
"Untung saja ya Mami, Bunda sempat pergi jalan jalan ke negara kita lagi. Kalau nggak, maka Ayah pasti nggak akan bisa ketemu dengan Bunda, kemudian ayah akan semakin terpuruk dalam keadaan yang menyedihkan tersebut" lanjut Deli menceritakan bagaimana tragisnya kehidupan seorang Danu sewaktu Vina meninggalkan dirinya dalam ketidak tahuan.
"Mana Bunda hari itu main pergi saja tanpa memberitahukan apapun kepada Ayah. Ayah semakin tidak mengerti kemana harus mencari Bunda."
"Kalau Mami melihat keadaan Ayah, bisa dikatakan Ayah seperti mayat hidup Mami."
Deli menceritakan semua keadaan Danu kepada Maya. Danu waktu itu memang dalam keadaan memprihatinkan. Maya juga sudah tahu sebagian kecil tentang cerita bagaimana keadaan Danu pada saat Danu ditinggal oleh Vina dalam ketidakpastian hubungan mereka berdua. Cerita yang diperoleh Maya dari Ivan memang tidak sedetail yang diceritakan oleh Deli sebentar ini.
Tak terasa perjalanan mereka menuju mansion keluarga Ivan sudah hampir sampai. Maya menghidupkan lampu sen kanan karena mansion Ivan terletak di kanan jalan.
"Wow mansion yang sangat indah Mami" ujar Deli saat melihat bagaimana keindahan mansion milik Ivan dan Dari serta atuk tampannya itu.
"Ya sayang, sangat besar. Saat kamu melihat isinya kamu akan semakin dibuat kagum karena isinya begitu lengkap" kata Maya menjawab kekaguman yang diberikan oleh seorang anak kecil yang cerewet tersebut.
"Ada kolam berenangnya?" tanya Deli sambil melihat ke arah Maya.
"Ada. Malahan pakai air panas" jawab Maya sambil memarkir mobilnya di teras mansion tersebut.
maya tidak melihat ada mobil Sari di tempatnya.
'sepertinya sari sudah berangkat ke kantor'
"Mami ayo kita turun Mami. Aku udah tidak sabaran lagi mau melihat bagaimana keadaan di dalam mansion om Ivan"
Demi sangat sudah tidak sabaran lagi untuk masuk dan melihat keadaan mansion Ivan. Dia benar benar penasaran dengan kolam berenang dengan air panas itu.
"Ayuk. Mami juga udah siap untuk turun" kata Maya yang setuju untuk menuju mansion Ivan.
Ivan yang melihat mobil Maya terparkir di depan mansion dari CCTV rumah, berjalan pergi membuka pintu mansion tersebut.
"Sayang, kamu sudah datang?" ujar Ivan saat melihat Maya sudah turun dari mobilnya dan menuju pintu penumpang.
Ivan melihat Maya berjalan menuju kursi penumpang.
__ADS_1
"Wow kamu bawa putri kecilku ini sayang?" tanya Ivan saat melihat siapa yang turun dari dalam mobil.
"Iya sayang. Katanya dia mau bertemu dengan kamu sayang" ujar Maya sambil menggandeng tangan Deli untuk menuju mansion
"Haha haha haha. sepertinya dia benar benar kangen dengan aku sayang" jawab Ivan.
Ivan melihat dua wanita yang disayanginya itu. Satu adalah wanita yang akan mengisi hari harinya ke depan sedangkan yang satu lagi adalah wanita yang memberi warna dalam hidup mereka.
"Kalian berdua cantik sekali ujar Ivan saay melihat Maya dan Deli sudah berada di depan dirinya sambil bergandengan tangan.
"Oom Ivan juga ganteng. Sangat ganteng malahan" kata Deli balas memuji oomnya itu.
"Mari masuk. Kita ngobrol di dalam saja"
Ivan mengajak Maya dan Deli untuk masuk ke dalam mansion. Mereka ajab melanjutkan obrolan di ruang tamu mansion.
"Mana Tante Sari Om Ivan?" tanya Deli yang teringat dengan tante cantiknya itu yang tidak terlihat dari tadi.
Sari yang memang sudah selesai bersiap siap langsung turun dari dalam kamarnya menuju ruang tamu. Dia melihat dari lantai dua mansion kalau Maya sudah datang bersama dengan Deli.
"Hay cantik kamu juga datang untuk mengantar Om Ivan kebandara?" tanya Sari saat melihat anak dari saudara sepupunya sudah berada di dalam mansion mereka.
"Iya tante. Kata Bunda, aku harus menemani Mami Maya supaya Om Ivan nggak jahil dengan Mami nanti" ujar Deli yang mengatakan hal tidak sebenarnya kepada Sari dan juga Ivan.
Sari melihat ke arah Maya.
"Haha haha haha haha. Jangan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Deli Sar. Dia yang minta untuk ikut pergi dengan gue ke Bandara. Katanya udah lama banget nggak ketemu sama om Ivan"
Maya tertawa mendengar perkataan dari Deli. Dia benar benar tidak menyanhka kalau Deli akan memberikan jawaban seperti itu kepada Sari dan Ivan.
"Oooo oooo, jadi putri kecil Danu ini sudah bisa berbohong begitu?" kata Sari sambil melihat ke arah Deli.
Deli menunduk menahan tawanya. Dia akhirnya ketahuan karena telah berani berbohong kepada Ivan dan Sari.
__ADS_1
"Mami nggak teman. Masak iya nggak menyetujui apa yang Deli katakan. Jadikan Deli ketahuan boongnya"
Deli melihat ke arah Maya sambil memonyongkan bibirnya.
"Kamunya nggak ngasih kode ke Mami. Makanya Mami nggak mendukung kamu sama sekali sayang" jawab Maya yang nggak mau disalahkan oleh Deli karena sama sekali tidak kompak dengan Deli tentang alasan yang diberikan oleh Deli kepada Ivan dan Sari.
"Sudah sudah mau apapun alasannya yang penting kamu udah di sini. Kamu udah mau mengantarkan Om Ivan. Om sangat senang kamu mau ikut dengan Mami kamu ini"
"Jadi, Om nggak perlu cemas lagi, nanti saat terbang harus memikirkan Mami kamu selamat atau ndak sampai di kafe. Atau dia bawa mobil dalam kecepatan tinggi atau ndak"
Ivan mengutarakan kesenangannya saat Deli mau ikut menuju bandara dengan Maya. Sehingga Ivan bisa nyaman dalam penerbangannya.
"Kenapa begitu Om Ivan?" tanya Deli yang kurang mengerti dengan maksud dari perkataan Ivan sebentar ini.
"Iyalah sayang. Dengan adanya kamu di atas mobil. Mami Maya akan berpikir untuk mengebut. Jadi, Om Ivan nggak perlu cemas selama penerbangan"
Ivan menjelaskan kepada Deli apa maksud dari perkataannya sebentar ini.
"Haha haha haha. Jadi aku sama dengan alarm gitu maksud Om Ivan?" tanya Deli sambil menatap kepada Ivan.
"Bener, kamu adalah alarm untuk Mami Maya supaya tidak mengebut di jalanan nanti" jawab Ivan yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Deli sebentar ini.
"Hem baiklah nanti kalau Mami Maya mengebut, Deli akan cubit pinggangnya supaya pelan lagi membawa mobil" ujar Deli sambil melihat ke arah Maya.
Maya yang mendengar apa yang dikatakan oleh Deli langsung melongo. Mulut Maya membulat saat mendengar apa yang dikatakan oleh Deli. Maya tidak menyangka kalau Deli akan mencubit dirinya kalau dia membawa mobil dalam kecepatan tinggi.
"Emang kamu berani sayang mencubit Mami Maya kalau Mami Maya membawa mobil dalam kecepatan tinggi?" tanya Sari yang penasaran dengan perkataan yang disampaikan oleh Deli kepada dirinya sebentar ini.
"Yakin lah Tante. Deli pasti akan cubit pinggang Mami Maya" jawab Deli sambil melihat ke arah Maya dan menarik turun kan alis matanya
"haha haha haha. Oke oke, kamu boleh cubit pinggang Mami Maya kalau dia mengebut"
Ivan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Deli kepada mereka semua. Bagi Ivan asalkan Maya tidak membawa mobil dalam kecepatan tinggi, apapun yang akan dilakukan oleh Deli, Ivan pasti akan mendukung
__ADS_1