
"Sepertinya Danu kangen sama loe deh Vin" ujar Maya sambil berbisik dan memberikan senyumannya kepada sahabat terbaiknya itu.
"Maksud loe?" ujar Vina dengan menatap Maya. Vina sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Maya kepada dirinya.
Maya mengangguk, hanya Maya dan Vina sajalah yang mengetahui apa arti anggukan itu. Vina mengangguk setuju dengan apa yang dianggukkan oleh Maya. Sari dan Deli saling memandang, mereka berdua sama sama tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Maya dan Vina dengan bahasa isyarat yang hanya mereka berdua saja yang mengetahuinya.
"Oh baiklah" jawab Vina yang sudah mengerti dengan maksud anggukan yang diberikan oleh Maya kepada dirinya.
"Tapi gue harus selesaikan dulu pekerjaan gue" lanjut Vina menjelaskan kepada Maya.
Vina tidak akan bisa langsung mengambil keputusan untuk melakukan apa yang sudah disepakati oleh dirinya dengan Maya. Sekarang Vina memiliki sebuah perusahaan yang harus dibereskan semua pekerjaannya terlebih dahulu, setelah itu barulah Vina bisa pergi meninggalkan perusahaan untuk beberapa hari.
Sari dan Deli yang tidak mengerti dengan pembicaraan kedua sahabat itu hanya bisa pandang pandangan saja dan saling menatap antara satu dengan yang lainnya. Mereka berdua tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Vina dan Maya berdua.
"Loe bisa minta bantuan Sari Vin. Gue yakin Sari pasti tidak akan nolak" ujar Maya memberikan sebuah solusi kepada Vina tentang apa yang harus dilakukan oleh Vina.
"Loe mau bantu Vina kan Sar?" ujar Maya yang tiba tiba melempar bola kepada Sari yang sama sekali tidak tahu apa yang sedang dimainkan oleh Vina dan Maya.
Sari kaget saat Maya melemparkan pertanyaan itu kepada dirinya.
"Gue mau aja menolong Vina, May." jawab Sari "Tapi apa yang mau gue tolong, gue saja tidak tahu arah pembicaraan kalian berdua ke arah mana. Gue takut salah nanti menjawab pertanyaan dari loe" lanjut Sari menjelaskan kepada Maya.
__ADS_1
"Bener tu Mami, aku sama Aunty sama sekali tidak paham dengan percakapan antara Mami dengan Bunda. Makanya kami bengong saja dari tadi" kali ini Deli memperkuat pernyataan yang diajukan oleh Sari kepada Vina dan Maya.
"Hehe hehe hehe. Maaf maaf. Gue kira loe sama Deli menyimak dan mendengar apa yang gue bicarakan kepada Vina tadi" ujar Maya sambil tertawa sekilas kepada Deli dan Sari.
Sari dan Deli menggeleng lemah, mereka sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Maya dengan Vina yang asik mengobrol tanpa memberitahukan kepada Deli dan Sari apa tema obrolan mereka berdua.
"Jadi gini Sar, Deli sayangku" ujar Maya sambil mencubit sedikit pipi Deli yang masih tembem itu.
"Kan Danu mimpi Vina sampai sebegitunya, sampai norak nggak jelas kayak gitu."
"Nah gue ngomong sama Vina, kalau Danu pastilah sangat kangen dan rindu kepada Vina, sehingga mau tidak mau Vina lebih baik berkunjung atau pulang untuk beberapa hari saja ke negara I. Itu yang gue usulkan kepada Vina" kata Maya menjelaskan kepada Sari dan Deli yang ternyata sama sekali tidak paham dengan apa yang dibicarakan oleh Vina dan Maya sejak tadi.
Vina mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Sari kepada dirinya. Dia memang berencana untuk pergi ke negara I tetapi sebelum itu dia akan menyelesaikan semua pekerjaannya di perusahaan terlebih dahulu, supaya Sari tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berlebihan. Vina sama sekali tidak mau menyusahkan Sari untuk keperluan pribadi Vina.
"Ya udah kalau begitu Vin, loe berangkat aja. Nggak usah loe pikirin perusahaan. Gue yang akan mengerjakan dan dibantu Maya" ujar Sari yang sertam merta membawa bawa nama Maya untuk membantu dirinya di perusahaan itu saat Vina harus pergi ke negara I menemui Danu yang sedang kangen berat kepada Vina sampai sampai terbawa ke dalam mimpinya yang norak tersebut
"Yup gue akan bantu Sari di perusahaan. Loe silahkan pergi menemui kekasih hati loe yang sedang galau tersebut" ujar Maya yang setuju untuk membantu Sari di perusahaan selama Vina pergi ke negara I menemui Danu.
"Makasi, kalian berdua memang yang terbaik" ujar Vina yang langsung memeluk Sari dan Maya.
Dua orang sahabat yang selalu mengerti dan membantu VIna di setiap kesempatan yang ada. Vina sangat bersyukur memiliki mereka berdua dalam kehidupannya saat ini. Vina benar benar tidak percaya dengan apa yang diberikan oleh Tuhan kepada dirinya, Vina benar benar bersyukur atas semua itu. Vina di kelilingi oleh orang orang yang sangat menyayangi dirinya sedemikian rupa. Sampai sampai rela melakukan apapun untuk Vina.
__ADS_1
"Bunda Deli boleh ikut?" ujar Deli dengan santainya
"Tidak sayang, kamu tidak boleh ikut dengan Bunda kali ini. Biarkan Bunda dan Ayah kamu menyelesaikan rasa yang sedang ada. Kamu pahamkan maksud Aunty?" ujar Sari menjelaskan kepada Deli kalau saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi Deli untuk ikut dengan Vina ke negara I.
Deli terlihat tersenyum, dia sama sangat paham dengan apa yang dikatakan oleh Sari kepada dirinya. Dia kali ini memang tidak serius untuk ikut dengan Vina ke negara I.
"Oke Aunty, Mami. Aku nggak akan ikut dengan Bunda ke negara I. Tetapi ada syaratnya" ujar Deli mulai melobby Sari dan Maya dengan syarat yang akan diajukan oleh dirinya kepada Sari dan Maya.
"Apa?" ujar Sari dan Maya berbarengan.
"Mami dan Aunty harus bawa Deli jalan kemanapun, kan nggak mungkin Deli harus duduk duduk saja di mansion Nenek dan Atuk" ujar Deli yang sudah bisa membayangkan bagaimana kegabutan dirinya kalau hanya duduk diam saja di mansion Nenek dan Atuk yang terletak lumayan jauh dari tempat Maya tinggal.
"Oke kalau masalah itu. Tetapi ada hari hari tertentu yang kamu harus tinggal bersama Nenek dan Atuk, karena mereka berdua pastinya juga sangat kangen dengan kamu" ujar Maya menjelaskan kepada Deli kalau dia harus ada beberapa hari berada di mansion Nenek dan Atuk untuk bermain di sana dengan Nenek dan Atuknya itu.
"Siap Aunty, Mami, Bunda. Deli akan menginap di rumah Atuk dan Nenek tiga hari setelah itu Deli akan menginap di rumah Aunty atau Mami" jawab Deli yang setuju akan tinggal di mansion Atuk dan Nenek selama tiga hari berturut turut. Sedangkan empat hari yang lainnya dia akan menginap di rumah Sari atau rumah Maya.
"GIni aja berhubung Bunda Vina tidak ada di sini, maka Mami Maya akan tinggal di rumah Aunty Sari saja. Gimana?" ujar Maya mengajukan sebuah ide kepada Sari dan Deli
"Setuju" jawab mereka kompak.
Setelah memutuskan segala sesuatunya dengan baik dan berdiskusi serta tidak memaksakan kehendak kepada salah satu orang saja, Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan yang lainnya. Ketiga wanita dewasa dan satu anak anak itu berdiskusi tentang kafe baru yang akan dibangun oleh Maya dengan uang pribadinya sendiri, tetapi tetap di support oleh Vina dan Sari serta Ivan kekasihnya.
__ADS_1