
Keesokan paginya, Vina dan Maya sudah bersiap siap untuk sarapan ke restoran hotel. Mereka sudah selesai merapikan semua barang barang yang akan mereka bawa. Mereka juga sudah selesai bersiap siap dan hanya akan tinggal menunggu waktu untuk sarapan.
"Kita jam berapa pergi sarapan Vin?" tanya Maya yang sudah selesai merapikan semua barang barangnya. Dia kemudian duduk di atas kasur menikmati jam jam akhir mereka di negara asal mereka ini.
Vina melihat jam tangan miliknya. Dia menghitung jam berapa mereka harus sarapan dan jan berapa mereka harus chek out.
"Jam delapan ajalah Maya, kalau jam segini masih pagi banget" ujar Vina sambil masih merapikan ranjang tempat mereka tidur.
"Awas loe, gue mau rapihin kasur" ujar Vina meminta Maya untuk berpindah duduk.
Maya kemudian duduk di sofa, dia menghidupkan televisi dan mencari berita selebritis. Vina yang telah selesai membersihkan kasur kemudian ikut menonton televisi bersama dengan Maya sambil menunggu waktu sarapan tiba.
"Sari jam berapa balik May?" tanya Vina yang sampai sekarang belum mendapat kabar kapan Sari akan balik dari tempat Juan.
"Gue juga nggak tau Vin, Dia nggak ada memberikan info ke gue" jawab Maya yang memang tidak mendapatkan informasi apapun dari Sari.
"Semoga tu anak balik cepat. Barang barangnya memang udah gue tolong beresin, tapi nggak tau juga ntah udah semua atau belum." ujar Vina sambil menatap koper milik Sari.
"Ayuk Maya, udah jam delapan." ujar Vina mengajak Maya untuk pergi sarapan ke restoran hotel.
"Sip. Gue ambil ponsel dulu ke kamar" ujar Maya kepada Vina.
Setelah Maya mengambil ponsel miliknya, Vina dan Maya menuju restoran hotel yang berada di lantai dua hotel. Mereka akan sarapan di sana, yang kali ini hanya berdua saja.
Vina dan Maya telah sampai di restoran hotel, mereka sudah mengambil menu sarapan dan memilih duduk di area restoran yang terbuka.
"Sekalian berjemur dan menikmati udara pagi Vin" ujar Maya memberikan alasan kepada Vina, saat Maya memilih duduk di luar restoran.
Mereka berdua kemudian melanjutkan kegiatan sarapan pagi sambil sekali sekali mengobrol ringan.
Sedangkan Sari di Panthhouse Ayahnya sedang menyiapkan sarapan yang sudah di masak oleh Ayah.
Ayah, Ivan dan Juan yang telah selesai bersiap siap keluar dari kamar. Mereka akan sarapan bersama.
"Ayah, kapan Ayah jadinya pindah ke rumah kita?" tanya Sari yang memang sudah merindukan tinggal dengan Ayahnya.
"Sabar nak, paling lama tiga bulan lagi. Atau malahan bisa lebih kalau Danu jadi mengurus perceraian dengan Ranti" ujar Ayah menjawab pertanyaan Sari tentang kapan dirinya akan pulang ke rumah.
__ADS_1
"Yah masih lama" ujar Sari sambil cemberut.
"Sabar sayang nggak akan lama kok. Kamu jalan jalan aja sama Juan, Vina dan Maya nggak akan lama waktu terasa berjalan" jawab Ayah sambil tersenyum.
Mereka kemudian melanjutkan sarapannya.
"Kamu terbang jam berapa Sayang?" tanya Ayah yang ingat Sari akan pulang ke negara U hari ini.
"Terbang jam dua ntah jam satu Ayah. Lupa. Tu pilotnya ada" ujar Sari menunjuk Juan.
"Kami akan terbang jam dua Ayah. Chek in jam satu" kata Juan memberitahukan kepada Ayah kapan mereka akan terbang ke negara U hari ini.
"Baiklah, kalian harus berhati hati. Maaf Ayah tidak bisa mengantar ke bandara" ujar Ayah yang sebenarnya sangat ingin mengantarkan anak anaknya ke bandara, tapi keadaan dan situasi tidak memungkinkan untuk Ayah mengantarkan anak anaknya.
Setelah selesai sarapan semua orang bergerak menuju tempat mereka melakukan aktivitasnya. Ayah dan Ivan akan ke kantor. Sedangkan Juan akan mengantarkan Sari terlebih dahulu ke apartemen Ivan, setelah itu dia akan langsung menuju bandara.
"Sayang, aku nunggu di bandara aja langsung ya." ujar Juan berkata kepada Sari saat mereka berada di dalam taksi online.
"Pakaian kamu gimana?" tanya Sari yang ingat Juan belum membawa tas ranselnya yang berada di rumah Iwan.
"Oke sayang, aku kira belum. Kalau belum rencananya akan aku ambilkan ke rumah Bang Iwan" ujar Sari sambil menatap wajah kekasihnya itu.
"Sudah sayang, kamu nanti hati hati ke bandara ya, pastikan semua barang sudah di bawa dan tidak ada yang tertinggal satupun" ujar Juan berpesan kepada Sari.
Taksi online berhenti di lobby hotel. Sari kemudian turun. Sedangkan Juan kembali melanjutkan perjalanannya menuju bandara.
Sari meraih ponselnya, dia akan menghubungi Maya untuk minta jemput ke lobby. Sari menunggu panggilannya diangkat oleh Maya.
"Siapa yang nelpon May?" tanya Vina saat mereka sedang duduk duduk di restoran menikmati panas pagi matahari.
"Sari" jawab Maya.
Maya kemudian mengangkat panggilan itu.
"Hallo Sar, ada apa?" tanya Maya saat dia mengangkat panggilan telpon dari Sari.
"Loe bisa jemput gue ke bawah? Gue nggak bisa masuk ke kamar karena nggak punya kunci" ujar Sari meminta tolong kepada Maya untuk menjemputnya ke lobby hotel.
__ADS_1
"Oke tunggu gue di situ" ujar Maya menyetujui perintah yang diberikan oleh Sari.
"Ada apa May?" tanya Vina setelah Maya memutus panggilan telponnya dengan Sari.
"Sari minta jemput ke bawah Vin. Dia sudah di lobby" ujar Maya mengatakan kepada Vina keperluan Sari menghubunginya tadi.
"Oh ya udah mari kita jemput dia ke lobby sekarang." ujar Vina yang langsung berdiri dari kursinya.
Mereka berdua kemudian keluar dari restoran. Mereka langsung menuju lobby untuk menjemput Sari yang sudah menunggu di sana.
"Sari" panggil Maya saat dia melihat Sari sedang duduk sambil memainkan ponsel miliknya.
"Udah lama Sar?" tanya Vina sambil duduk di sebelah Sari.
"Nggak, pas nyampe tadi langsung menghubungi Maya untuk minta jemput ke sini." ujar Sari .
"Ooo. Ya udah sekarang kita ke kamar. Siap siap. Jam sebelas kita chek out, setelah itu kita pergi langsung ke bandara" ujar Vina menyusun rencana perjalanan mereka hari ini.
Mereka kemudian pergi menuju kamar, mereka akan men chek kembali semua barang barang yang telah mereka susun. Mereka bertiga tidak ingin ada barang barang yang tertinggal.
"Wow koper gue udah beres. Siapa yang bantuin?" ujar Sari menatap kopernya yang sudah beres.
"Vina, siapa lagi" ujar Maya menunjuk Vina.
"Makasi banyak Vina, loe emang terbaik" ujar Sari memeluk Maya.
"Chek dulu, ntah udah semua ntah belum. Gue juga nggak tau" kata Vina meminta Sari melihat barang barangnya.
Sari kemudian men chek ulang semua barang barang miliknya. Dia juga tidak mau ada yang ketinggalan.
"Udah semua" ujar Sari sambil mengacungkan kedua jempolnya kepada Vina.
Tepat pukul sebelas, Vina dan yang lainnya melakukan chek out kamar hotel. Mereka sudah meminta kepada pihak hotel untuk mengantarkan mereka menuju bandara.
"Silahkan naik ke atas mobil Nona Nona. Mobil sudah menunggu di teras lobby" ujar resepsionist memberitahukan kalau mobil sudah menunggu mereka di teras lobby.
Vina dan kedua sahabatnya masuk ke dalam mobil. Mereka menuju bandara untuk terbang ke negara U. Perjalanan hotel menuju bandara sama sekali tidak ada hambatan
__ADS_1