
Mereka semua kemudian beristirahat di kamar masing masing. Mereka berencana untuk keluar saat makan malam. Sekarang waktunya beristirahat setelah lelah berkendara lama dari kota P ke kota B. Lamanya gara gara Sari dan Vina banyak minta berhenti.
"Vin loe beneran nggak akan mencari Maya lagi? " tanya Sari yang meragukan perkataan Vina tadi.
"Yup. Ngapain kita mikirin dia Sar. Sedangkan dia asik asiknya liburan. Kita panik mikirin dia. Harusnya dia pakai otak. Bukannya kekanak kanakan kayak gini." Lanjut Vina yang tidak ingin Sari meragukan tekadnya.
"Bener juga Vin. Elo sekali sekali memang harus memberikan pelajaran yang berarti kepada dia. Jangan mau mengalah terus aja. Gue nggak tau atas dasar apa lor bersikap seperti itu kepada Maya. Tetapi, bagaimanapun juga harusnya Maya berpikir kalau loe sudah berbuat seperti itu dengan dirinya selama ini. Jadi, dia nggak perlu bersikap kayak gini. " ujar Sari panjang lebar memberikan nasehat kepada Vina.
Vina memikirkan apa yang dikatakan oleh Sari. Vina menbalik balik selama ini sikap dia kepada Maya. Semua sikap yang ditunjukkan oleh Vina kepada Maya benar benar seperti saudara kandung.
"Bener loe Sar. Gue harus tegas dengan Maya kali ini. Ini sudah keterlaluan." ujar Vina yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sari.
"Gue juga akan mikir mikir untuk dia menjadi ipar gue Vin." ujar Sari pelan yang hanya bisa di dengar oleh Sari saja.
"Gur tidur bentar Sar. Nanti jam enam bangunkan gue ya." Kata Vina yang merasakan lelah di badannya.
"Sip. Loe istirahat aja. Gue udah dari tadi tidur." Ujar Sari yang memang kebanyakan tidur di perjalanan.
Setelah Vina tidur, Sari membuka pintu balkon kamar. Sari duduk di balkon. Dia menatap lurus ke depan.
"Maya Maya, gue sebelumnya respek banget dengan elo akan jadi kakak ipar gue. Tapi setelah lihat kelakuan loe yang main kabur aja saat abang gue nggak balas pesan chat dari loe, membuat gue berpikir ulang Maya." ujar Sari.
'Gimana keadaannya kalau abang gue nggak menuruti semua keinginan loe May." ujar Sari.
Sari kemudian mengeluarkan ponsel miliknya dia mengirim pesan kepada Maya.
'Kalau loe masih punya perasaan iba kepada Vina, temui kami di restoran HS Hotel kota B malam ini.' bunyi pesan chat yang dikirim oleh Sari kepada Maya.
Maya membaca pesan chat tersebut. Dia sama sekali enggan membalasnya.
__ADS_1
'Gue tau loe baca pesan gue walaupun loe terlihat tidak membukanya. Tapi satu yang pasti Maya. Gue yang tidak kenal lama dengan loe bangga dengan sikap dan tindakan loe selama ini. Tapi melihat kelakuan loe yang sekarang. Maaf membuat gue menjadi berpikir ulang. Apakah loe layak jadi sahabat atau tidak.' bunyi pesan chat berikutnya yang dikirim Sari.
Setelah mengirim pesan chat tersebut. Sari kembali masuk ke dalam kamar. Dia kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam di batu up. Sudah lama sekali Sari rasanya tidak mandi berendam dengan rileks dan santai.
Maya yang membaca bunyi pesan chat yang dikirim oleh Sari menatap lama pesan shat tersebut. Maya menimbang nimbang keinginan Sari.
"Apa gue beneran harus muncul di hadapan mereka dengan sengaja?" Ujar Maya.
"Kalau gue muncul dengan sengaja bisa besar kepala mereka nanti." Lanjut Maya dengan egonya yang dikemukakan terlebih dahulu.
"Ah gue aja duluan ke restoran untuk makan malam. Nantikan mereka melihat gue, pasti mereka akan datang menemui gue." Ujar Maya yang memikirkan hal yang berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Sari kepada dirinya.
Maya kemudian mengambil handuk, dia masuk ke dalam kamar mandi. Dia akan melakukan ritual membersihkan badannya dari sisa sisa keringat perjalanan siang hari tadi. Maya menikmati mandinya, dia bersenandung kecil saat sedang mandi.
"Maya, udah loe harus duluan datang dari pada mereka." Ujar Maya berkata sendirian.
Maya kemudian keluar dari dalam kamar mandi. Dia melihat jam di ponselnya sudah tertulis jam enam pm. Maya memakai pakaian terbaiknya yang baru dibelikan oleh Dian teman lamanya. Setelah memakai pakaiannya, Maya merias sedikit wajahnya. Dia ingin terlihat cantik saat Ivan melihat dirinya berada di restoran hotel. Setelah yakin dengan penampilannya Maya kemudian berjalan keluar, Maya masuk ke dalam lift dan memencet tombol tulisan L.
"Cantik loe." Ujar Vina saat melihat Sari sudah berdandan.
"Gue mau keluar dengan Juan. Loe makan malam dengan yang lain aja ya. Nggak apa apa kan? " Tanya Sari yang lupa menyampaikan kepada Vina rencana makan malam berdua dirinya dengan Juan.
"Nggak apa apa. Santai aja Sar. Loe yang happy ya." Ujar Vina sambil menepuk pundak Sari.
"Gue pergi dulu Vin. Tadi gue udah ngirim pesan ke Ivan, supaya dia ngetik pintu kita dulu sebelum pergi makan malam." ujar Sari memberitahukan kepada Vina.
"Sip boss. Gue mandi dulu." Ujar Vina sambil menutup pintu kamar mandi.
Vina kemudian mandi sambil bersenandung. Beban berat memikirkan bagaimana keadaan Maya sudah dilepaskannya, dia tidak mau lagi memikirkan Maya. Bagi Vina, Maya mau kembali atau tidak itu terserah Maya. Vina sudah tidak mau repot lagi.
__ADS_1
Bel kamar Vina berbunyi. Sari sudah tau siapa yang datang, langsung saja membuka pintu kamar.
"Siap sayang? " Tanya Juan.
"Siap sayang." Jawab Sari.
"Kamu cantik sekali" Puji Juan yang menatap Sari dengan memberikan tatapan bangganya.
"Kan mau keluar dengan kekasih hati. Jadi harus tampil maksimal." Jawab Sari.
Jero menggenggam jari Sari. Mereka berdua kemudian pergi meninggalkan hotel untuk makan malam di sebuah restoran dengan tema makan malam romantis.
Vina yang telah selesai mandi, menunggu kedatangan Ivan dan yang lainnya untuk mengajak dirinya makan malam. Pas saat Vina selesai merias wajah dan menata rambutnya, ketukan di pintu kamar hotelnya berbunyi.
Vina menbuka pintu kamar dan melihat disana telah berdiri Ivan.
"Siap? " Tanya Ivan.
Vina mengangguk. Mereka berempat langsung menuju lounge untuk makan malam.
"Sari jadi pergi dengan Juan, Vina?" ujar Ivan yang tidak melihat Sari tidak ada di antara mereka.
"Jadi Bang. mereka dari tadi pergi, saat aku baru mandi" ujar Vina menjawab pertanyaan Ivan.
"Semoga mereka langgeng" ujar Ivan kembali
"Besok kita kemana?" tanya Ivan lagi.
"Ke janjang saribu Bang." jawab Vina yang ternyata sudah googling berkali kali di sosial media.
__ADS_1
Vina sudah meng inventaris kemana mereka akan pergi selama mereka berada di kota B. Lift berhenti di lantai sepuluh lounge restoran HS. Ivan dan yang lainnya masuk ke dalam lounge untuk menikmati makan malam mereka.