
setelah keributan yang terjadi antara danu dengan Iwan. akhirnya mobil telah sampai di depan pintu gerbang utama komplek perumahan mewah tersebut.
Frans memberikan sebuah kartu kepada Iwan. i want menatap mama ke arah frans, dia sama sekali tidak mengerti untuk apa kartu tersebut digunakan. frasa Danu yang melihat Iwan seperti sedang kebingungan dengan kartu yang diberikan oleh Frans kepada dirinya hanya bisa tersenyum saja.
" katanya liburan udah ke luar negeri tapi kartu begitu aja nggak tahu untuk apa gunanya" kata Danu sambil menatap dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keluhan dari seorang Iwan
" Gimana gue mau tahu di rumah lu nggak pernah pakai ini ke rumah Ivan juga nggak pernah pakai ini lah ke rumah Frans pakai ini" ujar Iwan menjawab tingkah laku yang ditunjukkan oleh frans dan Danu saat dia terlihat bingung untuk apa kartu yang diberikan oleh Frans kepada dirinya.
" kartu itu lu tempelkan ke komputer yang ada di pos satpam. kalau nggak pakai kartu itu maka pintu otomatis itu tidak akan terbuka. jadi kita tidak akan pernah bisa masuk ke rumah gue, atau rumah orang lain yang berada di satu kompleks dengan gue" kata frans memberitahukan kepada Iwan Apa fungsi dari kartu yang diberikan oleh Frans sebentar ini kepada dirinya.
"Oh baiklah" jawab Iwan.
Iwan kemudian menempelkan kartu yang diberikan oleh Frans tadi ke sebuah alat yang terletak di pos satpam. saat kartu itu telah tertempel, dan komputer memproses data, barulah pintu pagar otomatis terbuka dengan lebar.
"Keren juga. berarti ini komplek level amat sangat aman ya Frans?" ujar Iwan sambil melihat lihat ke sekeliling komplek perumahan Frans tersebut.
"Aman banget. Selama gue tinggal di sini sama sekali belum ada terdengar orang kemalingan" ujar Frans menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Iwan kepada dirinya.
"Ye, mana ada pula orang maling di komplek semewah ini Frans. Kompleks pakai satpam gitu. Dimana maling mau lewat" lanjut Iwan mengomentari jawaban jagung diberikan oleh Frans kepada dirinya.
"hahaha hahaha. Pertanyaan loe yang ngadi ngadi Iwan. Jelas komplek mewah loe tanya aman atau nggak. Jelas aman" kata Danu dari belakang mengejek Iwan yang dengan polosnya mengatakan kalau komplek perumahan Frans aman atau tidak dari maling.
__ADS_1
"Eeee bisa jadi komplek mewah kena maling" ujar Iwan yang tidak mau disalahkan oleh Danu atas apa yang ditanyakan nya kepada Frans.
"Sampe sekarang belum ada maling" jawab Frans.
"Wan tepat di rumah warna abu abu hentikan mobil di situ. itu rumah gue." ujar Frans meminta Iwan untuk menghentikan mobil yang dikendarai nya di depan rumah yang ditunjukkan oleh Frans sebentar ini
"Oke sip" jawab Iwan.
Iwan kemudian menghentikan mobil yang dikendarai oleh dirinya di depan rumah yang tadi sudah dikatakan oleh Frans. Mereka kemudian turun dari dalam mobil, Frans berjalan paling depan untuk mempimpin kedua sahabatnya saat masuk ke dalam rumah.
Frans mengetuk pintu rumahnya. Istri Frans yang sedang menyiapkan menu makan siang, berjalan menuju pintu utama. Frans memang tidak memakai pelayan di rumahnya. Itu semua adalah kehendak dari istri Frans sendiri. Istri Frans sendirilah yang ingin melayani suami dan anaknya setiap hari tanpa bantuan dari seorang pelayan.
"Hay sayang. Oh ada Bang Danu sama Bang Iwan" ujar istri Frans saat melihat Danu dan Iwan berada di belakang Frans.
"Oh boleh banget sayang. kebetulan aku masak banyak. kalau hanya kita bertiga yang makan nggak akan habis" ujar istri Frans yang sejak kuliah dulu sudah kenal dekat dengan Danu dan Iwan.
Makanya dia dengan santainya bercanda kepada Danu dan Iwan seperti saat sekarang ini. Danu dan Iwan pun juga tahu sifat dari istri Frans tersebut.
"Apa makanannya sudah siap sayang?" tanya Frans sambil memeluk pinggang istrinya dan berjalan ke dalam rumah mereka.
"Sudah sayang. Semuanya sudah ada di atas meja" jawab istri Frans sambil tersenyum melihat keromantisan suaminya yang dengan sengaja dipamerkan di depan kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
"Kayaknya dia sengaja pamer kemesraan di depan kita berdua Dan" ujar Iwan yang sudah bisa membaca tujuan Frans yang dengan sengaja memeluk pinggang istrinya di depan mereka berdua.
"Gue setuju sama elo. Dia memang sengaja menampilkan hal itu di depan kita." jawab Danu yang kali ini setuju dengan apa yang dikatakan oleh Iwan kepada dirinya.
"Wah tumben kompak" ujar Frans saat melihat Danu dan Iwan kompak dengan apa yang dikatakan oleh Iwan kepada Danu sebentar ini.
"Kalau kali ini kami beneran kompak. Karena kamu memang terlihat sangat sengaja memamerkan kemesraan kamu di depan kami" kata Danu menjawab apa yang dikatakan oleh Frans sebentar ini.
"Hahaha hahahaha. Sayang sayang, tujuan dan maksud jahat kamu sudah terbaca oleh mereka berdua" ujar istri Frans tertawa ngakak karena maksud dan tujuan dari Frans sudah diketahui oleh Danu dan Iwan.
"Iya sayang. Padahal aku dengan sengaja memanas manasi mereka. Eee eee eee ternyata mereka sadar dengan apa yang aku lakukan" jawab Frans yang maksud dan tujuannya sudah diketahui oleh Danu dan Iwan.
"Sayang mereka itu sahabat kamu. bukan hanya teman, makanya mereka tahu apa yang kamu lakukan" ujar istri Frans memberitahukan kepada suaminya kenapa Iwan dan Danu bisa langsung tahu apa yang dilakukan oleh Frans kepada dirinya.
"Makanya, nggak usah pake pamer. kami udah tau kelakuan elo dari sononya" kata Iwan sambil duduk di sebuah kursi yang ada di sana.
Mereka semua kemudian mengikuti Iwan yang sudah duduk terlebih dahulu. Danu duduk di sebelah Iwan. Sedangkan Frans yang biasanya duduk di kursi yang paling depan, saat ini lebih memilih untuk duduk di sebelah istrinya. Dia tidak mungkin duduk di sana seperti kepala keluarga saja.
Mereka kemudian menyantap menu makan siang yang telah dimasak oleh istri Frans. Masakan istri Frans ternyata luar biasa enaknya. Hal inilah yang membuat Frans selalu menyempatkan diri untuk makan di rumah.
"Frans pantesan loe makan selalu di rumah. Enak gini masakan istri loe" ujar Iwan yang dengan terang terangan memuji rasa masakan yang dibuat oleh istri Frans.
__ADS_1
"Hahaha hahaa. Makanya, gue itu selektif memilih istri. Pesan gue ke elo Wan. Pilih istri yang pinter masak. Biar perut loe aman." ujar Frans memberikan tips ngarang kepada Iwan.
"Bayang aja sama loe ya. Loe pulang kerja capek capek. Terus istri loe nggak pinter masak. Nah gimana" ujar Frans memberikan pertanyaan lepada Iwan.