
"Sayang, Ayah sama om Upin dan Ipin izin pulang ke kota lagi ya Nak. Deli di sini baik baik sama Nenek dan Kakek ya. Jangan banyak tingkah, jangan bandel, Nurut sama kakek dan Nenek ya" kata Danu sambil memandang Deli dengan tatapan yang susah diartikan.
"Iya Ayah sayang. Adek akan jadi anak yang baik. Akan menurut apa yang dikatakan oleh Nenek. Ayah tenang aja, sekarang fokus ayah adalah menyelesaikan masalah ayah dengan Bunda jahat. Terus kenali Deli dengan Bunda kue" kata Deli sambil memeluk ayahnya.
"Siap Anak Ratu, Ayah akan menyelesaikan masalah ayah dengan Bunda dan akan membawa Bunda kue ke sini untuk menemui Anak Ratu Ayah" kata Danu sambil terus memeluk Ayahnya.
"Sudah sudah. Ini bukan perpisahan untuk selama lamanya. Ngapain pake pelukan lama lama kayak gitu" kata Nenek yang sebenarnya sangat merasakan kesedihan. Tetapi berusaha untuk tetap tegar. Nenek tidak mau Deli merasa sedih.
"Iya, Ipin setuju dengan nenek. Kalau begitu Ipin dan Upin juga permisi mau pulang dulu ke kota ya kak Ros. Kapan kapan kami datang lagi" Ifan berujar sambil memeluk Deli dan mengangkatnya tinggi tinggi.
"Ipin turunkan Deli. Deli takut Ipin. Nanti Deli jatuh" kata Deli sambil memukul tangan Ifan.
"Jangan dipukul, nanti kamu bisa jatuh" kata Ifan sambil menurunkan Deli dari gendongannya.
Deli berlari kembali kepelukan ayahnya. Danu memeluk Deli kembali. Pelukan Deli hanya sesaat saja, Deli tidak mau ayahnya menjadi berat untuk kembali ke kota. Deli tau ayahnya harus bekerja dan menyelesaikan permasalahannya dengan Bunda.
"Ayah, sana pergi. Nanti kemalaman ayah di jalan." kata Deli sambil mendorong ayahnya menuju pintu keluar rumah nenek.
Danu, Iwan dan Ifan najk ke atas mobil.
"Gue yang nyetir bos" kata Ifan yang tidak mau kebagian menyetir sore sampai malam. Ifan tau kalau malam nyetir dua makhluk ini akan tidur dengan nyenyak, dia malas membawa mobil sendirian.
Danu melempar kunci mobilnya kepada Ifan. Ifan langsung masuk duduk di kursi kemudi. Dia menghidupkan mobil itu. Danu dan Iwan sudah duduk di kursi penumpang. Deli melambaikan tangan ke arah mereka bertiga. Danu, Ifan dan Iwan membalas lambaian tangan Deli.
"Berangkat Fan" kata Danu yang air matanya sudah menganak sungai.
"Gimana Dan? Loe mau mengurus perceraian atau bagaimana?" kata Iwan yang memecah kesunyian di atas mobil.
"Akan gue urus. Gue akan pastikan dulu keberadaan Ranti dimana" kata Danu dengan yakin.
"Gue siap banti bos. Masalah gampang itu" ucap Ifan dengan santainya.
Saat obrolan mereka semakin hangat tiba tiba ponsel Danu berbunyi dengan nyaring. Ternyata Vina yang sedang menghubunginya.
__ADS_1
"Hallo sayang? Ada apa? Kangen?" kata Danu kepada Vina.
"Hhahahahahahahahahahaha. Yang kangen elo dapat aja Vina yang loe bilang kangen" kata Iwan dan Ifan berbarengan.
"Oh jadi sayang yang kangen. Terus nuduh aku yang kangen?" tanya Vina kepada Danu.
"Oh jadi kamu nggak kangen aku sayang? Kalau nggak aku putar balik lagi ke rumah mama" ancam Danu kepada Vina.
"Ye pake ngancem segala. Jangan lah sayang, aku kangen banget. Jangan balik ke rumah mama lagi. Kamu udah dimana?" tanya Vina sambil mengaduk kuah soto pesanan tetangga rumahnya.
"Baru berangkat. Masih ada perjalanan sekitar empat jam lagi. Kamu lagi ngapain sayang?"
"Sedang mengaduk kuah soto. Ada pesanan tetangga. Oh ya nanti sampe langsung ke rumah aja ya sayang. Ada yang mau aku sampaikan sama kamu" kata Vina.
"Apa? Sekarang ajalah" kata Danu yang tidak sabar ingin mendengar apa yang ingin dikatakan oleh Vina.
"Nantilah sayang, nggak sabaran banget jadi orang. Nanti anak kamu laki laki loh sayang" jawab Vina sambil tersenyum bahagia.
"Pas itu sayang" kata Danu yang hampir saja keceplosan.
"Pas anak pertama kan lebih baik laki laki" jawab Danu.
"Aku kira pas sayang karena udah sepasang" jawab Vina.
"Hahahahahahahaha. Oh ya sayang, maya mana?" tanya Danu.
"Hayo kenapa nanyak Maya? Aku jadi cemburu ini" kata Vina sambil tersenyum. Vina sangat senang menggida Danu.
"Cuma nanyak aja sayang. Mana tau Maya keluar terus kamu tinggal di rumah sendirian. Aku panik dong kalau kamu sendirian di rumah" kata Danu menuturkan apa alasannya menanyakan keberadaan Maya.
"Oh kirain. Maya di depan sayang di warung. Pelanggan sedang ramai. Maklum ya hari libur"
"Lagian kami jual minuman baru." kata Vina mempromosikan minuman baru miliknya.
__ADS_1
"Apa sayang?" tanya Danu yang memang selalu mensuport kegiatan Vina.
"Minuman fantasi ceria sayang. Cocok untuk kalangan anak muda. Nggak cocok untuk manager sayang" jawab Vina dengan senyum tak pernah lepas dari bibirnya.
"Sayang nanti kalau udah masuk batas kota, aku hubungi lagi ya. Kamu hati hati di sana ya. Jangan masak sambil melamun"
"Siap sayang. Aku akan selalu hati hati. Sayang siapa yang bawa mobil?" tanya Vina.
"Ifan." jawab Danu memakai nada heran kenapa Vina bertanya siapa yang bawa mobil.
"Sayang tolong di loadspeaker ya sayang" kata Vina.
Danu menghidupkan mode loadspeakernya dan menambah volume suara ponselnya.
"Udah loadspeaker sayang" kata Danu kepada Vina.
"Bang Ifan, bawa mobil jangan ngebut ya. Awas kalau terjadi sesuatu dengan kekasih ku. Kamu aku bunuh bang" kata Vina dengan nada sedikit mengancam Ifan.
"Hahahahaha. Gue juga nggak mau celaka Vin" jawab Ifan.
"Sayang hati hati ya. Aku mencintaimu" kata Vina kepada Danu yang mendapat sorakan dari Ifan dan Iwan.
Saat Vina sedang asik melpon dengan Danu, tiba tiba Maya datang dan langsung tertawa.
"Hahahahahahahahaha. Mesra banget bikin iri saja" kata Maya yang mendengar cara Vina menelpon dengan Danu.
"Sirik aja loe. Gimana rame nggak warung?"
"Lumayan rame. Jadi kapan kamu akan ngomong dengan Danu soal pembangunan kafe kamu?" tanya Maya yang nggak sabar untuk melihat hasil pembangunan kafe.
"Rencana nanti malam kalau Danu cepat datang. Kalau nggak tentu besok aja saat jam makan siang kantor" jawab Vina sambil menuang kuah soto yang sudah masak.
"May, tolong ambil mie yang ada di tirisan, kamu masukin plastik lagi. Setelah selesai kita antar aja semuanya ke rumah pemesan" kata Vina memerintahkan Maya untuk bekerja.
__ADS_1
Vina dan Maya berkutat dengan pesanan soto dari tetangga rumah. Hari ini untuk pesanan kue Vina tidak menerima. Karena selain menerima pesanan soto dari tetangga Vina juga menerima snack kotak sebanyak 200 kota dan empat nampah jajanan pasar. Vina dan Maya benar benar sibuk.
Begotu juga dengan warung depan yang sangat rame hari ini. Semua kue yang dibuat tadi malam habis tak bersisa. Begitu juga dengan kue basah habis tak bersisa.