
"Beneran Mami, kami nggak ada ngomong kalau Mami nggak di ajak. Mami di ajak kok" lanjut Deli sambil tersenyum usil.
"Mulai bisa boong" ujar Maya berkata kepada Deli.
Maya sengaja menggoda Deli setiap harinya asalkan mereka ketemu. Malahan Deli yang selalu menggoda Maya kadang beranggapan kalau Maya itu pemarah.
"Hehe hehe hehe" Deli tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya.
"Udah udah jangan ribut, sekarang lebih baik kita pergi makan malam. Nanti baru ngobrol lagi" ujar Vina mengajak mereka semua untuk menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh Vina dari tadi sore saat pulang dari perusahaan
Vina, Maya, Sari dan Deli kemudian menikmati makan malam yang telah disiapkan oleh Vina dan Maya. Mereka makan bersama malam ini. Makan malam bersama yang sudah lima hari tidak pernah dilakukan lagi. Kalau tidak ada Deli, maka Vina dan Maya akan makan sendiri sendiri karena, Maya akan pulang larut dari kafe, sehingga membuat Vina tidak akan menunggu Maya sampai pulang dari kafe.
"Bunda semua ini makanan favorit aku Bun" ujar Deli saat melihat makanan yang disajikan oleh Vina di atas meja makan.
Mata Deli menjadi semakin berbinar binar bahagia saat melihat menu makanan yang dimasak oleh Vina untuk Deli. Deli benar benar bahagia dengan perhatian yang diberikan oleh Vina kepada dirinya. Deli benar benar dikelilingi oleh orang orang yang sangat menyayangi dirinya. Kasih sayag yang didapat oleh Deli dari orang orang yang berada di sekitarnya membuat Deli menjadi sama sekali tidak merasakan kalau dirinya tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya yang memang tidak pernah menyanyagi dan memberikan perhatian khusus kepada Deli.
"Serius kamu sayang semua ini makanan favorit kamu?" ujar Sari sambil tersenyum menggoda Deli dengan jawaban yang diberikan oleh dirinya.
Sari sangat mengenal makanan favorit dari Deli, karena selama lima hari mereka menginap di mansion Nenek dan Atuk, membuat Sari mengetahui apa saja makanan kesukaan dari seorang Deli. Sari sampai menghafal dalam kepalanya makanan apa saja yang akan membuat Deli menjadi bahagia kembali kalau pada saat itu moodnya sedang rusak.
"Jangan mulai aun, eh Tante" ujar Deli yang hampir saja keceplosan memanggil Sari dengan panggilan aunty. Panggilan yang biasa dipakai oleh Deli saat dirinya tidak bersama Vina.
"Mau manggil apa kamu sayang? Aunty?" ujar Vina saat mendengar apa yang dikatakan oleh Deli kepada Sari. Panggilan yang baru kali ini di dengar oleh Vina. Padahal selama ini tahunya Vina kalau Deli memanggil Sari dengan panggilan Tante bukan Aunty.
"Ng..... Ng... Nggak Bun." jawab Deli yang menjadi gugup saat Bunda nya bertanya Deli memanggil apa kepada Sari.
__ADS_1
"Bunda salah denger kali. Aku manggil Tante Sari bukan Aunty Sari" kata Deli menjelaskan kembali kepada Vina kalau dirinya nggak memanggil Sari dengan kata sapaan Aunty.
"Bunda kira kamu udah menukar panggilan ke Tante Sari sayang. Dari kata yang ikonik yaitu tante menjadi aunty" kata Vina sambil menyuap sesuap nasi. Mereka semua menikmati makanan mereka sambil mengobrol, sehingga membuat makanan yang masuk ke dalam perut mereka tidak bisa diketahui lagi sudah berapa sendok.
"Emang kalau manggil selain Tante Sari boleh?" ujar Deli bertanya kepada Vina. Deli berharap Vina memperbolehkannya, jadi dia tidak perlu lagi hampir keceplosan seperti tadi.
"Boleh aja kalau ada nemu yang cocok" jawab Vina yang memperbolehkan Sari menukar panggilannya kepada Sari.
"Apa ya bagus nya?" ujar Deli berpikir keras siapa panggilan yang cocok untuk memanggil Vina.
Deli memainkan jari jarinya, hal itu memang menjadi ciri khas dari seorang Deli yang akan selalu memainkan jari jarinya saat dirinya sedang dalam kondisi berpikir keras
"Hay mau manggil apa?" kata Vina bertanya kepada Deli.
Vina melihat deli yang termenung seperti itu membuat Vina menjadi kasihan. Vina tidak ingin karena pertanyaannya tadi membuat Deli harus berpikir keras.
"Nggak nemu Bun. Bunda ada usul?" ujar Deli bertanya kepada Vina.
Setelah sekian lama Deli berpikir untuk menukar panggilannya kepada Sari, sama sekali tidak mendapatkan hasil apa apa. Makanya membuat Vina harus mempersingkat waktu dengan langsung bertanya kepada Vina.
"Aunty ajalah sayang. Gimana?" ujar Vina memberikan solusi untuk Deli memanggil Sari dengan panggilan aunty.
"Aunty?" ujar Sari mengulang perkataan Deli.
"Aunty?" kata Deli sekali lagi.
__ADS_1
"Bagus juga tu panggilan. Oke sepakat Aunty. Panggilan keren ke negara negara luaran sana" kata Deli yang akhirnya memutuskan untuk memanggil Sari dengan panggilan aunty.
"Mulai sekarang manggil aunty ke tante Sari" ujar Vina sambil tersenyum kepada Sari.
"Cie aunty" ujar Maya yang dengan sengaja memperolokkan calon kakak iparnya itu.
"Akhirnya panggilan keren itu di dapat juga. Aunty" kata Sari sangat bahagia dipanggil aunty dan sudah diketahui oleh siapapun.
Sebenarnya Sari tidak suka dipanggil Tante. Panggilan Tante membuat dirinya serasa berada dimana. Membuat dirinya merinding saat panggilan itu diucapkan oleh Deli. Sari merasa setiap panggilan tante membuat bulu kuduk nya meremang. Panggilan Tante serasa membuat Deli berada dimana saat itu.
"Kenapa nggak protes dari kemaren kemaren saat Deli memanggil kamu tante, kalau kamu tidak suka" kata Vina sambil melihat ke arah Sari yang duduk tepat di depan dirinya.
"Kemaren kemaren belum merasa risih dengan panggilan itu. Sekarang aja baru risih." jawab Sari yang ntah kenapa baru merasa risih sekarang. Sedangkan sebelum sebelumnya santai santai saja seperti tidak ada kejadian apa apa.
"Jadi risihnya baru sekarang?" lanjut Vina bertanya kepada Sari yang mengatakan kalau dirinya memang risih untuk sekarang ini
"Bener buk , loe bayangin aja gue harus dipanggil dengan panggilan tante " jawab salah seorang dosen yang baru naik di kota padang panjang tadi.
"Konotasinya ini yang nggak ngenakin body, jadi makanya bersyukur banget saat Deli memilih kata aunty." ujar Sari menjelaskan kenapa dirinya sangat bahagia saat diperbolehkan oleh Vina, untuk Deli memanggil Sari dengan sebutan aunty.
Akhirnya setelah menyelesaikan dan menghabiskan semua menu makanan yang dibuat oleh Vina dan Maya, makan malam mereka semua telah selesai. Vina, Maya, Sari dan Deli kemudian memilih untuk beristirahat di depan ruang karoeke.
"Mau ke sana?" ujar Sari yang baru kembali dari kamar mandi
"Mau ke sana, mana?" ujar Vina yang nggak paham dengan apa yang dikatakan oleh Sari.
__ADS_1
"Basafa" ucap rekan yang pada hari itu bertanya saat zoom