Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Melanjutkan Pencarian Maya


__ADS_3

Setelah selesai menikmati nasi kapau tersebut, Maya kemudian membayar semua yang dipesan dirinya tadi. Setelah itu Maya berjalan keluar menuju tempat parkir mobil. Maya masuk ke dalam mobil. Dia menghidupkan mobilnya.


"Kemana lagi ya?" ujar Maya menatap jalanan yang mulai ramai oleh mobil yang berlalu lalang di jalan utama kota B.


Maya kemudian ingat dengan landmark kota B yaitu sebuah jam yang hanya dua di dunia. Maya kemudian mengetikkan tujuannya ke map mobil. Map mulai menampilkan rute yang harus di tuju oleh Maya. Maya mulai mengikuti rute yang ditampilan oleh Map. Tak sampai lima belas menit Maya sudah sampai di jam gadang. Maya memarkir mobilnya di tempat parkir sebuah mall besar di depan jam gadang itu.


Maya kemudian keluar dari dalam mobil. Dia berjalan menuju jam gadang. Kiri kanan banyak sekali orang orang berjalan kaki. Baik bersama keluarga maupun berpasang pasangan. Maya kemudian berhenti tepat di depan tugu jam gadang yang sangat fenomenal itu. Maya mendongak ke atas melihat jam yang angka empat romawinya beda dari yang lain.


"Wow keren." ujar Maya.


Maya kemudian mengambil beberapa fhoto selfi dirinya dengan latar belakang jam gadang. Setelah puas bermain di tugu jam gadang. Maya pergi duduk di tempat dudum yang ada di depan taman air mancur jam gadang. Maya kembali mengambil beberapa fhoto selfi dirinya di sana.


Setelah puas dengan mengabadikan perjalanan malamnya kali ini. Maya kemudian memutuskan untuk pulang ke hotel. Dia akan beristirahat dan besok akan mulai menjelajahi kota B. Kota yang terkenal dengan objek wisata yang melimpah ruah.


Maya berjalan kembali menuju mobilnya. Sebelum sampai di mobil, Maya menyempatkan diri untuk berbelanja terlebih dahulu di mall yang dijadikannya tempat parkir mobil. Maya membeli beberapa kaleng minuman dan juga cemilan untuk menemani malamnya di kamar hotel sendirian. Setelah membeli semua perlengkapannya, Maya menuju mobil yang diparkirnya. Setelah itu Maya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya kembali menuju hotel tempafmt dia akan menginap selama di kota B.


Maya melajukan mobil dalam kecepatan sedang. Maya menikmati keindahan kota B pada malam hari. Setelah berkendara selama lima belas menit dari jam gadang menuju hotel tempat dia menginap, akhirnya Maya telah sampai di hotel yang dituju. Maya mengambil kunci ke resepsionist. Setelah itu Maya menuju kamarnya. Dia langsung membersihkan wajah dan berganti pakaian. Setelah semua ritual wanita di lakukannya, Maya kemudian naik ke atas ranjang dan memejamkan matanya. Dia langsung masuk ke alam mimpi milik dia sendiri.


Sedangkan di Pulau S kabupaten Pes, Vina dan yang lainnya masih sibuk.mencari Maya di tempat yang mereka singgahi untuk yang kedua. Mereka mencari Maya di homestay Baga. Honestay yang sangat luar biasa bagusnya. Mereka dibagi menjadi dua tim, satu tim berjalan santai menyusuri tepi pantai untuk melihat Maya. Sedangkan satu tim lagi akan melihat Maya di dekat homestay yang ada di sana.


"Kita bertemu di saung ini saja nanti. Siapa yang duluan selesai langsung saja balik ke sini untuk menunggu tim yang lainnya." ujar Ivan memberikan instruksi.


"Siap." jawab Vina dan yang lainnya dengan kompak.


Mereka mulai menuju tempat pencarian masing masing. Mereka mulai memperhatikan setiap pengunjung dengan tidak terlalu mencolok. Mereka juga tidak ingin membuat risih para pengunjung homestay tersebut.


Vina dan Sari menyusuri pantai sebelah kanan dari tempat mereka duduk tadi. Mereka melihat satu persatu setiap pengunjung yang ada. Mereka tidak melewatkan satupun wajah pengunjung. Tetapi kenyataan yang mereka terima sama saat mereka mencari Maya di Manjunto. Maya sama sekali tidak terlihat oleh mereka di sana.

__ADS_1


"Vina, kita duduk di situ dulu. Gue capek." ujar Sari menunjuk sebuah buyanan yang terletak di tepi pantai.


"Oke. Gue juga capek." jawab Vina.


Mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk oleh Sari. Maya dan Sari kemudian naik ke atas boyan kecil itu. Mereka berdua duduk di masing masing satu boyan kecil. Sari menggerakkan boyan tersebut dengan pelan. Dia masih menatap satu satu orang yang lewat di depannya. Hal serupa juga dilakukan oleh Vina. Dia tetap melihat orang yang lewat di depan dia dengan saksema.


"Vin, menurut loe, ada nggak tempat wisata lain yang mungkin di kunjungi oleh Maya. Gue sangat ragu kalau Maya berada di sini. Gue yakin Maya pergi ke satu tempat karena, Maya sudah mengetahui kita akan mencarinya ke sini." ujar Sari sambil menatap Vina.


Vina memikirkan apa yang dikatakan oleh Sari. Vina menganalisa semuanya.


"Vin, kita berdua sama tau kalau Maya tidak lah di bawah kita kemampuannya. Maya jenius. Sedangkan keamanan database perusahaan saja dia yang buat. Gue yakin untuk pergi ini saja, Maya sudah berhitung dengan cermat." ujar Sari yang belum sampai ke ahir kalimat sudah di seret Vina menuju tempat mereka berkumpul tadi.


Sari hanya menatap Vina dengan tatapan tidak mengerti.


"Nanti gue kasih tau di sana." ujar Vina.


"Kenapa terburu buru?" ujar Ivan yang melihat Vina sedikit menyeret paksa Sari.


"Bang, gue yakin Maya nggak ke sini." ujar Vina saat baru duduk di saung.


Sari berjalan mendekati Juan.


"Vina gesrek. Main seret aja." ujar Sari manja ke Juan.


Juan memberikan senyuman terbaiknya. Dia memijit kaki Sari yang sangat capek itu, karena berjalan dengan cepat di atas pasir.


"Maksud loe gimana Vin?" tanya Ivan yang tidak paham dengan maksud perkataan Vina tadi.

__ADS_1


"Gini Bang, Gue kan tau banget siapa Maya. Maya kabur meninggalkan semua identitasnya, berarti Maya benar benar tidak ingin diketahui keberadaannya. Nah apa lagi Maya tau kalau gue sangat tau Maya pengen healing ke sini. Jadi, gue sangat yakin kalau dia menukar keinginannya itu." lanjut Vina menjelaskan kepada Ivan apa yang terjadi dengan Maya sekarang.


Ivan dan Iwan serta Juan menganalisa apa yang dikatakan oleh Vina. Mereka memikirkan sejenak apa yang dikatakan oleh Maya tadi. Ivan menatap Juan. Juan mengangguk dengan sedikit pelan.


"Gue setuju dengan Vina. Maya memang tidak datang ke daerah sini. Tapi ke tempat wisata yang lainnya. Tapi sekarang yang gue pikir, ke daerah mana lagi Maya akan pergi. Itu yang gue nggak tau." ujar Ivan membuka diskusi baru.


"Bang, loe orang asli daerah sini kan. Kemana lagi menurut loe objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan dari dalam dan dari luar?" tanya Juan kepada sopir yang mengantar mereka seharian ini.


"Kalau menurut Saya ya Bang, Nona Maya palingan ke Kota B. Karena kota tersebut banyak menyuguhkan tempat tempat wisata yang menarik." ujar sopir menjawab pertanyaan dari Juan.


"Kota B. Berapa lama perjalanan dari sini?" tanya Ivan yang harus memperhitungkan jarak tempuh dan memperkirakan jam berapa mereka sampai di kota B.


"Sini ke kota P saja satu jam setengah. Belum dari kota P ke kita B diperkirakan tiga jam perjalanan." jawab Sopir memperkirakan lama mereka akan melakukan perjalanan.


Ivan memikirkan jarak yang empat setengah jam itu. Belum lagi hari sudah pukul enam sore.


"Gimana kalau sekarang kita balik ke kota P saja dulu. Besok pagi pagi sekali kita ke kota B. Gimana?" tanya Ivan menatap ke arah Vina.


"Setuju Bang. Hari sudah pukul enam. Kalau kita paksakan ke kota B sekarang sampe jam sepuluh atau sebelas malam, itupun kalau jalan lancar lancar saja. Kalau tidak?" ujar Vina yang tidak mau mengambil resiko dengan melanjutkan perjalanan di malam hari.


"Sip sudah diputuskan kita kembali sekarang ke kota P. Kita menginap di sana semalam, setelah itu baru kita ke kota B pagi hari setelah sarapan." ujar Ivan memberikan gambaran kegiatan mereka untuk esok hari.


"Bisa kita fhoto dulu. Kapan lagi kita akan berfhoto di sini?" ujar Sari menarik Vina untuk berfhoto di tepi pantai.


Mereka mengambil beberapa fhoto bersama di tepi pantai. Sebagai kenang kenangan mereka pernah ke sini.


Setelah mereka selesai berfhoto. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Sopir mulai membawa mobil meninggalkan baga homestay menuju kota P untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2