Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
masalah perusahaan 2


__ADS_3

"Oh ya Van tujuan utama kamu datang ke sini apa ya, nggak mungkin kan kamu datang ke sini hanya untuk bercerita-cerita dengan kami. Padahal maya kekasih kamu kata Sari tadi sedang dirawat di rumah sakit?" kata papi yang penasaran untuk tujuan utama Ivan untuk datang ke mansion mereka saat ini.


"Emang nggak boleh ya Pi, kalau Ivan ke sini?" ujar Ivan sambil menatap dengan tatapan geli melihat ke arah Papi.


"Kamu tersinggung dengan pertanyaan Papi, Van?" tanya Mami yang mengambil serius apa yang ditanyakan oleh Ivan kepada Sari.


"Hahaha hahaha hahaha, Mami, Mami. Mana ada Ivan mengambil serius apa yang dikatakan oleh Papi kepada Ivan, Mami" ujar Ivan dengan tertawa terbahak bahak mendengar apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya sebentar ini.


"Mami, kayak nggak tau Bang Ivan aja. Bang Ivan kan memang seperti itu orangnya, asal ngomong aja" ujar Sari sambil tersenyum ke arah Mami. Meyakinkan Mami kalau Ivan memang suka bercanda seperti itu.


"Mami kira kamu beneran marah sama papi gara gara menanyakan hal itu sama kamu. Kiranya kamu bercanda." ujar mami sambil menatap dan tersenyum kepada Ivan kerena berhasil menjahili mami dengan kata kata usilnya tadi.


"Jadi apa yang terjadi sebenarnya, sampai sampai ivan harus datang malam malam ke mension kita ini." ujar Papi yang memang penasaran sekali dengan alasan kenapa Ivan harus datang malam-malam padahal besok pagi masih bisa.


Sari menatap ke arah ivan. Ivan memberikan kode kepada Sari untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya kepada papi dan mami. Ivan malas untuk menyampaikan apa yang terjadi kepada pak dan mami karena dia masih belum tahu pasti apa yang terjadi di perusahaannya itu. Sebab sari sama sekali belum bercerita secara lebih detail kepada Ivan tentang kejadian yang terjadi menimpa perusahaannya itu.


Sari akhirnya mengangguk dan setuju untuk menyampaikan kepada papi dan mami tentang apa yang terjadi di perusahaan milik ayahnya itu.


"Jadi begini Papi, Mami" ujar Sari mulai menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Papi kepada Ivan.


"Perusahaan milik Ayah yang sekarang dikelola oleh Aku dan Vina sedang ada masalah" lanjut Sari sambil menatap ke arah Ivan.


Sari tidak mau nanti Papi dan Mami menyalahkan Vina atas apa yang terjadi di dalam perusahaan. Makanya tadi Sari memakai nama dia di depan nama Vina.


"Maksudnya" ujar mami sambil menatap kearah Sari saat Mami, mendengar nama vina juga menjadi pimpinan dalam perusahaan tersebut.

__ADS_1


"Ya mami. Vina menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan milik kami sekarang ini. Sedangkan direktur utama nya tetap kak ivan, nah sedangkan aku adalah penasehat dari vina. Kami berdua tidak menyangka kalau ada penghianat yang telah merugikan perusahaan lumayan besar saat Sari bertugas di negara A. Sedangkan vina sibuk mengurus maya sebelum kedatangan kak Ivan" ujar sari melanjutkan ceritanya kepada Papi dan Mami, kenapa ivan sampai harus datang ke mension besar mereka tersebut.


"Terus apa sudah kalian berdua selesaikan permasalahan itu?" tanya mami sambil menatap kearah sari putri kecilnya yang dulu dan ternyata sekarang sudah menjadi pimpinan dua buah perusahaannya satu adalah milik keluarga papi sedangkan yang satu lagi ada nilai keluarganya pribadi.


"Sudah Mami, tadi siang sudah di selesaikan oleh Vina. Vina juga sudah melaporkan pengkhianat tersebut ke pihak berwajib" ujar Sari menjelaskan kepada Mami, Papi dan Ivan kalau mereka vina sudah menyelesaikan permasalahan itu.


"Kenapa Vina main langsung lapor saja Sar?" ujar Ivan yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Vina yang langsung saja main lapor para pengkhianat itu ke pihak berwajib.


"Alasan Vina katanya supaya memberikan efek jera kepada setiap karyawan yang lain bang. Vina tidak ingin hal ini terjadi kembali dan membuat perusahaan merugi" ujar sari menjelaskan kepada ivan kenapa vina memilih untuk melapor ke pihak berwajib daripada mengurus sendiri permasalahan tersebut.


Papi dan ivan mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sari sebentar ini. Mereka berdua paham dengan apa yang dilakukan oleh vina dengan melaporkan pata penghianat itu kepada pihak berwajib.


"Papi setuju dengan keputusan yang diambil oleh vina. Memang sudah selayaknya, mereka yang melakukan penghianatan terhadap perusahaan itu dilaporkan kepada pihak yang berwajib." ujar Papi sambil melihat ke arah Sari, ivan dan mami.


"Tapi tunggu dulu, apa motif mereka melakukan hal itu dan mengakibatkan mereka mengambil yang bukan hak mereka dari perusahaan?" ujar Papi sambil jilat ke arah Sari dan Ivan.


"Itulah Papi yang membuat kami gak abis pikir, kenapa mereka masih melakukan hal seperti itu" ujar sari sambil melihat ke arah papi yang ternyata juga heran dengan kelakuan para karyawan.


Kenapa para karyawan masih melakukan halus tersebut,padahal apa yang mereka terima dari perusahaan sudah sangat sesuai dengan pengorbanan mereka untuk berusaha disebut.


"Sebenarnya itulah manusia, mereka selalu tidak merasa cukup atas apa yang telah mereka peroleh selama ini. Makanya mereka berbuat sesuatu yang di luar pemikiran kita. Dalam pemikiran mereka hanya satu yaitu menjadi mendapatkan lebih uang walaupun hal tersebut mereka dapatkan dengan cara yang negatif" kata mami memberikan nasehat dan pandangannya terhadap kasus yang sedang terjadi di perusahaan adik ipar nya itu.


"Benar kata orang yang Mami. Uang itu akan menjadi di atas segala galanya apabila apa kita tidak sehat serta kita masih mau diperbudak oleh uang yang dengan sendirinya akan membunuh dan menjatuhkan kita secara perlahan-lahan"


Sari menambahkan semua pendapat yang diberikan oleh mami tentang apa yang menjadi dasar para karyawan bisa melakukan hal yang merugikan perusahaan tersebut.

__ADS_1


"Sudah biarkan saja mereka menanggung semua akibat dari perbuatan mereka sendiri. Berhubung hari sudah larut malam, mari kita beristirahat karena besok pagi kita harus melanjutkan segala aktivitas yang harus kita lakukan." kata Mami mengajak semua anggota keluarganya untuk beristirahat karena hari yang sudah larut malam.


"Ivan, saran Papi ke kamu, usahakan besok kamu ke perusahaan dan cari tahu apa yang terjadi" kata Papi menyarankan kepada Ivan untuk datang ke perusahaan dan menanyakan apa yang terjadi kepada Vina.


"Nggak mungkin Bang Ivan yang datang ke perusahaan Papi" ujar Sari yang langsung mengatakan kalau tidak mungkin Ivan yang datang ke perusahaan menemui Vina dan menanyakan apa yang terjadi.


Bisa bisa nanti Vina kaget dan bertanya tanya kepada Ivan. Kenapa Ivan sampai tahu kalau perusahaan yang di kelola nya sedang terjadi sebuah masalah.


"Kok nggak mungkin? Ada apa?" tanya Papi yang kaget saat Sari mengatakan tidak mungkin Ivan yang datang ke perusahaan dan menanyakan apa yang terjadi kepada Vina.


"Kok bisa nggak mungkin?" ujar Papi bertanya kepada Sari dan Ivan dengan nada heran dan tidak mengerti kenapa Sari langsung mengatakan tidak saat Papi menganjurkan Vina untuk pergi ke perusahaan yang di kelola oleh Vina.


"Bang" ujar Sari yang meminta Ivan untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada Papi.


Sari tidak mungkin menjelaskan hal itu kepada Papi. Sari hanya main di bagian tengah saja. Sedangkan yang menentukan dari awal adalah Ayah dan Ivan.


"Jadi gini Pi" ujar Ivan yang memilih untuk bercerita.


Tapi sebelum Ivan melanjutkan untuk membahas hal itu. Mami sudah menguap berkali kali.


"Papi, besok aja gimana lanjut ceritanya, Mami ngantuk" ujar Mami meminta Papi untuk menghentikan ceritanya. Mami sudah merasakan kantuk yang berat sekali, semalam mami kurang tidur karena memasakkan rendang untuk Danu.


"Ya udah kita lanjut besok saja. Lagian Ivan juga kelihatannya belum akan balik ke negara I" ujar Papi menebak isi kepala Ivan.


Ivan tersenyum dan mengangguk. Dia memang belum akan kembali ke negara I. Ivan akan kembali seminggu lagi ke negara I.

__ADS_1


Mereka kemudian masuk kedalam kamarnya masing masing. Sari masuk ke dalam kamar deli, karena dia akan tidur dan beristirahat bersama dengan deli. Sedangkan Ivan masuk ke dalam kamar tamu yang terletak di lantai satu mension besar tersebut.


__ADS_2