan. Tempatnya tidak akan jauh dari mansion kamu. Besoklah aku ke sana" ujar Vina menjawab kepada Danu kalau dia memang pernah pergi ke daerah sana tetapi cuma sekali saja.
"Bunda kue ikut kami aja ke sana hari ini, setelah itu besok kita antar Ayah ke bandara. Kemudian kita berdua main seharian" ujar Deli yang sangat ingin bermain dengan Bunda kuenya.
"Oke Bunda kue setuju. Hari ini bunda akan ikut kamu dan Ayah. Besok kita antar Ayah siap itu main" ujar Vina yang sangat setuju dengan ide yang diberikan oleh Deli kepada dirinya.
"Oh ya Sayang, maya masih sakit?" tanya Danu yang ingat dengan sahabat Vina yang sedang sakit itu.
"Iya sayang, mau ke sana?"
Vina menawarkan kepada Danu untuk pergi melihat sahabatnya yang sedang sakit tersebut.
"Boleh. Ayuk" ujar Danu setuju dengan ajakan Vina.
"Tunggu sini dulu ya" ujar Vina
Vina kemudian berjalan ke dalam kafe. Vina memberikan beberapa instruksi kepada karyawannya. Setelah itu barulah Vina kembali menuju tempat danu dan deli berada.
"Ayuk jalan" ajak Vina.
Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam mobil Danu. Mereka akan menuju rumah sakit tempat Maya di rawat.
__ADS_1