Kepahitan Sebuah Cinta

Kepahitan Sebuah Cinta
Deli dan Nenek


__ADS_3

KEBUN ANGGUR


"Nenek, apakah Ayah langsung sembuh saat setelah dokter melakukan operasi itu Nenek?" tanya Deli yang penasaran dengan hasil akhir cerita yang diceritakan oleh Neneknya dengan sangat panjang itu.


"Operasi itu bisa dikatakan separo berhasil sayang, tetapi tiba tiba hari itu dokter memberikan kami sebuah berita buruk yang membuat kami semua menjadi sangat syok" ujar Nenek membuat Deli semakin penasaran dengan kelanjutan cerita yang akan diceritakan oleh Nenek tentang keadaan Ayahnya setelah menjalani operasi yang pertama itu.


"Sayang, Nenek akan melanjutkan menceritakan semua ceritanya Nanti ya, sekarang kita berdua harus kembali ke dalam mansion dulu. Takutnya nanti Atuk dan Ayah akan mencari kita berdua. Mereka akan teriak teriak di mansion saat sadar kita pergi sudah terlalu lama." ujar Nenek mengajak Deli untuk kembali ke mansion.


"Apalagi hari sudah mulai gelap. Hal itu akan membuat kita susah kembali pulang ke mansion" lanjut Nenek berusaha membuat Deli mau kembali pulang ke mansion mereka yang letaknya lumayan jauh dari kebun anggur tempat mereka sedang duduk sekarag ini.


Seorang karyawan yang melihat Nyonya besar mereka duduk di kebun anggur langsung menghampiri.


"Maaf Nyonya besar, hari sudah beranjak malam, kenapa Nyonya masih juga duduk di sini nyonya? Ayuk saya antarkan Nyonya ke mansion dengan memakai mobil buggy pabrik" ujar karyawan kepada Mami dan Deli.


"Oh baiklah, terimakasi" jawab Mami.


Mami membereskan kotak kotak bekal yang tadi dibawanya untuk di nikmati oleh Deli. Mereka berdua kemudian bergerak meninggalkan kebun anggur untuk menuju mansion kembali.


"Apa pabrik berjalan dengan lancar?" tanya Mami kepada karyawan yang mami ketahui sebagai salah satu manager di pabrik anggur itu.


"Lancar Nyonya besar, malahan produk anggur kita sudah merambat pasar asia dan australia." ujar manager memberitahukan kepada Mami perkembangan pabrik anggur milik keluarga Sanjaya.


Manager terlihat sedikit terdiam, manager ingin menanyakan perihal Tuan muda mereka  kepada Nyonya besar. Tetapi manager masih terlihat ragu untuk bertanya akan hal itu kepada Nyonya besar. Manager takut Nyonya besar menjadi marah dan bersedih kembali karena mengingat kejadiaan naas itu yang mengakibatkan keluarga besar tersebut meninggalkan mansion itu dan juga pabrik anggur milik mereka dan menyerahkan pengelolaannya kepada manager yang sekarang sedang mengantarkan Mami dan Deli ke mansion utama.


"Apa yang kamu pikirkan manager?" tanya Mami kepada manager yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan dari Mami kalau dia sedang memikirkan tentang sesuatu hal.


"Maaf sebelumnya Nyonya besar, apakah Tuan muda Danu sekarang sudah bisa mengingat kejadian sebelum kecelakaan itu terjadi?" tanya Manager yang akhirnya bisa juga menanyakan hal tersebut kepada Mami.


Mami terdiam, dia melihat ke arah Deli dan juga kebun anggur yang luas itu.

__ADS_1


"Sama sekali belum manager. Bahkan dia masih belum mengingat tentang Ivan. Padahal sehari hari dia bertemu dengan Ivan. Tetapi Danu sama sekali tidak ingat dengan Ivan." ujar Mami memberitahukan keadaan Danu kepada Manager.


"Padahal kami sudah membawa Danu berobat kemana saja yang dikatakan oleh orang orang kalau dokter di sana terbaik dalam mengobati dan merawat pasien yang menderita amnesia. Tetapi nyatanya belum ada yang cocok dengan Danu." kata Mami memberitahukan kepada Manager sekaligus Deli.


"Terus kenapa Nyonya memutuskan kembali ke mansion ini Nona setelah puluhan tahun Nyonya dan Tuan besar tinggalkan. Kami semua karyawan sampai berpikir kalau Nyonya dan Tuan tidak akan mau kembali lagi ke mansion ini" ujar Manager kepada Mami.


"Ada suatu masalah yang membuat kami memutuskan kembali lagi ke sini manager." jawab Mami dengan sangat singkat.


Manager yang mendapatkan jawaban sesingkat itu dari Mami langsung sadar kalau Mami tidak ingin membahas tentang permasalahan itu lagi. Manager memilih untuk tidak melanjutkan pertanyaannya tentang hal itu lagi. Manager akan mencari percakapan yang lainnya. Manager tidak mau membuat Nyonya besar itu bersedih.


"Nyonya, waktu itu saya bertemu dengan sahabat saya yang juga pernah mengalami amnesia seperti yang dialami oleh Tuan muda. Sekarang dia sudah kembali sembuh Nonya" ujar Manager yang sudah memulai menceritakan tujuannya bercakap cakap dengan Mami.


"Bagaimana Manager? Apa dia pergi ke seorang dokter? Kalau iya dimana?" tanya Mami dengan sangat gencarnya kepada Manager.


Mami sangat bersemangat mendengar infomrasi yang diberikan oleh manager kepada Mami.


"Iya Paman Manager, ke dokter mana sahabat paman manager itu pergi. Deli juga mau Ayah Deli kembali sehat seperti semula Paman Manager" ujar Deli sambil menatap ke arah manager itu dengan tatapan, tolong bantu aku.


"Terus?" kata mereka penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya.


"Kenapa dia bisa sembuh?" lanjut Mami penasaran kenapa seseorang itu bisa sembuh tanpa ada bantuan dari seorang dokter.


"Benar Nyonya besar, dia tidak ada ke dokter, dia juga sudah kemana mana berobat" ujar Manager memberitahukan kepada Mami.


"Terus kenapa dia bisa ingat kembali?" tanya Mami penasaran.


"Dia mengulang dan pergi ke tempat tempat sebelum dia kehilangan ingatannya. Dia selalu ke sana dan berusaha mengingat kembali semua kejadian yang pernah di alaminya di sana" ujar Manager mengatakan kepada Mami apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu sehingga bisa mengingat kembali semua kejadian yang sempat hilang dari memory otaknya.


"Terus dia berhasil?" tanya Mami selanjutnya kepada Manager.

__ADS_1


"Ya dia berhasil. Ingatannya kembali lagi menjadi normal, walaupun memang masih ada yang tidak diingatnya, tetapi bagi dia dengan ada yang diingatnya sudah membuat dia bahagia" ujar Manager kepada Mami dan Deli.


Mobil buggy akhirnya telah sampai kembali di mansion utama. Mami dan Deli serta manager turun dari atas mobil buggy itu.


"Terimakasih atas semua informasinya manager. Saya akan diskusikan dulu dengan Papi." ujar Mami kepada manager.


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam mansion yang sangat besar itu. Papi dan Danu terlihat sudah duduk di ruang keluarga. Danu yang melihat kedatangan Deli langsung berlari memeluk anaknya itu.


"Sayang, kenapa lama banget perginya. Ayah sampai sangat kangen sekali sama kamu sayang" ujar Danu kepada Deli sambil menggendong anak semata wayangnya itu.


"Nenek tadi cerita sangat panjang sekali Ayah" ujar Deli kepada Ayahnya itu.


"Oh ya, Apa yang diceritakan oleh Nenek kepada kamu sayang?" tanya Danu kepada Deli yang penasaran dengan cerita yang diceritakan oleh Nenek kepada Deli itu.


"Nenek menceritakan tentang seorang anak anak yang kehilangan separo ingatannya Ayah" jawab Deli sambil melihat ke arah Atuknya yang terlihat sangat kaget.


"Terus sayang, apa anak itu sudah mengingat kisah hidupnya yang sudah terlupakan oleh dirinya itu?" tanya Danu penasaran dengan cerita Deli.


"Belum Ayah. Semoga saja besok besok dia ingat kembali" ujar Deli kepada Ayahnya.


"Semoga saja sayang, kasihan sekali anak itu harus kehilangan daya ingatnya separo" ujar Danu kepada Deli.


Deli mengangguk setuju dengan Ayahnya.


'Ayah ini sengaja ngomong seperti itu, atau takut untuk mengakui kalau dia sebenarnya juga tidak mengingat lagi masa kecilnya ya. Bagaimana cara Deli untuk bertanya kepada Ayah? Deli takut ayah tersingguh' lanjut Deli dalam hatinya.


Atuk dan Nenek melihat ke arah Deli. Mereka tersenyum dan mengangat dua jempolnya untuk Deli. Manager lagsung menatap kagum kepada anak kecil itu. Dia tidak menyangka Deli bisa mengatakan hal itu kepada Ayahnya yang notabene adalah orang yang dibicarakan oleh Deli dan Nyonya besar.


"Nyonya besar, makan malam sudah siap" ujar seorang maid yang bekerja di bagian dapur untuk menyiapkan makanan bagi orang orang yang ada di mansion.

__ADS_1


"Mari kita makan terlebih dahulu, setelah itu baru lanjutkan obrolannya" ujar Papi mengajak semua orang untuk menuju meja makan dan menikmati makan malam yang sudah di sajikan oleh maid.


Keluarga besar Sanjaya menikmati makan malam mereka. Makan malam yang kali ini bukan disiapkan oleh Mami karena Mami lebih memilih untuk ke kebun anggur dan bercerita dengan Deli tentang kisah Danu yang sampai tidak ingat dengan Ivan dan Sari yang tidak lain adalah sepupu Danu.


__ADS_2