Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Sampai Di Negara I ##


__ADS_3

"Kalau bisa penerbangan ke negara I ini hanya satu jam saja, tidak berjam jam kayak gini. Malahan sampe lima belas jam, setengah hari lebih itu Bun, capek capek banget badan aku jadinya" ujar Deli menyuarakan protesnya yang sama sekali tidak akan berguna karena jarak negara I ke negara U sangatlah jauh dan sudah berbeda benua.


Vina tersenyum mendengar protes yang diajukan oleh Deli kepada dirinya, Vina bisa membayangkan kalau Deli benar benar sudah sangat lelah dalam penerbangannya kali ini.


"Mana bisa begitu sayang, emangnya kita terbang dalam satu negara yang sama, atau antar provinsi" ujar Vina menjawab keinginan dari Deli.


"Bener juga ya Bun.Gimana mau terbangnya satu jam aja, emang penerbangan antar pulau" ujar Deli mengiyakan apa yang sudah dikatakan oleh Vina kepada dirinya.


"Emang waktu kamu ke negara U kemaren pakai apa sayang? Nggak pakai pesawat?" ujar Vina bertanya kepada Deli supaya Deli tidak lagi merasakan kalau dirinya merasa kelelahan sekali pada saat ini.


"Pakai pesawat Bun, tetapi kan pesawat pribadi opa Kakek, jadi ada kamarnya, bisa dong ya aku tidur tiduran di sana" ujar Deli mengatakan kepada Vina memakai apa Deli dan yang lainnya terbang ke negera U.


"Opa Kakek? Siapa itu sayang?" kata Vina dengan nada penasaran saata mendengar kata opa kakek yang dikatakan oleh Deli sebentar ini kepada dirinya.


" Opa kakek itu adalah saudara opa atuk, Bun, makanya aku memanggil dengan sebutan opa kakek supaya lebih keren aja" lanjut Delimengatakan alasannya kenapa dirinya memakai opa kakek memanggil orang yang tadi dikatakan oleh Deli kepadaVina.


"Opa kakek, nama yang keren juga itu Deli" ujar Vina setelah mengulang ulang memanggil dengan sebutan opa kakek seperti yang dikatakan oleh Deli kepada dirinya.


"ais bunda kenapa harus diulang ulang sih Bun, nggak usah diulang ulang juga nggak apa apa Bun" ujar Deli saat melihat Bundanya mengulang ulang kata kata Opa Kakek berkali kali sambil setelah itu senyum senyum sendiri setelah mengatakan kata kata opa kakek.


"Nggak kenapa kenapa Del, cuma lucu aja ada ternyata nama orang Opa Kakek segala" ujar Vina kembali mengulang sebutan opa kakek itu sekali lagi.

__ADS_1


Deli hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah Vina yang terus saja mengulang ulang nama Opa kakek berkali kali sehingga membuat Vina menjadi tertawa sendiri mendengar apa yang dikatakan oleh Vina dan Deli.


Vina dan Deli kemudian serius menatap layar televisi mereka masing masing. mereka menonton film yang menurut mereka adalah film yang mereka sangat suka, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka para tetangga bangku mereka, mereka akan tetap menonton film tersebut. Vina dan Deli sama sama kembali harus menikmati penerbangan yang tersisa hanya tiga puluh menit lagi.


"Kenapa para penumpang untuk kembali duduk dengan rapi dan memasang seltbelt anda masing masing karena kita akan mendarat di bandara Negara I" ujar pilot memberitahukan kepada semua penumpang untuk duduk dengan rapi karena pesawat akan landing beberapa saat lagi.


Vina dan Deli kemudian mematikan layar televisi mereka, mereka kemudian membetulkan cara duduk mereka dan memasang seltbelt mereka masing masing. Pesawat sudah mulai terasa turun ke daratan, Vina bisa melihat atap atap rumah orang walaupun masih dalam ukuran kecil.


"Selamat datang kembali di negara I Vina" ujar Vina sambil menatap negara I yang sekarang sudah berada di bawah pesawatnya itu.


Deli melihat ke arah Vina. Wajah Vina tersenyum bahagia saat dia sudah bisa melihat daratan negara I. Hal yang sama juga terjadi kepada wajh Deli yang juga tersenyum bahagia karena dia akan bertemu dengan ayahnya lagi setelah sekian lama tidak bertemu dengan Danu. Rasa kangen seorang anak kepada ayah benar benar tidak bisa lagi di bendung oleh Deli pada saat ini. Deli benar benar sudah ingin bertemu dengan Danu ayahnya itu.


Rasa kengen yang ditanggung oleh Deli dan Vina hampir sama antara satu dengan yang lainnya, mereka berdua sama sama memendam rindu yang sama kepada Danu, rindu yang sama beratnya. Satu wanita kangen kepada ayahnya, sedangkan yang satu lagi kangen kepada kekasih hatinya.


"Welcome Home Vina" ujar Vina sambil merentangkan tangannya lebar lebar.


"Welcome Home Deli" kata Deli yang melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Vina tadi.


"Ayuk kita tinggal ambil semua koper koper kita. Apa kamu memang sudah menghubungi orang yang akan menjemput kita Deli?" ujar Vina bertanya kepada Deli yang katanya akan menghubungi orang yang akan menjemput mereka ke bandara.


"Sudah Bun, bunda tenang saja" ujar Deli meyakinkan Vina kalau mereka berdua memang sudah dijemput oleh orang yang tadinya sudah di telpon oleh Deli untuk menjemput mereka ke bandara dan mengantarkan mereka ke hotel atau rumah Nenek dan Atuk Deli yang berada di daerah pinggiran ibu kota.

__ADS_1


"Oke sip, semoga orang itu sudah datang dan sudah menunggu kita di luar" ujar Vina berharap orang yang telah di telpon oleh Deli sudah berada di depan dan sudah menunggu kedatangan mereka.


Vina dan Deli kemudian menuggu koper koper mereka keluar dari pintu pemeriksaan. Vina dan Deli sudah mendapatkan satu koper mereka yaitu koper Deli tinggal dua lagi koper yang harus mereka tunggu. Satu adalah koper Vina sedangkan yang satu lagi koper yang berisi oleh oleh yang akan mereka berikan kepada orang orang yang mereka kenal.


"Dua koper lagi kan ya Bun?" ujar Deli yang sudah duduk di atas kopernya itu.


"Yup tinggal dua lagi. Kita tunggu aja" ujar Vina dengan sabar melihat koper koper yang keluar dari gerbang pemeriksaan pihak otoritas bandara.


"Nah itu satu Del" ujar Vina berteriak saat melihat satu koper mereka sudah terlihat keluar dari dalam pintu pemeriksaan.


Vina mengambil kopernya itu.


"Ini koper yang mana Bun?" ujar Deli yang tidak tahu koper itu berisi pakaian Vina atau oleh oleh.


"Ini yang oleh oleh, koper yang berisi pakaian Bunda yang belum keluar" ujar Vina yang kembali melihat ke arah tempat keluar koper koper itu.


setelah menunggu sekitar seperempat jam lagi akhirnya koper yang terkahir milik Vina dan Deli keluar juga dari pintu pemeriksaan. Vina meraih kopernya itu.


"Ayuk keluar" ujar Vina mengajak Deli untuk keluar menuju pintu gerbang kedatangan tempat orang orang biasa menunggu dan menjemput saudara saudara mereka yang datang dari luar negeri.


Saat itulah Vina melihat Ivan dan Iwan datang menjemput mereka dengan memegang karton beruliskan nama Vina dan Deli dengan tulisan super besar sekali.

__ADS_1


"Jadi mereka berdua yang jemput" ujar Vina saat tahu siapa yang datang menjempur mereka berdua saat ini


__ADS_2