
Vina yang kebangun gara gara mimpi yang dirasanya itu sangat nyata, menatap ke arah Deli yang tertidur nyenyak. Ini adalah penerbangan kedua mereka. Penerbangan yang akan langsung mengantarkan Vina dan Deli ke negara I. Negara tempat Vina dan Deli berasal. Sebuah negara yang memiliki penduduk yang beragam dan bahasa yang beragam pula. Negara multikultural yang penduduknya saling memahami antara satu dengan yang lainnya. Negara yang memiliki keberagaman suku bangsa, bahasa dan juga tradisi, tetapi di satukan oleh satu cita cita. Negara yang damai dan juga sangat menjunjung toleransi atas perbedaan yang ada di antara masyarakat.
"Ini anak masih enak tidurnya ternyata" ujar Vina bergumam sendirian saat melihat Deli yang masih larut dalam tidurnya.
"Kenapa tadi itu mimpi gue serasa nyata ya? Ada apa sebenarnya?" ujar Vina sambil mengingat mimpinya tadi yang dirasa Vina adalah sebuah mimpi yang sangat nyata dan sangat luar biasa nyata yang bisa diingat oleh Vina semua kejadiannya.
Vina larut dalam lamunannya saat itu. Dia benar benar menikmati penerbangannya kali ini. Ntah berapa kali Vina terlihat tersenyum dengan bahagia saat melihat peta perjalanan pesawat yang sudah semakin mendekat ke bandara negara I.
"Permisi Nyonya, mau makan dan minum apa?" ujar Pramugari menawarkan makanan dan minuman kepada Vina yang sedang duduk santai di atas kursi pesawat.
"Apa yang ada Nona?" balas Vina dengan sangat ramah.
"Bayak nyonya, tapi kalau saya boleh merekomendasikan, kue kayu manis dan juga crosiant coklat sangat enak" ujar pramugari memberikan usulan kue yang direkomendasikan kepada Vina untuk dinikmati oleh Vina selama sisa penerbangan itu.
"Oh bolehlah, dua ya." ujar Vina.
Pramugari menaruh dua piring roti yang isinya kue kayu manis dan crosiant coklat serta satu gelas jus jeruk dan susu coklat panas untuk Deli yang masih terlelap di kursinya dengan meringkuk seperti anak bayi dalam perut bundanya. Posisi tidur yang merupakan favorit Deli.
"Terimakasih" ujar Vina mengucapkan terimakasihnya kepada pramugari yang sudah menghidangkan roti dan juga minuman untuk dirinya dan Deli,
__ADS_1
"Sama sama Nyonya. Saya lanjut dulu, Nanti kalau ada perlu Nona tinggal panggil kami lagi" ujar Pramugari memohon izin untuk pergi ke tempat penumpang yang lainnya.
Pramugari mendorong troli berisi makanan dan minuman yang akan mereka hidangkan kepada penumpang pesawat kelas bisnis tersebut. Semua kursi kelas bisnis terisi oleh penumpang yang ingin merasakan kenyamanan tingkat tinggi saat harus melaksanakan penerbangan selama kurang lebih lima belas jam tersebut.
"Deli sayang bangun. Kamu mau susu coklat panas nggak?" ujar Vina membangunkan anak perempuannya yang terlihat masih tidur dalam kondisi nyenyak itu.
"hem Bun, Deli masih ngatuk." jawab Deli masih enggan membuka matanya untuk melihat dunia
"Nggak mau susu coklat panas?" tanya Vina dengan membawa bawa hidangan susu coklat panas kesukaan Deli.
"Kayaknya nggaklah Bun. Nanti ajalah, tunggu dingin dulu baru aku akan minum susu coklat panasnya" ujar Deli menjawab rayuan Vina dengan menggunakan susu coklat panas sebagai bahan pertimbangan bagi Deli untuk memilih bangun dari tidurnya yang terlihat sangat nyenyak itu.
Rencana Vina menggunakan susu coklat panas sebagai alasan sama sekali tidak mempan. Deli masih tetap dengan keteguhan hatinya untuk tidak bangun dari tidur nyenyaknya itu. Dia tetap dengan pilihan pertamanya yaitu tidur sampai rasa kantuknya hilang.
"Nggak akan marah Bunda. Deli bisa minta lagi dengan mbak pramugarinya" jawab Deli yang memang enggan untuk membuka matanya sehingga dia memberikan jawaban jawaban yang tidak masuk akal kepada Vina.
Vina akhirnya memilih untuk menyerah membangunkan Deli dari tidurnya itu. Vina memilih membiarkan Deli menikmati tidurnya. Dia sekarang yakin kalau Deli benar benar mengantuk sehingga apapun alasan yang dipakai oleh Vina tidak akan bisa membangunkan Deli dari tidur nyenyaknya itu.
Vina memotong roti kayu manisnya sedikit, dia mencoba roti yang dikatakan oleh pramugari sebagai roti yang paling bestseller di maskapai mereka itu. Vina menggigit roti tersebut. Dia mengunyah seperti seorang yang ahli dalam makanan saat menikmati rasa masakan yang sedang dinikmatinya itu. Makanan yang benar benar enak sekali saat dinikmati di atas pesawat dengan ketinggian yang sangat tinggi itu.
__ADS_1
"Wow ini benar benar enak. Sangat enak sekali. Tidak salah kalau makanan ini menjadi makanan yang best seller di pesawat ini" ujar Vina yang kembali mengambil sepotong roti kayu manisnya itu.
Vina menikmati menu roti yang diberikan sambil menonton film yang dipilihnya sendiri. Vina menikmati penerbangan mereka kali ini dengan caranya sendiri. Biasanya kalau Vina terbang, dia akan memilih langsung tidur saat pesawat lepas landas dan akan bangun saat pesawat landing. Biasanya Vina akan melakukan rutinitas seperti itu, tetapi sekarang tidak, Vina berusaha menikmati penerbangan kelas bisnis yang disajikan oleh maskapai. Vina ingin merasakan benar bagaimana rasa sebenarnya saat naik pesawat kelas bisnis dari salah satu maskapai ternama di dunia dengan pelayanan yang luar biasa mewahnya itu.
"Ini benar benar penerbangan yang paling mengasikkan" ujar Vina
"Beda memang ya kalau naik pesawat mengambil kelas bisnis dengan kelas biasa saja. Ternyata memang enak naik kelas bisnis" lanjut Vina yang memang baru kali ini melakukan penerbangan dengan naik pesawat komersil kelas bisnis.
Vina memang selalu melakukan penerbangan dengan pelayanan yang lebih prima lagi dari pada penerbangan kelas bisnis, yaitu dengan naik pesawat privat jat. Tetapi sekarang bagi Vina adalah saat dirinya naik pesawat komersil.
"Besok besok kalau terbang dengan pesawat komersil, aku akan naik penerbangan bisnis lagi lah" ujar Vina yang mendapatkan candu untuk naik pesawat penerbangan komersil dengan memilih tiket penerbangan kelas bisnis.
Satu jam kemudian, Deli akhirnya bangun dari tidurnya yang nikmat itu. Dia melihat Vina yang sibuk dan serius menatap layar televisi kecil yang ada di depannya. Vina sedang menonton film kesukaannya yang tadi di carinya di dalam film film yang di simpan dalam memory yang ada di dalam televisi kecil itu.
"Bunda, aku lapar" ujar Deli sambil memegang perutnya yang memang rasa lapar itu yang memaksa Deli untuk bangun dari tidur pulasnya.
"Haha haha haha, jadi kamu lapar sayang?" ujar Vina melihat ke arah Deli yang sudah dalam posisi duduk manis di kursinya kembali.
"Banget" jawab Deli
__ADS_1
Vina memberikan kue dan juga minuman yang memang diminta oleh Vina untuk Deli. Deli mengambil makanan dan minuman yang diberikan oleh Vina kepada dirinya. Deli menikmati kue dan juga susu coklat panas yang sekarang berubah nama menjadi susu coklat dingin.
Sedangkan Vina kembali menatap layar televisi kecil yang sedang menampilkan adegan seorang anak anak yang sedang memeluk ibunya dengan erat setelah pertengkaran yang terjadi di atara mereka berdua.