
Saat mereka telah sampai di hotel tempat mereka akan menginap malam ini, ponsel Sari tiba tiba berdering. Sari yang berada di dalam kamar mandi lupa membawa ponselnya yang sedang di cas di atas meja yang berada di kamar hotel.
Vina yang barusan menukar pakaian, mendengar suara ponsel milik Sari melihat ke layar ponsel tersebut, di sana tertulis nama Abang sebagai penelpon, untung saja Sari tidak meletakkan fhoto abangnya, kalau tidak maka semua rahasia yang selama ini mereka simpan rapat akan terbongkar di saat yang tidak tepat.
"Sar, tadi ponsel loe bunyi pas loe mandi, gue tengok abang yang menelpon. Kakak Loe Sar?" tanya Vina saat melihat Sari yang baru ke luar dari kamar mandi.
"Yup kakak gue itu Vin. Dia pasti mau nanyak apa gue udah sampai di negara I atau belum." ujar Sari bercerita dengan entengnya.
"Jadi loe punya kakak? Kenapa nggak pernah cerita ke kami?" tanya Vina sambil menatap Sari.
"Hehehehehe, maaf ya, gue lupa ngomongnya." ujar Sari sambil tertawa.
'Sorry Vin, bukan gue nggak mau cerita, tapi gue tidak ingin loe mengira kami kasian sama loe.' ujar Sari melanjutkan perkataannya di dalam hati.
"Gimana Maya?" tanya Sari mengalihkan pembicaraan mengenai keluarganya, dia tidak ingin semakin banyak berbohong kepada Vina.
"Tadi gue tinggal dia sedang tidur, kayaknya obat yang diberikan dokter itu obat tidur semua, hahahahaha" ujar Vina yang berusaha mencairkan suasana.
"Ada ada aja loe, tapi bisa jadi juga, masalahnya gue perhatiin neh ya, setiap dia habis minum obat pasti tidur mulu kayak kebo." ujar Sari yang akhirnya setuju juga dengan apa yang dikatakan oleh Vina.
Mereka berdua kemudian sibuk dengan ponsel masing masing, mereka membuka sosial media masing masing dan berseluncur ria di dunia maya, Satu hal yang sangat jarang dilakukan oleh Vina, Maya dan Sari. Vina mulai merasa bosan dengan kegiatan yang dirasanya tidak bermanfaat dan tidak menarik itu.
"Sari, boleh gue nanyak sesuatu ke elo?" tanya Vina sambil meletakkan ponselnya ke atas sofa.
"Boleh, mau tanya apa Vin?" jawab Sari yang juga ikut ikutan meletakkan ponsel miliknya di atas sofa.
"Pertanyaan gabut sih, tapi dari pada nggak ada obrolan" ujar Vina.
"Its oke nggak apa apa, lagian kita sama sama gabut, jadi tak masalah, apa yang mau lot tanyain ke gue?" jawab Sari yang memang tidak tau mau melakukan apa lagi sekarang.
" Kapan terakhir loe bikin status di sosial media?" tanya Vina dengan gampangnya.
__ADS_1
"Hahahahahhahaha." Sari bener bener tertawa ngakak mendengar pertanyaan dari Vina.
Sari sama sekali tidak menyangka kalau pertanyaan Vina benar benar pertanyaan gabut yang tidak ada faedah itu.
"Kan loe ketawa, udah gue bilang dari tadi kan ya, pertanyaan gue pertanyaan gabut." ujar Vina yang sadar pertanyaannya memang pertanyaan ngaco.
"Gue bukannya ngetawain pertanyaan loe, tapi emang gabut banget tu pertanyaan." ujar Sari sambil tersenyum.
"Loe jawab aja Sar, kapan terakhir bikin status di media sosial." ujara Vina mengulang pertanyaannya.
"Oke oke, bentar gue ingat ingat" ujar Sari berusaha kapan dia mengingat kapan terakhir kalinya dia update status di media sosial.
"Sumpah nggak ingat gue saking lamanya, boleh nengok ponsel?" tanya Sari kemudian.
"Kalau loe nanyak ke gue, gue juga nggak ingat kapan terakhir update status." jawab Vina dengan ekspresi datar.
"Vin, gue pikir pikir neh ya, apa kita yang kurang gaul atau kita emang nggak gaul?' ujar Sari nyeletuk.
"Hubungan gaul sama status apaan coba?" tanya Vina yang sama sekali tidak bisa menghubungkan antara gaul dengan status sosial media.
Vina terlihat berpikir keras.
"Iya juga ya Sar, malahan ya banyak ibu ibu beranak yang sekarang juga makin gaul." ujar Vina menyetujui apa yang dikatakan oleh Sari.
"Malahan ne ya, banyak dari mereka yang update masalah keluarga ke status media sosial, saking tu status amat penting bagi mereka untuk selalu di update tiap hari. Heran gue sama tingkah mereka." ujar Vina dengan semangat.
"Bener loe Vin, beranda sosial media gue penuh sama curhat curhat yang seharusnya mereka nggak curhat di sana. Mungkin udah kewajiban kali bagi mereka untuk update status tiap hari, malahan ada yang sampe lima kali sehari bahkan lebih, apa apa di update, mau kemana di update, pake baju apa update. Mau masak update. Heran gue semuanya di update, apa mereka nggak ada kerjaan kali ya, apa apa harus update." ujar Sari nyerocos kayak mobil yang sedang rem blong, melucur saja sampai bertemu sesuatu yang bisa membuat dia berhenti.
"Bukannya nggak ada kerjaan, tapi biar terlihat oke dan keren aja kali ya. Hahahahahahaha" ujar Vina melanjutkan.
"hus, loe sembarangan aja, jangan gitulah, mana tau mereka memang wajib mengupdate sesuatu karena LDR atau gimana gimananya." ujar Sari memberikan beberapa lasan.
__ADS_1
"Iya juga ya Sar, oh maafkan hamba yang sudah suuzon, maafkan hamba ya" ujar Vina yang sukses membuat Sari menahan tawanya melihat tingkah konyol Vina.
"Vin, gimana kalau kita update status, terus kita lihat apa reaksi para sahabat kita?" ujar Sari memberikan ide.
"Setuju gue. Ayuk." jawab Vina yang langsung mengambil ponselnya.
Sari yang melihat Vina mengambil ponsel, langsung juga mengambil ponsel miliknya. Mereka sama sama mengupate status dengan kata me time.
" Apa loe tulis?" tanya Sari.
"Me time" jawab Vina.
"Loh kok sama?" tanya Sari lagi.
"Hahahahaha, sehati itu." jawab Vina
Tiba tiba, ponsel mereka tidak henti hentinya memberikan pemberitahuan kalau status yang mereka buat sudah dikomentari, disukai oleh para pengikut mereka di media sosial. Vina dan Sari membaca semua komentar yang diberikan oleh semua sahabat dan teman mereka di sosial media. Rata rata mereka menyatakan keheranan mereka kenapa Vina dan Sari update setelah sekian purnama tidak pernah update atau berselancar di media sosial.
"Ternyata mereka heran kenapa gue update status." ujar Vina
"Sama, kayaknya kita harus rajin update neh Vin." ujar Sari.
"ogah gue." jawab Vina tidak setuju dengan pendapat Sari.
"Sama, gue juga ogah." ujar Sari.
"Tidur yuk udah malem, besok kita terbang pagi aja." ujar Vina
"Sip. Gue ngomong sama Juan dulu aja." ujar Sari
"Gue udah ngomong, tadi saat loe mandi dia ke sini, kata Juan sip, kita terbang siap sarapan sekitar jam sembilan." jawab Vina
__ADS_1
"Mari tidur." kata Sari
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, besok mereka masih akan terbang selama empat jam. Sari sengaja tidak kembali menghubungi abangnya, agar tu orang seteres menunggu di bandara.