Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Pembicaraan Bukti Bukti


__ADS_3

"Apa bukti bukti dari pihak loe tidak cukup kuat sehingga persidangan itu berjalan alot sekali?" ujar Danu yang terbayang kalau bukti bukti mereka tidak cukup kuat maka peluang untuk bercerai dengan Ranti akan menyempit.


"Bukti paling kuat itu adalah video. Kalau sudah ada itu gue jamin deh. Hakim nggak akan bisa bertanya banyak banyak. Apalagi kalau sudah dibuat surat keaslian bahwa video itu adalah asli. Maka tidak perlu diragukan lagi, semua akan selesai dalam waktu cepat" ujar Frans menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Danu kepada dirinya.


"Jadi bukti video itu tidak tim loe punya?" ujar Danu bertanya kembali kepada Frans.


"Ada tapi satu, itupun nggak jelas. Ntah salah kamera ntah salah apa, makanya berjalan alot." jawab Frans


Kriuk kriuk kriuk, bunyi perut Frans yang sangat keras. Ivan yang berada tepat di sebelah Frans menatap lurus ke wajah Frans yang sama sekali tidak ada menampilkan ekspresi apapun.


"Itu perut siapa?" tanya Ivan kepada Frans.


Frans tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Ivan kepada dirinya.


"Maaf perut gue itu" jawab Frans


"Gue beneran udah lapar banget. Tetapi Danu banyak tanya, berhubung dia client gue tentu harus gue jawab juga" ujar Frans menyalahkan Danu yang telah memberikan pertanyaan pertanyaan kepada Frans.


"Lah kok nyalahin gue loe?" ujar Danu yang tidak terima disalahkan oleh Frans karena telah membuat Frans menjadi kelaperan.


"Kan loe yang ngajak gue cerita. Padahal loe tau kalau gue baru selesai sidang" kata Frans menjelaskan kepada Danu dimana letak kesalahan Danu sehingga membuat Frans mengatakan kalau Danu adalah penyebab dirinya menjadi kelaperan.


"Ye ye ye ye, gue yang ngajak" ujar Danu yang malas memperpanjang masalah siapa yang menyebabkan Frans menjadi kelaperan.


Danu menghubungi pelayan yang berdiri di depan pintu ruangan VVIP. Pelayan itu akan siap sedia membantu semua yang diminta oleh yang memesan ruangan VVIP tersebut.


Pelayan masuk ke dalam ruangan.


"Apa sekarang dihidangkan menu makan siangnya Tuan?" ujar pelayan bertanya kepada Danu.

__ADS_1


"Ya" jawab Danu dengan singkat.


Pelayan kembali keluar dan menghubungi para pelayan yang lainnya untuk membawakan semua hidangan ke ruangan VVIP. Mulai dari hidangan pembuka, menu utama dan hidangan penutup. Beberapa menit kemudian, masuklah beberapa orang pelayan membawa troli yang di atasnya berisi menu makanan yang akan mereka santap.


"Tuan ini adalah menu pembuka untuk hari ini, yaitu salad" ujar pelayan memperkenalkan makanan pembuka yang akan disantap oleh Danu dan yang lainnya.


Semua pelayan menaruh di depan Danu, Iwan, Ivan dan Frans menu pembuka tersebut. Setelah itu para pelayan berdiri di belakang mereka berempat.


"Bang, bisa tidak kita meminta mereka untuk menghidangkan saja semua makanan yang akan kita makan, aku males makan kalau ditunggui seperti ini bang" ujar Ivan yang sangat alergi makan ditunggui oleh orang yang akan mengambil piring kotor mereka. Ivan seperti makan di kejar kejar saja kalau seperti itu.


"Bener Dan, bisa nggak mereka meninggalkan ruagan ini saja. Gue mau makan sambil mengobrol, ada mereka maka obrolan itu tidak akan pernah terjadi" kali ini Frans yang mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya untuk meminta Danu sedikit menyuruh para pelayan yang ada di dalam ruangan itu untuk pergi dari sana saja.


"Gue setuju dengan Ivan dan Frans" jawab Iwan saat Danu melihat ke arah dirinya.


"Baiklah kalau kita semua sudah setuju dengan hal ini" jawab Danu yang sebenarnya juga risih dengan kehadiran pelayan yang menunggui mereka memakan makanan yang dihidangkan itu.


"Pelayan"


"Ada apa Tuan?" tanya pelayan saat dirinya sudah berada di dekat Danu.


"Saya minta semua pelayan yang ada di ruangan ini untuk meminggalkan kami makan. Kami berempat risih dengan adanya pelayan berdiri menunggui kami makan" ujar Danu mengutarakan keberatannya kepada pelayan.


"Tapi Tuan Danu, ini adalah SOP di restoran kami untuk penyewa ruangan VVIP" jawab koordinator ruangan VVIP yang di sewa Danu.


"Saya paham, tapi saya minta kalian juga paham dengan keberatan kami."


"Kalian silahkan hidangkan di atas meja semua menu makanan yang akan kami makan tersebut. Setelah itu kalian silahkan pergi dari ruangan ini. Mau menunggu di mana terserah" ujar Danu yang sudah mulai kesal dengan koordinator pelayan yang tetap ingin menjalankan SOP restorannya.


"Baiklah Tuan, kami akan menunggu di depan ruangan saja" jawab koordinator yang pada akhirnya tetap harus mengalah kepada konsumen.

__ADS_1


Semua pelayan menghidangkan semua menu yang telah di pesan oleh Iwan. Iwan dan Ivan kaget saat melihat begitu banyak menu yang dihidangkan oleh para pelayan di atas meja. Tetapi mereka membiarkan saja, karena bukan mereka yang akan membayar melainkan Danu, bos mereka yang akan membayar semua yang terhidang di atas meja makan panjang itu.


"Silahkan dinikmati Tuan, kalau ada apa apa panggil saja saya kembali" ujar koordinator pelayan.


"Oke" jawab Danu dengan nada dingin.


Danu masih kesal kepada koordinator pelayan itu. Danu tidak menyangka kalau koordinator pelayan tersebut akan menjawab apa yang dikatakan oleh Danu kepada dirinya. Dalam bayangan Danu tadi, pelayan itu akan langsung menyetujui apa yang diminta oleh Danu, ternyata tidak. Danu harus melalui perdebatan yang panjang dengan koordinator pelayan untuk mengabulkan yang diinginkan oleh Danu.


Koordinator pelayan dan juga para pelayan yang tadi menghidangkan makanan berjalan keluar dari dalam ruangan VVIP, mereka meninggalkan Danu dan sahabat sahabatnya untuk menikmati makanan yang sudah di pesan oleh Danu melalui Iwan.


"Mari makan, orang yang menunggui kita udah hilang" ujar Danu meminta semua sahabatnya untuk mulai menikmati hidangan yang sudah disajikan.


"Melihat cara mereka menata makanan ini, ada sedikit rasa sedih mau memakan makanan yang cantik cantik ini" ujar Ivan sambil melihat bagaimana cantiknya pihak restoran menghidangkan makanan yang mereka pesan.


"Jadi sayang ya Van untuk di makan" kali ini Frans setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ivan kepada mereka semua.


"Ya mau gimana lagi. Berhubung perut lapar, jadi ya terpaksa dia harus di makan dan menghilangkan kecantikan hidangannya" lanjut Ivan menjawab perkataan dari Frans


"Udahlah mari makan, jangan banyak percakapan lagi" ujar Danu memutus percakapan antara Ivan dan Frans yang membahas tentang betapa cantiknya makanan yang disajikan oleh pihak restoran.


Mereka kemudian menikmati makanan yang disajikan. Rencananya tadi saat makan mereka akan mengobrol menjadi batal karena rasa makanan yang disajikan benar benar membuat mereka tidak bisa berkata kata selain menikmati sampai habis semua makanan yang disajikan di atas meja makan panjang itu.


Tak satupun makanan yang tersisa oleh mereka berempat. Semua makanan habis berpindah ke dalam perut mereka masing masing. Mereka benar benar lahap dalam menikmati hidangan yang disajikan oleh para pelayan restoran.


"Tak sia sia memesan ruangan VVIP dengan tarif yang wow" ujar Iwan sambil melirik ke arah Danu


"ya memang tak sia sia, tetapi gue yang harus siap siap dompet gue jebol" ujar Danu menjawab perkataan dari Iwan.


"haha haha haha haha, sekali sekali tak apalah sobat"

__ADS_1


Iwan menggoda Danu dengan perkataannya.


"Ya kalau keseringan maka kita bagi sama banyak" jawab Danu


__ADS_2