
Mereka berdua kemudian pergi dari bandara menuju kafe tempat mereka biasa makan siang. Ivan sudah menghubungi Iwan untuk menyusul mereka kesana. Mereka akan makan siang bertiga setelah dua minggu tidak makan bersama. Mereka bertiga akan membahas masalah pekerjaan yang sudah lama ditinggalkan.
Pesawat yang ditumpangi Vina, Sari dan Maya telah lepas landas. Mereka sekarang sudah mengudara untuk menuju negara U. Pekerjaan dan semua semuanya telah menunggu mereka di sana. Mereka akan transit nanti setelah melakukan penerbangan selama enam jam. Penerbangan yang sangat lama akan dijalani oleh ketiga wanita itu. Perjalanan dengan memakan perbedaan waktu yang sangat terasa dan akan membuat mereka menjadi jetlag.
Iwan telah berkendara dari perusahaan, Iwan menjadi yang pertama datang di kafe tempat mereka biasa makan siang. Iwan sudah memesan makanan favorit mereka bertiga kalau sedang makan siang di sana. Iwan memesan nasi ayam geprek untuk dirinya, sedangkan untuk Ivan nasi pecel ayam. Sedangkan untuk Danu seperti biasa nasi cumi bakar, serta dua piring cah kangkung dan dua piring kentang goreng sama nugget goreng.
"Mereka lama banget, apa macet jalan ya?" ujar Iwan saat melihat jam tangannya.
Iwan mengeluarkan ponsel miliknya. Dia akan menghubungi Ivan, menanyakan mereka sudah dimana.
"Hallo Van, loe dan Danu udah sampai dimana?" tanya Iwan
"Ini dikit lagi Bang. Macet parah, apalagi Bang Danu pakai mobil tentu makin lama. Kalau gue masih bisa nyelip nyelip karena pakai motor" ujar Ivan memberitahukan keadaan jalan kepada Iwan.
"Oke.Gue tunggu kalian di sini aja. Makanan sudah gue pesan." ujar Iwan memberitahukan kepada Ivan kalau dia sudah memesan makan siang untuk mereka bertiga.
"Sip Bang. Gue usahakan gue cepat sampai di sana kata Ivan.
Iwan kemudian memutuskan panggilan telponnya dengan Ivan. Dia tidak mau lama lama mengganggu konsentrasi Ivan membawa motor.
Iwan hanya tinggal menunggu Danu dan Ivan untuk datang ke kafe. Sambil menunggu dua sahabatnya lagi yang memang harus melalui kemacetan karena dari bandara, Iwan membaca beberapa file pekerjaan yang harus dikerjakan olehnya nanti.
Saat Iwan sedang sibuk membaca file file itu, Danu dan Ivan masuk ke dalam kafe. Mereka mencari dimana keberadaan Iwan. Tak lama mencari wajah Iwan langsung nampak oleh Danu.
"Van, iwan di sana" ujar Danu menunjuk sebuah saung yang ada di luar kafe. Danu melihat Iwan sedang duduk sambil melihat lihat ponsel miliknya.
__ADS_1
"Tu anak selalu milih makan di saung. Bukan di dalam kafe" ujar Danu geleng geleng kepala dengan kebiasaan sahabatnya itu.
"Sejuk di luar Bang. Makanya kami lebih memilih makan di luar dari pada di dalam kafe. Dalam memang sejuk tapi AC. Kok di luar angin asli" ujar Ivan yang memang sudah memprediksi Iwan berada di sayang. Tetapi Danu tetap mencari Iwan di dalam kafe.
Danu dan Ivan kemudian menyusul Iwan yang sedang terlihat menikmati duduknya di saung itu. Kafe yang di desain supaya menjadi sejuk walaupun berdiri di tengah tengah keramaian kota. Tapi karena kreatifitas pemilik kafe, membuat kafe tersebut menjadi sangat sejuk dengan begitu banyak pohon dan rumput yang terbentang luas. Kafe dengan gaya pedesaan dan banyak menyediakan spot untuk berfhoto membuat kafe itu menjadi tempat favorit anak muda.
"Bang" panggil Ivan saat melihat Iwan sibuk dengan laptopnya.
"Sorry lama Wan. Maklum jalanan macet. Kalau Ivan enak pakai motor. Gue pake mobil. Mana jalan macet lagi" ujar Danu menyampaikan permintaan maaf datang terlambat karena keadaan jalan yang membuat dia tidak bisa menjalankan mobilnya dalam kecepatan tinggi.
"Santai aja. Lagian makanan juga belum siap." jawab Iwan.
Danu dan Ivan duduk di bagian saung yang masih kosong. Pelayan yang melihat Danu dan Ivan sudah datang, pergi mengantarkan pesanan makan siang yang telah dipesan oleh Iwan.
"Nggak. Cuma nengok kerjaan yang akan dikerjakan berikutnya. Menurut gue lumayan banyak yang harus kita kerjakan." jawab Iwan yang telah membaca semua email tentang proyek proyek yang harus mereka buat gambarnya.
"Gimana nggak banyak, kalian pergi dua minggu juga" jawab Danu menyindir staffnya itu.
"Alah Bang sekali sekali juga kami pergi lama lama. Biasanya juga kami kerja terus" jawab Ivan.
"Lagian ya Bang. Kalau kami nggak pergi kemaren, belum tentu juga abang akan bertemu dengan Vina. Benerkan ya Bang?" ujar Ivan meminta dukungan kepada Iwan.
"Setuju gua. Kan kita berdua yang ngasih masukan ke Vina agar memberi Danu kesempatan kedua kalau Danu berani mengakui kesalahannya." ujar Iwan juga ikut memojokkan Danu.
"Ya yayayaya. Makasih atas kerja keras kalian. Sekarang saatnya lembur." ujar Danu pasrah di bully oleh dua orang staffnya itu.
__ADS_1
"Ini makanan mau dilihatin aja atau akan dipindahkan ke perut?" ujar Iwan saat melihat hidangan yang sudah mulai dingin.
"Dimakan Bang. Ngapain di diemin" ujar Ivan.
Mereka kemudian mulai makan siang yang tertunda itu. Mereka menikmatinya dengan sangat santai. Tak terasa semua makanan sudah berpindah ke perut mereka masing masing.
"Kalian balik ke kantor atau gimana?" tanya Danu kepada dua orang staffnya itu.
"Balik kantor Bang. Pekerjaan banyak. Lagian nggak ada juga yang mau di ajak jalan jalan" jawab Ivan yang memang lebih memilih lembur dari pada pulang ke rumah.
"Danu, kapan loe akan urus surat suratnya?" tanya Iwa yang sudah mengetahui keputusan Danu.
"Gue siapin semua bukti bukti terlebih dahulu Wan. Gue nggak mau berangkat perangkat tanpa amunisi. Bisa jadi bulan bulanan gue" ujar Danu menjawab pertanyaan Iwan.
"Sip. Gue setuju. Kalau abang perlu bantuan, gue siap bantu" jawab Ivan.
"Gue juga" sambar Iwan.
Mereka bertiga kemudian mengobrol singkat tentang apa apa saja yang dilakukan oleh Vina dan yang lainnya saat liburan selama dua minggu.
Hebatnya Danu, dia sama sekali tidak menanyakan kemana pindahnya Vina kepada Iwan dan Ivan. Dia benar benar ingin membiarkan Vina tenang. Setelah dia selesaikan masalahnya barulah Danu akan kembali mengejar Vina sampai ketemu.
Setelah mengobrol cukup lama, mereka bertiga kemudian kembali ke kantor. Mereka akan lembur mengerjakan gambar proyek yang diminta oleh calon perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan mereka.
Sedangkan Vina dan yang lainnya masih dalam penerbangan. Mereka akan transit dua jam lagi. Sekarang ketiga wanita itu sedang tidur, menikmati istirahat mereka. Mereka akan mengalami perpindahan jam yang sangat terasa nantinya. Berangkat dari negara I pagi. Sampai di negara U hari sudah siang tetapi di tanggal yang berbeda.
__ADS_1