
Maya sampai di kota B telah sore hari. Maya kemudian memilih untuk menginap di salah satu hotel biasa di kota B. Maya sengaja tidak menginap di hotel ternama karena Maya takut data dirinya akan terekam di aplikasi hotel. Sehingga demi menjaga privasinya Maya akhirnya memilih untuk menginap di hotel biasa saja.
Maya masuk ke dalam hotel. Dia melakukab chekin di hotel itu. Setelah selesai melakukan chekin hanya untuk semalam, Maya berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Ini bukan kamar rendahan. Ini mewah juga." ujar Maya saat melihat kamar mandi yang juga memakai air hangat.
Maya merasakan tubuhnya sedikit kelelahan. Maya pergi ke wastefel untuk membersihkan wajahnya. Setelah membersihkan wajah dan berganti pakaian dengan pakaian santai, Maya naik ke atas ranjang besarnya, dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Maya dalam sekejap langsung berpindah ke alam mimpi. Dia beristirahat untuk menenangkan hati dan pikirannya.
Sedangkan Vina dan sahabat sahabatnya telah sampai di kab. Pes. Mereka melihat ternyata daerah itu memang sangat bagus dan indah. Daerah yang memang sangat menjadi idola bagi para wisatawan.
"Tuan kita mau lewat jalan baru atau jalan lama saja?" tanya Sopir mobil kepada Ivan.
"Lewat jalan baru." jawab Ivan menjawab pertanyaan sopir.
Sopir mengarahkan mobil yang dikendarainya menuju jalan baru. Jalan yang akan melewati pemandangan yang luar biasa cantiknya itu.
Sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Vina dan yang lain menikmati pemandangan yang disajikan alam dengan luar biasa indahnya.
"Tuan kita sebentat lagi akan sampai di daerah pusat wisata bahari kabupaten ini. Apa kita akan berhenti di homestay yang pertama atau kita lanjut terus?" tanya sopir kepada Ivan.
"Gimana Vin, lanjut terus atau?" tanya Ivan kepada Vina yang duduk di bangku belakang sopir.
"Berhenti aja Bang. Kita coba tanya kepada orang di sana, apakah Maya ada datang ke homestay mereka hari ini." ujar Vina sambil menatap Ivan.
Mobil masuk ke dalam area parkir hotel. Seorang penjaga homestay datang menghampiri mereka.
"Berapa orang Tuan?" ujar penjaga homestay.
"Enam orang." ujar Ivan menyebutkan jumlah mereka di dalam mobil.
"Enam puluh ribu Tuan." ujar penjaga pantai.
Ivan memberikan sejumlah uang yang diminta oleh penjaga home stay. Sopir kemudian memarkir mobil mereka paling ujung lokasi home stay. Ivan dan yang lain duduk di sebuah saung. Mereka saling memandang, siapa yang akan bertanya kepada penjaga home stay, ada atau tidak datangnya Maya ke sana.
"Bang" sopir memanggil penjaga home stay.
Penjaga home stay datang menuju saung tempat Ivan dan yang lainnya.
"Pesan apa Bang?" tanya penjaga homestay.
"Kami pesan ayam gebrek enam porsi dan es teh enam gelas." ujar Ivan mengatakan pesanan mereka.
"Oh ya. Kamu apakah dari pagi di sini?" tanya Ivan kepada penjaga home stay.
"Sudah Bang. Ada apa ya Bang?" tanya penjaga home stay.
__ADS_1
"Apa kamu seharian ini ada melihat wanita ini di sini?" tanya Ivan sambil memperlihatkan fhoto Maya kepada penjaga home stay.
Penjaga home stay melihat fhoto Maya dengan saksama.
"Tidak Bang. Seharian ini tidak ada wanita ini ke sini." ujar penjaga pantai.
"Hem baiklah. Apa bisa minta tolong tanyakan kepada kawan yang lain?" tanya Ivan lagi.
"Bisa Tuan." jawab penjaga home stay.
Penjaga home stay pergi menuju tempat mereka berkumpul. Dia memberikan pesanan Ivan kepada tukang masak. Setelah itu penjaga home stay membawa teman temannya menuju saung Ivan.
"Bang, ini kawan saya yang dari pagi ada di sini." ujar penjaga pantai kepada Ivan.
Ivan menatap tiga orang penjaga pantai lainnya.
"Bang, apa tadi kalian melihat fhoto wanita ini datang ke sini?" tanya Ivan sambil memperlihatkan fhoto Maya kepada tiga penjaga pantai.
Ketiga penjaga pantai melihat fhoto Maya mereka bertiga.
"Gue nggak ada lihat wanita ini." ujar salah satu penjaga pantai.
"Sama. Gue juga nggak ada lihat." ujar penjaga pantai yang lain.
"Saya juga tidak lihat Bang." jawab penjaga pantai ketiga.
Keempat penjaga pantai kompak menggeleng. Mereka memang tidak ada melihat Maya datang ke sana hari ini.
"Bang kalau tidak abang bisa berkeliling. Semua pengunjung belum ada yang pulang satu pun." ujar salah satu penjaga pantai.
"Oh baiklah makasi atas infonya." ujar Ivan.
Keempat penjaga pantai kemudian pergi dari hadapan Ivan dan yang lainnya. Mereka kembali ke posko tempat mereka menjaga pantai.
Ivan dan yang lain menikmati menu yang telah mereka pesan tadi. Mereka makan dengan cepat karena ingin melihat wajah pengunjung yang datang ke pantai.
Setelah makan Ivan dan yang lain kecuali sopir berkeliling melihat Maya di pantai home stay yang terkenal itu. Ivan dan Iwan berjalan ke dermaga manjunto. Mereka melihat di sana ada seorang perempuan sedang duduk dan melihat pasangannya sedang terjun terjun.
"Sayang airnya nyiprat." ujar wanita itu kepada kekasihnya.
"Maaf sayang maaf." jawab sang pria yang tadi menyebabkan air menciprat kemana mana.
"Bukan dia Bang." ujar Ivan.
"Yup" jawab Iwan.
__ADS_1
Ivan dan Iwan kemudian berbalik arah saja. Mereka yakin itu bukan Maya. Karena suaranya sangat berbeda dengan suara Maya.
"Semoga yang lain menemukan dia Bang." ujar Ivan yang sangat menyesali perbuatannya yang tidak membalas pesan chat dari Maya.
Ivan dan Iwan mengarah ke dermaga yang satu lagi. Mereka berharap semoga menemukan Maya di sana. Tetapi seperti yabg dilihat dari dermaga sebelahnya, di sana juga tidak ada orang.
"Kemana dia ya Bang?" ujar Ivan sedikit merasa takut dengan keberadaan Maya.
"Gue juga nggak tau Van. Semoga aja dia dalam kondisi baik baik saja." ujar Iwan yang juga mulai takut dengan kondisi Maya.
Mereka semua kemudian berkumpul kembali ke saung tempat mereka duduk.
"Gimana?" tanya Ivan.
"Nggak ada. Kelihatannya Maya tidak ke sini." ujar Vina.
Mereka lama terdiam.
"Tuan, di daerah sana masih banyak home stay. Apa kita lanjut ke sana atau bagaimana?" tanya sopir kepada Ivan.
"Lanjut aja. Sekarang kita jalan." ujar Ivan.
Ivan kemudian menuju ke tempat para penjaga pantai.
"Saya bisa minta tolong?" tanya Ivan kepada keempat penjaga pantai.
"Bisa Tuan. Apa itu?" tanya salah satu penjaga pantai.
"Tolong nanti saat wanita ini datang ke sini, tolong beritahukan kepada saya. Ini nomor telpon saya." ujar Ivan sambil memberikan nomor telpon miliknya kepada penjaga pantai.
"Baik Tuan. Nanti kalau ada wanita itu ke sini kami akan memghubungi Tuan. Kalau kami boleh tau namanya siapa Tuan?" ujar penjaga pantai.
"Maya Adriana." ujar Ivan menyebutkan nama lengkap Maya.
Penjaga pantai menuliskan nama maya di kartu nama milik Ivan.
"Terimkasih atas bantuannya." ujar Ivan.
"Sama sama Bang. Semoga bertemu Nona Mayanya." ujar penjaga pantai.
Ivan membalas dengan senyuman. Ivan kembali ke dalam mobil. Sopir melajukan mobilnya menuju tempat yang lain.
"Gimana Bang?" tanya Vina.
"Sudah dititip pesan. Nanti kalau mereka melihat Maya, mereka akan menghubungi aku." jawab Ivan memberitahukan kepada Vina apa hasil diskusi pembicaraan dirinya dengan para penjaga pantai.
__ADS_1
Mobil bergerak meninggalkan kawasan manjunto menuju tempat yang lainnya. Mereka akan melanjutkan pencarian terhadap Maya.