
" Atuk, malam ini Nenek bobok dengan Deli ya di kamar Deli. Atuk tidur sendiri aja. Deli sedang pengen tidur dengan Nenek malam ini. Boleh ya Atuk" ujar Deli yang meminta izin kepada Atuknya untuk membawa Nenek tidur dan bersitirahat di kamar Deli.
"Kok gitu sayang?" tanya Danu yang heran dengan permintaan yang diajukan oleh Deli kepada Atuknya itu.
"Iya Ayah. Nenek belum selesai bercerita, sehingga Deli menjadi penasaran dan ingin mendengar kelanjutan ceritanya" ujar Deli yang sudah tidak sabaran lagi ingin mendengar lanjutan cerita dari Neneknya itu.
"Kamu memang lah ya sayang. Kamu boleh melanjutkan cerita dengan nenek tetapi ada syaratnya." ujar Danu sambil menatap ke arah Deli dan kedua orang tuanya itu.
"Apa Ayah?" tanya Deli yang penasaran dengan syarat yang diajukan oleh Ayahnya itu.
"Pertama, kamu harus menceritakan kepada Ayah nantinya cerita yang diceritakan oleh Nenek kepada kamu" ujar Danu kepada Deli.
"Oke itu mah gampang" jawab Deli sambil mengangkat kedua jempolnya untuk Danu.
"Kedua nggak boleh tidur terlalu larut malam" ujar Danu meminta Deli untuk tidak tidur terlalu malam.
"Ayah, itu tidak janji" jawab Deli kepada Ayahnya yang tidak bisa berjanji untuk tidak tidur larut malam karena akan bercerita dengan neneknya.
"Kamu!" ujar Danu melihat ke arah Deli.
"Ayah" ujar Deli membalas perkataan Danu tadi.
"Ayuk Nenek ke kamar Deli sekarang, kita lanjutkan cerita itu" ujar Deli dengan setengah memaksa kepada Neneknya untuk menuju kamar Deli yang ada di lantai dua mansion.
"Sayang, Atuk belum menjawab, apakah Nenek boleh tidur dengan kamu atau tidak" ujar Nenek mengingatkan Deli.
"Oh iya. Atuk boleh ya" ujar Deli sekali lagi kepada atuknya itu.
__ADS_1
"Boleh sayang" jawab Atuk sambil tersenyum kepada Deli
"Udah boleh nenek, ayuk berangkat" ujar Deli yang memang sudah tidak sabar lagi mendengar cerita dari Neneknya itu
"Oke sayang" jawab Nenek yang langsung berdiri dari duduknya.
"Pamit sama Atuk dan Ayah dulu sana" ujar Nenek meminta Deli untuk pamit kepada Ayah dan Atunya.
Deli kemudian berjalan ke arah dua orang itu yang sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama dengan manager yang bertugas menjalankan pabrik Anggur itu.
"Ayah, Atuk, Paman manager, Deli pamit untuk pergi istirahat dulu ya" ujar Deli sambil bersalaman dan mencium pipi Ayah dan juga Atuknya itu.
"Pergi istirahat atau pergi ngobrol dengan Nenek?" ujar Danu menggoda Deli
"Kedua duanya Ayah" jawab Deli dengan semangat membalas godaan dari Ayahnya itu.
Nenek membuka pintu kamar Deli, mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar dan memilih untuk langsung naik ke atas ranjang dan melanjutkan cerita yang sempat terpending tadi.
LANJUTAN CERITA KECELAKAAN DANU
Dokter mengeluarkan Danu dari dalam ruangan ICU menuju ruangan MRI. Papi dan Paman membantu perawat mendorong brangkar rumah sakit itu. Papi dan Paman sekali sekali melirik ke arah Danu yang masih setia dengan tidur panjangnya dan mimpi indahnya itu.
Tidak beberapa jauh mereka berdua mendorog brangkar, akhirnya mereka sampai juga di depan ruangan MRI.
"Maaf Tuan, Anda berdua tidak bisa masuk ke dalam ruangan. Silahkan tunggu saja di sini sampai pemeriksaan memakai MRI selesai" ujar seorang dokter yang menjadi petugas di bagian MRI melarang Papi dan Paman untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Oh baiklah dokter, kami akan menunggu di depan sini saja. Terimakasih karena sudah mau membantu dan memeriksa anak saya" ujar Papi dengan mengatupkan kedua tanganya dan mengucapkan terimakasih kepada dokter tersebut.
__ADS_1
Dokter kemudian menutup kembali pintu ruangan MRI. Mereka akan memeriksa keadaan kepada Danu sekarang. Dokter akan melakukan pengecekan dengan sangat teliti. Hasil dari MRI akan dijadikan acuan untuk melakukan operasi kepada Danu keseokan harinya.
Setelah menunggu selama lebih kurang satu jam di depan ruangan MRI. pintu ruangan kembali terbuka lebar. Beberapa perawat terlihat mendorong brangkar rumah sakit yang di atasnya terbaring Danu dengan posisi yang sangat lemah itu. Papi dan Paman membantu perawat untuk mendorong kembali brankar Danu menuju ruangan ICU tempat Danu di rawat.
"Tuan, bisa ikut dengan saya ke ruangan sebelah?" tanya dokter yang bertanggung jawab dalam kasus Danu.
"Bisa Tuan" jawab Papi dengan nada optimisnya.
Papi dan Paman belajar dari Mami yang datang tadi pagi. Mami menampilkan dirinya yang sangat tegar dalam menghadapi permasalahan yang ada. Hal itu menjadi motifasi bagi Papi dan Paman untuk bisa bersikap seperti Mami tadi pagi.
Dokter, Papi dan Paman melangkahkan kaki mereka menuju ruangan dokter yang terletak di sebelah ruang rawat Danu.
"Masuk Tuan" ujar dokter mempersilahkan Papi dan Paman untuk masuk ke dalam ruang kerjanya itu.
Papi dan Paman kemudian duduk di kursi yang berada di depan dokter. Dokter kemudian memasang hasil MRI ke alat untuk membaca hasil fhoto kepala Danu. Dokter kemudian menjelaskan bagaimana keadaan luka yang dialami oleh otak Danu dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Papi dan Paman.
Dokter berusaha memakai sangat sedikit bahasa bahasa bidang kedokteran dan mengganti bahasa bahasa atau istilah kedokteran dengan bahasa yang mudah dimengerti dan sangat umum.
Papi dan Paman menganggukkan kepala mereka saat dokter memberitahukan bagaimana keadaan dan kondisi Danu saat ini.
"Jadi, apakah bisa besok anak saya dilakukan tindakan operasi dokter?" tanya Papi kepada dokter tersebut.
"Bisa Tuan setelah melihat hasil MRI. Tetapi ada satu lagi masalah yang harus saya sampaikan kepada Tuan" ujar dokter sambil menatap dengan tatapan sedih kepada kedua pria yang bisa dikatakan tidak ada beristirahat saat menunggui Danu di ruang rawatnya itu.
"Masalah apa lai dokter?" tanya Papi yang tidak sabar lagi ingin mengetahui apa lagi kondisi yang harus dihadapi oleh anaknya itu.
Dokter terdiam cukup lama, dia sama sekali tidak tahu bagaimana cara memberitahukan dampak dari kecelakaan yang dialami oleh Danu kepada Papi dan Paman, Papi dan Paman berusaha sabar menunggu apa yang akan dikatakan oleh dokter kepada mereka berdua. Dokter masih cukup terdiam lama, hal ini semakin membuat Papi dan Paman menjadi kembali gusar. Mereka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada Danu. Mereka juga tidak mau asal menebak saja. Bagi Papi dan Paman yang mereka butuhkan sekarang ada perkataan dan informasi langsung yang diberikan oleh dokter kepada mereka berdua.
__ADS_1
Papi dan Paman akan bersabar sampai dokter mampu untuk memberitahukan kepada mereka, apa yang akan terjadi kepada Danu selanjutnya.