Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Saksi 3


__ADS_3

"Yah gue nggak jadi kuliah hukum. Bakalan nggak selesai itu kuliah" jawab Iwan yang baru sadar kalau dia tidak akan bisa menyelesaikan perkuliahannya di bidang yang sama dengan Frans.


"Itu kuliah bukan gue banget. Nggak mungkin kan gue ke sekolah pakaian formal. Waduah nggak bisa gue membayangkannya" lanjut Iwan dengan bulu kuduk yang sudah meremang gara gara mengingat dia yang akan kuliah di hukum sambil membaca buku kuliah yang tebal tebal itu. Iwan tidak sanggup untuk kegiatan seperti itu.


"Udah udah jangan kuliah S1 aja yang loe pikir sekarang. Kalau loe mau kuliah noh ambil S2, biar gue ada staff yang S2 arsitektur" ujar Danu meminta Iwan untuk memikirkan kuliah S2 nya saja, tidak mengulang kembali kuliah S1 dengan jurusan yang berbeda.


"Ogah gue mah kuliah lagi.Udah cukup kuliah enam tahun kemaren. Nggak cukup kuat gue untuk mengulang hal yang sama sekian tahun ke depan. Bisa setengah gila gue nanti. Udah cukup rasanya gue gila saat kuliah arsitektur maren. Ogah gue nambah lagi. Ogah banget" ujar Iwan menjawab alternatif pilihan lanjut S2 yang diberikan oleh Danu sebentar ini.


"Udah mari kita lanjut pembahasan tentang persaksian tadi.Siapa saja saksi yang akan dihadirkan oleh Danu. Nggak usah bahas tentang kuliah untuk gue lagi. Capek enam tahun maren belum hilang" kata Iwan yang berniat mengembalikan pembicaraan mereka bertiga ke jalur yang semestinya.Bukan jalur perkuliahan seperti yang sedang mereka bicarakan sekarang.


Frans melirik Danu dan memajukan mulutnya seakan memberikan kode kepada Danu kalau Iwan sedang berusaha mengalihkan pembicaraan mereka ke arah yang lain. Danu mangangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Frans melalui kode mata.


"Jadi siapa aja saksi yang akan kamu bawa untuk menghadapi Ranti di pengadilan itu?" ujar Frans kembali menanyakan kepada Danu siapa saja saksi yang akan di bawa oleh Danu ke pengadilan.


"Pertama gue akan bawa bibik di rumah untuk saksi. Setelah itu Iwan dan Ivan." jawab Danu yang sudah menetapkan siapa saja saksi yang akan dibawa oleh dirinya untuk sidang perceraiannya itu


"Selain mereka bertiga, gue juga udah minta ke Ivan untuk memberikan rekaman sewaktu kami menangkap basah Ranti sedang dengan selingkuhannya dan juga rekaman cctv di rumah gue sendiri. Itu akan gue jadikan bukti untuk maju dipersidangan ini" lanjut Danu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Frans kepada dirinya.

__ADS_1


"Gue rasa kita harus memajukan pembantu di rumah kamu sebagai saksi yang pertama. Kalau di rasa saksi itu masih kurang, kita akan lanjut dengan Iwan dan Ivan. Terakhir rekaman video. Kalau dia masih membantah, barulah Deli kita majukan sebagai saksi kunci" kata Frans menyusun strategi yang akan dilakukan saat mereka maju di pengadilan.


"Gue setuju dengan apa yang loe katakan. Sepertinya Ranti tidak akan dengan mudah mengabulkan keinginan gue untuk menceraikan dia" kata Danu yang mendengar dari Iwan kalau sewaktu Danu pergi ke negara U mengantarkan keluarganya untuk tinggal di sana untuk sementara waktu, ranti datang ke perusahaan dan sempat marah marah kepada Iwan.


"Kok lo ngomong gitu?" tanya Frans yang tidak mengerti kenapa Danu sampai berkata seperti itu sebentar ini.


"Ya sewaktu gue pergi mengantarkan Deli dan kedua orang tua gue ke negara U, Dia datang ke perusahaan dan bertemu dengan Iwan" kata Danu menceritakan sekilas tentang kedatangan Ranti ke perusahaan saat dia tidak berada di perusahaan.


"maksud loe dia datang ke perusahaan elu gitu?" kata fans ingin meyakinkan apa yang didengar oleh dirinya sebentar ini dari apa yang dikatakan oleh Danu


" yuk lu tanya Iwan aja gih gue juga nggak tahu gimana cerita sebenarnya. karena Iwan sama sekali belum sempat bercerita kepada gue secara lebih jelas" kata Danu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh fans kepada dirinya


" Jadi ceritanya seperti ini" kata Iwan memulai cerita bagaimana dia bertemu dengan Ranti di perusahaan saat Ranty mencari Danu untuk kesekian kalinya ke sana


flashback


seorang wanita cantik terlihat keluar dari dalam lift sambil membawa sebuah map coklat yang di dekatnya di dada. Map itu seperti suatu barang yang sangat berharga bagi wanita cantik tersebut. wanita cantik itu dengan sengaja tidak berhenti di meja resepsionis karena dia merasa masih berhak untuk langsung saja menuju tempat yang ditujunya

__ADS_1


" Maaf Nona. Anda harus mendaftarkan dan mengisi buku tamu perusahaan kami terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan yang Anda tuju" kata resepsionis menghentikan langkah kaki Ranti yang telah dengan sangat percaya diri menuju ruangan Danu


" kamu tidak kenal saya?" kata Ranty dengan pongahnya sambil mengangkat dagunya ke atas


" maaf Nona sekali lagi saya minta maaf. saya tidak peduli Nona siapa. Saya hanya tahu sop di perusahaan ini bagi siapa saja yang datang atau bertamu dan ingin bertemu dengan petinggi perusahaan ataupun staf harus mengisi buku tamu" kata resepsionis tersebut ke Ranti dengan nada santai tetapi berwibawa


nanti yang kebetulan malas ribut dengan resepsionis kembali berjalan menuju meja resepsionis tersebut. dia mengisi buku tamu yang telah disediakan oleh salah seorang resepsionis yang duduk di meja kerjanya itu


" silakan Tuliskan nama alamat dan orang yang anda ingin temui nona" kata-kata resepsionis sambil melihat ke arah Ranti


nanti kamu udah menuliskan nama alamat perusahaannya serta dengan siapa dia ingin bertemu.


saat itulah resepsionis merasa kaget melihat Siapa yang ingin ditemui oleh Ranti. kedua resepsionis itu saling memandang satu dengan yang lainnya. mereka berdua sama-sama tahu kalau orang yang dicari oleh nona ini sama sekali tidak ada di tempat. tetapi mereka berdua juga sudah dipesankan oleh orang yang dicari nona ini untuk tidak mengatakan kemana orang yang dicari nona itu pergi.


" selesai apa saya boleh naik sekarang?" kata Ranti berbicara dengan sangat sinis kepada kedua orang resepsionis yang telah dengan berani Menghadang Jalan dirinya hanya sekedar untuk mengisi buku kamu yang telah selesai diisi oleh Ranti


" Oke terima kasih nona. mana tahu sendiri kan di mana ruangan orang yang sedang Nona cari?" kata resep kami sambil melihat ke arah Ranti

__ADS_1


" ya saya sudah tahu" jawab Ranti sambil berjalan Kembali menuju ruangan Danu


" sungguh menyebalkan sekali kedua resepsionis tersebut, Seenaknya saja mereka menghentikan dan mencegah aku untuk masuk langsung ke dalam ruangan Danu. Apa mereka tidak tahu siapa aku?" kata Ranti sambil mengomel-ngomel sendiri untuk menuju ruangan danu


__ADS_2