
Vina hari ini bangun dengan begitu bahagia. Sangat terlihat dari gaya Vina yang memasak sarapan sambil bersenandung dengan bahagianya. Maya yang sedang menggoreng tahu isi terus saja memperhatikan Vina.
"Ye yang sedang bahagia. Dari tadi bersenandung terus"
"Nggak biasa aja." jawab Vina ngeles karena ketahuan sedang sangat berbahagia.
"Vin, kok bisa ya dia mengungkapkan cintanya sama kamu?"
"Ya bisalah. Kan kemaren sama sama mengeluarkan isi perut masing masing. Eeee tiba tiba sama sama mengungkapkan isi hati. Ya udah langsung aja jadian." jawab Vina sambil memasukkan bekal sarapan ke dalam 3empat tempat yang berbeda
"Oh ya May. Apa semua pesanan udah siap?"
"Udah dong bos. Ini sedang buat gorengan dan donat untuk dijual di warung." kata Maya sambil membalik gorengannya dan donat.
"May. Nanti kalau Juan ke sini, loe harus baik baikin sepupu gue. Kayaknya dia cinta mati sama loe" kata Vina sambil berjalan masuk ke kamarnya.
Vina kemudian mandi dan memakai pakaiannya untuk ke kantor. Vina mulai hari ini tidak lagi membawa motor. Dia akan berangkat dijemput Danu atau naik taksi online.
"May, gue berangkat dulu ya" kata Vina dari ruang tamu.
Hari ini Danu tidak bisa menjemput Vina. Danu harus langsung pergi ke tempat meeting perusahaan.
"Oh ya May. Kamu kasih aja bekal yang satu itu ke Juan ya. Danu dia ada meeting di luar pagi ini" kata Vina sambil menutup pintu depan kontrakan.
Vina kemudian naik ke dalam taksi online yang telah menunggunya di depan pagar rumah. Vina selalu menikmati setiap perjalanan yang dilaluinya. Vina menatap ke arah luar, dia begitu kagum dengan tatanan kota ibu kota.
Vina sampai di kantor. Dia turun dari taksi online dan langsung menuju ruangannya. Vina langsung saja masuk ke dalam ruangannya.
"Siapa yang memberi semua ini ya?" kata Vina saat melihat setangkai bunga mawar, sekotak coklat dan air teh panas favorit Vina.
Vina kemudian duduk dan menghirup wangi dari bubga mawar di atas mejanya. Dia langsung membuka kotak coklat yang ternyata ada secarik kertas di dalamnya.
"Sayang ini semua adalah ucapan maaf ku kepadamu karena tidak bisa menjemput dirimu di pagi hari. Serta tidak bisa melihat langsung wajah cantikmu pagi inu. Aku akan berusaha untuk cepat kembali ke kantor.
From
Lelaki yang akan selalu mencintai dalam suka atau duka
Vina yang membaca pesan dalam secarik kertas itu langsung tersenyum bahagia. Vina langsung mengeluarkan ponselnya. Dia menghubungi Danu pujaan hatinya. Baru deringan pertama Danu langsung mengangkat telpon tersebut.
"Hallo sayang. Ada apa?"
"Sayang, jam makan siang di kantor kan?" kata Vina dengan nada manjanya.
"Di kantor lah sayang. Aku akan dengan sangat cepat menyelesaikan meeting ini. Kita makan di ruangan aku aja. Jadi nggak perlu keluar. Nanti aku beli aja makanannya saat menuju kantor."
__ADS_1
Sip. Muach. Aku kangen kamu sayang" ucap Vina dengan lembut.
"Selau sayang" jawab Danu.
"Sayang udah dulu ya. Aku udah mau sampe di perusahaannya. Aku tutup dulu ya sayang. Hati hati sayangku cintaku" kata Danu dengan manjanya.
"Sama sama sayang" jawab Vina.
Vina kemudian memutuskan sambungan telponnya dengan Danu.
"Iya sayang nanti makan siang dimana?" kata Iwan.
"Oh ya kita makan di ruangan aku aja" kawab Ifan
"Kalian berdua kenapa? Sirik?" kata Vina sambil meletakkan bekal sarapan untuk kedua sahabatnya itu.
"Nggak sirik kok. Malahan kami sangat senang melihat kalian berdua akhirnya jadian." kata Iwan.
"Udahlah kak nggak usah dibahas itu di kantor. Mending sekarang kita sarapan dan lanjut bekerja. Aku nggak mau lembur lagi kak" kata Vina sambil menyuap sarapannya.
Iwan kemudian mengirim foto sarapan mereka kepada Danu. Danu yang sedang konsentrasi meeting langsung menggelengkan kepalanya.
✉️ Danu
Gue meeting wan. Jangan ganggu. Loe nikmati aja lah saraoannya.
Enak banget Dan.
Danu kemudian tidak lagi membalas chat dari Iwan. Danu membutuhkan konsentrasi ekstra untuk meeting hari ini. Meeting dengan perusahaan Bramantya Grub. Danu mengesampingkan urusan pribadinya terlebih dahulu. Lagian Vina sudah biasa membawakan sarapan untuk mereka. Jadi alasan Danu untuk cemburu itu tidak ada lagi.
Danu dan Vina sama sama bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan mereka sebelum jam makan siang. Teoat pukul sebelas, Danu telah selesai meetingnya
✉️ Danu
Sayang, aku udah siap meeting. Kamu mau makan siang pake apa?
✉️ Vina
Terserah aja sayang. Aku penikmat semua sambal.
✉️ Danu
Sip tunggu aku di kantor ya.
✉️ Vina
__ADS_1
Malez
✉️ Danu
Lho kok malez?
✉️ Vina
Males nunggu di kantor, tetapi di hati aja. 🥰🥰🥰🥰
✉️ Danu
🥰🥰😘😘😘😘
Danu kemudian berkendara menuju rumah makan padang favorit Vina. Danu membeli dua bungkus nasi serta dua es tebak kesukaan Vina. Danu kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pujaan hatinya.
"Makan siang yuk Vin" kata Iwan.
"Nggak Bang. Kata Bang Danu dia akan pulang sebentar lagi"
"Oh ya udah. Kami makan keluar dulu ya. Hati hati di ruangan" kata Iwan.
Iwan dan Ifan kemudian turun untuk pergi makan siang. Sedangkan Vina membersihkan tempat makan dan gelas gelas yabg habis mereka oakai bertiga. Gina kemudian mencuci semua gelas dan tempat makan di oantry yang ada di ruangan itu.
"Sayang aku kangen kamu" kata Danu sambil memeluk Vina dari belakang.
"Sayang ini kantor. Lepasin pelukan mu. Aku nggak mau jadi bahan gosipan sayang" kata Vina sambil melepaskan pelukan Danu.
"Kamu bawa dua piring dan dua botol air mineral sayang. Jangan lupa pula mangkok dua. Aku beli es tebak kesukaan kamu." kata Danu sambil mengangkat kantung belanjaannya.
(Makasi sayang." kata Vina sambil mengambil semua yang diminta Danu.
Setelah mengambil semua keperluan makan, Vina menyusul Danu kedalam ruangannya. Danu terlihat sedang membuka jas dan menggulung lengan bajunya. Vina menatap lama ke arah Danu.
"Kenapa?" kata Danu menatap Vina.
"Nggak kenapa kenapa" jawab Vina sambil menunduk malu.
Vina kemudian menata makanan tersebut di atas meja. Mereka berdua makan dengan sangat lahap. Merek betul betul lapar karena pekerjaan yang banyak. Selesai makan Vina merapikan semua perlengkapan makan yang mereka pakai tadi.
Saat Vina masuk kedalam ruangan Danu. Danu sedang berdiri menatap suasana ibu kota di siang hari. Vina kemudian memeluk Danu dari belakang.
"Sayang" kata Danu.
"Biarkan seperti ini sebentar sayang. aku beneran kangen sangat sama kamu" jawab Vina.
__ADS_1
Danu membiarkan Vina memeluk badannya dari belakang. Tak tersa jam makan siang pun habis. Vina kembali kemejanya. Begitu juga dengan Danu yang kembali bekerja.
Pukul lima sore semua kegiatan dan pekerjaan sudah selesai mereka tuntaskan. Empat orang bagian oerencanaan turun bersamaan ke lantai bawah. Iwan dan Ifan langsung naik ke motor mereka masingmasing. Sedangkan Danu dan Vina masuk ke dalam mobil Danu. Sore ini Danu akan mengantarkan Vina sampai ke kontrakan