
"Ivan, Iwan nanti kalian berdua keruangan Ayah ya saat sampai di perusahaan" ujar Ayah memberikan pesan kepada Ivan dan Iwan saat mereka sudah berada di dalam lift yang akan mengantarkan mereka bertiga ke besmant di mana di sana terparkir mobil dan motor yang akan mereka pakai ke perusahaan.
"Ada apa Ayah?" ujar Ivan yang penasaran dengan perintah yang diberikan oleh Ayahnya itu.
"Tidak biasanya Ayah mengajak dan meminta kami untuk ke ruangan Ayah" lanjut Ivan sambil menatap ke arah Ayahnya itu.
"Ada yang harus Ayah sampaikan ke kamu" jawab Ayah sambil melirik ke arah Ivan.
"Tapi nanti Ivan ada meeting di luar Ayah dengan Bang Danu" ujar Ivan memberitahukan agendanya kepada Ayah untuk hari ini.
"Pulang meeting aja, ke ruangan Ayah" lanjut Ayah yang tetao memaksa Ivan untuk datang ke ruangannya.
"Emang nggak bisa sekarang aja gitu ngomongnya?" ujar Ivan yang sebenarnya mengatakan agendanya ke Ayah adalah supaya Ayah mau mengatakan apa yang harus dikatakannya di perusahaan menjadi dikatakan saat mereka masih di area panthuose.
"Nggak bisa Ivan. Bagaimanapun cara kamu membujuk Ayah supaya megatakan semuanya di sini sekarang juga, tetap tidak akan Ayah katakan sama kamu" ujar Ayah dengan nada tegas yang sudah tidak bisa lagi dibantah oleh Ivan
"Ayah tidak mau kita terlambat sampai perusahaan. Kalau kamu masih mau kita membahas apa yang akan Ayah katakan di panthouse, maka kita akan bercerita nanti saat sudah pulang dari perusahaan" ujar Ayah memberikan pilihan kepada Ivan
"Mana pilihan kamu?" ujar Ayah meminta Ivan mengatakan yang mana pilihannya.
Ivan terlihat berpikir, dia harus menentukan pilihan dengan sangat tepat.
"Satu hal yang harus menjadi pertimbangan kamu Van. Selama ini Ayah tidak pernah meminta kamu ke ruangan Ayah kalau tidak untuk membicarakan hal yang penting dan urgent untuk langsung ditindak lanjuti" ujar Ayah memberikan sedikit gambaran permasalahan yang akan dibahas oleh Ayah dengan Ivan dan Iwan.
Pernyataan yang dikatakan oleh Ayah membuat Ivan menjadi mudah menentukan pilihannya. Pilihan yang harus di pilih oleh Ivan saat itu juga.
"Baik Ayah, Ivan akan datang ke ruangan Ayah nanti sebelum berangkat meeting" ujar Ivan yang pada akhirnya memutuskan untuk masuk ke ruangan Ayahnya sebelum dirinya berangkat meeting ke luar bersama dengan Danu.
__ADS_1
"Jangan pagi, selepas kamu pulang meeting aja nanti" ujar Ayah memberikan usulan kepada Ivan.
"Kok?" tanya Ivan yang heran dengan apa yang dikatakan oleh Ayahnya itu
"Permasalahan ini rasanya sangat rumit Van, Jadi Ayah inginnya kita berbicara nanti saja setelah kamu pulang dari meeting" kata Ayah menjelaskan kepada Ivan kenapa Ayah meminta Ivan untuk menemui Ayah setelah pulang dari meeting.
"Gini ajalah Yah, aku izin aja sama Bang Danu nanti. Aku penasaran dengan berita yang mau Ayah sampaikan" ujar Ivan memberikan solusi kepada Ayahnya.
"Oke" jawab Ayah
Mereka semua kemudian naik ke kendaraan masing masing, Ivan tetap dengan motor kesayangannya. Sedangkan Ayah dan Iwan memakai mobil mereka masing masing.satu motor dan dua mobil keluar beriringan dari parkiran apartemen itu. Mereka akan menuju perusahaan yang sama. Tetapi memakai kendaraan sendiri sendiri supaya tidak dicurigai oleh Danu.
PERUSAHAAN
"Loh Paman kok bisa datang bersama dengan Ivan dan Iwan?" ujar Danu saat menyapa Pamannya yang baru turun dari dalam mobil
Entah kenapa Ivan dan Iwan berjalan bersama dengan direktur mereka itu. Sehingga membuat Danu menjadi bertanya tanya kenapa bisa Pamannya datang bersamaan dengan Ivan dan Iwan.
"Oh kirain mereka menginap di panthouse Paman" ujar Danu.
"Aku sendiri aja nggak tau dimana panthouse Paman, apalagi mereka berdua" lanjut Bayu mengomentari tentang dirinya yang tidak tahu dimana rumah pamannya itu berada.
Ayah tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Danu. Hal berbeda terjadi kepada Ivan dan Iwan yang langsung tertawa terbahak bahak mendengar perkataan yang tadi diucapkan oleh Danu. Danu dan Ayah dengan spontan melihat ke arah Ivan dan Iwan yang tertawa ngakak tidak tertahankan itu.
"Kenapa tertawa loe berdua?" ujar Danu menggapi apa yang dilakukan oleh Ivan dan Iwan di depan Presiden direktur mereka.
"Gimana kami nggak akan tertawa Bang. Katanya presiden direktur adalah pamannya abang, tetapi kenapa Abang sampai sekarang nggak tahu dimana panthouse milik presiden direktur" ujar Ivan yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Danu saat Danu protes Ivan dan Iwan tertawa menanggapi apa yang mereka katakan.
__ADS_1
"Gimana mau tahu, paman nggak pernah mau ngasih tahu. Paman lebih suka sendirian di panthousenya dari pada ditemani gue" ujar Danu yang dengan terang terangan menyindir adik dari Papi.
Ivan memberikan senyumannya kepada Ayahnya yang dikatakan oleh Danu tidak mau memberitahukan kepada Danu dimana letak panthouse Ayahnya. Ivan sangat tahu kenapa itu bisa terjadi.
"Bukannya mau sendirin Dan, tapi lelah habis bekerja" jawab Ayah sekaligus paman dari Danu.
"Makanya Paman mau beristirahat lagi. Kamu ambil alihlah lagi perusahaan ini, biar Paman bisa beristirahat di panthouse atau kembali pulang ke negara U menjalankan bisnis Paman di sana" ujar Paman yang bisa langsung memasukkan perkataannya di sela sela Danu yang berusaha menyindir Paman.
Paman juga balik menyindir Danu dengan ucapannya. Ucapan yang sudah sangat lama disampaikan oleh Paman kepada Danu.
"Tenang Paman, nanti saat perceraian aku dengan Ranti sudah selesai, aku akan memimpin perusahaan ini." jawab Danu yang memang sudah berkali kali mengatakan hal itu kepada Paman saat Paman mulai mengungkit kembali permasalahan Danu yang sudah saatnya memimpin perusahaan dan Paman sudah saatnya harus kembali ke negara U
"Wah cepat lah kau urus perceraian itu. Paman sudah tidak tahan lagi mau tinggal di negara U. Paman kangen dengan anak perempuan Paman yang Paman tinggal di sana" ujar Presiden direktur mendesak Danu untuk secepatnya menyelesaikan kasus perceraian Danu dengan Ranti.
"Paman lihatkan ya gimana usaha Danu dalam mengurus proses perceraian Danu dengan wanita itu" kata Danu menjawab perkataan yang diajukan oleh Paman kepada dirinya.
"Lihat Dan, makanya Paman berharap permasalahan perceraian kamu dengan wanita tidak tau diri itu bisa dilangsungkan dengan cepat."
"Bukan karena permasalahan memimpin perusahaan terlepas dari pada itu Paman kasihan melihat Kamu dan Deli" kata Paman menjelaskan alasannya ingin Danu cepat bercerai dengan Ranti.
"Bener itu apa yang dikatakan direktur Bang. Cepat urus Bang. Desak Bang Frans supaya cepat cepat mengurus di pengadilan" kata Ivan memberikan tambahan minyak tanah kepada Danu.
"Oke nanti siang aku mau ke tempat Frans lagi" ujar Danu yang ternyata sudah memiliki rencana sendiri
"Tapi meeting?" ujar Ivan
"Besok jadinya" jawab Danu.
__ADS_1
Tak terasa mereka sudah berada di lantai ruangan tempat Danu dan kedua sahabatnya bekerja. Mereka keluar dari lift. Ivan masih sempat sempatnya memberikan kode kepada Ayah jam berada dia akan datang ke ruangan Ayahnya itu. Ayah hanya bisa tersenyum melihat kelakuan anak laki lakinya itu. Anak yang tidak bisa jauh dari dirinya. Makanya sampai nyusul ke negara I