
Haha haha. Danu Danu. Gue dan Iwan ini sahabat loe. Jadi antara kami berdua udah biasa memberitahukan apa yang terjadi. Jadi nggak perlu disumpetin kayak gitu banget"
Frans benar benar puas mengerjai Danu saat itu. Frans sebenarnya sejak diberitahukan oleh Iwan tentang Danu yang juga menjalin hubungan dengan seorang wanita dan diketahui oleh Ranti, sudah menyusun rencana dengan sangat baik.
Frans sudah mempersiapkan bukti bukti untuk memperkuat tuduhan mereka kepada Rinjani. Frans tidak mau berperang tanpa amunisi yang jelas. Terlebih lagi sekarang lawan yang akan dihadapi oleh seorang Frans tak lain tak bukan adalah lawan yang sama dan sudah berkali kali dikalahkan oleh Frans di persidangan. Makanya Frans tidak mau kalah kali ini karena ada sedikit celah untuk bisa membuat Frans kalah. Makanya Frans ingin menutup celah tersebut.
Frans tidak. mau kalah melawan lawannya tersebut. selama ini Frans selalu menang melawan dia di setiap perkara dan setiap. client yang di bela Frans. Frans takut dengan kejadian yang ini dia akan kalah. sebenarnya Frans tidak. takut kalah melawan orang itu. tetapi Frans takut mengecewakan Danu sahabatnya
"Makanya gue sangat penasaran dengan rekaman yang dimiliki oleh Ivan. Gue mau melihat apakah bukti bukti rekaman itu cukup kuat untuk memberatkan tuduhan perselingkuhan Ranti sebelum loe berselingkuh juga dengan Vina" kata Frans memberitahukan kepada Danu kenapa dirinya benar benar ingin berbicara langsung dengan Ivan dan melihat rekaman bukti bukti yang dimiliki oleh Ivan.
"Frans. Kalau Ranti mengatakan dipersidangan kalau gue juga berselingkuh, apakah gue akan kalah dan kehilangan hak atas Deli?"
Danu hanya semata mata memikirkan kebahagiaan dari seorang Deli. Danu tidak mementingkan kebahagiaan dirinya. Kalahpun dia di persidangan karena ketahuan berselingkuh dengan Vina bagi Danu tidak masalah. Tetapi sekarang tujuan utama Danu mengajukan perceraian dengan Ranti adalah Deli semata mata hanya untuk kebahagiaan Deli.
Frans terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Danu kepada dirinya. Sebenarnya Frans sudah memiliki sebuah jawaban. Tetapi Frans tidak mau membawa Deli ke dalam persidangan yang bisa bisa memakan waktu cukup lama tersebut. Bagi Frans cukup hanya orang dewasa saja yang mengikuti jalannya persidangan. Anak anak jangan karena mereka juga akan mendapatkan dampak secara langsung akibat perceraian kedua orang tuanya, jadi jangan ditambah lagi beban mereka dengan meminta mereka menyaksikan bagaimana jalannya persidangan perceraian tersebut.
"Frans" panggil Danu yang melihat sahabatnya itu terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh dirinya.
"Eh sorry Dan" jawab Frans yang tersadar dari lamunannya saat Danu memanggil kembali namanya dengan cukup kuat.
"Apa yang loe pikirkan??? Apa peluang Deli untuk hidup dengan gue sedikit?" tanya Danu yang merasa kalau Frans sedang memikirkan hal terburuk tersebut.
__ADS_1
"Tidak tentu saja tidak. Apalagi kalau Deli langsung yang menjadi saksi, bisa gue pastikan kalau Deli akan langsung diserahkan hak asuhnya kepada loe dari majelis hakim" ujar Frans yang tidak mau Danu berpikiran negatif kepada dirinya.
"Terus apa yang loe fikirkan sehingga bisa membuat loe diam seperti itu?" ujar Danu kembali bertanya.
Danu bertanya lebih lanjut karena dia kurang puas dengan jawaban yang diberikan oleh Frans kepada dirinya. Frans seperti menyimpan sesuatu dalam otak dan pikirannya pada saat ini.
"Yang gue pikirin itu, gue nggak mau membawa Deli ke persidangan. Itu aja, kasihan anak sekecil itu sudah harus masuk persidangan."
Frans memberitahukan kepada Danu apa yang ada di dalam pikirannya pada saat ini. Danu dan Iwan yang mendengar apa yang dikatakan oleh Frans tersenyum saja. Frans memang belum pernah bertemu dengan Deli sehingga Frans tidak mengenal bagaimana watak dan sikap serta sifat Deli yang sangat dewasa melebihi umurnya.
"Frans Frans, loe nggak tau aja bagaimana Deli dalam bersikap. Dia tidak sama dengan anak seusianya. Dia sangat dewasa" kata Iwan yang sangat mengenal bagaimana sikap Deli dan watak Deli yang melebihi anak seusianya.
"Intinya cara dia bersikap tidak sama dengan anak seusia dirinya. Permasalahan danu dan ranti membuat dia menjadi cepat dewasa dan bisa mengambil keputusan"
Iwan memberitahukan kepada Frans bagaimana cara Ranti bersikap.
"serius loe?" tanya Frans yang tidak menyangka Deli akan bisa bersikap seperti itu.
"Asal loe tau aja, Danu mengambil sikap akhirnya melakukan gugatan perceraian kepada Ranti saja itu karena Deli yang meminta, kalau nggak Deli yang minta gue yakin mereka nggak akan melakukan gugatan perceraian sampai sekarang" lanjut Iwan memberitahukan kepada Frans kenapa Danu bisa melakukan gugatan perceraian kepada Ranti.
Frans semakin melongo dengan informasi yang diberikan oleh Iwan kepada dirinya. Dia tidak menyangka kalau Deli yang meminta langsung kepada Danu untuk melakukan gugatan perceraian terhadap Ranti.
__ADS_1
"Serius loe kalau Deli yang meminta ini orang untuk melakukan gugatan perceraian kepada Ranti?" tanya Frans sambil melirik ke arah Danu.
"Ya memang Deli yang meminta. Gue dan Ivan serta Papi dan Mami sudah berkali kali meminta tidak di gubrisnya. Nah pas Deli yang minta dia langsung setuju."
"Langsung menemui loe dan meminta loe sebagai pengacaranya" lanjut Iwan memberitahukan kepada Frans bagaimana bisa Danu mengajukan gugatan perceraian kepada Ranti.
"Jadi gitu ceritanya. Gue baru tahu" jawab Frans yang memang penasaran dengan jalan cerita dan penyebab Danu bisa melakukan gugatan perceraian kepada Ranti.
"Jadi dia masih kemakan omongan dari bokap Ranti untuk menjaga Ranti gitu? sampai sampai Ranti yang sudah berbuat di luar batas masih diberinya maaf juga?" tanya Frans kepada Iwan.
"Ya gitulah. Dia mengatakan kalau dia masih teringat janji dengan bokap Ranti. Nah pas Deli meminta, janji itu langsung buyar ntah kemana"
Iwan memberitahukan semua cerita kepada Frans. Danu yang berada di tengah tengah mereka berdua hanya diam saja seperti tidak dianggap kalau dirinya ada di sana. Mereka berdua sibuk menceritakan tentang dirinya, padahal orang yang mereka ceritakan berada di dekat mereka.
"Loe berdua memanglah ya. gue ada di dekat loe berdua nggak loe anggap sama sekali keberadaan gue" kata Danu kepada kedua sahabatnya itu.
Danu sengaja mengajukan protes kepada mereka berdua karena sama sekali tidak dianggap sedang duduk di sana dan mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan berdua.
"Lah emang apa salah kami berdua kalau mengobrolin elo pas elonya ada dekat kami. Lagian apa yang kami bahas memangnya kenyataan kok ya" ujar iwan yang nggak mau disalahkan oleh Danu karena telah bercerita dengan Frans tentang dirinya secara langsung dihadapan Danu.
"terimakasih komandan kami sangat suka itu" ujar mereka yang ada di sana dengan kompak mengucapkan terimakasih kepada Bayu.
__ADS_1