Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Pulang Ke Negara U #


__ADS_3

"Maya, kami berangkat dulu ya, kamu jaga rumah dan juga kafe dengan baik" ujar Vina saat mereka sudah sampai di bandara negara U.


Pagi ini Vina akan terbang ke negara U bersama dengan Deli. Mereka akan berada di negara U selama lebih kurang satu bulan. Rencananya tadi karena hanya Vina saja yang berangkat, Vina akan berada di sana hanya dua puluh hari pulang dan pergi. Ternyata Deli minta ikut dengan Vina, sehingga perjalanan Vina yang direncanakan hanya akan dilakukan selama dua puluh hari saja bertambah menjadi tiga puluh hari atau satu bulan.


"Kalian berdua hati hati di negara I ya. Aku pastinya akan merindukan kalian berdua" ujar Maya sambil memeluk Vina dan Deli bergantian.


"Kamu pulang ke kampung kan Vin?" ujar Maya bertanya satu rencana yang akan dilakukan oleh Vina saat dirinya sudah sampai di negara I.


"Rencana May, ada apa?" ujar Vina.


Sebenarnya tanpa menjawabpun Vina sudah tahu apa maksud dari pertanyaan yang diajukan oleh Maya kepada dirinya. Tetapi karena satu dan lain hal Vina ingin mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh Maya kepada dirinya.


"Titip salam ke Bapak dan Ibuk ya. Kalau bisa kamu bawa balik beberapa bumbu yang aku butuhkan ke sini ya" ujar Maya yang ternyata ada titipan pesanan berikutnya kepada Vina.


"Oke sip. Nanti aku akan minta Bapak dan Ibuk menyiapkan semua bumbu bumbu yang kamu butuhkan. Lagian besok aku pulang kembali ke sini dengan pesawat milik perusahaan. Bukan pesawat komersil lagi" jawab Vina yang pastinya akan membawa banyak bumbu bumbu rempah rempah hasil kebun Ibuk dan Bapak.


Vina melakukan semua itu selain untuk kafe, juga sekaligus membantu Bapak dan Ibuk dalam menjual hasil kebun mereka dengan harga yang normal. Vina walaupun membeli dari kedua orang tuanya semua bumbu bumbu rempah rempah untuk bahan memasak di kafe milik mereka di negara U, Vina tetap membeli dengan harga normal, tidak di bawah harga pasar. Malahan saat Bapak dan Ibuk melebihkan timbangan, maka Vina juga akan melebihkan uang pembelian.  Vina tidak ingin keuntungan dari kafenya mendatangkan kerugian bagi kedua orang tuanya yang sudah capek berkebun.


"Sayang, kamu baik baik di sana ya, jangan susahkan Bunda dan Ayah. Kamu pahamkan?" ujar Maya yang kali ini sudah berbicara dengan Deli.


"Aman Mami, Deli tidak akan merepotkan Bunda dan Ayah" jawab Deli sambil tersenyum dan meyakinkan Maya kalau dia pastinya tidak akan merepotkan Danu dan Vina saat dirinya berada di negara I.

__ADS_1


"Mami percaya sama kamu anak hebat"


Maya membawa Deli ke dalam pelukannya. Maya pastinya akan sangat kangen dengan kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu. Apa lagi Vina yang dari dulu tidak pernah berpisah dengan Maya. Sekarang mereka akan berpisah selama satu bulan. Maya pastinya akan sangat berat merasakan perpisahan itu. Perpisahan pertama yang sangat lama akan dilakukan olah Vina dan Maya.


"Aku pastinya akan merindukan kalian berdua" ujar Maya yang sekali lagi memeluk Vina dan Deli bersamaan.


"Mami ikut kami saja" ujar Deli mengajak Maya untuk ikut dengan mereka pulang ke negara I.


Maya menggeleng lemah menjawab ajakan dari Deli untuk kembali ke negara I.


"Mana bisa sayang. Kafe Mami di sini bagaimana?" kata Maya "Kamu nanti tolong kasih kue ini ke om Ivan ya"


Maya memberikan kotak kue kepada Deli. Dalam kotak kue itu sudah ada kue kesukaan Ivan. Maya selalu membuatkan kue itu untuk Ivan saat di negara I minimal seminggu dua kali. Kue kelapa yang sangat enak. Serta brownis bakar yang menjadi makanan favorit Ivan.


Deli sengaja memakai kata kata itu supaya Maya kembali tersenyum dan tidak bersedih karena dirinya dan Vina yang akan pulang ke negara I selama satu bulan penuh.


"Kamu pinter sekali membujuk Mami sayang"


Tak berapa lama mereka berbicara di terminal keberangkatan, panggilan untuk penumpang pesawat yang akan ditumpangi Vina ke negara I sudah dipanggil oleh pihak bandara.


"Tuh udah di panggil, sana masuk, nanti kalian ditinggalkan pesawat" ujar Maya meminta Vina dan Deli untuk masuk ke dalam bandara dan langsung menuju pesawat mereka. Pesawat yang akan mengantarkan Vina dan Deli ke negara I.

__ADS_1


Vina memeluk Maya satu kali lagi. "Kamu hati hati di sini ya dan jaga diri. Kalau tidak ada yang perlu jangan keluar sendirian. Minta temani dengan Bik Ina atau Pak Hans, kalau bisa bahkan minta temani ke Sari." Vina sekali lagi berpesan kepada Maya untuk selalu berhati hati dan menjaga dirinya.


"Siap buk boss, semuanya akan saya ingat dan tidak akan saya langgar." jawab Maya sambil mengangkat tangannya memberikan tanda hormat kepada Vina.


Vina tersenyum melihat tingkah sahabat sekaligus sudah dianggapnya sebagai adik itu. Vina masih menatap Maya. Vina sebenarnya ingin memaksa Maya untuk ikut, tetapi setelah beberapa kali membujuk Maya, Maya tetap dengan pendiriannya untuk tidak ikut menuju negara I. Sehingga mau tidak mau, berat atau tidak, Vina harus meninggalkan Maya di negara U bersama dengan Sari, Pak Han, Bik Ina dan para pelayan kafe lainnya.


"Sudah sana masuk, nanti batal kalian berdua terbangnya. Gue aman. Nggak akan kenapa kenapa. Percaya sama gue" ujar Maya yang tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaan Vina dan Deli. Dua orang yang sudah menjadi keluarga bagi Maya setelah kematian kedua orang tuanya dan para saudaranya itu.


"Serius kamu akan baik baik saja May?" ujar Vina bertanya sekali lagi kepada Maya.


"Serius" jawab Maya " Udahlah Vin, sana pergi"


Maya mendorong Vina dari belakang. Sedangkan Deli hanya geleng geleng kepala saja melihat tingkah Bunda dan Maminya itu. Dua orang yang sangat sulit untuk dipisahkan. Maya hanya bisa mendorong Vina sampai batas pintu masuk ke dalam bandara. Setelah itu Maya tidak bisa masuk lagi ke dalam bandara lebih jauh lagi.


"Sudah sana masuk, gue nggak mau terlihat cengeng di bandara" ujar Maya yang sudah bisa melihat kalau Vina akan memeluk dirinya lagi dan akan menangis seperti orang yang pergi tidak akan kembali lagi.


"Kami masuk dulu" ujar Vina dengan pelan.


Vina terlihat akan mengatakan sesuatu. "Gue akan jaga diri gue dengan sebaik baiknya" kata Maya langsung mengucapkan apa yang akan dikatakan oleh Vina kepada dirinya.


Vina dan Deli kemudian masuk ke dalam ruangan keberangkatan. Maya hanya bisa melambaikan tangannya sampai Vina dan Deli tidak terlihat lagi. Setelah itu Maya kembali berjalan menuju mobil. Pak Hans sudah menunggu dirinya di sana.

__ADS_1


Sedangkan Vina dan Deli juga sudah mau masuk ke dalam pesawat. Barang barang bawaan mereka sudah berada di dalam pesawat. Mereka berdua tinggal menunggu di minta masuk ke dalam pesawat. Vina sudah bisa kembali menenangkan pikirannya. Dia sangat yakin kalau Maya akan bisa menjaga dirinya, karena dia bukan anak kecil lagi.


__ADS_2