
Bagaimanapun Deli sangat yakin kalau Ayah dan Bundanya itu pasti akan menikah. Insting seorang anak yang sangat menginginkan kasih sayang orang tua yang lengkap, membuat Deli sama sekali tidak memikirkan lagi tentang mimpi buruknya semalam.
Vina memeluk Deli.
"Sayang, kamu harus yakin kalau kita akan menjadi keluarga" ujar Vina sambil tersenyum
Vina sudah bertekad apapun halangan dan rintangannya, dia akan tetap menikah dengan Danu, demi Deli dan demi cintanya.
Danu dan Frans sudah berada di dalam ruang mediasi tempat Danu dan Ranti besok akan bertemu pertama kalinya di gedung persidangan tersebut.
Danu mendengar pembicaraan yang dilakukan oleh teman Frans dan juga Frans tentang bagaimana jalannya persidangan mediasi yang akan dilakukan oleh Danu dan Ranti besok.
Mereka berdua di dalam ruangan itu melakukan pembicaraan seputar mediasi selama lebih kurang satu setengah jam. Danu yang berangkat ke pengadilan dalam perut kosong membuat cacing cacing dalam perutnya demo minta untuk di beri makanan karena sudah terlalu lama tidak mengunyah makanan yang di makan oleh Danu.
"Oke Pak Danu sekiranya itu yang akan di bahas besok saat Pak Danu melakukan mediasi dengan Ibu Ranti" ujar teman kerja Frans memberikan Danu gambaran apa yang akan terjadi saat mediasi nanti dilakukan.
"Terimakasih Pak Hans. Saya sangat sangat mengucapkan terimakasih kepada Bapak karena sudah mau memberikan gambaran bagaimana sidang mediasi itu akan dilakukan. Jadi, nanti saya tidak akan terkejut lagi saat mediasi itu saya lakukan" ujar Danu mengucapkan terimakasih kepada rekan kerja Frans yang bernama Hans.
"Oke Hans kalau begitu kami pamit dulu" ujar Frans meminta izin kepada Hans untuk pamit dan pergi meninggalkan ruang mediasi tersebut.
"Oke sama sama Frans." ucap Hans sambil menjabat tangan kanan Frans.
"Tenang saja Tuan Danu, kalau di tangan Frans semua akan berjalan dengan sebaik baiknya. Saya sangat yakin dengan bukti bukti yang sudah di pegang oleh Frans. Perceraian itu bisa saja disahkan oleh hakim" kali ini Hans berbicara kepada Danu sambil membalas jabat tangan Danu.
__ADS_1
"Terimakasih Pak Hans. Saya sangat senang mendengarnya" ujar Danu mengucapkan terimakasih nya kepada Hans yang memberikan dukungan kepada Danu untuk bercerai dengan Ranti.
"Sama sama Pak Danu. Saya hanya bisa memberikan semangat dan juga sedikit gambaran tentang bagaimana keadaan di persidangan nantinya supaya Pak Danu tidak kaget" ujar Pak Hans sambil sedikit memberikan senyum penguat dan meyakinkan Danu kalau semuanya akan berjalan lancar.
"Hans kami pamit dulu ya." ujar Frans yang sudah mendengar cacing di perut Danu berteriak melakukan demo.
"Kalau Pak Hans ada waktu ayuk sekalian ikut kami makan siang" kata Danu mengajak Hans untuk ikut menikmati makan siang dengan Frans di luar.
"Wah terimakasih Tuan. Saya makan di kantor saja" ujar Pak Hans menolak ajakan makan siang dari Danu.
"Oh oke sip. Kapan kapan kita makan siang di luar. Jatah Pak Hans yang di sini kasihkan ke rekan yang lainnya saja" ujar Danu membuat janji dengan Hans untuk makan siang di luar suatu saat lagi.
"Siap Pak Danu, saya mau tetapi pada saat Pak Danu sudah berhasil cerai dengan istri Pak Danu. Anggap aja kita merayakan perpisahan Pak Danu" ujar Pak Hans menjawab permintaan Danu untuk makan siang di luar.
"Oke Pak Hans. Saya setuju" jawab Danu.
"Hati hati di jalan" jawab Hans.
Frans dan Danu berjalan keluar dari dalam gedung pengadilan agama. Kantor yang sebenarnya tidak ingin di datangi oleh setiap pasangan suami istri, tetapi karena satu dan lain hal mereka tetap harus datang ke sana untuk melakukan suatu hal yang dibenarkan di ajaran agama tetapi di benci juga.
"Kita kemana makan Dan?" ujar Frans bertanya sambil mereka menuju parkiran mobil.
"Loe bawa mobil sendiri?" jawab Danu yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Frans dengan jawaban yang diajukan kembali oleh Danu kepada Frans.
__ADS_1
"Loe memang seneng bikin gue kesal Dan. Jelas gue yang tanya duluan, loe balik lagi banyak ke gue. loe maunya apa Dan" ujar Frans yang kesal dengan Danu.
Frans paling alergi pertanyaan dijawab dengan pertanyaan. Bagi Frans hal itu berlaku hanya di ruang persidangan saja. Untuk kehidupan pribadi maka Frans paling alergi dengan hal yang demikian. Bagi Frans pertanyaan memang harus dijawab dengan jawaban, bukan seperti yang dilakukan oleh Danu sebentar ini. Pertanyaan dijawab dengan pertanyaan.
"Sorry, kita makan di dangau tangah sawah ajalah. Loe nggak ada kegiatan lain kan siap ini?" ujar Danu memberitahukan kepada Frans kemana dia akan mengajak Frans untuk makan siang.
"Mobil gue gimana?" ujar Frans.
"antar ke kantor loe aja dulu. Nanti dari kantor loe baru kita langsung ke dangau tangah sawah" ujar Danu memberitahukan langkah kerjanya.
"Oke. Mari jalan" ujar Frans yang setuju untuk menaruh mobilnya di kantor setelah itu baru mereka akan berangkat menuju tempat makan yang sedang viral yang dikatakan oleh Danu sebentar ini kepada Frans.
Dua mobil mewah beriringan keluar dari parkiran gedung tempat sepasang suami istri diputuskan untuk berpisah atau tetap lanjut dengan perjanjian perjanjian yang mereka buat demi kenyamanan kelangsungan pernikahan mereka.
Kedua mobil jalan beriringan menuju kantor pengacara kondang yang berada di pusat kota. Siapa pengacara yang berkantor di sana sudah bisa dipastikan merupakan pengacara terkenal dan bayaran yang sangat tinggi. Pengacara dengan gaji yang tidak bisa dikatakan dengan kata kata.
Setelah berkendara selama setengah jam bonus dengan berhenti di lampu merah sebanyak dua kali. Kedua mobil mewah itu masuk ke dalam parkiran gedung tempat dimana para pengacara pengacara terkenal itu berkantor. Danu dan Frans memarkir mobil mereka di tempat yang berbeda. Sebenarnya yang parkir hanya Frans seorang. Sedangkan Danu akan kembali berangkat menuju dangau tangah sawah yang tadi dikatakan oleh Danu yang akan menjadi tempat tujuan mereka makan siang.
Frans kembali masuk ke dalam mobil Danu. Dia sudah memasang selt beltnya. Frans memang selalu menerapkan protokol keselamatan untuk dirinya setiap kali berkendara.
"Loe masih kayak yang lama bro. duduk di supir maupun penumpang tetap memakai selt belt. Gue salut sama loe" ujar Danu memuji sahabat terbaiknya itu.
"Gue nggak tau kapan kecelakaan atau segala sesuatu yang negatif menimpa gue. Makanya gue harus selalu savety" ujar Frans menjawab pertanyaan dari Danu.
__ADS_1
"Oke sip. Mari meluncur" ujar Danu dengan semangat.
Danu benar benar sudah sangat luar biasa alapar. sehingga dia akan melakukan mobil dalam kecepatan yang tinggi supaya cepat sampai di tempat makan yang telah di booking oleh Danu.