
Esok harinya Vina sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Vina pulang hanya berdua saja dengan Maya naik taksi online yang dipesan oleh Maya. Vina sengaja tidak memberitahukan kepada Danu atas berita keoulangannya. Vina tidak mau Danu mengantarkannya kembali ke rumah. Iwan dan Ifan pun tidak diberitahu juga oleh Vina. Vina sudah mengambil keputusan untuk resaign dari kantor. Vina sudah tidak bisa lagi bertemu dengan Danu.
Vina dan Maya telah sampai di kontrakan kembali. Vina masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Maya langsung ke dapur, Maya akan memasak makanan untuk makan malam nanti. Vina akhirnya kembali terlelap.
Tak terasa hari sudah masuk maghrib, Vina dan Maya melaksanaka mn kewajibannya. Selesai melaksanakan kewajiban Vina dan Maya langsung duduk di meja makan untuk makan malam.
Tok tok tok bunyi pintu depan seperti di ketuk oleh orang. Vina dan Maya saling pandang. Maya pun pergi membukakan pintu kontrakan.
"Haduh kirany loe berdua bang. Kenapa nggak baca salam. Kami jadi takut" kata Maya di depan pintu.
"Siapa May?" teriak Vina.
"Dua pria tampan Vin."
"Oh suruh masuk aja May. Sekalian ajak makan, mereka pasti belum makan itu" kata Vina yang sudah tau siapa dua pria tampan itu.
Iwan, dan Ifan kemudian masuk mengikuti Maya ke meja makan. Mereka kemudian duduk dan mengambil makanan apa yang mereka sukai. Mereka makan dengan sangat lahap.
Setelah selesai makan malam, Iwan dan Ifan duduk di teras rumah. Sedangkan Vina pergi mengambil potongan buah dan air lemon squas. Maya membersihkan meja makan terlebih dahulu sebelum bergabung dengan mereka.
"Kok nggak ngasih tau kalau udah boleh pulang Vin?" kata Iwan menatap lekat Vina.
"Maaf bang, aku nggak mau merepotkan kalian lagi. Aku sudah banyak merepotkan kalian." kata Vina menatap Iwan dan Ifan.
"Boong. Kami tau kenapa loe nggak bilang pulang. Sekarang gini aja Vin, kalau Danu suka sama loe maka loe terima aja kalau dia mengungkapkan perasaannya. Sekarang kan Danu sama sekali tidak ada ngomong apa apa sama loe, jadi loe anggap aja dia nggak suka sama loe."
"Ngomongnya enak bang. Prakteknya gagal bang. Udah gue coba berkali kali, tapi tetap aja sama. Gue nggak bisa bang."
"Atau gini aja. Loe selama kerja di kantor kan belum pernah ngajuin cuti neh. Loe ambil cuti aja bulan depan, atau dari besok juga boleh" Ifan memberikan solusinya.
"Gue berencana mau resaign aja bang dari kantor." kata Vina sambil menunduk.
Iwan dan Ifan terkejut dengan apa yang dikatakan Vina.
"Vin, itu bukan solusi namanya. Itu namanya kamu lari dari keadaan" kata Iwan.
"Terus aku harus bagaimana Bang?"
__ADS_1
"Gue lebih setuju dengan yang dikatakan Ifan. Loe ajuin cuti aja. Nanti Apa yang terjadi dengan Danu akan kami kabari." kata Iwan.
"Okelah. Tapi kalau berenti emangnya kenapa bang?" Vina menatap Iwan dan Ifan.
"Loe mana bisa berenti. Emangnya nggak baca kontrakm Kontrak kerja loe kan lima tahun" kata Ifan.
Vina tercengang mendengar perkataan Ifan. Vina memang tidak membaca isi kontrak kerja. Saking semangnya Vina main langsung tanda tangan saja.
"Huf" Vina langsung memberengut.
"Hahahahahahahaha. Awalnya senang tandatangan eee sekarang menghela nafas karena tandatangan" ifan mengecek Vina.
Mereka kemudian bercengkrama sampai jam delapan malam.
"Vin, May, kami pamit ya udah malam" kata Ifan.
"Yup. Hati hati bang" jawab Vani.
RUMAH SAKIT
Danu yang siang tadi tidak masuk kantor pergi melihat Vina ke rumah sakit. Danu sudah membawa makan malam untuk Maya dan buah buahan untuk Vina. Danu dengan bersemangat untuk menjaga Vina malam ini. Danu kemudian membuka kamar rawat inap Vina. Betapa terkejutnya Danu yang di atas kasur bukanlah Vina tetapi seorang pria.
"Saya mau menjenguk karyawan saya namanya Vina" jawab Danu.
"Ooo. Mungkin pasien yang keluar tadi siang tuan. Kami baru pindah ke kamar ini, saat pasien di kamar ini sudah boleh pulang siang tadi" jawab ibu ibu.
"Oh terimakasih atas info nya Bu. Saya permisi dulu"
Danu melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Danu sangat kesal karena dia tidak tau kalau Vina sudah diperbolehkan pulang. Danu memang tidak ke kantor tadi siang, karena mengantarkan Deli ke rumah neneknya di puncak.
Danu kemudian melajukan mobilnya ke rumah Iwan sahabatnya. Danu berencana untuk menginap disana.
"Assalamualaikum Wan"
"Waalaikum salam. Bentar" jawab Iwan dari dalam.
Iwan kemudian membuka pintu rumahnya, terlihatlah Danu yang membawa beberapa tentengan.
__ADS_1
"Loe kira gue sakit, sampe harus bawa buah sekantong gede gitu" kata Iwan sambil melihat kantong yang berisi beraneka ragam buah.
"Rencana tadi mau nengokin Vina, sekalian mau nginapndi situ. Eee kiranya dia udah balik ke rumah" jawab Danu sambil duduk di kursi ruang tamu.
"Makanya masuk kantor. Ni ndak libur loe tadi" kata Iwan.
"Gue ngantar Deli ke rumah nyokap di puncak. Gue harus menyelesaikan permasalahan gue dengan Ranti." kata Danu sambil membuka bungkus nasi padang.
Iwan yang sudah makan tadi mendadak menjadi lapar dan membuka satu bungkus nasi padang yang dibawa Danu.
"Terus loe mau ceraikan wanita itu?"
"Yup. Gue udah puas rasanya. Makanya gue minta nyokap untuk menjaga Deli. Untung aja nyokap gue ngerti dengan keadaan rumah tangga gue"
"Syukurlah kalau gitu Dan. Jadi loe bisa menentukan nasib loe lagi"
Mereka kemudian makan dengan sangat lahapnya.
"Dan, besok kan linur neh. Keluar yuk main."
"Gue nggak mau kalau ke bar. Pantai aja gimana?"
"Setuju"
Danu dan Iwan kemudian pergi ke pantai. Mereka ingin merasakan menjadi anak muda kembali. Iwan dan Danu kemudian memesan kerupuk kuah dan pensi. Mereka asik menikmati angin malam dan deburan ombak. Saat mereka sedang asik menikmati makanan, tiba-tiba pandangan yang merusak mata pun terlihat. Iwan yang pertama kali lihat berusaha mengalihkan perhatian Danu.
"Dan, pindah ke ujung sana yok. Kata orang jagung bakar di sana enak"
"Mana ada Wan. Dimana mana rasa jagung bakar ya sama aja."
"Ini beda Dan. Ayoklah Dan" Iwan memaksa Danu.
Tapi percuma saja Iwan mengajak Danu untuk pergi, malahan sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara itu mendekat kearah mereka berdua. Danu yang melihat langsung terkejut. Danu tidak menyangka dia akan melihat sendiri istrinya bergandengan mesra dengan seorang pria. Selama ini Danu memang sudah mendengar istrinya jalan dengan pria lain, bahkan sudah masuk ke infoteimen. Tetapi Danu berusaha untuk tidak percaya, Danu masih menganggap perubahan istrinya karena kehadiran Deli. Ternyata semuanya salah. Istrinya berubah semakin parah karena ada orang ketiga di dalam kehidupan rumah tangganya.
...----------------...
Apa yang akan dilakukan oleh Danu terhadap istrinya itu???
__ADS_1
Staycun ya kakak. Jangan kemana mana dan beralih hati.
Tekan sukai, tinggalkan komentar dan jadikan Favorit ya kakak sayang