
Iwan membelokkan mobilnya ke sebuah penginapan yang masih berjarak sekitar satu jam lagi ke rumah mereka. Iwan diminta oleh Danu untuk mencari tempat menginap, karena tidak mungkin mereka harus mengganggu orang orang di rumah, karena kedatangan mereka di tengah malam.
Apalagi Danu lebih tidak mungkin, Deli dipastikan akan bangun dan memberondong dia dengan berbagai pertanyaan. Daripada itu terjadi di tengah malam, Danu lebih memilih terjadi besok siang aja.
Danu kemudian memesan tiga kamar. Mereka hanya menginap di penginapan sederhana yang hanya memiliki satu kasur. Tidak mungkin Danu tidur bertiga dalam satu kasur kecil. Mereka kemudian masuk ke dalam kamar masing masing. Mereka akan beristirahat sampai matahari muncul keesokan harinya. Danu yang benar benar lelah masuk ke dalam mandi untuk membasuh mukanya. Setelah itu dia baru membaringkan tubuhnya di atas kasur yang tidak empuk. Dalam sekejap Danu sudah masuk ke alam mimpi.
Vina yang bangun jam empat subuh, sudah harus memulai aktifitas menyiapkan pesanan dan juga menyiapkan menu untuk warung mereka. Vina melihat ponselnya ternyata ada notifikasi pesan dari Danu.
✉️ Danu
Sayang, kami menginap di penginapan yang berjarak satu jam perjalanan ke rumah. Nanti kalau aku udah bangun aku kasih tau ya. Selamat bekerja sayang, jangan kecapekan.
✉️ Vina
Makasih sayang. Hati hati ya sayang. Aku mencintai Mu sayang.
Vina tetap membalas pesan itu. Dia tau pesannya belum akan dibaca oleh Danu. Tetapi dia tetap membalasnya. Danu juga begitu, akan selalu membalas pesan kalau dia membaca pesan di jam berapapun.
Vina dan Maya langsung memasak pesanan yang sudah di pesan oleh para langganan mereka. Vina memasak dengan sangat ceria, mereka menghidupkan lagu dangdut untuk mengiringi acara memasak hari itu. Vina dan Maya bergoyang sesuai dengan nada dan irama musik dangdut. Mereka memasak sambil bergoyang.
"Vin, aku besok kalau nikah, aku minta suami aku bikin kicenset yang bagus, setelah itu aku akan selalu memasak sambil bergoyang memakai daster tipis, rambut aku ikat ke atas melihatkan leher jenjang aku" kata Maya sambil melakukan goyangan yang diperagakan oleh Maya. Vina yang melihat langsung tertawa dengan terbahak bahak melihat tingkah yang ditunjukkan oleh Maya.
"Kamu ada ada aja May." kata Vina
"Hahahahaahah" Maya tertawa dengan kerasnya.
Mereka kemudian melanjutkan memasak pesanan yang sudah di pesan oleh pelanggan mereka. Vina dan Maya harus menyelesaikan masakan mereka secepatnya.
Danu yang baru bangun dari tidur lelapnya langsung melihat ponselnya. Dia berharap ada pesan dari Vina. Danu membaca pesan itu.
✉️ Danu
Maaf sayang, aku baru bangun. Siap ini langsung mandi, sarapan dan akan berangkat ke rumah mama.
Vina yang sedang duduk duduk santai sambil nonton televisi di warung langsung membuka ponselnya saat mendengar notifikasi pesan yang dia khususkan untuk Danu.
✉️ Vina
Pasti nggak sholat subuh kan sayang?"
__ADS_1
✉️ Danu
Lewat sayang. Udah siap pesanannya?
✉️ Vina
Udah diambil malahan sayang. Kamu kira sekarang jam berapa sayang?
✉️ Danu
Emang jam berapa? Jam sepuluhkan sayang?
✉️ Vina
Sepuluh dsri hongkong. Jam dua belas sayang. Kamu bukan sarapan lagi tapi makan siang
✉️ Danu
Sayang nanti kita sambung lagi ya. Aku mandi dulu.
Vina hanya bisa menggeleng lemah melihat kelakuan Danu. Dia bener bener nggak habis pikir kenapa Danu bisa bablas dalam tidurnya. Padahal waktu nelpon malam, Danu berencana akan tidur di penginapan sampe jam sepuluh, ternyata bablas sampai jam dua belas siang.
Vina kemudian melayani beberapa orang pembeli yang datang ke warung mereka. Dari beberapa orang itu ada yang mendadak minta dibuatkan brownis bakar. Vina langsung menyanggupi permintaan pembeli. Vina pantang menolak pesanan dari pembeli. Itu adalah pesan dari kedua orang tuanya. Vina kemudian masuk ke dapur dan membuat brownis bakar pesanan tetangga mereka.
Danu yang secara cepat dan kilat menyelesaikan acara mandinya. Danu menyelesaikan ritual mandinya dalam waktu lima menit saja. Waktu tercepat yang pernah dilakukan Danu. Danu selesai berpakaian, dia harus membangunkan dua temannya yang sedang menikmati tidur mereka. Danu melangkahkan kakinya menuju kamar Iwan. Disaat Danu akan mengetuk pintu kamar Iwan, dia melihat Iwan dan Ifan yang baru datang dari bawah.
"Kalian dari mana?"
"Sarapan Dan. Kamu udah sarapan?" kata Iwan.
"Mana ada sarapan. Gue baru bangun. Tega loe berdua nggak bangunin gue" kata Danu yang kesal.
"Kami kira loe udah bangun. Makanya nggak mau bangunin elo." jawab Iwan.
"Kita jalan yuk. Udah siang, gue mau ketemu Deli" kata Danu.
Danu dan kedua sahabatnya langsung melangkahkan kakinya keluar dari hotel. Mereka akan menuju rumah Danu. Perjalanan masih akan berlangsung lebih kurang satu jam lagi. Sekarang yang membawa mobil adalah Danu. Danu melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang, jalanan sedang ramai sehingga Danu tidak bisa memaksimalkan kecepatan mobilnya. Setelah berjalan selama satu setengah jam akhirnya Danu sampai juga di rumahnya.
Danu memarkirkan mobilnya di tempat biasa dia parkir. Danu turun dan berjalan ke rumahnya, sedangkan Iwan dan Ifan berjalan menuju rumah Iwan. Nanti malam mereka berdua akan main ke rumah Danu.
__ADS_1
Danu masuk tanpa membaca salam. Maid yang melihat Danu masuk tanpa membaca salam langsung terdiam. Dia tadi mengira yang masuk adalah maling.
"Tuan Danu" kata Maid.
"Deli dimana bik?"
"Nona Deli ada di taman belakang sama ibuk dan bapak, Tuan"
Danu kemudian menuju dapur sebelum dia menuju taman belakang. Dia mengambil sebuah pisau, Danu memotong kue yang dibawakan oleh Vina tadi. Danu ingin Deli dan mama papa untuk mencoba kue buatan Vina, calon menantu mereka.
Danu kemudian membawa kue tersebut ke taman belakang. Dia melihat kedua orang tuanya sedang menemani Deli yang asik berenang.
"Deli" panggil Danu yang melihat Deli sedang berenang di siang hari.
"Ayah" teriak Deli yang langsung keluar dari kolam renng. Dia langsung memeluk ayahnya yang sudah benar benar dia rindukan.
"Sayang, ayah jadi basahkan" kata Nenek.
"Nggak apa apa Ma. Nanti bisa tukar baju lagi kok" kata Danu.
"Ayah bawa apa itu? Sepertinya kue. Pasti enak" kata Deli yang melihat Ayahnya memegang kotak kue.
"Kamu kalau lihat kotak pasti selalu mengira itu kue. Dasar ya. Pantesan badan subur gini." kata Danu sambil menjawil pipi montok Deli.
"Ayah, aku bukan anak kecil lagi. Jangan jawil pipi Deli ayah. Deli udah besar."
"Apa buktinya udah besar? Kalau badan memang udah besar dari dulu"
"Ayah tanda Deli udah besar. Deli ngomong r udah bisa nggak jadi l lagi"
"Mana ada ukuran besar seseorang dari bisa taua tidak ngomong r. Ilmu dari mana dapat?"
"Nenek. Kata Nenek ke Deli. Kalau udah bisa ngomong r, berarti Deli udah besar"
"Hahahaha. Mama, mama ada ada aja ajaran untuj Deki" kata Danu sambil menatap mamanya. Mama yang ditatap langsung tertawa.
"Sayang, kita berenang berdua. Ayah tukar baju dulu"
Danu kemudian menukar bajunya. Dia memakai celana pendek. Setelah menukar bajunya Danu menggendong Deli dan langsung cebur ke kolam bersama dengan Deli. Mereka berdua berenang sambil bercanda.
__ADS_1
"Semoga kalian berdua selalu bahagia" kata Mama sambil mengusap ujung matanya.