Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Masalah Perusahaan


__ADS_3

selesai makan malam Ivan Sari Mami dan Papi pindah duduk ke ruang keluarga mereka akan mengobrol ringan di sana sambil menikmati puding buah yang tadi pagi sempat dibuat oleh para pelayan yang ada di Mansion tersebut


"Jadi Ivan saat kamu ke rumah kami,kamu pasti sudah kenal dengan kami berdua kan Ya?" tanya Mami kepada Ivan sambil menutup Ivan dengan tatapan mencari tahu tentang kejadian yang ada.


"Sudah mami, tidak mungkin aku tidak akan mengenal mamki dan papi tapi sayangnya mami dan papi yang tidak kenal sama aku" ujar Ivan berkata sambil menatap ke arah mami dan papi sambil tersenyum menggoda kedua orang tua itu.


"Maafkan kami nak. Kami tidak mengenal kamu,bukan karena kami sengaja, malainkan murni karena memang tidak kenal sama sekali." kata Mami yang tidak mau ivan bersedih karena papi dan mami tidak mengenali Ivan selama Ivan bolak balik rumah mereka berdua.


"Mungkin karena kita sudah lama tidak bertemu, apalagi kita berpisah saat itu kamu masih sangat kecil. Sehingga saat kita bertemu lagi, kamu sudah dewasa seperti ini. Membuat kami sudah tidak mengenali Kamu lagi." lanjut mami menerangkan kepada Ivan kenapa mereka sampai tidak mengenali Ivan saat bertamu ke rumah mereka.


"Tidak masalah mami. Terus kenapa dengan Sari, Mami dapat langsung bisa kenal?" tanya Ivan kepada Papi dan mami. Kenapa mereka bisa mengenal Sari saat bertemu dengan Sari untuk pertama kali.


"Ivan, yang mengenal pertama kali Sari bukan kami berdua, tetapi Deli" kata Mami memberitahukan kepada Ivan kalau yang menenali Satu untuk pertama kali adalah Deli bukan mereka berdua.


"Kok bisa Deli mami? "ujar Ivan yang heran kenapa Deli bisa mengenali Sari. Padahal Ivan tahu kalau Deli tidak pernah bertemu dengan Sari.


"Saat itu Mami sudah menceritakan kepada Deli apa yang terjadi terhadap ayahnya danu dan Mami juga menceritakan kepada Deli bahwasanya kakek paman yang berada di negara I memiliki dua orang anak yang pertama bernama Ivan dan yang kedua bernama Sari" kata mami menerangkan kepada Ivan bagaimana delii bisa mengenali Sari saat pertama kali mereka bertemu di kafe milik Maya dan Vina.


"Mami sudah mengatakan dan menceritakan kepada Deli bagaimana keadaan bang danu saat ini ?" ujar Ivan yang sedikit kaget saat mengetahui kalau deli sudah mengetahui kondisi danu yang mengalami amnesia atas kejadian sebelum kecelakaan naas itu terjadi.

__ADS_1


"Sudah malahan Deli sangat mengerti dengan apa yang terjadi dan dihadapi oleh Danu." kata mami sambil manatap ke arah mereka bertiga.


"Deli menerima semua kejadian yang menimpa Danu" kata mami menjelaskan kepada Ivan dan Sari sekaligus papi bagaimana reaksi Deli saat mami menceritakan apa yang terjadi terhadap Danu.


"Wow anak itu memang benar-benar anak yang menakjubkan. Dia selalu menerima apa yang terjadi dengan kehidupan yang harus dijalaninya saat ini" ujar Ivan dengan nada bangga atas sikap Deli yang menerima semua kejadian yang terjadi dalam hidupnya itu


"Ya dia memang anak yang sangat spesial. Dia menerima semua takdir yang terjadi atas dirinya. Jarang jarang ada anak seusia Deli bisa menerima keadaan seperti ini dalam hidupnya. Semoga dia kuat sampai seterusnya" ujar Mami berdoa semoga Deli bisa terus kuat sampai kapanpun untuk menerima keadaan yang terjadi dalam hidupnya.


"Kita sama-sama berharap yang terbaik untuk deli kedepannya mami" kata Ivan sambil melihat keadaan atas ke kamar tanpa diri sedang beristirahat malam.


"Kami semua memang mengharapkan hal itu Ivan. Semoga Deli selalu kuat untuk menghadapi apa yang terjadi ke depannya" ujar Mami sambil melihat ke arah kamar Deli.


"Apalagi sekarang ada Vina yang akan membantu Deli menjadi lebih kuat lagi. Deli yang selama ini tidak pernah merasakan kasih sayang seorang bunda, akan mendapatkan kasih sayang itu dari Vina. Kami sudah melihat bagaimana Vina memberikan kasih sayangnya kepada Deli selama beberapa hari kami tinggal di sini" lanjut Mami menjelaskan menceritakan kepada Ivan bagaimana cara Vina dalam memanjakan Deli.


"jadi kamu tinggal di negara I udah berapa lama fan?" tanya Papi sambil melihat ke arah Ivan dan menyeruput secangkir teh hijau yang tadi disediakan oleh pelayan.


"udah sekitar 4 tahunan lebih sejak aku selesai kuliah Pi. Terus Ayah menghubungi aku untuk membantu Ayah di perusahaan sampai Bang Danu siap untuk memimpin perusahaan tersebut" kata Ivan mengatakan kepada Papi sudah berapa lama dirinya berada di negara I.


"jadi selama 4 tahun itu kamu tinggal di sebuah kontrakan? tidak tinggal dengan ayah kamu?" tanya Mami yang ingat kalau Danu pernah mengatakan Ivan dan Iwan tinggal di rumah kontrakan mereka masing-masing. Mereka tidak mau dibawa ke rumah Danu karena Danu sedang bermasalah dengan Ranti istrinya.

__ADS_1


"Iya Mi aku tinggal di kontrakan. Sedangkan Ayah tinggal di penthouse nya sendiri. Tapi satu tahun ke belakang aku tidak tinggal di kontrakan lagi melainkan di penthouse-nya ayah karena Ayah sudah memintaku untuk tinggal di sana, dia malas sendirian tinggal di sana. Kebetulan aku juga sudah sangat malas untuk tinggal di kontrakan" jawab Ivan sambil melihat ke arah Mami dan Papi.


" terus kamu Sari tinggal dengan siapa di negara ini?" tanya tapi yang heran kalau Sari mau tinggal sendirian di negara ini.


Padahal selama ini Sari tidak pernah ditinggalkan sama sekali oleh Ivan walaupun ayah mereka sudah lama berada di negara I untuk membantu menjalankan perusahaan milik keluarga mereka.


"tinggal dengan para pelayan Papi. Aku paham kok dengan kondisi yang ada. Makanya membiarkan Bang Ivan dan Papi untuk menolong menjalankan perusahaan milik keluarga di negara I" ujar Sari yang paham dan berusaha untuk mengerti keadaan dalam keluarganya saat itu.


" jadi kamu tinggal dengan pelayan selama 4 tahun ini" ujar Papi dengan nada suara yang kaget saat mendengar apa yang dikatakan oleh Sari kepada dirinya kalau Sari tinggal dengan pelayan selama 4 tahun ini.


" Iya Pi dengan pelayan. Emang kenapa?" tanya Sari dengan nada heran saat mendengar nada suara Papi yang keheranan saat mendengar dirinya tinggal bersama pelayan sama 4 tahun ini.


" Iyalah Nak. Gimana Papi nggak akan heran kamu tinggal dengan pelayan saja selama 4 tahun ini. Bukannya sama 4 tahun itu Kamu kuliah? ditambah lagi Kamu harus mengurusi perusahaan anggur milik Papi" kata papi sambil menatap kasihan dan tidak percaya ke arah Sari


"Iya Papi aku selama emang tahun itu kuliah dan tetap mengurus perusahaan anggur milik Papi. Semuanya berjalan dengan lancar. Dengan perginya Ayah dan Kak Ivan ke negara I. Aku bisa menjadi anak yang lebih Mandiri dan bertanggung jawab dengan pekerjaan yang harus aku selesaikan tepat waktu" kata Sari kepada Papi mengatakan apa hikmah yang bisa diambil oleh Sari saat dirinya harus ditinggalkan oleh ayah dan Bang Ivan yang harus pergi ke negara I menjalankan bisnis keluarga besar mereka.


"berarti dengan pindahnya ayah dan bang Ivan ke negara I, kamu mendapat pelajaran yang sangat luar biasa dalam kehidupan ya sar." ujar ayah menarik kesimpulan dari apa yang dikatakan oleh Sari kepada dirinya


"bener Ayah pelajaran hidup yang tidak akan bisa didapatkan di bangku kuliah atau di bangkuku pendidikan" kata Sari sambil menatap bangga ke arah kakak yang selama ini telah mendidiknya baik dalam bidang ilmu maupun sosial

__ADS_1


Mereka kemudian melanjutkan ke Obrolan Seputar Apa yang dilakukan oleh Sari selama ditinggalkan oleh ayah dan Bang Ivan saat mereka harus membantu dan menggunakan perusahaan Sanjaya di negara i


"Oh ya Van tujuan utama kamu datang ke sini apa ya, nggak mungkin kan kamu datang ke sini hanya untuk bercerita-cerita dengan kami. Padahal maya kekasih kamu kata Sari tadi sedang dirawat di rumah sakit?" kata papi yang penasaran untuk tujuan utama Ivan untuk datang ke mansion mereka saat ini.


__ADS_2