Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Bunda Kue


__ADS_3

"Ayah, kita main kesana ayah" kata Deli sambil menarik tangan Ayah yang paling dia sayangi itu.


"Kemana sayang?"


"Main disitu ayah" kata Deli sambil menunjuk tempat mandi bola.


"Ok...... Ayo kita mandi bola. Tapi ayah mana bisa ikut sayang" kata Danu sambil menggendong anak kesayangannya.


"Ayah berdiri di luar aja. Biar aku aja yang mandi bolanya. Ayah berdiri di luar aja sama upin dan ipin."


"Siap bos" jawab Iwan dan Ifan bersamaan.


Nenek dan Kakek yang melihat Deli begitu ceria hari ini sangat merasa bahagia. Deli sejenak melupakan apa yang ada di dalam pikirannya. Walaupun selama ini Deli terlihat tertawa, tetapi nenek dan kakeknya tau Deli menyimpan luka yang sangat dalam akibat ulah bundanya, orang yang seharusnya menyayanginya penuh kasih. Tetapi yang didapatkan Deli adalah seorang bunda yang hanya bisa membuat dia menangis.


"Danu, Mama dan Papa menunggu di situ ya." kata Mama sambil menunjuk kursi santai yang ada di komplek permainan itu.


"Oke ma" kata Danu.


Danu, Iwan dan Ifan memerhatikan Deli yabg sangat asik bermain. Deli tertawa lepas.


"Dan, gue jarang sekali melihat Deli tertawa seperti itu di ibu kota." kata Iwan.


"Yup. Makanya gue pengen cepat mengurus perceraian gue dengan Ranti. Biar Deli bisa selalu tersenyum. Gue juga berharap Vina mau menerima gue apa adanya." lanjut Danu sambil melihat kebahagiaan Deli yang sangat dicintainya. Harta yang paling berharga dalam hidup Danu.


"Makanya loe harus cepat memberitahukan ke Vina apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup loe. Kami takut nanti Vina tau dari orang lain. Maka dia akan merasa kecewa kepada loe" lanjut Iwan.


"Gue juga berpikir seperti itu. Gue akan cari waktu yang tepat."


"Alasan loe dari kemaren itu ke itu aja terus. Apa loe nggak bosan Dan"


...****************...


"Ayah, Deli siap. Sekarang Deli mau makan. Deli lapar" kata Deli sambil meloncat lincat bahagia.


"Hay kak ros. Tumben kamu ngomong manja. Mana kak ros yang pemarah itu dia?" kata Ifan menggoda Deli


"Ipin, diam." kata Deli sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir mungil itu.


"Hahahahahahahaha" Danu dan Iwan tertawa mekihat tingkah lucu Deli yang melarang Ifan untuk berbicara.

__ADS_1


:Mau makan dimana sayang?"


"Makan di kafe itu ayah" tunjuk Deli kepada kafe yang ada di mall itu.


"Oke kita makan di situ. Tapi kita panggil kakek dan nenek dulu ya" kata Danu kepada Deli.


"Siap"


Danu kemudian menggendong putri kecilnya itu menuju kakek dan nenek yang sedang duduk menunggu mereka selesai bermain.


"Nenek, kita makan di situ. Deli lapar" kata Deli menunjuk kafe yang dimaksudnya tadi.


"Baiklah" kata Nenek.


Mereka kemudian menuju kafe yang ditunjuk oleh Deki. Mereka menuju kafe itu dengan oenuh canda tawa. Mereka melupakan sejenak permasalahan yang sedang menimpa Danu. Tiba tiba saja Deli langsung terdiam dari ketawanya. Deli yang berada di gendongan Ifan meminta Ifan menurukannya.


"Ipin, turunin Deli ipin" kata Deli kepada Ifan.


Ifan yang tidak tau apa apa langsung menurunkan Deli. Deli langsung berlari menuju seseorang yang sangat dikenalnya. Danu dan semua keluarganya melihat Deli yang berlari langsung mengejar Deli kembali.


"Sayang, apa yang kamu lihat nak?" kata Danu sambil memeluk Deli.


"Deli tadi melihat bunda ayah." kata Deli sambil menatap mata Danu.


"Yakin ayah" jawab Deli sambil menganggukkan kepalanya.


"Dimana Deli melihat bunda nak?"


"Di situ ayah. Bunda sedang duduk dengan seorang laki laki" kata Deli menunjuk bangku yang sudah kosong.


"Tapi saat Deli berlari menuju bunda, bunda udah pergi dengan laki laki itu ayah. Deli kejar tadi nggak dapat. Kaki Deli pendek ayah" kata Deli menjelaskan kepada ayahnya kenapa dia tidak bisa bertemu dengan bundanya.


"Deli rindu sama bunda?" kata Nenek sambil berjongkok di depan Deli.


"Nggak Nek. Cuma Deli ingun memastikan kalau itu beneran bunda Deli. Hanya itu saja nek" ucap Deli.


"Ya udah Deli. Sekarang bunda sudah pergi, jadi kita makan aja lagi. Upin dan Ipin lapar kak Ros" kata Ifan menirukan sura Ipin.


"Ayo Ipin gendong kak Ros lagi. Kak Ros capek udah mengeluarkan tenaga untuk mengejar bunda Kak Ros" kata Deli memerintah Ifan.

__ADS_1


"Nggak bapak nggak anak sama aja, hobby banget merintah gue" kata Ifan ngedumel sendiri.


"Hahahahahahahahhahaa nasib loe itu Fan, gendong aja Deli dari pada kak Ros marah marah." kata Iwan memberi semangat Ifan.


"Ayo Kak Ros, kita berangkat. Ipin juga lapar" kata Ifan yang langsung menggendong Deli.


Mereka akhirnya masuk ke dalam kafe yang ditunjuk Deli tadi. Semuanya memesan makanan yang menjadi makanan favorit di tempat itu. Deli memesan segala macam jenis ice cream. Mereka makan dengan sangat lahap sambil bercanda. Danu begitu bahagia melihat anaknya tertawa lepas seperti itu. Dia sudah sangat jarang melihat Deli tertawa lepas.


"Keman lagi sayang?" tanya Danu kepada Deli.


"Ayah belikan baju untuk Nenek ya" kata Deli sambil melirik neneknya.


"Alah kak Ros. Bilang aja kalau kak Ros yang mau beli baju, pake jual nama nenek pula" kata Ifan sambil mengejek Deli.


"Hahahahaha. Malu Deli kalau minta langsung, nanti di tolak ayah. Kalau pakai alasan nenek kan ayah nggak berani nolak. Benerkan yah?" kata Deli melihat ke ayahnya.


"Emang ada permintaan kamu yang ayah tolak sayang?" kata Danu menjawab pertanyaan Deli.


"Ad ayah"


"Mana pernah sayang. Ayah selalu mengiyakan semua keinginan mu sayang" jawab Danu sambil mencubit hidung Deli.


"Ada ayah. Taulah Deli, kan Deli yang minta bukan Ayah" jawab Deli dengan ketua.


"Permintaan yang mana yang ayah pernah tolak?" lanjut Danu yang penasaran permintaan Deli yang mana yang pernah di tolak oleh Danu.


" Yang waktu adek mintak ayah menceraikan bunda" kata Deli dengan santainya. Memang benar yang diminta Deli yang tidak diwujudkan oleh ayahnya adalah menceraikan bundanya.


"Sayang, itu akan terjadi. Ayah sedang mengusahakannya sayang. Ayah janji, ayah akan meninggalkan bunda." kata Ayah sambil merangkul pundak Deli.


"Ayah janji ya akan menceraikan bunda??? Deli nggak suka bunda itu yah. Deli akan suka bunda yang lain" kata Deli.


"Bunda yang mana?" tanya Danu.


"Bunda yang kasih kue rainbaw. Deli suka bunda itu. Ayah bawa aja bunda kue ke rumah ya yah. Deli akan bilang kalau Deli adalah anak yang baik. Tidak banyak tingkah seperti apa yang dikatakan bunda" lanjut Deli.


"Deli yakin mau sama bunda kue?" tanya Danu kepada Deli.


"Iya ayah. Deli sangat yakin Deli sangat suka bunda kue" kata Deli.

__ADS_1


"Ya sudah besok besok besok ayah akan bawa bunda kue untuk menemui Deli. Sekarang kita pulang dulu. Hari sudah malam. Oke."


"Oke ayah"


__ADS_2