
Hari ini hari keempat tanpa kehadiran Danu di kantor. Vina yang semula merasa canggung sudah mulai terbiasa. Vina tidak lagi pernah kumpul kumpul dengan karyawan lainnya. Setelah ia memberikan pesanan sarapan maka Vina akan langsung naik ke ruangannya. Cina takut mengecewakan permintaan Danu. Kadang ada rasa ingin untuk berkumpul kembali dengan karyawan, tetapi Vina akan mengalihkan hasrat berkumpul dan menggibahnya dengan bekerja.
Danu yang sebenarnya kemaren pekerjaannya sudah siap dan sudah bisa pulang, lebih memilih pulang pagi ke daerahnya. Dia ingin memberikan Vina kejutan dengan datang ke kantor. Danu sengaja tidak memberitahukan siapapun tentang rencana kepulangannya hari ini. Danu juga telah menyiapkan hadiah untuk para staffnya dan juga untuk kekasihnya. Danu senyam senyum sendiri membayangkan betapa kagetnya Vina saat melihat Danu sudah berada kembali di kantor yang sama dengan dirinya.
Vina hari ini memiliki segudang pekerjaan yang harus diselesaikannya. Dia dari pagi sudah serius mengerjakan pekerjaannya.
"Serius banget Vin?"
"Iya bang, kerjaan gue banyak banget hari ini. Sepertinya gue harus lembur" jawab Vina ke Iwan yang melihat Vina bekerja dengan serius.
"Sama kami berdua juga akan lembur kayaknya. Jadi tenang saja kamu tidak akan sendirian untuk lembur." kata Iwan yang kembali duduk di mejanya.
"Beneran bang?"
"Yup. Beneran. Kami harus buat sketsa sebuah taman ibu kota. Jadi ya terpaksa lembur"
"Oh gitu, oke sip bang. Jadi ada teman gue nya"
Mereka bertiga kembali serius mengerjakan semua pekerjaan. Mereka tidak ingin lembur sampai terlalu malam. Target mereka lembur hanya sampai jam delapan malam.
Danu sudah berada di bandara, dia akan naik pesawat sebentar lagi. Danu memegang dengan erat hadiah yang sudah dibelikannya untuk Vina.
"Akhirnya pulang juga, tunggu aku kekasihku" kata Danu sambil melangkahkan kakinya menaiki tangga pesawat.
Penerbangan selama dua jam itu dilalui Danu dengan perasaan yang tidak sabar. Danu ingin cepat cepat sampai di bandara dan akan melajukan mobilnya dengan kencang menuju kantor. Tak terasa perjalanan panjang selama dua jam itu akhirnya usai juga. Danu berlari mengambil bagasinya. Setelah koper kecilnya di dapatkan Danu pergi ke parkiran tempat dia menitipkan mobilnya waktu akan berangkat.
Setelah menyelesaikan administrasi pembayaran parkir mobilnya, Danu langsung melajukan mobilnya menuju kantor. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Vina. Setelah berkendara selama satu jam Danu sampai di ibu kota. Sebelum menuju kantor, Danu membeli makan siang kesukaan Vina terlebih dahulu.
Danu memarkirkan mobilnya di tempat parkir dia biasanya. Danu melihat motor Vina terparkir di sebelah motor Iwan dan Ifan.
"Sepertinya mereka lembur. Bukannya ini udah jam istirahat siang" ucap Danu.
Danu kemudian masuk ke dalam kantor dan langsung menuju keruangannya. Dia sudah tidak sabar lagi untuk melihat Vina. Sampai di ruangan ternyata pintu ruangannya tidak tertutup. Danu langsung saja masuk dan duduk di depan meja Vina.
Vina yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya menjadi kaget karena ada orang yang duduk di depan meja kerjanya sambil membawa buket bunga yang indah. Vina sudah tau siapa orang yang berada di balik buket bunga besar itu.
"Sayang" kata Vina sambil berdiri dan memeluk Danu.
Vina yang sadar main peluk saja langsung melihat ke sekelilinya.
"Apa yang dilihat?" kata Danu.
"Mereka pada kemana?" jawab Vina
__ADS_1
"Udah pergi dari tadi sayangku. Kamunya aja yang nggak perhatian dengan sekitar kalau udah konsentrasi dengan pekerjaan." kata Danu dan kembali membawa Vira ke dalam pelukannya.
"Kangen sayang" ucap Vira
"Sama sayang. Aku kangen kengen dan kengen banget" ucap Danu.
"Kenapa pulang nggak ngomong. Semalam katanya masih banyak kerjaannya. Eh sekarang udah sampe aja di sini" ucap Vira.
"Maaf sayang, aku sengaja ingin kasih kejutan sama kamu. Biar kamu tau begitu besar rasa cintaku sampai aku harus rela lembur tanpa istirahat untuk mengerjakan pekerjaanku" kata Danu sambil membelai pipi Vina dengan punggung jarinya.
"Kamu udah makan sayang?" kata Vina yang tau kalau Danu pasti terbang pagi ke ibu kota.
"Belum sayang. Ini aku udah beli makan siang untuk kita berempat" kata Danu.
Danu kemudian berjalan ke luar menuju jendela besar di ujung koridor.
"Hay kalian mau makan nggak?"
"Udah puas kangen kangenannya?" tanya Iwan.
"Belum. Tapi perut gue laper. Yuk makan"
Mereka bertiga kembali ke dalam ruangan. Vina sudah menyiapkan empat bungkus nasi padang dan empat gelas es teh. Mereka berempat makan dengan sangat lahap.
"Udah oke. Tinggal pembangunannya lagi. Sepertinya loe yang akan kesana Wan."
"Gue?"
"Yup loe. Nanti sekali sekali gue juga akan ke sana."
"Kenapa nggak loe aja yang di sana?"
"Gue harus tetap stay di sini. Ifan belum bisa gue lepas, jadi satu satunya ya elo."
"Ye lah nasib gue"
"Hahahahahahaha. Terima aja bang. Mana tau nanti loe di situ jadi kepala cabang" ktata Ifan.
"Kepala cabang dari hongkong. Kepala cabang neh makhluk yang baru pulang ini" kata Iwan.
"Hahahaha. Jadi kamu ke sana hanya untuk menggantikan Danu doang?"
"Yup. Naik jadi asisten"
__ADS_1
Mereka berempat akhirnya selesai makan siang. Vina, Iwan dan Ifan kembali bekerja. Mereka dipastikan akan lembur hari ini sampai malam hari.
Danu yang sudah lima hari tidak kantor, langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia akan memeriksa beberapa dokumen yang akan diserahkan ke CEO.
Mereka semua kembali serius bekerja. Tidak satupun yang terlibat dalam obrolan. Vina yang terasa haus pergi membuat lemon tea ke bagian pantry. Vina juga membuatkan tiga cangkir capucino untuk tiga temannya yang lain. Vina meletakkan untuk Iwan dan Ifan secangkir seorang capucino di tambah dengan kue yang dibawa Vina dari rumah. Sedangkan untuk Danu, Vina juga meletakkan secangkir capucino dan sepiring kue bolu yang dibawa Vina dari rumah.
"Makasi sayang" ucap Danu saat melihat Vina meletakkan cemilan di depannya.
"Sama sama sayang." Vina kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Danu.
"Sayang" panggil Danu.
"Apa?" kata Vina berbalik melihat Danu.
"Jangan capek capek ya. Kalau rasanya udah nggak tahan matanya kamu istirahat dulu. Nanti kembali dikerjakan." Danu selalu memberikan perhatian kepada Vina. Dani tidak mau Vina jatuh sakit karena menyelesaikan semua pekerjaannya.
"Oke sayang. Nanti kalau aku capek aku akan numpang beristirahat di sofa empuk itu" jawab Vina sambil menunjuk sofa di ruangan Danu.
Mereka semua kembali bekerja sampai malam. Tak terasa sudah pukul sembilan malam. Danu melihat karyawannya masih sibuk bekerja.
"Hay. Sudah kita pulang. Besok sambung lagi" ucap Danu.
Ketiga karyawannya langsung berhenti bekerja dan mematikan komputer di depan mereka masing masing.
"Sayang kamu bawa motor?"
"Iya"
"Tinggal di kantor aja. Kamu pulang aku antar. Hari udah malam, nggak baik anak gadis bawa motor malam malam" kata Danu sambil merangkul pinggang Vina.
"Siap manager" jawab Vina.
Mereka semua tertawa mendengar jawaban dari Vina. Mereka berempat kemudian pulang ke rumah masing masing. Mereka benar benar lelah seharian ini dengan pekerjaan yang menumpuk.
"Selamat mimpi indah sayang" ucap Danu saat Vina turun dari mobilnya.
"Sama sama sayang. Makasi udah antar pulang dan makasih atas hadiahnya" ucap Vina.
Vina tiba tiba mengecup bibir Danu sesaat. Danu yang tidak siap menerima serangan mendadak Vina langsung kaget.
"Mulai jahil ya"
"Hahahahaha. Sana pulang udah malam. Kalau mau tidur di sini boleh tapi halalin dulu" kata Vina.
__ADS_1
Vina berlari masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Danu tersenyum dan melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.