Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Sikap Berubah


__ADS_3

Vina bangun tidur dengan kondisi badan yang sudah sangat baik, Vina tidak merasakan sakit sedikitpun sekarang ini. Dia merapikan tempat tidurnya dan melipat badcover yang dipakainya setiap malam. Selesai merapikan tempat tidur Vina langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket karena semalam menyiapkan kue ulang tahun pesanan tetangga. Vina langsung mandi dan membersihkan dirinya untuk berangkat kekantor. Vina sudah delapan hari tidak masuk kantor semenjak dia sakit waktu itu. Vina mandi dengan santai karena hari baru pukul lima pagi. Hari ini Vina tidak ada membuat kue semuanya akan dihandle oleh Maya seorang, semua pesanan hari ini adalah jajanan pasar nampah, sebanyak enam nampah ukuran sedang.


Selesai bersih bersih badan, Vina berniat untuk menyiapkan bekal sarapannya. Betapa terkejutnya Vina, bekal sarapannya udah selesai disiapkan Maya.


"Wow loe buat nasi goreng May?"


"Yup. Lagi pengen aja."


" Gue tukar baju dulu ya, habis itu baru gue sarapan." Vina masuk lagi ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya ke pakaian kantor. Vina tidak jadi membuat roti bakar untuk sarapan sederhananya.


Selesai memakai pakaian kantor Vina kembali ke meja makan untuk menyantap sarapannya. Maya juga sudah duduk untuk sarapan.


"Loe jadi resaign Vin?"


"Nggak May, gue kan kerja di sana karena kontrak kerja antara perusahaan dan kampus, kontraknya lima tahun. Masih ada dua tahun lagi May." ucap Vina sambil menyendok nasi gorengnya.


"Terus bagaimana nanti dengan Danu?"


"Seperti yang gue omongin maren aja. Dibiarkan mengalir seperti air. Gue menjauh kagak mendekat juga nggak"


"Keren loe. Semoga tu makhluk laki laki kurang laki laki itu sadar dengan kesalahannya ya"


"Hahahahaha. Laki laki kurang laki laki, loe ada ada aja May."


"Oh ya May. Nanti loe ke pasar beli semua keperluan ya. Sepertinya stok kita udah menipis. Uang di tempat seperti biasa." ucap Vina.


"Siap bos." Maya memberikan hormat kepada Vina.


"Lebay" ucap Vina sambil meminum air putih hangatnya.


Vina kembali kekamar untuk merapikan kembali penampilannya, Dia sebentar lagi akan berangkat ke kantor. Vina hari ini akan naik taksi online, dia masih belum sanggup untuk membawa motor sendiri.


Sedangkan Maya sudah berada di dapur untuk menyiapkan semua jajanan pasar yang belum selesai. Dia juga akan menghias kue ulang tahun.


"May gue berangkat dulu. Hati hati di rumah dan pas keluar ya."


Vina naik kedalam taksi online yang sudah menunggu nya di depan rumah. Dia sangat menikmati perjalanannya kali ini. Vina memperhatikan keadaan sepanjang jalan, dia sangat rindu dengan suasana jalanan ibu kota.


"Vin, udah sehat?" kata Ifan yang baru sampai di kantor.


"Udah, ini udah sanggup untuk pergi kerja."


Ifan memarkirkan motornya di sebelah parkiran motor Iwan.


"Tumben ne motor cepat sampe"


"Tidur diruangan kali bang" ucap Vina asal.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam kantor yang masih sepi itu.


"Sepi bang kayak jam lembur aja."


"Jam tujuh baru Vin. Kayak nggak tau aja."


Vina menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tak lama berjalan mereka sampai di ruangnnya.


"Hay Vin" sapa Iwan yang sudah berkutat dengan komputernya.


Vina membalas dengan senyuman manis. Vina kemudian menuju pantry untuk membuat minuman dan memindahkan cemilan ke piring piring kecil.


"Bang mau minum apa?"


"Gue latte Vin" kata Ifan


"Sama Vin." lanjut Iwan.


Vina membuatkan minuman yang diminta Iwan dan Ifan. Serta teh panas untuk dirinya.


"Saya mau teh panasnya satu Vin" ucap suara yang sangat dirindukan oleh Vina. Suara dari seseorang yang sudah sangat jarang berbicara kepada dirinya.


"Baik pak" ucap Vina dengan gugupnya.


Vina kemudian meletakkan dua latte dan dua teh serta cemilan di meja besar ruangan tersebut. Tradisi di ruangan itu memang selalu minum pagi bersama, makan siang juga bersama.


"Vin, kita makan siang di tempat Iwan meeting. Kamu bareng saya saja pergi" kata Danu.


"Baik bos" Vina membalas ucapan Danu dengan dinginnya.


Danu menatap punggung Vina dengan sangat lama. "Maafkan kesalahanku yang lalu Vin. Aku sempat mengacuhkan kamu. Sekarang aku akan berusaha mendapatkan perhatian kamu kembali." ucap Danu sambil masuk kembali ke ruangannya.


✉️ Vina


Bang bener ya orang yang punya restoran minta kita berempat untuk makan siang disitu?


✉️ Iwan


Bener Vin. Kamu mulai tidak percaya dengan Danu, atau mengganggap itu akal akalan Danu


✉️ Vina


Akal akalan bang. 🤣🤣🤣🤣


Jam makan siang akhirnya datang juga, Vina sangat malas untuk berdua saja dengan Danu di kendaraan. Tapi apalah daya Vina yang hanya seorang staff biasa yang tidak bisa menolak perintah bossnya.


Vina naik ke atas mobil Danu dengan rasa enggan yang sangat terlihat diwajahnya walaupun sudah berusaha menutupinya. Vina langsung duduk di sebelah Danu. Danu yang melihat keengganan di wajah Vina berusaha menekan rasa hatinya.

__ADS_1


Mereka berkendara dalam keadaan diam, tidak satupun yang berbicara.


"Vin, bagaimana dengan usaha catering kamu, masih jalan?"


"Masih" jawab Vina singkat.


"Syukurlah, pesanan banyak kan ya tiap harinya?"


"Lumayan"


Danu yang melihat Vina enggan menjawab pertanyaannya memilih untuk diam. Dia tidak ingin bertanya lagi. Tak terasa mereka telah sampai di restoran yang dituju. Vina langsung turun, dan tetap menunggu Danu untuk masuk. Vina masih menjaga harga diri Danu di depan kolega bisnis. Mereka kemudian berjalan berdampingan masuk ke dalam restoran. Ifan yang sudah menunggu langsung menghampiri mereka.


"Pak ruangannya di lantai dua" kata Ifan sambil berjalan di depan Danu dan Vina.


Mereka menuju ruangan tempat jamuan makan siang dari kolega bisnis perusahaan.


Vina langsung duduk di sebelah Iwan, Ifan kemudian duduk di sebelah Vina. Mereka kemudian menyantap makanan yang disajikan dengan santai.


"Terimakasih Tuan Bram atas jamuan makan siangnya" ucap Danu.


"Sama sama Tuan Danu. Senang bekerjasama dengan perusahaan Anda"


Mereka kemudian turun dari restoran menuju kendaraan masing masing.


"Bang Ifan, aku nebengya. Bang Iwan sama Pak Danu aja. Aku mau singgah sebentar di supermarket." kata Vina.


Iwan yang paham dengan perasaan Vina langsung saja berjalan ke arah mobil Danu.


"Loh Vina mana?"


"Nebeng Ifan. Katanya mau singgah di suoermarket terlebih dahulu" kata Iwan sambil duduk dikursi sebelah sopir.


Dani kemudian masuk ke dalam mobil, setelah melihat motor Ifan sudah meninggalkan restoran.


"Panik kan loe" kata Iwan.


"Panik lah. Pas dia perhatian ke gue, gue abaikan. Sekarang gue butuh dia, gue diabaikan" kata Danu memelas.


"Semangat kawan" ucap Iwan.


Mereka kemudian kembali ke kantor. Iwan dan Danu hanya duduk saja di meja tengah kantor tanpa berniat untuk melanjutkan pekerjaan. Tiba tiba pintu ruangan terbuka, Ifan datang hanya seorang diri.


" Vina mana Fan?" kata Danu yang heran melihat Ifan datang sendirian.


" Udah pulang pak. Tadi dia minta antar ke rumah bukan ke supermarket." ucap Ifan sambil duduk di sofa dan menghidupkan televisi.


Danu paham dengan kondisi Vina. Dia akan membuat Vina kembali seperti semula secara perlahan lahan

__ADS_1


__ADS_2