Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Makan Siang ##


__ADS_3

Tepat pukul setengah dua belas, semua makanan sudah siap dibuat oleh Vina dan Maya. Sari sudah meletakkan semuanya di atas karpet.


Juan dan Jeri tetap mengobrol di balkon. Mereka akan menunggu kedatangan Ivan dan Iwan dari kantor. Tadi Ivan sudah memberi kabar ke Maya kalau mereka sudah jalan.


Ting tong, ting tong. Terdengar bunyi bell pintu apartement yang di pencet dari luar. Maya yang sudah tau siapa yang datang, langsung menuju pintu apartement. Maya membuka pintu tersebut. Terlihat Ivan dan Iwan sudah berada di depan pintu dengan tas kerja milik mereka masing masing.


"Masuk sayang, Bang Iwan" ujar Maya mempersilahkan Ivan dan Iwan untuk masuk ke dalam apartement.


Ivan memberikan rantang yang dibawa oleh Maya tadi. Maya mengambil rantang tersebut dan membawanya ke dalam.


"Apa Juan sudah datang sayang?" tanya Ivan yang ingat kalau Juan juga diundang untuk makan siang kali ini.


"Sudah sayang, mereka di balkon." ujar Maya memberitahukan dimana posisi Juan dan Jeri sekarang.


Ivan dan Iwan kemudian menuju balkon. Mereka akan mengobrol di sana selagi Maya dan yang lainnya menyiapkan hidangan menu makan siang.


Vina, Maya dan Sari kemudian menghidangkan menu makan siang yang telah disiapkan oleh mereka bertiga.


"Oke selesai. Sari, kamu panggil mereka sana. Biar kita makan siang lagi. Sepertinya mereka berempat sudah lapar." ujar Vina meminta Sari untuk memanggil Ivan dan yang lainnya masuk ke dalam apartement.


Sari menuju balkon untuk memanggil Ivan dan yang lainnya.


"Bang, bawa yang lainnya ke dalam, makan siang suda siap" ujar Sari memberitahukan kepada Ivan.


Ivan dan yang lain kemudian masuk ke dalam apartement.


"Kenapa nggak di meja makan aja Vin?" tanya Ivan kepada Vina.


"Nggak muat kitanya di sana. Kita aja tujuh orang. Kursi cuma dua, mana ada muat." ujar Vina menjawab pertanyaan Ivan.


"Bener juga ya" ujar Ivan yang baru saja ingat kalau kursi meja makannya hanya ada dua.


"Ini namanya lesehan sayang" ujar Maya sambil tersenyum kepada Ivan.


Mereka kemudian duduk melingkar di atas karpet. Sensasi makan siang yang berbeda dari pada biasanya. Terlebih lagi bagi Jeri dan Juan yang sama sekali baru kali ini akan menikmati makanan yang dibuat oleh Maya dan Vina.

__ADS_1


"Wow ikan pesmol" ujar Ivan saat melihat makanan kesukaannya terhidang di depan mata.


Maya mengambilkan nasi untuk Ivan, begitu juga dengan Sari mengambilkan nasi untuk Juan. Sedangkan yang lainnya mengambil sendiri sendiri nasi untuk mereka.


Mereka kemudian makan siang dengan lahapnya. Apalagi Ivan yang sudah sangat lama tidak merasakan makanan yang dibuat oleh Maya. Hari ini Ivan akan makan banyak, dia tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk menyantap makanan yang dibuat oleh Maya.


Iwan juga sama, dia juga terlihat sangat menikmati makanannya, Iwan sudah dua kali mengambil nasi tambah.


Hal yang sama juga berlaku untuk Juan dan Jeri. Mereka juga sudah nambah. Vina, Maya dan Sari tersenyum melihat keempat laki laki di depan mereka ini sangat menyukai masakan yang mereka buat.


Tak terasa semua menu makanan yang dibuat sudah habis tak bersisa, kecuali sambal yang cukup banyak dibuat oleh Vina. Sedangkan Ikan pesmol, ayam bakar, cah kangkung langsung habis. Termasuk kerupuk udang kesukaan Ivan.


"Wow habis semua" ujar Ivan saat melihat semua piring telah kosong melompong.


" Abang berempat makan kayak orang udah lama nggak makan tentulah iya." ujar Vina sambil menahan tawanya.


"Enak Vin, makanya jadi habis tak bersisa." ujar Iwan menjawab perkataan Vina tadi.


"Udah lama banget Vin, nggak makan makanan seenak ini, makanya jadi habis nggak bersisa." ujar Ivan menambahi jawaban dari Iwan.


"Sayang pindah ke sofa sana. Biar ini kami beresin dulu" ujar Maya meminta Ivan dan yang lainnya untuk pindah ke sofa.


"Oke" jawab Ivan.


Ivan dan yang lainnya pindah ke duduk ke atas sofa. Sedangkan Vina, Sari dan Maya membereskan piring piring kotor selesai mereka makan siang.


Vina kemudian memotong cake pisang dan juga menyajikan puding mangga. Vina juga membawa air dingin menuju sofa yang terletak di depan televisi.


"Masih ada lagi Vin?" tanya Iwan saat melihat Vina membawa makanan penutup ke hadapan mereka berempat.


"Ini yang terakhir bang." jawab Vina sambil tersenyum


Maya kemudian memasukkan semua piring kotor ke dalam mesin pencuci piring. Setelah itu mereka bertiga duduk ke dekat Ivan dan yang lainnya.


"Jadi, besok berangkat jam berapa Juan?" tanya Ivan memastikan mereka besok berangkat jam berapa menuju negara U.

__ADS_1


"Terserah Vina dan yang lainnya Van. Gue belum. Mengajukan jam keberangkatan ke ATC." ujar Juan yang belum mengajukan jam berapa mereka akan terbang besok.


"Harusnya sudahkan Juan?" ujar Ivan.


"Yup. Tadi pagi aku lupa menghubungi Sari menanyakan kapan besok akan berangkat." jawab Juan yang memang lupa menanyakan kepada Sari kapan mereka akan terbang ke negara U.


"Vin, besok jam berapa?" tanya Sari kepada Vina.


"Terserah Juan dan Jeri aja. Kita ngikut aja. Mereka berdua yang tau kapan waktu yang pas untuk terbang" ujar Vina menjawab pertanyaan dari Sari.


" Nah sayang, kami menyerahkan ke kamu aja." jawab Sari setuju dengan pendapat Vina


Juan menatap Jeri. Jeri mengeluarkan tablet miliknya. Jeri membaca perkiraan cuaca besok untuk penerbangan menuju negara U. Jeri terus membaca perkiraan keadaan angin dan hujan.


"Sepertinya terbang jam dua lebih bagus Juan. Cuaca sangat bagus di siang dan malam hari." ujar Jeri memutuskan kapan waktu terbaik bagi mereka terbang besok menuju negara U.


"Oke jam dua" ujar Vina setuju.


"Langsung hubungi ATC Jeri. Kita akan terbang besok jam dua siang menuju negara U dengan transit sebentar di negara UEA." ujar Juan mengatakan rute yang akan mereka lalui.


"Sip. Gue ke bandara sekarang" ujar Jeri.


Jeri kemudian berdiri dari duduknya. Dia harus ke bandara mengurus izin penerbangan mereka besok ke negara U.


"Sayang, apa kamu harus ke kantor lagi setelah ini?" tanya Maya yang berharap jawaban dari Ivan adalah tidak.


"Kenapa?" tanya Ivan.


"Nggak ada kenapa kenapa" jawab Maya.


"Hahahahaha. Aku free sayang, kamu mau jalan ke luar sama aku? Naik motor?" tanya Ivan kepada Maya.


Maya mengangguk dengan semangat. Memang itulah tujuannya menanyakan kepada Ivan apakah dia harus balik ke kantor atau tidak setelah makan siang.


"Ayuk jalan. Aku tukar pakaian bentar" ujar Maya.

__ADS_1


Maya kemudian menukar pakaian nya. Setelah itu Maya dan Ivan pergi keluar. Sedangkan Juan, Iwan, Vina dan Sari mengobrol saja di apartement. Mereka takut meninggalkan Vina sendirian. Bisa jadi Danu sedang mengikuti mereka tadi. Jadi, kalau mereka juga pergi Danu pasti akan menemui Vina. Sari dan yang lainnya tidak mau itu terjadi.


__ADS_2